<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792</id><updated>2011-04-21T14:59:57.460-07:00</updated><title type='text'>Rukun Iman &amp; Islam</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>146</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948568935261952</id><published>2005-10-16T10:59:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T11:01:29.353-07:00</updated><title type='text'>H A J J I - Tinjauan Analisis (part 3)</title><content type='html'>Dari Ibnu 'Umar, sesungguhnya Nabi SAW pernah didatangi seorang Anshar di&lt;br /&gt;Masjid Mina dan seorang Tsaqif. Keduanya bertanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rasulullah, kami datang untuk bertanya kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian suka, akukhabarkan tentang sesuatu yang kalian tanyakan.&lt;br /&gt;Dan jika kalian suka aku tidak akan menjawab pertanyaan kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khabarkanlah kepada kami ya Rasulullah SAW!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah SAW berkata kepada orang Anshar itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau datang kepadaku menanyakan tentang kepergianmu dari rumahmu&lt;br /&gt;menuju Ka'bah dan apa yang kamu lalukan padanya, tentang shalat dua&lt;br /&gt;rakaatmu sesudah thawaf dan apa yang kamu lakukan pada dua rakaat itu,&lt;br /&gt;tentang sa'imu antara Shafa dan Marwah dan apa yang kamu lakukan pada-&lt;br /&gt;nya, tentang mencukur rambutmu dan apa yang kamu lakukan padanya&lt;br /&gt;tentang thawafmu di Ka'bah sesudah itu dan apa yang kamu lakukan pada-&lt;br /&gt;nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah Yang mengutusmu dengan kebenaran, sungguh aku datang untuk&lt;br /&gt;menayakan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu, jika keluar dari rumahmu menuju Bait al-Haram, tidaklah kamu&lt;br /&gt;letakkan untamu karena tidak tahu dan tidaklah kamu mengangkatnya pula&lt;br /&gt;kecuali Allah menulis bagimu suatu kebaikan dan Ia hapuskan kesalahan&lt;br /&gt;darimu. Adapun dua rakaatmu sesudah thawaf adalah seperti memerdekakan&lt;br /&gt;seorang budak dari Bani Isma'il. Adapun sa'imu antara Shafa dan Marwah&lt;br /&gt;seperti memerdekakan 70 budak. Adapun wuqufmu pada waktu sore di Arafah&lt;br /&gt;maka sesungguhnya Allah turun dari langit dunia lalu para malaikat ber-&lt;br /&gt;bangga dengan kamu. Ia berfirman:&lt;br /&gt;Para hamba-Ku datang kepada-Ku berdatangan kepada-Ku dari selu-&lt;br /&gt;ruh penjuru, mereka mengharap surga-Ku, sekalian dosa-dosa kamu&lt;br /&gt;sebanyak pasir, atau tetesan hujan dan buih laut, niscaya Aku&lt;br /&gt;mengampuninya.&lt;br /&gt;_________________________________&lt;br /&gt;arw2706@tamsun.tamu.edu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948568935261952?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948568935261952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948568935261952' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948568935261952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948568935261952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/h-j-j-i-tinjauan-analisis-part-3.html' title='H A J J I - Tinjauan Analisis (part 3)'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948552881645903</id><published>2005-10-16T10:57:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T10:58:48.816-07:00</updated><title type='text'>H A J J I -- Tinjauan Analisis (part 2)</title><content type='html'>Tindak Lanjut Syahadatain oleh Sheikh Sa'id Hawwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hajji membawa kembali kaum Muslimin kepada markas Islam pertama:&lt;br /&gt;Agama Ibrahim dan Muhammad. Perjalanan kembali ini akan memperkuat ikatan&lt;br /&gt;seorang Muslim kepada pusat Islam. Ia adalah negeri spiritualnya, qiblatnya,&lt;br /&gt;orientasi jasadnya, titik tolak semangat dan cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembali dari tempat ini sebagaian besar bentuk kehidupan Muslim&lt;br /&gt;telah berubah dan berganti. Dulu keterikatannya dengan markas Islam hanya&lt;br /&gt;bersifat teoritis, namun kini telah menjadi kenyataan yang dapat dirasakan&lt;br /&gt;dan diamalkan. Nash-nash berikut terdapat berbagai isyarat bagi orang yang&lt;br /&gt;mau mengambil pelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Dari Abu al-Thufail, aku berkata kepada Ibnu Abbas,&lt;br /&gt;"Kaummmu menganggap bahwa Nabi SAW sa'i anatara Shafa dan&lt;br /&gt;Marwah sebagai Sunnah."&lt;br /&gt;Ibn Abbas menjawab:&lt;br /&gt;"Mereka benar. Sesungguhnya Ibrahim ketika diperintahkan&lt;br /&gt;melaksanakan manasik hajji, syetan menghalanginya, lalu&lt;br /&gt;syetan mengejarnya, tetapi Ibrahim mendahuluinya. Kemudian&lt;br /&gt;Jibril membawanya (Ibrahim) ke Jamratu al'Aqabah, lalu&lt;br /&gt;syetan menghalanginya. Maka Ibrahim melemparkannya dengan&lt;br /&gt;tujuh kerikil sehingga syetan itu pergi. Kemudian syetan itu&lt;br /&gt;menghalanginya di Jamratu al Wustha. Maka Ibrahim melemparnya&lt;br /&gt;dengan tujuh (kerikil). Kemudian ia merobohkannya. Dan Isma'il&lt;br /&gt;memakai baju putih. Dan ia berkata: 'Wahai ayahanda, aku tidak&lt;br /&gt;punya pakaian yang dapat engkau jadikan kafan untukku dengan-&lt;br /&gt;nya. Maka lepaskan pakaian itu agar engkau dapat mengkafani&lt;br /&gt;aku dengannya.' Lalu Ibrahim pun melepasnya. Kemudian tiba-&lt;br /&gt;tiba ada orang yang memanggilnya dari belakang. 'Wahai Ibrahim&lt;br /&gt;sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpi itu.'&lt;br /&gt;Kemudian Ibrahim menoleh dan tiba-tiba menjadi seekor kibasy&lt;br /&gt;(domba) putih bertanduk dan besar bola matanya.&lt;br /&gt;Ibnu 'Abbas berkata:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya engkau telah melihat kami mengikuti&lt;br /&gt;dalam memotong kibasy itu."&lt;br /&gt;Ibnu 'Abbas melanjutkan:&lt;br /&gt;"Kemudian Jibril membawanya ke Jamratu al-Qashwa. Lalu syetan&lt;br /&gt;menghalanginya. Maka ia melemparnya dengan tujuh (kerikil).&lt;br /&gt;Kemudian Jibril membawanya ke Mina. Jibril berkata:&lt;br /&gt;'Ini adalah Mina, yakni tempat pemberhentian manusia.'&lt;br /&gt;Terus Jibril membawanya ke suatu kumpulan dan berkata:&lt;br /&gt;'Ini adalah Masy'ari al-Haram.'&lt;br /&gt;Kemudian Jibril membawanya ke Arafah,&lt;br /&gt;Apakah engkau tahu mengapa dinamakan Arafah?&lt;br /&gt;Aku menjawab: "Tidak."&lt;br /&gt;Ibnu 'Abbas berkata:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Jibril bertanya kepada Ibrahim: 'Apakah kamu&lt;br /&gt;telah mengetahui?' Ibrahim menjawab: 'Ya.'&lt;br /&gt;Dari sini lalu dinamakan Arafah (mengetahui).&lt;br /&gt;Apakah kamu mengetahui mengapa ada talbiyah (ucapan labbaika&lt;br /&gt;dst.)?&lt;br /&gt;Aku menjawab: "Bagaimana dahulunya?"&lt;br /&gt;Ibnu 'Abbas berkata:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Ibrahim telah diperintahkan untuk mengizinkan&lt;br /&gt;manusia untuk berhajji, gunung-gunung menunduk kepada Ibrahim&lt;br /&gt;dan kampung-kampung menyambutnya, ia mengizinkannya untuk&lt;br /&gt;berhajji."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hadits riwayat Ahmad dan Thabrani dalam al-Kabir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ibnu Amr bin 'Ash berkata:&lt;br /&gt;Thawaflah kalian di rumah (Ka'bah) ini dan ciumlah batu ini.&lt;br /&gt;Karena keduanya dulu adalah dua batu yang turun dari surga;&lt;br /&gt;yang satu ditinggikan dan yang lain pun akan ditinggikan.&lt;br /&gt;Jika apa yang aku katakan tidak benar, maka siapa saja yang&lt;br /&gt;melewati kuburanku hendaklah berkata: 'Ini Abdullah bin Amr&lt;br /&gt;si pendusta'."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hadits riwayat Thabarani dalam al-Kabir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersambung.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948552881645903?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948552881645903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948552881645903' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948552881645903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948552881645903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/h-j-j-i-tinjauan-analisis-part-2.html' title='H A J J I -- Tinjauan Analisis (part 2)'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948537466302038</id><published>2005-10-16T10:53:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T10:56:14.683-07:00</updated><title type='text'>H A J J I - Tinjauan Analisis (part 1)</title><content type='html'>Tindak Lanjut Syahadatain by Shikh Sa'id Hawwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hajji adalah sejumlah simbol yang terbentuk dari pelbagai amalan.&lt;br /&gt;Simbol penyerahan manusia kepada Allah, jika telah sampai perintah Allah&lt;br /&gt;kepadanya melalui RasulNya. Karena itu, dalam melaksanakan perintahNya ia&lt;br /&gt;tidak melihat lagi hikmah dan ma'nanya. Thawaf, wuquf, sa'i, mencukur&lt;br /&gt;rambut dan amalan-amalan hajji lainnya, merupakan simbul penyerahan tanpa&lt;br /&gt;syarat manusia Muslim kepada perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah simbol kesinambungan ummat ini dengan bapaknya, Ibrahim&lt;br /&gt;a.s., karena kita menghidupkan syi'ar-syi'arnya dan ber-thawaf di 'rumah'&lt;br /&gt;yang dibangunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hajji adalah simbol persatuan ummat Islam, tanpa memandang ras,&lt;br /&gt;warna kulit dan kebangsaan. Karena dasar persatuan kaum Muslimin adalah&lt;br /&gt;aqidah, agama dan syar'at Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&gt; Hajji adalah manifestasi prinsip-prinsip Islam. Manifestasi ukhuwah&lt;br /&gt;Islamiyah, dimana manusia merasakan secara nyata bahwa ia adalah saudara bagi&lt;br /&gt;setiap Muslim di dunia. Manifestasi persamaan antar berbagai bangsa dan suku.&lt;br /&gt;Hajji adalah manifestasi firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, agar kamu&lt;br /&gt;saling mengenal......" (QS: Al Hujurat:13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hajji terwujud "ta'aruf akbar" antar bangsa-bangsa di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hajji merupakan manifestasi kesetiaan seluruh kaum Muslimin terhadap&lt;br /&gt;satu kekuasaan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&gt; Hajji adalah "madarasah", tempat penggemblengan yang mengantarkan&lt;br /&gt;manusia Muslim ke peringkat yang lebih tinggi. Dengan Hajji ia dapat belajar,&lt;br /&gt;berusaha sambil bersabar. Sebab, jihad yang paling utama adalah "hajji mabrur".&lt;br /&gt;Dengan hajji, hidup selalu dalam suasana "ibadah". Bersikap ramah dan kasih&lt;br /&gt;sayang kepada sesama Mu'min. Mengendalikan emosi dan nafsunya. Memahami arti&lt;br /&gt;kebisingan dan kekerasan. Memahami hakekat "ubudiyah" kepada Allah.&lt;br /&gt;"Berinfaq fi sabilillah" tanpa imbalan. Mengagungkan sesuatu yang diagungkan&lt;br /&gt;Allah dan merendahkan sesuatu yang direndahkan Allah. Serta dapat mengerti cara&lt;br /&gt;memperlakukan musuh terhadap orang-orang yang memusuhi Allah dan mendukung&lt;br /&gt;orang yang mendapat dukungan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&gt; Hajji dapat membangkitkan berbagai perasaan dan sikap dalam jiwa&lt;br /&gt;manusia. Membangkitkan rasa kasih terhadap kaum Muslimin, membantu kepedihan&lt;br /&gt;mereka, merasakan sikap generasi Islam pertama yang pernah hidup di tempat ini&lt;br /&gt;dan penindasan terhadap mereka karena aqidah yang dipegangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==&gt; Di dalam setiap amalan hajji terkandung berbagai pelajaran dan ma'na.&lt;br /&gt;Jika manusia menyadari, hajji akan melahirkan gagasan-gagasan "Rabbani",&lt;br /&gt;peningkatan akhlaq Islami dan semangat ketauladanan yang lebih tinggi terhadap&lt;br /&gt;Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Arafah" adalah tempat berkumpulnya manusia sebelum melaksanakan&lt;br /&gt;"thawaf rukun". Semua orang yang berniat hajji berkumpul di padang Arafah.&lt;br /&gt;Secara serentak dan bersamaan, mereka memulai keberangkatan untuk mengagungkan&lt;br /&gt;Ka'bah. Kemudian menuju "Muzdalifah" dalam keadaan telah bertaubat dan berserah&lt;br /&gt;diri. Mereka menuju Ka'bah dengan jiwa bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari "Muzdalifah" mereka berangkat menuju "Mina" untuk melempar&lt;br /&gt;"Jumrah" sebelum "thawaf", sebagai pernyataan bahwa musuh Allah adalah musuh&lt;br /&gt;mereka. Kemudian memotong Qurban sebagai tanda syukur kepada Allah atas kurnia&lt;br /&gt;Nya dalam menghalalkan binatang ternak kepada mereka. Lalu bercukur rambut&lt;br /&gt;sebagai persiapan "Thawaf" dengan jiwa bersih, pakaian suci dan penampilan&lt;br /&gt;bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu mereka menuju Makkah dan berthawaf di sekeliling Ka'bah&lt;br /&gt;sambil mengagungkannya karena Allah telah mengagungkannya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka itu timbul&lt;br /&gt;dari ketetapan hati." (QS: Al Hajj: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian "Sa'i" antara Shafa dan Marwah sebagaimana pernah dilakukan&lt;br /&gt;ibu mereka, Hajar yang shalihah pada hari permulaan Baitullah dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari perjalanan ini manusia menjadi seperti dilahirkan kembali.&lt;br /&gt;Seterusnya mereka kembali lagi ke Mina untuk melempar "Jamrah" sebagai&lt;br /&gt;pernyataan permusuhan total terhadap syetan untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948537466302038?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948537466302038/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948537466302038' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948537466302038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948537466302038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/h-j-j-i-tinjauan-analisis-part-1.html' title='H A J J I - Tinjauan Analisis (part 1)'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948505968268879</id><published>2005-10-16T10:48:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T10:50:59.683-07:00</updated><title type='text'>Shalat Arbain di Masjid Nabawi</title><content type='html'>Assalaamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;Alhamdulillaah washshalaatu wassalaamu 'ala rasuulillaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masjid Nabawi merupakan salah satu dari tiga masjid yang memiliki keutamaan lebih dibanding masjid-masjid lainnya. Ini didasarkan atas hadits Rasulullah saw,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kali shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi di Medinah), lebih besar pahalanya dari seribu kali shalat di tempat lainnya, kecuali di Masjid Haram. (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, Nabi saw sangat menganjurkan untuk berkunjung ke 3 masjid itu. Sabdanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak selayaknya dipersiapkan kendaraan kecuali untuk pergi ke tiga masjid, yaitu masjidku ini, Masjid Haram dan Masjid Al-Aqsha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR Muslim)Adapun yang berkaitan dengan keutamaan mengejar arbain di Masjid Nabawi maka landasan dalilnya adalah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik ra, dari Nabi saw bersabda, "Barangsiapa yang shalat di masjidku sebanyak 40 kali shalat, dan tidak luput satu kali shalat pun, maka Allah memastikan baginya terbebas dari api neraka, terbebas dari siksa serta ia terhindar dari kemunafikan." (HR Ahmad dan Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, biasanya jemaah haji bermukim di Medinah selama 8 hari, hal ini dimaksudkan agar mereka dapat melakukan shalat berjamaah 5 waktu secara berurut-turut selama 8 hari, dengan demikian mereka dapat melakukan shalat sebanyak 40 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam.&lt;br /&gt;Wassalaamu'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ust. H. Muhammad Ilyas, Lc&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948505968268879?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948505968268879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948505968268879' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948505968268879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948505968268879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/shalat-arbain-di-masjid-nabawi.html' title='Shalat Arbain di Masjid Nabawi'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948488489517009</id><published>2005-10-16T10:44:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T10:48:04.896-07:00</updated><title type='text'>Haji dan Umrah</title><content type='html'>Ar; al-hajj,Secara etimlogis berarti "tujuan, maksud, dan menyengaja"; al- 'umrah berarti ziarah).Haji merupakan *rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan oleh muslim yang mampu (*istta'ah). Sedangkan umrah merupakan ibadah wajib atau sunah yang dikerjakan orang yang sedang beribadah haji atau di luar ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Haji dan Umrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama fikih mendefinisikan haji dengan,"menyengaja mendatangi Ka'bah untuk menunaikan amalan-amalan tertentu, atau "mengunjungi tempat tertentu pada waktu tertentu untuk melakukan amalan-amalan tertentu." Sedangkan umrah adalah "dengan sengaja mendatangi Ka'bah untuk melaksanakan amalan tertentu; yang terdiri atas tawaf, sai, dan bercukur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih rinci ulama fikih mengurai definisi tersebut. Yang dimaksud dengan "tempat tertentu" dalam definisi haji di atas adalah Ka'bah dan *Arafah, dan yang dimaksud dengan waktu tertentu adalah asyhur al-hajj (bulan-bulan haji), yang terdiri atas Syawal, Zulkaidah, dan 10 hari pertama bulan Zulhijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, setiap amalan yang dikerjakan dalam ibadah haji memiliki waktu-waktu khusus, seperti wukuf di Arafah dimulai sejak tergelincir matahari pada tanggal 9 Zulhijah sampai dengan terbit fajar pada tanggal 10 Zulhijah. Ungkapan "amalan tertentu", dalam definisi haji di atas mengandung pengertian bahwa setiap amalan yang menjadi rukun, wajib, dan syarat dalam haji tersebut harus dimulai dengani niat haji dan dilaksanakan dalam keadaan *ihram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara haji dan umrah terdapat perbedaan mendasar, baik dari segi hukum mengerjakannya, jenis amalan yang harus dikerjakan (manasik) maupun dari segi waktu pelaksanaannya; sekalipun umrah bisa dikerjakan sebelum mengerjakan ibadah haji, berbarengan dengan melaksanakan ibadah haji, atau sesudah melaksanakan ibadah haji. Namun demikian, setiap orang yang melaksanakan ibadah haji harus melaksanakan umrah, tetapi tidak setiap melaksanakan ibadah umrah dibarengi oleh ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah haji disyariatkan pada akhir tahun ke-9 Hijriah setelah turunnya firman Allah SWT dalam surah Ali 'Imran (3) ayat 97 yang artinya: "...mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah." Ayat ini, menurutjumhur ulama fikih dan tafsir, diturunkan Allah SWT pada akhir tahun ke-9 Hijriah. Sedangkan ibadah haji yang dilaksanakan tahun ke-10 Hijriah. Penundaan pelaksanaan ibadah haji ini, menurut ulama fikih, disebabkan adanya *uzur ketika itu yang menghalangi Rasulullah SAW beserta umatnya untuk melaksanakan haji tahun ke-9 Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halangan tersebut adalah karena musim haji telah berlalu pada tahun ke-9 Hijriah ketika ayat di atas diturunkan oleh Allah SWT, sehingga ibadah haji baru bisa dilaksanakan pada tahun berikutnya (10 H). Oleh sebab itu, Rasulullah SAW hanya sempat melaksanakan haji satu kali saja pada tahun ke-10 Hijriah, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam *Ahmad bin Hanbal dan Imam *Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.pesantrenonline.com"&gt;www.pesantrenonline.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948488489517009?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948488489517009/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948488489517009' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948488489517009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948488489517009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/haji-dan-umrah.html' title='Haji dan Umrah'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948463150262274</id><published>2005-10-16T10:41:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T10:43:51.506-07:00</updated><title type='text'>Syarat Ibadah Haji dan Umrah</title><content type='html'>Syarat-syarat ibadah haji dan umrah ada yang bersifat khusus bagi laki-laki dan wanita dan ada juga yang bersifat umum. Syarat-syarat yang bersifat umum adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;1.Muslim, karenanya orang kafir tidak sah hajinya, karena mereka tidak cakap untuk melaksanakan seluruh ibadah dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Balig dan berakal. Oleh sebab itu, ibadah tidak diwajibkan bagi anak kecil dan orang gila, karena mereka belum cakap untuk bertindak hukun Apabila orang gila melaksanakan haji atau umrah maka haji dan umrahnya itu tidak sah. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: "Diangkatkan pembebanan hukum dari tiga (orang), yaitu dari orang tidur sampai ia bangun, dari anak kecil sampai ia bermimpi, dan dari orang gila sampai ia sembul (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan at-Tirmizi). Ulama Mazhab Maliki, Mazhab Syafi'i, dan Mazhab Hanbali berpendapat bahwa jika anak kecil melaksanakan ibadah haji, maka hajinya sah, tetapi ia tetap berkewajiban mengulangi ibadah hajinya setelah dewasa. Pahala haji anak kecil itu dilimpahkan kepada orang tuanya yang juga haji. Hal ini sejalan denqan sabda Rasulullah SAW dari *Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, dan Imam an-Nasa'i. Dalam hadis itu diceritakan bahwa seorang wanita melaksanakan ibadah haji dan ia didampingi anaknya yang belum dewasa. Ketika wanita ini bertemu Rasulullah SAW wanita itu bertanya: " Apakah anak ini boleh melaksanakan ibadah haji?" Rasulullah SAW menjawab: "Boleh, dan pahalanya bagimu." Akan tetapi, menurut ulama Mazhab Hanafi, haji anak kecil itu tidak sah sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam Ibnu Majah dan Imam at-Tirmizi di atas. Di samping itu, mereka juga menganalogikan haji anak kecil ini dengan *nazar mereka. Menurut ularna Mazhab Hanafi, nazar anak kecil tidak wajib dipenuhi, demikian juga dengan hajinya juga tidak sah, karena anak kecil belum cakap dibebani hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Merdeka, karenanya hamba sahaya (*budak) tidak wajib melaksanakan ibadah haji, karena haji memerlukan waktu yang panjang. Jika mereka mengerjakan haji, maka kepentingan tuannya akan terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memiliki kemampuan fisik, harta dan dalam keadaan amman, yaitu mempunyai kemampuan untuk sampai ke Mekah dalam keadaan aman. Hal ini didasarkan kepada firman Allah swt dalam surah Ali'Imran (3) ayat 97 di atas. Akan tetapi, terdapat perbedaan pendapat ulama fikih tentang kriteria "kemampuan dalam melaksanakan ibadah haji" tersebut. Menurut ulama Mazhab Hanafi dan Mazhab Maliki, kemampuan itu mempunyai tiga unsur, yaitu kekuatan badan atau fisik, kemampuan harta, dan keamanan di perjalanan dan di Tanah Suci, baik bagi laki-laki maupun bagi wanita. Menurut ularna Mazhab Syafi 'i, kemampuan itu mengandung tujuh unsur, yaitu kekuatan fisik; kemampuan harta, tersedia alat transportasi; tersedianya kebutuhan pokok yang akan dikonsumsi di Tanah Suci; keadaan di perjalanan dan di Tanah Suci dalam keadaan aman; jika yang beribadah haji itu adalah istri, maka harus didampingi suami atau mahram lainnya; dan seluruh kemampuan itu diperhitungkan sejak bulan Syawal sampai berakhirnya amalan-amalan haji. Sedangkan ulama Mazhab Hanbali hanya menafsirkan kemampuan itu dalam dua hal, yaitu kemampuan di bidang harta dan keamanan di perjalanan dan di Tanah Suci. Ulama Mazhab Hanbali tidak memberikan penafsiran yang luas terhadap pengertian kemampuan tersebut, karena mereka mengikatkan diri dengan pengertian kemampuan yang dikemukakan oleh Rasulullah SAW. Dalam hadis Rasulullah SAW diceritakan bahwa para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pengertian "kemampuan untuk melaksanakan haji" tersebut. Rasulullah SAW menjawab: "Kelebihan harta dan keamanan perjalanan " (HR. ad-Daruqutni dari Jabir bin Abdullah, hadis yang sama juga diriwayatkan at-Tirmizi dari Umar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama fikih, syarat-syarat khusus dalam melaksanakan haji bagi wanita adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Harus didampingi suami atau mahramnya. mereka tidak mempunyai suami atau mahram, maka haji tidak wajib bagi mereka. Hal ini didasarkan sabda Rasulullah SAW: "Seorang wanita tidak boleh melakukan perjalanan yang memakan waktu tiga hari, kecuali didampingi mahramnya" (HR. al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad bin Hanbal dari ibnu Umar). Dalam hadis lain Rasulullah SAW berbda: "Istri tidak boleh melaksanakan ibadah haji kecuali didampingi suami" (HR. ad-Daruqutni). Ulama Mazhab Syafi'i menyatakan bahwa jika ada beberapa wanita yang dapat dipercaya mendampingi wanita yang tidak mempunyai suami atau mahramnya naik haji, maka wanita yang tidak punya suami atau mahram ini wajib melaksanakan ibadah haji. Menurut ulama Mazhab Maliki, di samping dalam keadaan yang dikemukakan ulama Mazhab Syafi'i di atas, diwajibkan juga bagi wanita tersebut untuk melaksanakan ibadah haji apabila ada pendamping yang menjamin keamanannya. Alasan ulama Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi'i adalah firman Allah SWT dalam surah Ali'Imran (3) ayat 97 di atas.Menurut mereka, yang dipentingkan oleh ayat ini adalah keamanan bagi orang-orang yang akan melaksanakan ibadah haji. Apabila keamanan wanita ini terjamin, maka dia wajib melaksanakan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Wanita itu bukan wanita yang dalam keadaan menjalani masa *idah, baik idah karena *talak maupun idah karena kematian suami. Syarat ini didasarkan atas firman Allah SWT dalam surah at- Talaq (65) ayat 1 yang artinya: "...Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka diizinkan) keluar..." Akan tetapi, ulama Mazhab Hanbali membolehkan wanita yang dalam menjalani idah talak untuk melaksanakan ibadah haji, tetapi melarang wanita yang kematian suami untuk melaksanakan ibadah haji. Pembedaan ini meka lakukan karena bagi wanita yang sedang mennjalani idah wafat, wajib untuk tetap berada di rumah mereka, sebagai penghormatan terhadap suami mereka yang baru meninggal. Sedangkan bagi wanita yang ditalak tidak demikian. Wanita yang ditalak suaminya, menurut mereka, tidak harus senantiasa di rumah, tetapi mereka dibolehkan bepergian, khususnya dalam rangka menunaikan berbagai kewajibannya. Oleh sebab itu, apabila wanita yang dita1ak ini telah memenuhi syarat-syarat untuk melaksanakan ibadah haji, maka wajib bagi mereka untuk melaksanakan ibadah haji, sebagaimana yang berlaku pada wanita yang tidak beridah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.pesantrenonline.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948463150262274?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948463150262274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948463150262274' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948463150262274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948463150262274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/syarat-ibadah-haji-dan-umrah.html' title='Syarat Ibadah Haji dan Umrah'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948420953275230</id><published>2005-10-16T10:34:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T10:36:49.543-07:00</updated><title type='text'>FIKIH HAJI</title><content type='html'>Definisi Haji:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara etimologis, haji berarti pergi menuju tempat yang diagungkan.Secara terminologis berarti beribadah kepada Allah dengan melaksanakan manasik haji, yaitu perbuatan tertentu yang dilakukan pada waktu dan tempat tertentu dengan cara yang tertentu pula.Definisi ini disepakati oleh seluruh mazhab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum dan Dalilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji hukumnya fardu bagi lelaki dan wanita sekali seumur hidup.Dalil dari Alquran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala mewajibkan haji bagi kaum muslimin pada tahun ke sembilan Hijrah. Nabi saw. melakukan haji hanya sekali, yaitu haji wada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil dari hadis:Rasulullah saw. bersabda, " Islam didirikan di atas lima dasar."Dalam hadis lain, Rasulullah saw. bersabda, " Tidak ada balasan haji mabrur kecuali surga. "Seterusnya Rasulullah saw. bersabda, " Barangsiapa melaksanakan haji tanpa melakukan kejahatan seksual dan tidak melakukan tindakan kefasikan, maka ia kembali seperti saat dilahirkan oleh ibunya. "Juga sabda Rasulullah saw., "Wahai manusia! Sesungguhnya telah difardukan kepadamu haji, oleh sebab itu berhajilah." Kemudian seorang lelaki berdiri dan bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah setiap tahun? Rasulullah saw. diam sampai pertanyaan tersebut diulang tiga kali. Kemudian beliau bersabda, "Kalau aku jawab (Ya) maka akan wajib dan kamu sekalian tidak akan mampu melaksanakannya." Umat Islam sepakat bahwa haji adalah rukun Islam yang ke lima, hukumnya adalah fardu. Menurut mayoritas ulama, fardunya tidak bersifat segera, tetapi dapat ditunda dari awal waktu mampu melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fardu Haji :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fardu adalah semua pekerjaan yang harus dilakukan, sah haji bergantung kepadanya dan tidak dapat diganti dengan dam. Fardu mencakup rukun dan syarat.Fardu Haji 4, yaitu: 1. Ihram2. Wukuf di Arafah3. Tawaf Ifadah4. Sai antara Safa dan Marwa. Seluruh mazhab sepakat tentang fardu dan wajib di dalam haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Haji:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat haji menurut Mazhab Hanafi&lt;br /&gt;1.Islam, haji tidak wajib bagi orang kafir, hajinya tidak sah.&lt;br /&gt;2.Akal, tidak wajib bagi orang gila dan hajinya tidak sah.&lt;br /&gt;3.Balig, tidak wajib bagi bayi tetapi bila sudah mumayyiz (bisa membedakan antara yang baik dan yang buruk) hajinya diterima. Namun demikian setelah dewasa yang bersangkutan belum bebas dari fardu haji.&lt;br /&gt;4.Merdeka, tidak wajib haji bagi budak.&lt;br /&gt;5.Sehat jasmani.&lt;br /&gt;6.Memiliki bekal dan sarana perjalanan.&lt;br /&gt;7.Perjalanan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan bagi wanita:&lt;br /&gt;1. Harus didampingi suami atau mahramnya.2. Tidak dalam keadaan iddah, baik karena cerai maupun kematian suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat haji menurut Mazhab Maliki&lt;br /&gt;1.Islam, haji tidak wajib bagi orang kafir dan hajinya tidak sah.&lt;br /&gt;2.Akal, tidak wajib bagi orang gila dan hajinya tidak sah.&lt;br /&gt;3.Balig, tidak wajib bagi bayi tetapi bila sudah mumayyiz (bisa membedakan antara yang baik dengan yang buruk) hajinya diterima. Namun demikian setelah dewasa yang bersangkutan belum bebas dari&lt;br /&gt;4.Merdeka, tidak wajib haji bagi budak.&lt;br /&gt;5.kemampuan&lt;br /&gt;Tambahan bagi wanita:&lt;br /&gt;Tidak disyaratkan adanya suami atau mahram tapi boleh melaksanakan haji bila ada temanyang dianggap aman, baik bagi wanita muda atau tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat haji menurut Mazhab Syafi'i&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Islam, haji tidak wajib bagi orang kafir, hajinya tidak sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Merdeka, tidak wajib haji bagi budak.&lt;br /&gt;3.Taklif (sudah mukallaf, yaitu berkewajiban melaksanakan syariat)&lt;br /&gt;4.Kemampuan, dengan syarat sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.Ada perbekalan, makanan dan lain-lain untuk pergi dan pulang.&lt;br /&gt;b.Ada kendaraan&lt;br /&gt;c.Perbekalan yang dibawa harus kelebihan dari pembayaran hutang dan biaya keluarga yang ditinggalkan di rumah.&lt;br /&gt;d.Dengan kendaraan yang sudah jelas bahwa tidak akan mengalami kesulitan.&lt;br /&gt;e.Perjalanan aman.&lt;br /&gt;Tambahan untuk wanita:&lt;br /&gt;Ada pendamping yang aman dengan seorang wanita muslimah yang merdeka dan tepercaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat haji menurut Mazhab Hambali&lt;br /&gt;1.Islam, haji tidak wajib bagi orang kafir dan hajinya tidak sah.&lt;br /&gt;2.Akal, tidak wajib bagi orang gila, hajinya tidak sah.&lt;br /&gt;3.Balig, tidak wajib bagi bayi tetapi bila sudah mumayyiz (bisa membedakan yang baik dengan yang buruk) hajinya diterima. Namun demikian setelah dewasa yang bersangkutan belum bebas dari fardu haji.&lt;br /&gt;4.erdeka, tidak wajib haji bagi budak.&lt;br /&gt;5.Kemampuan&lt;br /&gt;Tambahan bagi wanita:&lt;br /&gt;Harus diikuti oleh mahramnya atau orang yang haram menikahinya selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib haji :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajib adalah semua pekerjaan yang harus dilakukan, bila ditinggalkan, maka harus membayar dam.Wajib Haji 7, yaitu: 1. Ihram dari mikat2. Wukuf di Arafah3. Bermalam di Mazdalifah4. Bermalam di Mina5. Mencukur atau memotong rambut, mencukur lebih afdal6. Melempar jumrah7. Tawaf wada'Seluruh mazhab sepakat tentang fardu dan wajib di dalam haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunah Haji :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunah menurut mazhab Syafi'i adalah semua pekerjaan yang diperintahkan Allah tetapi tidak bersifat jazim (tegas), diberi pahala orang yang melaksanakannya, tidak disiksa orang yang meninggalkannya. Sunah, mandub, mustahab dan tathawwu' adalah kata-kata sinonim yang memiliki satu arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunah Haji:1. Mandi ketika hendak ihram2. Membaca talbiah3. Tawaf qudum buat pelaku haji ifrad atau qiran4. Bermalam di Mina pada malam Arafah5. Lari kecil dan membuka bahu kanan ketika tawaf qudum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis - Jenis Haji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Tamattu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu melaksanakan umrah pada bulan-bulan haram, kemudian melaksanakan haji di tahun yang sama. Dalam hal ini, seorang muslim yang hendak melaksanakan haji tamattu` hendaknya berniat tamattu` sejak ia melangkahkan kaki meniggalkan negerinya, dengan berniat umrah saja seterusnya berihram dan mengucapkan:Artinya, " Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah dengan umrah dan haji secara tamattu`, Ya Allah! Aku hendak melaksanakan umrah, berilah kemudahan bagiku dan terimalah umrahku, Aku berniat ihram untuk umrah karena Allah Taala. "&lt;br /&gt;Sesampainya di Mekah, melaksanakan tawaf tujuh putaran dan Sai antara Safa dan Marwa tujuh putaran juga, lantas tahallul dari ihram dengan mencukur atau menggunting rambut. Selanjutnya tetap dalam kondisi tidak ihram sampai hari Tarawiyah yaitu tanggal 8 Zulhijah.&lt;br /&gt;Pada saat itu, dia mulai berihram haji dari tempat tinggalnya dan mengucapkan: Artinya, " Aku penuhi panggilanmu untuk haji, Ya Allah ! Aku hendak melaksanakan haji, berilah kemudahan bagiku dan terimalah hajiku. Aku berniat ihram untuk haji karena Allah Taala. "&lt;br /&gt;Kemudian bertalbiah dan dilanjutkan dengan doa: Artinya, " Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, segala nikmat dan segala kekuasaan hanyalah untuk-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. ,Artinya: " Ya Allah! Demi Engkau aku haramkan rambutku, kulitku, tubuhku, dan seluruh anggota badanku dari wewangian dan wanita, sesuatu yang Engkau haramkan bagi orang yang sedang ihram. Aku melakukannya semata-mata hanya karena-Mu, Wahai Tuhan semesta alam. "&lt;br /&gt;Selanjutnya melaksanakan semua amalan yang harus dilaksanakan dalam haji ifrad. Untuk yang melaksanakan haji Tamattu` diwajibkan membayar dam karena ia telah bersenang-senang melaksanakan umrah pada bulan-bulan haram. Allah Taala berfirman yang artinya, " Siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (dia wajib menyembelih) kurban yang mudah didapat." Tawaf umrah bagi yang berhaji tamattu` tidak perlu didahului dengan tawaf qudum. Setelah tahallul pertama (setelah melontar jumrah aqabah dan bercukur) langsung melaksanakan tawaf ifadah dan Sai antara Safa dan Marwa. Ini adalah pendapat sebagian besar ulama. Adapun menurut mazhab Hanafi, bagi orang yang berhaji tamattu` dan belum membawa binatang ternak, tidak dikenakan dam tetapi jika telah membawa binatang ternak maka hukumnya seperti haji qiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Qiran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu menyatukan ihram untuk umrah dan haji pada satu kali bepergian. Niat ihram untuk umrah dan haji dalam waktu yang sama dari miqat sambil mengucapkan:Artinya, " Aku penuhi panggilan-Mu haji dan umrah." Orang yang sedang berhaji qiran, sesampainya di Mekah langsung melaksanakan tawaf tujuh putaran, dengan berlari-lari kecil dalam tiga putaran pertama, kemudian Sai antara Safa dan Marwa. Selanjutnya menurut mazhab Hanafi dia memulai ibadah hajinya seperti haji ifrad tetapi menurut sebagaian besar ulama, haji qiran cukup dengan satu tawaf dan satu Sai, jika sudah selesai ia bertahallul dari umrah dan haji sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Ifrad :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu melakukan ihram hanya untuk haji dengan niat haji sejak dari rumah di kampung asalnya. Memulai ihram untuk haji dilakukan dari miqat dengan mengucapkan: Artinya, "Ya Allah! Sesungguhnya aku berniat melaksanakan haji, berikanlah kemudahan dan terimalah hajiku, "&lt;br /&gt;kemudian membaca talbiah. Sesampainya di kota Mekah, dia langsung pergi menuju Masjidil haram. Di saat melihat Kakbah disunatkan bertakbir dan bertalbiah. Bagi yang bukan penduduk Mekah diwajibkan melaksanakan tawaf qudum tujuh putaran, dengan menyelendangkan kain ihramnya --ke pundak kanan sampai menutupnya dan membiarkan pundak kiri terbuka--, pada tiga putaran pertama tawaf. Menurut sebagian besar ulama, disunatkan lari-lari kecil, sedangkan menurut mazhab Maliki, lari-lari kecil pada tiga putaran pertama ini hukumnya wajib. Khusus untuk penduduk Mekah atau yang mukim di Mekah tidak wajib melaksanakan tawaf qudum.&lt;br /&gt;Seletah tawaf, dilanjutkan dengan Sai antara Safa dan Marwa sebanyak tujuh kali, setelah itu menetap di Mekah, dalam keadaan ihram hingga tiba saat berangkat ke Mina pada hari Tarwiah (tanggal 8 Zulhijah). Wukuf di Mina sampai waktu salat Subuh hari Arafah (tanggal 9 Zulhijah), kemudian menuju Arafah dan wukuf di sana. Salat Zuhur dan Asar dilaksanakan pada waktu Zuhur (Jamak taqdim). Ketika matahari mulai terbenam, jamaah haji bertolak menuju Muzdalifah dan melaksanakan salat Magrib dan Isya (jamak takhir) serta bermalam di sana. Ketika matahari terbit di pagi hari raya Kurban, mereka bertolak menuju Mina untuk melontar Jumrah Aqabah. Jamaah haji baru berhenti membaca talbiah bersamaan dengan lontaran pertama. Kemudian boleh menyembelih kurban, --opsional-- pada saat ini atau langsung menggunting rambut. Dengan demikian telah halal baginya segala yang dilarang ketika ihram kecuali berhubungan dengan wanita (bersenggama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu berangkat menuju Mekah untuk melaksanakan tawaf Ziarah sebanyak tujuh putaran. Bagi yang belum melaksanakan Sai ketika melakukan tawaf qudum, ia berkewajiban melaksanakannya antara Safa dan Marwa setelah tawaf ziarah ini. Setelah itu sudah halal baginya bersenggama dengan wanita. Kemudian kembali ke Mina untuk mabit (bermalam) sampai melontar tiga jumrah baik dua kali lontaran (tanggal 11 dan 12 Zulhijah) maupun tiga kali melontar (ditambah tanggal 13 Zulhijah). Selanjutnya berangkat menuju Mekah untuk melaksanakan tawaf wada`.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Badal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangsiapa yang mampu menyambut panggilan haji, kemudian karena sakit atau lanjut usia tidak dapat melaksanakannya, maka dia diharuskan meminta orang lain untuk menghajikannya. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Fadl bin Abbas ra. Bahwa seorang wanita dari Bani Khats'am berkata, "Wahai Rasulullah saw.! Sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji kepada hamba-Nya, bapakku seorang yang sudah berumur, tidak mampu mengadakan perjalanan, apakah boleh aku menghajikannya?" Rasulullah saw. menjawab, "Boleh." Ini pendapat Imam Syafi'i, Imam Ahmad dan Imam Abu Hanifah. Sementara Imam Malik berkata, "Tidak wajib."Apabila seorang yang sakit setelah dihajikan sembuh, maka kewajiban hajinya tidak gugur. Yang bersangkutan wajib mengulanginya. Menurut Imam Ahmad kewajibannya telah gugur. Barangsiapa yang melaksanakan haji nazar sementara dia belum melaksanakan haji Islamnya, maka haji nazarnya itu dibalas sebagai haji Islam dan setelah itu ia harus menunaikan haji nazarnya.Barangsiapa yang meninggal dunia, belum malaksanakan haji Islam atau haji nazar, maka walinya wajib untuk menunaikan haji tersebut dengan biaya dari harta si mayit. Ini pendapat ulama Syafi'i dan Hambali.Ulama Hanafi dan Maliki berpendapat, "Ahli waris tidak wajib menghajikan si mayit kecuali jika si mayit mewasiatkannya, maka ia dihajikan dengan biaya tidak lebih dari sepertiga harta warisan."Orang yang melaksanakan haji badal disyaratkan sudah melaksanakan haji untuk dirinya baik mampu atau tidak. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Ibnu Abbas r.a., Bahwa Rasulullah saw. mendengar seorang laki-laki berkata, "Aku penuhi panggilan-Mu untuk Syabramah." Rasulullah saw. bertanya, "Apakah engkau telah melaksanakan haji untuk dirimu?" Ia menjawab, "Belum." Beliau bersabda, "Hajilah untuk dirimu kemudian laksanakan haji untuk Syabramah."&lt;br /&gt;Haji Wanita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang tidak dapat ditemani oleh suami atau mahramnya tidak diwajibkan melaksanakan haji. Hal ini berdasarkan hadis Ibnu Abbas ra. ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah seorang wanita mengadakan perjalanan kecuali bersama mahramnya." Seorang laki-laki berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah saw.! Sesungguhnya isteriku keluar untuk haji sedangkan aku ikut bersama pasukan dalam peperangan ini dan itu." Rasulullah saw. bersabda, "Pergilah dan hajilah bersama isterimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Hanafi dan Hambali bahwa wanita tidak boleh keluar melaksanakan haji kecuali bersama suami atau mahramnya.Menurut ulama Syafi'i wanita disyaratkan pergi bersama suami atau mahram atau wanita-wanita tsiqah (terpercaya). Dalam satu pendapat (dalam madzhab Syafi'i), cukup bersama satu orang wanita tsiqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama Maliki, wanita disyaratkan pergi bersama teman wanita yang dipercaya apabila jarak dari tempatnya ke Mekah ditempuh dalam satu hari satu malam. Apabila wanita menyalahi syarat ini dan melaksanakan haji tanpa ditemani suami atau mahram, maka hajinya sah tetapi ia berdosa. Semua ini berlaku untuk haji wajib dan umrah wajib.Meminta Izin Suami Untuk HajiSeorang suami tidak berhak melarang isterinya melaksanakan haji wajib atau haji nazar. Adapun untuk haji sunat, maka ia berhak melarangnya. Biaya perjalanan mahram ditanggung oleh wanita yang ingin ditemani jika suami atau mahram tersebut tidak wajib mengadakan perjalanan haji.Wwanita haid atau nifas, boleh mengerjakan semua ibadah haji, kecuali tawaf di Baitullah. Hal ini berdasarkan hadis Aisyah ra. ia berkata, "Aku tiba di Mekah dan aku dalam keadaan haid. Aku tidak tawaf di Baitullah dan tidak sai di Safa dan Marwah." Aisyah mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah saw. bersabda, "Kerjakanlah sebagaimana yang dikerjakan oleh orang yang sedang haji selain tawaf di Baitullah sampai engkau bersuci."Apabila seorang wanita haid atau nifas sebelum tawaf qudum, tawaf qudumnya gugur dan ia tidak dikenai apa-apa. Apabila haid atau nifas sebelum tawaf ifadah, maka ia tetap dalam keadaan berihram hingga ia bersuci kemudian tawaf ifadah. Apabila ia tawaf dalam keadaan haid, maka tidak sah tawafnya menurut pendapat ulama Maliki, Syafi'i dan Hambali.Ulama Hanafi berpendapat bahwa tawafnya sah tetapi makruh tahrimi (makruh mendekati haram), ia berdosa dan wajib membayar badanah (dam seekor unta atau lembu). Apabila seorang wanita haid atau nifas setelah tawaf ifadah, maka kewajiban tawaf wada' atasnya gugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji Anak-kecil:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak tidak diwajibkan melaksanakan ibadah haji. Apabila dia telah melaksanakan haji, hajinya sah tetapi bukan berarti telah melaksanakan haji Islam.Diriwayatkan ada seorang wanita menggendong anak kecil mendatangi Rasulullah saw. dan berkata, "Apakah anak ini boleh melaksanakan haji?" Beliau menjawab, "Boleh, engkau mendapat pahala." Dari Jabir ra. ia berkata,"Dahulu kami melaksanakan haji bersama Rasulullah saw. ikut juga bersama kami para wanita dan anak-anak kecil. Kami mentalbiyahkan anak-anak kecil dan juga melontarkan jumrah untuk mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila anak kecil melasanakan haji sebelum balig, dia masih wajib melaksanakan haji bila dia sudah balig. Demikian pula hamba sahaya, apabila melaksanakan haji ketika dalam keadaan budak kemudian dia merdeka, maka dia masih wajib melaksanakan haji jika mampu.Ibnu Abbas berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anak kecil mana saja yang melaksanakan haji, setelah balig dia wajib melaksanakan haji sekali lagi. Siapa saja hamba yang melaksanakan haji kemudian merdeka, dia wajib melaksanakan haji sekali lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anak kecil tersebut sudah mumayyiz, maka dia berniat ihram untuk dirinya sendiri dan melaksanakan manasik haji. Jika belum mumayyiz, maka walinyalah yang meniatkan ihram, mentalbiyahkan, tawaf dan sai bersamanya, wukuf di Arafah dan melontarkan jumrah untuknya.Jika ia baligh sebelum wuquf di Arafah atau di Arafah, maka ia mendapatkan pahala haji Islam. Imam Malik berpendapat, "Hajinya tidak sah." Ulama Hanafi berpendapat, "Hajinya sah jika ihramnya diperbaharui setelah ia balig."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hajj.al-islam.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948420953275230?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948420953275230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948420953275230' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948420953275230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948420953275230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/fikih-haji.html' title='FIKIH HAJI'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948400880676146</id><published>2005-10-16T10:31:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T10:33:28.806-07:00</updated><title type='text'>MIQAT dan TALBIYAH</title><content type='html'>MIQAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miqat secara harfiah berarti batas yaitu garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak,atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melapazkan niat dan maksud melintasi batas antara Tanah Biasa dengan Tanah Suci. Sewaktu memasuki Tanah Suci itulah semua jama'ah harus berpakaian Ihram dan mengetuk pintu perbatasan yang dijaga oleh penghuni - penghuni surga. Ketuk pintu atau salam itulah yang harus diucapkan talbiyah dan keadaan berpakaian Ihram. Miqat yang dimulai dengan pemakaian pakaian ihram harus dilakukan sebelum melintasi batas - batas yang dimaksud. Miqat dibedakan atas dua macam yaitu ; Miqat Zamani (batas waktu) dan Miqat Makami (batas letak tanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIQAT ZAMANI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Miqat yang berhubungan dengan batas waktu, yaitu kapan atau pada tanggal dan bulan apa hitungan Haji itu ?. Miqat Zamani disebut dalam Al-Qur'an dalam surat Al-Baqarah ayat 189 dan 197. Ayat pertama menjelaskan kedudukan bulan sabit sebagai tanda waktu bagi manusia dan Miqat bagi jama'ah haji. Ayat kedua menegaskan, bahwa yang dimaksud dengan Bulan - Bulan Haji atau waktu haji adalah beberapa bulan tertentu. Para Ulama sepakat bahwa bulan yang dimaksud adalah bulan Syawal, Zulkaidah dan Zulhijah. Yaitu mulai dari tanggal 1 syawal s/d 10 Zulhijah. yang jumlah keseluruhannya adalah 69 hari. akan tetapi untuk bulan Zulhijah masih ada perbedaan pendapat apakah seluruh atau sebagian saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIQAT MAKANI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu miqat berdasarkan peta atau batas tanah geografis, tempat seseorang harus mulai menggunakan pakaian Ihram untuk melintas batas tanah suci dan berniat hendak melaksanakan Ibadah Haji atau Umrah. Miqat Makani antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Bier Ali (disebut juga Zulhulayfah), letaknya sekitar 12 km dari Madinah, merupakan miqat bagi orang yang datang dari arah Madinah.&lt;br /&gt;2.Al-Juhfah, suatu tempat yang terletak antara Mekah dan Madinah, sekitar 187 km dari Mekah, dan merupakan miqat bagi jama'ah yang datang dari Syam (Suriah), Mesir dan Maroko atau yang searah. Setelah hilangnya ciri - ciri Al-juhfah, miqat ini diganti dengan miqat lainnya yakni Rabigh, yang berjarak 204 km dari Mekah.&lt;br /&gt;3.Yalamlam, sebuah bukit di sebelah selatan 54 km dari Mekah, merupakan miqat bagi jama'ah yang datang dari arah Yaman dan Asia.&lt;br /&gt;4.Qarnul Manazil, sebuah bukit di sebelah Timur 94 km dari Mekah.&lt;br /&gt;5.Zatu Irqin, suatu tempat Miqat yang terletak di sebelah utara Mekah, berjarak 94 km dari Mekah, merupakan miqat bagi jama'ah dari Iraq dan yang searah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua Miqat ditetapkan langsung oleh Nabi sebagaimana disebutkan disebutkan dalam hadis-hadis Bukhari, Muslim dll. Namun untuk miqat Zatu Irqin terdapat dua riwayat. Menurt Bukhari miqat ini ditetapkan oleh Umar bin Khatab, sedangkan menurut riwayat Abu Daud miqat ini ditetapkan oleh Rasulallah. Sebuah Miqat berlaku bagi orang-orang yang berdomisili didaerah itu dan lainnya yang dalam perjalanannya di Mekah melalui tempat itu. Bagi penduduk Mekah maka tempat ia mulai Ihram adalah pintu rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TALBIYAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaan yang dianjurkan secara terus menerus dilapazkan sesuai dengan kemampuan masing - masing jama'ah, dimulai setelah berihram dari Miqat dan berhenti membaca Talbiyah apabila sudah mulai tawaf untuk ibadah Umrah atau sesudah Tahallul awal bagi Ibadah Haji. Adapun Teks Talbiyah adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Labbaik Allahumma Labbaik,Labbaik laa syarikka laka labbaik, Innal haamda wanni'mata laka wal mulk Laa syariika laka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah,&lt;br /&gt;Aku datang memenuhi panggilanMu, Tidak ada sekutu bagiNya,&lt;br /&gt;Ya Allah aku penuhi panggilanMu.&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji dan kebesaran untukMu semata-mata.&lt;br /&gt;Segenap kerajaan untukMu.&lt;br /&gt;Tidak ada sekutu bagiMu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talbiyah hukumnya Sunat, kecuali menurut Maliki, Mashab ini memandangnya wajib. sedangkan menurut Mazhab Hanafi, dinilai sebagai Syarat, sehingga siapa yang meninggalkan Talbiyah diwajibkan membayar Dam. Talbiyah hendaknya dilantunkan selama jama'ah masih dalam keadaan Ihram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talbiyah disunatkan pula dibaca sewaktu berpapasan dengan rombongan jama'ah lain atau ketika menjalani perubahan keadaan, misalnya ketika naik atau turun dari gunung/bukit, naik atau turun dari kendaraan,bertemu kawan atau seusai shalat. Bagi laki-laki disunatkan mengeraskan suara Talbiyahnya, sedangkan bagi wanita cukup didengar sendiri dan yang berada di sampingnya. Hal ini didasarkan atas hadis Nabi yang berbunyi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jibril telah datang kepadaKu, lalu ia berkata : Hai Muhamad ! Suruhlah shabat - sahabatmu itu untuk mengeraskan suara Talbiyahnya, sebab dia itu salah satu dari syi'ar Haji" (Hadis.Riwayat : Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.dzikir.org/b_haji08.htm#miqat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948400880676146?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948400880676146/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948400880676146' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948400880676146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948400880676146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/miqat-dan-talbiyah.html' title='MIQAT dan TALBIYAH'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948382453312624</id><published>2005-10-16T10:26:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T10:30:24.540-07:00</updated><title type='text'>Dam (denda), 4 Rukun Ka'bah &amp; Idul Adha</title><content type='html'>DAM (denda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denda atau tebusan bagi mereka yang menunaikan haji atau umrah tetapi melakukan pelanggaran ketentuan atau peraturan yang telah ditetapkan. Pelanggaran itu misalnya melakukan larangan - larangan Ihram atau tidak dapat menyempurnakan wajib haji seperti mabit di Mina atau Muzdalifah. Para Ulama tela sepakat bahwa seseorang yang menunaikan ibadah haji akan dikenakan Dam apabila melakukan antara lain pelanggaran - pelanggaran sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan Haji Qiran atau Tamattu.&lt;br /&gt;Tidak Ihram dari Miqat&lt;br /&gt;Tidak Mabit I di Muzdalifah&lt;br /&gt;Tidak Mabit II di Mina&lt;br /&gt;Tidak melontar Jumrah&lt;br /&gt;Tidak melakukan Tawaf Wada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAM TAKHYIR TA'DIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayar dam untuk kesalahan melakukan salah satu dari dua perkara yaitu ; memburu binatang darat yang boleh dimakan dagingnya, atau menebang, memotong dan mencabut tanaman di tanah suci. Dendanya adalah salah satu berikut ini : Memotong seekor kambing atau memberi Fidayah kepada fakir miskin senilai satu kambingitu atau berpuasa selama 10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAM TAKHYIR TAKDIR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayar denda karena melakukan satu dari larangan-larangan berikut ini :&lt;br /&gt;Memotong ,mencabut rambut atau bulu badan,&lt;br /&gt;Mengenakan pakaian terlarang sewaktu ihram&lt;br /&gt;Memakai minyak wangi pada rambut atau jenggot&lt;br /&gt;Memawak wewangian pada badan atau pakaian&lt;br /&gt;Bersetubuh sebelum Tahallul kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dam yang dikenakan terhadap pelanggaran tersebut adalah memotong seekor kambing atau memberi makan fakir miskin senilai kambing itu atau berpuasa selama 10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAM TARTIB TA'DIL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayar denda karena bersetubuh dengan istri sebelum tahallul, yaitu dengan menyembelih seekor unta atau 7 ekor kambing atau memberi makan fakir miskin senilai satu unta atau berpuasa selama 10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAM TARTIB TAKDIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membayar denda karena melakukan salah satu perkara - perkara sebagai berikut ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan Haji Tamattu atau Qiran.&lt;br /&gt;Tidak melakukan Wukuf di Arafah&lt;br /&gt;Tidak Melontar Jumrah&lt;br /&gt;Tidak Mabit di Muzdalifah&lt;br /&gt;Tidak Mabit di Mina&lt;br /&gt;Tidak Ihram di Miqat&lt;br /&gt;Tidak melakukan Tawaf Wada&lt;br /&gt;Tidak memenuhi nazar yang diikrarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dam yang dikenakan terhadap pelanggaran tersebut adalah memotong seekor kambing atau memberi makan fakir miskin senilai kambing itu atau berpuasa selama 10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELANGGARAN DAN DENDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LARANGAN : KONDISI : DAM ATAU DENDA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakai Pakaian&lt;br /&gt;Pria&lt;br /&gt;Memotong seekor kambing , berpuasa selama 10 hari.3 hari di tanah suci sisa di tanah air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup kepala&lt;br /&gt;Pria&lt;br /&gt;Memotong seekor kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menutup muka atau tangan&lt;br /&gt;Wanita&lt;br /&gt;Memotong seekor kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memotong rambut&lt;br /&gt;Lebih dari 12 helai&lt;br /&gt;Memotong seekor kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memotong Kuku&lt;br /&gt;Kurang dari 12 helai&lt;br /&gt;Memberi makan Fakir Miskin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakai wewangian&lt;br /&gt;Pria/Wanita&lt;br /&gt;Bersedekah 1 Mud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berburu atau membunuh binatang buruan&lt;br /&gt;----&lt;br /&gt;Memotong seekor kambing atau memberi makan 60 orang miskin atau berpuasa setiap fakir miskin satu&lt;br /&gt;hari puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertengkar&lt;br /&gt;Pria/Wanita&lt;br /&gt;Memotong seekor kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merusak tanaman di tanah suci&lt;br /&gt;---&lt;br /&gt;Memotong seekor kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan akad nikah atau menikahkan&lt;br /&gt;Sebelum Tahallul Awal&lt;br /&gt;Memotong seekor kambing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersetubuh&lt;br /&gt;Sesudah tahallul Awal&lt;br /&gt;Hajinya Batal, Wajib Memotong seekor unta atau sapi atau puasa selama 10 hari.3 hari di tanah suci sisa di tanah air. Hajinya sah, Wajib memotong seekor unta atau sapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4RUKUN KA'BAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun yang dimaksudkan disini adalah rukun yang arti harfiahnya "Sudut atau Pojok". Dalam pengertian itulah keempat sudut Ka'bah diberi nama Rukun Aswad, Rukun Iraqi, Rukun Syami dan Rukun Yamani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Yamani dan Rukun Aswad.(Sudut Aswad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disebut juga "Dua rukun Yamani" karena kedua rukun ini menghadap ke arah negeri Yaman. Rukun Aswad lebih dikenal dengan Hajar Aswad atau Batu Hitam. Rukun ini dipandang sebagai rukun yang paling penting dan lebih dimuliakan disisi Allah SWT, karena memiliki nilai sangat istimewa. Para jema'ah haji biasanya mencium dan mengusap Hajar Aswad. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ma'atitu 'alaihi Qaththun illaa wa jibrillu Qaimun indahu&lt;br /&gt;yastaqkfiru liman yastalimuhu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saya tidak pernah mendatanginya melainkan jibril berdiri di sisinya,&lt;br /&gt;minta ampunkan setiap orang yang mengecupnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Rukun ini dibagun persis diatas rukun aslinya atau diatas pondasi yang dibangun kembali oleh nabi Ibrahim AS.&lt;br /&gt;2.Tempat diletakkannya batu Hajar Aswad.&lt;br /&gt;3.Tempat untuk memulai dan mengakhiri ibadah Tawaf&lt;br /&gt;4.Merupakan salah satu tempat berdo'a yang paling mustazab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun Iraqi dan Rukun Syami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disebut juga "Dua Rukun Syamiani" karena keduanya mengarah ke negeri Syam yang sekarang meliputi semua negara yang terletak dipantai timur Laut Tengah, seperti Yordania, Palestina, Suriah dan Lebanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDUL ADHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Raya Idul Adha yang disebut juga Hari raya Qurban, Jatuh pada tanggal 10 Zulhijah. Sebagaimana orang menyebutnyajuga sebagai Hari Nahr karena pada hari itu orang bersenang-senang, menikmati hidangan daging qurban. Oleh karena itu kaum muslimin baik yang sedang melaksanakan ibadah haji ataupun yang tidak pada hari itu diharamkan untuk berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama'ah haji pada hari itu melaksanakan prosesi melempar jumrah Aqabah, yaitu satu dari tiga jamarat terbesar sebanyak 7 kali. Sesudah melontar di hari Idul Adha (hari Nahr), barulah jama'ah boleh ber Tahallul awal, yang ditandai dengan mencukur rambut. para jama'ah sudah boleh melepas pakaian Ihram dan terbebas dari pantangan Ihram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya yaitu Hari Tasyrik (11, 12, 13 Zulhijah) jama'ah laki-laki sudah boleh melempar jumrah dengan pakaian biasa, sedangkan bagi perempuan tetap harus memakai kerudung dan kaos kaki. Dan telah dihalalkan segala macam larangan Ihram kecuali berhubungan suami istri yang baru boleh dilakukan setelah seluruh prosesi haji diselesaikan yaitu setelah Tawaf Ifadah dan Tahallul Akhir. Terhitung mulai tanggal 10 Zulhijah hingga 3 hari Tasyrik berikutnya para jama'ah akan melakukan penyembelihan hewan qurban sebagai Dam atau denda atas pelanggaran yang dilakukan jama'ah yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QURBAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qurban atau Udhiyah adalah penyembelihan hewan ternak dalam ibadah haji. tujuannya semata - mata untuk mendekatkan diri dan mencari ridha Allah SWT. Waktu qurban yaitu pada Hari Raya Haji. Sebagian ulama berpendapat hukumnya Wajib dan sebagaian Sunat Muakad (dianjurkan) dari Abu Hurairah, telah berkata rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barang Siapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berkurban,&lt;br /&gt;maka janganlah ia menghampiri tempat kami."&lt;br /&gt;(HR Ahmad dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan hewan untuk berqurban, ditetapkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Kambing berumur 2 tahun dan Domba berumur 1 tahun dapat diniatkan untuk 1 orang.&lt;br /&gt;2.Kerbau atau sapi berumur 2 tahun atau unta berumur 5 tahun dapat diniatkan untuk 7 orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binatang yang sah untuk qurban yaitu yang tidak cacat sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadis Nabi. Dari Bara' bin Azib, telah berkata Rasulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Empat macam binatang yang tidak sah dijadikan Qurban ;&lt;br /&gt;1. Rusak matanya, 2. Sakit, 3. Pincang, dan&lt;br /&gt;4. Kurus dan tidak berlemak lagi"&lt;br /&gt;(HR. Ahmad dan disahihkan oleh Tarmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang penting harus diketahui dalam berqurban :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Nazar. Apabila seseorang bernadzar untuk berqurban, maka wajib melaksanakannya jika telah tiba waktunya. Bagi yang nazar tidak boleh memakai sebagian daging hewan dari nazarnya, kecuali bagi yang berqurban karena melaksanakan sunat.&lt;br /&gt;2.ampu. Bagi yang mampu seyogyanya melakukan qurban buat keluarga tanggungannya. Juga boleh seseorang berqurban diniatkan untuk orang lain.&lt;br /&gt;3.Penyembelih. Penyembelihan hewan qurban disunatkan dilakukan sendiri oleh yang berqurban dan diawali dengan membaca Basmalah, Salawat Nabi, Takbir dan Do'a qabul :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah 'humma taqabbal ha-dzihi-min ..."&lt;br /&gt;"Ya Allah terimalah qurban ini dari ....(sebutkan nama yang berqurban)"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.dzikir.org/b_haji09.htm#rukun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948382453312624?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948382453312624/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948382453312624' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948382453312624'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948382453312624'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/dam-denda-4-rukun-kabah-idul-adha.html' title='Dam (denda), 4 Rukun Ka&apos;bah &amp; Idul Adha'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948332407947764</id><published>2005-10-16T10:20:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T10:22:04.083-07:00</updated><title type='text'>MABIT dan MELONTAR JUMRAH</title><content type='html'>MABIT&lt;br /&gt;Mabit adalah berhenti sejenak atau bermalam beberapa hari untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam pelaksanaan melontar Jumrah yang merupakan salah satu wajib ibadah haji mabit dilakukan 2 tahap di 2 tempat yaitu di Muzdalifah dan di Mina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap Pertama : Mabit di Muzdalifah dilakukan tanggal 10 Zulhijah, yaitu lewat tengah malam sehabis wukuf di padang Arafah. Mabit tahap pertama ini biasanya hanya beberapa saat saja, yaitu secukup waktu untuk mengumpulkan 7 buah krikil guna melontar jumrah Aqabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap Kedua : Mabit ini dilakukan di Mina dalam 2 hari (11 dan 12 Zulhijah) bagi yang akan mengambil 'Nafar Awal', dan 3 hari (11,12,13 Zulhijah) bagi yang akan mengambil 'Nafar Akhir'. Dari hari pertama sampai terakhir dari mabit di Mina ini adalah melontar ketiga jumrah Ula, Wusta dan Aqabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAFAR AWAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan Nafar Awal adalah apabila kita hanya melontar 3 hari, bukan 4 hari seperti Nafar Sani/Akhir. Disebut Awal karena jama'ah lebih awal meninggalkan Mina kembali ke Mekah. Dan hanya melontar sebanyak 3 hari. Total krikil yang dilontar jama'ah nafar awal adalah 49 butir.&lt;br /&gt;Jama'ah haji pelaku Nafar Awal hanya 2 malam menginap di Mina dan meninggalkan Mina pada tanggal 12 Zulhijah sebelum matahari terbenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAFAR SANI/AKHIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut Nafar Sani atau Nafar Akhir apabila Jama'ah melontar Jumrah selama 4 (empat) hari pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Zulhijah sehingga jumlah batu yang dilontar sebanyak 70 butir. Disebut Nafar Sani/AKhir karena jema'ah haji bermalam di Mina 3(tiga) malam dan meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MELONTAR JUMRAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melontar jumrah adalah salah satu wajib haji. Jama'ah yang tidak melontar wajib membayar Dam (denda) berupa seekor kambing. kalau tidak mampu boleh membayar Fidyah atau berpuasa 10 hari yaitu 3 hari dimasa haji di tanah suci dan sisanya di tanah air.&lt;br /&gt;Waktu melontar mulai setelah lewat tengah malam sampai terbenam matahari, sedangkan utamanya pada waktu duha (pagi setelah matahri terbit). Pada tanggal 10 Zulhijah (Hari Nahr) jema'ah haji hanya melontar 1 jumrah saja yaitu jumrah Aqabah.&lt;br /&gt;Kemudian pada hari-hari Tasyrik yang lain, yaitu pada tanggal 11, 12, 13 Zulhijah yang dilontar adalah ketiga-tiganya (Ula, Wusta, dan Aqabah). Melontar dimulai sesudah masuk waktu Zuhur atau sesaat tergelincirnya matahari sampai terbit besok pagi. Jumrah yang terletak paling dekat dengan Mekah disebut jumrah Aqabah, letaknya diatas perbukitan Aqabah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUMRAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumrah Artinya tempat pelemparan, yang didirikan untuk memperingati saat nabi Ibrahim digoda oleh setan agar tidak melaksanakan perintah Allah menyembelih putranya Ismail. Tiga kali beliau digoda tiga kali pulaia melontarkan batunya kepada setan sebagaimana diperintah dab dibimbing langsung oleh malaikat. Ditempat - tempat inilah kemudian dibangun Tugu - tugu dengan nama Ula, Wusta, dan Aqabah.&lt;br /&gt;Jumrah Ula (jumrah pertama), disebut juga 'Jumrah Surgha' ( jumrah yang kecil ) terletak dekat mesjid Khaif.&lt;br /&gt;Jumrah Wusta (jumrah kedua), disebut juga 'Jumrah Tsaniyah' ( jumrah yang sedang ) terletak diantara kedua jumrah yaitu Jumrah Ula dan Jumrah Aqabah.&lt;br /&gt;Jumrah Aqabah (jumrah ketiga), yang disebut juga 'Jumrah Tsalitsah' ( Jumrah yang besar ) berada dipintu gerbang Mina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.dzikir.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948332407947764?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948332407947764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948332407947764' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948332407947764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948332407947764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/mabit-dan-melontar-jumrah.html' title='MABIT dan MELONTAR JUMRAH'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948318076054731</id><published>2005-10-16T10:18:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T10:19:40.763-07:00</updated><title type='text'>SA'I dan TAHALLUL</title><content type='html'>SA'I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah Sa'i merupakan salah satu rukun Haji dan umrah yang dilakukan dengan berjalan kaki ( berlari - lari kecil )bolak - balik 7 kali dari Bukit Safa ke Bukit Marwah dan sebaliknya. Kedua bukit yang satu sama lainnya berjarak sekitar 405 meter. ketika melintasi Bathnul Waadi yaitu kawasan yang terletak diantara bukit Shafa dan bukit Marwah (saat ini ditandai dengan lampu neon berwarna hijau) para jama'ah pria disunatkan untuk berlari-lari kecil sedangkan untuk jama'ah wanita berjalan cepat. Ibadah Sa'i boleh dilakukan dalam keadaan tidak berwudhu dan oleh wanita yang datang Haid atau Nifas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHALLUL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut bahasa Tahallul berarti 'menjadi boleh' atau 'diperbolehkan'. Dengan demikian tahallul ialah diperbolehkan atau dibebaskannya seseorang dari larangan atau pantangan Ihram. Pembebasan tersebut ditandai dengan tahallul yaitu dengan mencukur atau memotong rambut sedikitnya 3 helai rambut. Semua Mashab berpendapat bahwa tahallul merupakan wajib haji, hanya Syafi'iyah menganggapnya sebagai rukun haji, sebagai mana firman allah dalam surat AL Fath ayat 27 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lakad shadaqal laahu rasuulahur ru'ya bilhaqqi latadkhulunnal masjidal haraama in syaa-al laahu aaminiina muhalliqiina ruu-usakum wa muqash-shiriina laa takhaafuuna fa'alima maalam ta'lamuu faja'ala min duuni dzaalika fat-han qariibaa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada RasulNya bahwa mimpi RasulNya itu akan menjadi kenyataan. Yaitu engkau beserta penduduk Mekah lainnya akan memasuki kota Mekah Insya Allah dengan aman, bebas dari rasa takut terhadap kaum musyrik dengan mencukur rata kepalamu, sedang yang lain mengguntingnya saja. Tuhan mengetahui apa yang tidak kamu ketahui itu. Dibalik 'Yang tidak kamu ketahui itu' Tuhan memberi kemenangan lebih dahulu kepadamu pada waktu dekat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahallul Awal. Melepaskan diri dari keadaan Ihram, setelah melakukan dua diantara tiga perbuatan alternatif sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melontar Jumrah Aqabah dan Mencukur.&lt;br /&gt;Melontar Jumrah Aqabah dan Tawaf Ifadah,&lt;br /&gt;Tawaf Ifadah, Sa'i dan Mencukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahallul Sani/Qubra. Melepaskan diri dari keadaan Ihram setelah melakukan ketiga ibadah secara Lengkap yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melontar Jumrah Aqabah.&lt;br /&gt;Bercukur dan Tawaf Ifadah,&lt;br /&gt;Sa'i&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948318076054731?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948318076054731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948318076054731' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948318076054731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948318076054731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/sai-dan-tahallul.html' title='SA&apos;I dan TAHALLUL'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948305890600862</id><published>2005-10-16T10:15:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T10:17:38.913-07:00</updated><title type='text'>TAWAF</title><content type='html'>Dalam pengertian umum Ibadah Tawaf adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dimana tiga putaran pertama dengan lari - lari kecil (jika mungkin), dan selanjutnya berjalan biasa. Tawaf dimulai dan berakhir di Hajar Aswad ( tempat batu hitam ) dengan menjadikan Baitullah disebelah kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf Nabi Adam. Ibnu Abbas RA menceritakan bahwa nabi Adam AS pernah melaksanakan Ibadah haji dan bertawaf keliling Ka'bah dengan tujuh kali putaran. Kemudian para malaikat menemuinya dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semoga hajimu mabrur wahai Adam. Sesungguhnya kami telah melaksanakan Ibadah Haji di Baitullah ini sejak 2000 tahun sebelum kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adam bertanya :&lt;br /&gt;"Pada zaman dahulu, apakah yang kalian baca pada saat tawaf ? "&lt;br /&gt;Mereka menjawab :&lt;br /&gt;"Dahulu kami mengucapkan ; Subhanallah wal hamdu lillah wa la illaha illa Allah wallahu akbar"&lt;br /&gt;Adam berkata, tambahkanlah dengan ucapan :&lt;br /&gt;"Wa la haula wa la quwwata illa billah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka selanjutnya para malaikatpun menambahkan ucapan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf Nabi Ibrahim, setelah menerima perintah membangun kembali ka'bah, nabi Ibrahim AS melaksanakan ibadah haji. kemudian para malaikat menemuinya pada saat tawaf seraya mengucapkan salam kepadanya lalu Ibrahim pun bertanya kepada mereka :&lt;br /&gt;"Dahulu, apakah yang kalian baca saat tawaf ? "&lt;br /&gt;Mereka menjawab :&lt;br /&gt;"Dahulu sebelum bapakmu Adam kami membaca ; Subhanallah wal hamdu lillah wa la illaha illa Allah wallahu akbar. lalu Adam menyuruhkami menambahkan Wa la haula wa la quwwata illa billah ".&lt;br /&gt;Selanjutnya Ibram berkata :&lt;br /&gt;"Tambahkanlah bacaan kalian dengan Al aliyyi al 'adzim".&lt;br /&gt;Kemudian para malaikat pun melaksanakannya.(lihat Al-Azraqy I/45).&lt;br /&gt;Dengan demikian maka do'a tawaf adalah :&lt;br /&gt;"Subhanallah wal hamdu lillah wa la illaha illa Allah wallahu akbar. Wa la haula wa la quwwata illa billah Al aliyyi al 'adzim"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf Rasulullah,Ibnu Umar RA menceritakan "Dahulu apabila Rasulullah SAW melakukan Tawaf yang pertama ( Tawaf Qudum, atau tawaf selamat datang ), beliau berlari - lari kecil pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa pada empat putaran berikutnya. Beliau melakukan Sa'i ( berlari kecil ) pada Bathnul Masil (perut lembah) diantara bukit Shafa dan Marwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suci dari Hadas. Dalam menyelenggarakan tawaf, Jama'ah harus dalam keadaan wudhu, suci dari hadas besar dan kecil serta tidak diperbolehkan bagi wanita yang sedang Haid atau Nifas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat dan tata cara pelaksanaan tawaf adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.Berniat akan melakukan tawaf.&lt;br /&gt;2.Menuju ke garis coklat tanda batas putaran tawaf yang letaknya searah Hajar Aswad.&lt;br /&gt;3.Menghadap ke Ka'bah dan ber-Istilam (mengangkat tangan kanan ke arah hajar Aswad) dan memberi isyarat mengecupnya, sambil mengucapkan Bismillahi Wallahu Akbar.&lt;br /&gt;4.Memulai putaran pertama sambil membaca do'a.&lt;br /&gt;5.Sampai di Rukun Yamani, mengusap Rukun Yamani ( bila memungkinkan, atau cukup dengan mengangkat isyarat tangan saja ) sambil mengucapkan Bismillahi Wallahu Akbar.&lt;br /&gt;6.Melewati Rukun Yasmani maka sampai ke Hajar Aswad, garis start coklat, maka selesailah satu putaran.&lt;br /&gt;7.Teruskan dengan putaran berikutnya, sampai selesai putaran ketujuh yang akan berakhir di hajar Aswad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Wudhu batal pada saat melaksanakan tawaf, segera berhenti dan bersucilah kembali dengan air atau bertayamum. setelah itu ulangi putaran saat batalnya wudhu dan lanjutkan sampai selesai. artinya putaran yang dilakukan sebelum wudhu batal adalah sah dan dapat dimasukan hitungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai Tawaf lanjutkan dengan ibadah berikutnya. Dan kalau bisa sesuai dengan urutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Berdo'a atau Munajat di Mutlazam.&lt;br /&gt;2.Shalat sunat dan berdo'a di makam Ibrahim.&lt;br /&gt;3.Shalat sunat di Hijir Ismail, lanjutkan dengan Do'a.&lt;br /&gt;4.Minum air Zamzam dan berdo'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam tawaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf terdiri dari 4 ( empat ) macam yaitu Tawaf Ifadah, Tawaf Qudum, Tawaf Wada dan Tawaf sunat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf Ifadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf ifadah adalah salah satu dari beberapa rukun haji, yang harus dilaksanakan sendiri jika tidakhajinya batal. tawaf ini disebut juga Tawaf Ziarah atau Tawaf Rukun. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al-Hajj ayat 29 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tsummal yaqdhuu tafatsahum wal yuufuu nudzuurahum wal yaththawwafuu bilbaitil 'atiiq"&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran-kotoran mereka, memotong rambut, mengerat kuku dan memenuhi nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan tawaf di rumah yang tua itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf ini dilaksanakan setelah semua ibadah Haji telah diselesaikan yaitu ; melontar jumrah Aqabah, membayar dam serta Tahallul Akhir (Mencukur) kemudian disunatkan memakai wewangian setelah jama'ah tidak Ihram. Hal ini diterangkan dalam hadis Aisyah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Aku pernah meminyaki Rasulullah SAW ketika (hendak) ihram, sebelum ia berihram, dan ketika sudah Tahallul&lt;br /&gt;sebelum ia melakukan tawaf di Ka'bah."&lt;br /&gt;(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah Tawaf Ifadah jama'ah langsung dapat melakukan Tahalllul Akbar, serta telah dihalalkan dari segala apa yang diharamkan ketika masih Ihram.&lt;br /&gt;Waktu Pelaksanaan Tawaf Ifadah. Para ulama sepakat bahwa Tawaf Ifadah adalah merupakan rukub Haji yang harus dilaksanakan oleh setiap orang yang melakukan Ibadah Haji. Berikut ini pendapat para imam tentang waktu Tawaf Ifadah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HANAFIYAH :&lt;br /&gt;Waktu Tawaf Ifadah dimulai dari fajar hari Nahr (10 Zulhizah) sampai akhir bulan sesudah seseorang melakukan wukuf di Arafah.&lt;br /&gt;MALIKIYAH :&lt;br /&gt;Waktu Tawaf Ifadah dimulai dari fajar hari Nahr (10 Zulhizah) sampai akhir bulan Zulhijah, sehingga apabila ada jama'ah haji meninggalkan (mengakhiri) dari waktu tersebut maka terkena Dam&lt;br /&gt;SYAFI'IYAH :&lt;br /&gt;Waktu Tawaf Ifadah dimulai sejak setelah pertengahan kedua malam hari Nahr (10 Zulhizah) dan berakhir sampai jama'ah haji mengerjakannya (kapan saja) selama hidupnya. sedang waktu afdhal (utama) untuk mengerjakannya ialah pada hari Nasr (10 Zulhijah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf Qudum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut juga Tawaf Dukhul, yaitu tawaf pembukaan atau tawaf selamat datang yang dilakukuan pada waktu jama'ah baru tiba di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW setiap kali masuk Masjidil Haram lebih dulu melakukan tawaf sebagai ganti shalat Tahiyyatul Masjid. Maka tawaf inipun disebut juga Tawaf Masjidil Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum untuk tawaf Qudum adalah Sunat. maka jika tidak melaksanakan tawaf Qudum tidak membatalkan&lt;br /&gt;Ibadah haji ataupun Umrah. Bagi wanita yang sedang haid atau Nifas dilarang melakukan Tawaf Qudum. Bagi wanita yang melaksanakannya tidak perlu lari-lari kecil cukup berjalan biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf Qudum ini boleh tidak disambung dengan Sa'i, tetapi bila disambung maka Sa'inya sudah termasuk Sa'i haji. Oleh karena itu waktu Tawaf Ifadah jama'ah tidak perlu lagi melakukan Sa'i. Disunatkan menyelendangkan pakaian atas Ihram di bawah ketiak lengan kanan dan ujungnya diatas pundak kiri. kalau mungkin sempatkanlah mengusap dan mengecup Hajar Aswad. atau cukup dengan memberi isyarat dari jauh sambil membaca :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahumma Imaanan Bika Wa Tashdieqan Bikitaabika Wa Wafaaan Bi'ahdika Wattibaa'an Lisunnati nabiyika Sayydinaa Muhammadin Shallalahu Alaihi Wasallam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;"Ya Allah ku ! aku beriman kepada Mu dan membenarkan kitab Mu, dan memenuhi janji Mu serta mengikuti sunnah nabi Mu, yaitu penghulu kami Muhammad SAW"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditengah-tengah melakukan tawaf itu jama'ah haji diperkenankan membaca do'a :&lt;br /&gt;"Subhaanallah Wal hamdulillah Walaailaaha Illallah, Wallaahu Akbar Walaa Haula Walaa Quwwata Illaabillah. Allahumma Innie Aamantu Bikitaabikalladzi Anzalta Wa Nabiyya Kalladzi Arsalta Faqhfir lie Maaqaddamtu Wama Akh khartu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;"Maha suci Allah, Segala puji bagi Allah tidak ada Allah yang patut disembah kecuali Allah, Allah Maha besar, Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Ya Allahku ! Sesungguhnya aku beriman kepada kitab Mu yang telah Engkau turunkan, dan kepada nabi Mu yang telah Engkau utus, Oleh karena itu ampunilah dosa - dosaku yang telah lalu dan yang akan datang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika sudah sampai di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad supaya membaca :&lt;br /&gt;"Rabbanaa Aatinaa Fiddunyaa Hasanah Wafil Aakhirati Hasanah Waqinaa 'Azaabannar wa Adkhilnaa Ijannata Ma'al Abrar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami ! berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan lindungilah kami dari siksaan api neraka, dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf Wada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wada artinya perpisahan, Tawaf Wada atau tawaf perpisahan adalah salah satu ibadah wajib untuk dilaksanakansebagai pernyataan perpisahan dan penghormatan kepada Baitullah dan Masjidil Haram. Tawaf ini cukup dikerjakan dengan berjalan biasa. Tawaf Wada disebut juga Tawaf Shadar ( Tawaf Kembali ) karena setelah itu jama'ahakan meninggalkan Mekah untuk ketempat masing-masing. Dalam pelaksanaannya sama dengan tawaf yang lainnya, akan tetapi do'a yang dibaca berbeda untuk semua putaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf Wada adalah tugas terakhir dalam pelaksanaan Ibadah Haji dan Ibadah Umrah. Bagi jama'ah yang belum melakukannya belum boleh meninggalkan Mekah, karena hukumnya Wajib. Bila tidak dikerjakan maka wajib membayar Dam, dan bila sudah mengerjakan maka tidak dibenarkan lagi tinggal di Masjidil Haram. Jika Jama'ah sudah keluar Masjid, maka hendaklah segera pergi sebab kalau jama'ah masih kembali kemasjid diharuskan mengulangi Tawaf Wada Ini. Wanita yang sedang Haid dibebaskan dari Tawaf wada dan ia boleh langsung meninggalkan Mekah. Hal ini dijelaskan dalam hadis Ibnu Abbas yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Manusia diperintahkan supaya akhir perjumpaan ( dengan Baitullah ) itu dengan menjalankan Tawaf di Baitullah, akan tetapi hal ini diringankan bagi perempuan-perempuan yang sedang Haid." (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf Sunat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah tawaf yang bisa dilakukan kapan saja. Kalau dilakukan saat baru memasuki Masjidil Haram, Tawaf ini berfungsi sebagai pengganti shalat Tahiyatul Masjid. Tawaf sunat inilah yang dimaksud atau disebut Tawaf Tathawwu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948305890600862?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948305890600862/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948305890600862' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948305890600862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948305890600862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/tawaf.html' title='TAWAF'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948290455876760</id><published>2005-10-16T10:13:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T10:15:04.576-07:00</updated><title type='text'>IHRAM dan WUKUF</title><content type='html'>IHRAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ihram merupakan pakaian wajib kaum muslimin yang hendak melaksanakan Ibadah haji maupun Umrah. Pakaian Ihram adalah pakaian putih yang yang disebut juga pakaian suci, pakaian ini tidak boleh dijahit. cara pemakaiannya dililitkan kesekeliling tubuh (jama'ah pria). Mengenakan pakaian Ihram merupakan tanda ibadah Haji atau Umrah dimulai. Pada saat ini talbiyah diucapkan dengan Lafaz :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Labbaik Allahumma Labbaik,&lt;br /&gt;Labbaik laa syarikka laka labbaik,&lt;br /&gt;Innal haamda wanni'mata laka wal mulk&lt;br /&gt;Laa syariika laka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artinya :&lt;br /&gt;Aku datang memenuhi panggilanMu ya Allah,&lt;br /&gt;Aku datang memenuhi panggilanMu, Tidak ada sekutu bagiNya,Ya Allah aku penuhi panggilanMu.&lt;br /&gt;Sesungguhnya segala puji dan kebesaran untukMu semata-mata. Segenap kerajaan untukMu.&lt;br /&gt;Tidak ada sekutu bagiMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakaian ihram pria terdiri dari dua lembar kain, sehelai melilit tubuh mulai dari pinggang hingga dibawah lutut dan sehelai lagi diselempangkan mulai dari bahu kiri kebawah ketiak kanan. Pria itu tidak boleh mengenakan celana, kemeja, tutup kepala dan juga tidak boleh menutup mata kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi wanita pakaian ihram lebih bebas tetapi disunatkan yang berwarna putih, yang penting menutup seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan mereka, yang penting tidak ada jahitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengan baju mesti sepanjang pergelangan tangan&lt;br /&gt;Kerudung yang digunakan harus panjang, tidak jarang serta menutupi bagian Dada&lt;br /&gt;Baju, gaun atau rok harus sepanjang Tumit&lt;br /&gt;Memakai Kaos kaki&lt;br /&gt;Sepatu sebaiknya tidak bertumit dan terbuat dari karet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larangan : pada saat Ihram jama'ah dilarang melakukan perbuatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menebang pepohonan&lt;br /&gt;Mempermainkan atau membunuh binatang&lt;br /&gt;Memotong kuku&lt;br /&gt;Menikah, menikahkan (melamar)&lt;br /&gt;Melakukan hubungan Seks atau bercumbu&lt;br /&gt;Berbicara kotor&lt;br /&gt;Bertengkar dan&lt;br /&gt;Mencaci maki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian mereka harus bersabar sampai tiba waktu Tahallul. Apabila melanggar salah satu ketentuan diatas maka jamma'ah diwajibkan membayar Dam atau denda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WUKUF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wukuf adalah mengasingkan diri atau mengantarkan diri ke suatu "panggung replika" padang Masyhar. Suatu tamsil bagaimana kelak manusia dikumpulkan di suatu padang Masyhar dalam formasi antri menunggu giliran untuk dihisab oleh Allah SWT. Wukuf adalah suatu contoh sebagai peringatan kepada manusia tentang kebenaran Illahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status hukum Wukuf di Arafah adalah rukun yang kalau ditinggalkan maka Hajinya tidak sah. Wukuf juga merupakan puncak ibadah Haji yang dilaksanakan di Padang Arafah dan pada tanggal 9 Zulhizah. sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhaju arafah manjaal yalata jam'in kabla tuluw ilafji pakad adraka alhajj&lt;br /&gt;(diriwayatkan oleh 5 ahli hadis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artinya : "Haji itu melakukan wukuf di Arafah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari wukuf tanggal 9 Zulhijah yaitu ketika matahari sudah tergelincir atau bergeser dari tengah hari, (pukul 12 siang) hitungan wukuf sudah dimulai. yang pertama dilakukan adalah shalat Zuhur dan Ashar yang dilakukan secara 'Jamak Taqdim', yakni shalat Ashar dilakukan bersama shalat Zuhur pada waktu Zuhur dengan 1 X azan dan 2 X iqamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah shalat Zuhur dan Ashar, disunatkan seorang imam untuk mulai berkhutbah untuk memberikan bimbingan wukuf, penerangan, seruan-seruan ibadah dan panjatan do'a kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunatkan supaya menghadap Qiblat dan memperbanyak membaca do'a,zikir dan membaca Al-Qur'an. Ketika berdo'a hendaklah mengangkat tangan hingga tampak keatas kedua ketiaknya. dan juga disunatkan mengulang-ulang kalimat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Laa ilaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahulhamd,&lt;br /&gt;yuhyimiit, wahua hayyun layamuutu biyadihil khair,&lt;br /&gt;wahua 'alaa kuli syaiin qadiir"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : "Ya Allah tiada tuhan selain Allah yang tiada sekutu bagi-Nya,&lt;br /&gt;bagi-Nya segala kerajaan dan segala puji.&lt;br /&gt;Dia yang menghidupkan dan mematikan. Ia hidup tidak mati.&lt;br /&gt;Di tangan-Nya segala kebaikan dan Dia Maha kuasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ada hadfis Nabi yang mengatakan :&lt;br /&gt;"Sebaik-baiknya do'a pada hari Arafah, dan sebaik-baiknya yang kubaca dan dibacanya juga oleh nabi-nabi sebelumku, yaitu : Laa ilaha illallaah wahdahu laa syarikalah, lahul mulku walahulhamd, yuhyimiit, wahua hayyun layamuutu biyadihil khair, wahua 'alaa kuli syaiin qadiir." (Hadis Riwayat : Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.dzikir.org/b_haji04.htm#WUKUF&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948290455876760?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948290455876760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948290455876760' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948290455876760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948290455876760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/ihram-dan-wukuf.html' title='IHRAM dan WUKUF'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948168284944989</id><published>2005-10-16T09:52:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T09:54:42.850-07:00</updated><title type='text'>HAJI TAMATTU</title><content type='html'>Tamattu artinya bersenang-senang adalah melaksanakan Ibadah Umrah terlebih dahulu dan setelah itu baru melakukan Ibadah Haji. setelah selesai melaksanakan Ibadah Umran yaitu : Ihram, tawaf, Sa'i jamaah boleh langsung tahallul, sehingga jama'ah sudah bisa melepas ihramnya. selanjutnya jama'ah tinggal menunggu tanggal 8 Zulhijah untuk memakai pakaian Ihram kembali dan berpantangan lagi untuk melaksanakan Ibadah Haji. Karena kemudahan itulah Jema'ah dikenakan "Dam" atau denda. yaitu menyembelih seekor kambing atau bila tidak mampu dapat berpuasa 10 hari. 3 hari di Tanah Suci, 7 hari di Tanah Air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi jema'ah yang lebih awal berada di Madinah persiapan ihramnya dilaksanakan di Madinah sedangkan Miqatnya dilakukan di Bir Ali (Zulhulaifah), di jalan raya menuju Mekah sekitar 12 KM dari kota Madinah. Sedangkan bagi jema'ah yang datang belakangan dan langsung ke Mekah miqatnya dapat dilakukan di pesawat udara saat melintas batas miqat. Persiapan Ihram untuk ibadah Umrah sebaiknya dilakukan di tanah air sebelum berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN IBADAH UMRAH HAJI TAMATTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Jama'ah haji yang baru berangkat ataupun telah sampai dapat melakukan niat dan melaksanakan tertib haji sebagai berikut :&lt;br /&gt;Persiapan Ihram :&lt;br /&gt;Memotong Kuku.&lt;br /&gt;Memotong rambut secukupnya.&lt;br /&gt;Mandi sunnat ihram.&lt;br /&gt;Memakai wangi-wangian.&lt;br /&gt;Memakai pakaian ihram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIQAT di Saudi. (Bir Ali, Rabiqh, Zatu Irqin, Qarnul Manazil dan Yalamlam) Ditempat Miqat ini jama'ah melakukan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.&lt;br /&gt;Berniat Haji : Labbaika Allahumma' Umratan&lt;br /&gt;Diperjalanan ke Mekah membaca "Talbiah" sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Mekah jama'ah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, selama di mekah jema'ah melakukan kegiatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umrah (Tawaf , Sa'i).&lt;br /&gt;atau Tawaf saja 7 kali keliling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila rangkaian ibadah tersebut sudah dilaksanakan, maka selesailah pelaksanaan ibadah Umrah. Jama'ah sudah boleh mengganti pakaian Ihram dengan pakaian biasa, sambil menunggu saatnya pelaksanaan ibadah Haji 8 Zulhijah. Jama'ah Haji Tamattu sudah boleh nelakukan apa saja yang terlarang selama Ihram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN IBADAH HAJI TAMATTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah Haji dimulai dengan memakai pakaian dan niat Ihram pada tanggal 8 Zulhijah. Persiapan Ihram dilakukan di tempat penginapan Mekah, sedangkan shalat sunat dan niat Ihramnya bisa dilakukan di rumah atau Masjidil Haram. Niatnya : Labbaika Allahumma' Hajjan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.dzikir.org/b_haji03.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948168284944989?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948168284944989/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948168284944989' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948168284944989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948168284944989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/haji-tamattu.html' title='HAJI TAMATTU'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948151732670960</id><published>2005-10-16T09:50:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T09:51:57.326-07:00</updated><title type='text'>HAJI QIRAN</title><content type='html'>Yaitu Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah secara bersamaan, dengan demikian prosesi tawaf, Sa'i dan tahallul untuk Haji dan Umrah dilakukan satu kali atau sekaligus. Karena kemudahan itulah Jema'ah dikenakan "Dam" atau denda. yaitu menyembelih seekor kambing atau bila tidak mampu dapat berpuasa 10 hari. Bagi yang melaksanakan Haji Qiran disunnatkan melakukan tawaf Qudum saat baru tiba di Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miqat bagi jema'ah yang berada di Madinah ialah Bir Ali (Zulhulaifah). Sedangkan bagi jema'ah yang sudah berada di Mekah miqatnya dapat dilakukan di Tan'im atau Ji'ranah. yang datang ke Mekah pada hari yang mepet ke tanggal 9 Zulhijah, Miqatnya dapat dilakukan diatas pesawat saat melintas daerah miqat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN HAJI QIRAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIQAT ditanah air. Bagi yang memilih miqat ditanah air hendaknya melakukan persiapan ihram untuk haji sabagai berikut :&lt;br /&gt;Memotong Kuku.&lt;br /&gt;Memotong rambut secukupnya.&lt;br /&gt;Mandi sunnat ihram.&lt;br /&gt;Memakai wangi-wangian.&lt;br /&gt;Memakai pakaian ihram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIQAT di Saudi. Jama'ah haji yang datang ketanah suci lebih awal biasanya akan berangkat duluan ke Madinah. Nanti mendekati "Hari Arafah" 9 Zulhijah baru menuju Mekah. Miqat dilaksanakan ditanah suci yaitu disalah satu tempat. Ditempat Miqat ini jama'ah melakukan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.&lt;br /&gt;Berniat Haji : Labbaika Allahumma' Hajjan.&lt;br /&gt;Diperjalanan ke Mekah banyak-banyak membaca "Talbiah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Mekah jama'ah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, selama di mekah jema'ah melakukan kegiatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf sunnat waktu baru tiba di Mekah).&lt;br /&gt;Boleh langsung Sa'i Setelah Tawaf Qudum, atau boleh juga sesudah tawaf Ifadah.&lt;br /&gt;Jika melakukan Sa'i tidak boleh langsung bertahallul, sampai selesai seluruh kegiatan Ibadah Haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah tawaf Qudum dan Sa'i jama'ah menunggu waktu pelaksanaan haji yang dimulai tanggal 8 Zulhijah. Dalam waktu menunggu pelaksanaan haji itu, jama'ah Haji Qiran harus tetap mengenakan pakaian Ihram, dan mematuhi semua larangan yang berkenaan dengan ihram.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948151732670960?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948151732670960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948151732670960' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948151732670960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948151732670960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/haji-qiran.html' title='HAJI QIRAN'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948141060124492</id><published>2005-10-16T09:47:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T09:50:10.603-07:00</updated><title type='text'>HAJI IFRAD</title><content type='html'>Yaitu Melaksanakan secara terpisah antara haji dan umrah, dimana masing-masing dikerjakan tersendiri, dalam waktu berbeda tetapi tetap dilakukan dalam satu musim haji. Pelaksanaan ibadah Haji dilakukan terlebih dahulu selanjutnya melakukan Umrah dalam satu musim haji atau waktu haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibatas miqat sebelum memasuki Mekah jemaah haji harus sudah memakai pakaian ihram serta niat untuk melaksanakan "Ibadah Haji" sekaligus "Ibadah Umrah". Jama'ah harus tetap berpakaian ihram sampai selesai melaksanakan kedua ibadah tersebut yaitu sejak tiba di Mekah sampai lepas hari Arafah 9 Zulhijah. Selama memakai pakaian ihram segala larangan harus ditaati dan jema'ah yang memilih haji ifrad disunatkan melakukan Tawaf Qudum, yaitu tawaf sunat saat baru tiba di Mekah. Haji Ifrad memang paling berat tetapi juga paling tinggi kualitasnya karena itu yang melaksanakan Haji Ifrad tidak dikenakan Dam atau denda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN HAJI IFRAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIQAT ditanah air. Bagi yang memilih miqat ditanah air hendaknya melakukan persiapan ihram untuk haji sabagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Memotong Kuku.&lt;br /&gt;-Memotong rambut secukupnya.&lt;br /&gt;-Mandi sunnat ihram.&lt;br /&gt;-Memakai wangi-wangian.&lt;br /&gt;-Memakai pakaian ihram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIQAT di Saudi. Jama'ah haji yang datang ketanah suci lebih awal biasanya akan berangkat duluan ke Madinah. Nanti mendekati "Hari Arafah" 9 Zulhijah baru menuju Mekah. Miqat dilaksanakan ditanah suci yaitu disalah satu tempat. Ditempat Miqat ini jama'ah melakukan hal-hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Shalat sunnat ihram 2 rakaat, jika mungkin.&lt;br /&gt;-Berniat Haji : Labbaika Allahumma' Hajjan.&lt;br /&gt;-Diperjalanan ke Mekah banyak-banyak membaca "Talbiah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Mekah jama'ah akan langsung masuk penginapan untuk istirahat sejenak, selama di mekah jema'ah melakukan kegiatan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Melakukan Tawaf Qudum (Tawaf sunnat waktu baru tiba di Mekah).&lt;br /&gt;-Setelah Tawaf boleh langsung Sa'i tetapi tidak boleh tahallul karena Jema'ah haji ifrad boleh tahallul nanti setelah Tawaf dan Sa'i haji dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN UMRAH IFRAD&lt;br /&gt;Setelah melaksanakan "Ibadah Haji"jema'ah harus bersiap lagi untuk melaksanakan "Ibadah Umrah". Persiapan ihram dilakukan dipenginapan di Mekah, dan Miqatnya di Tan'im atau Ji'ranah. Rincian Ibadah Umrah untuk Haji Ifrad adalah sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Melakukan persiapan ihram.&lt;br /&gt;Mandi sunnat ihram.&lt;br /&gt;Memotong Kuku.&lt;br /&gt;Memotong rambut secukupnya.&lt;br /&gt;Memakai wangi-wangian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Memakai pakaian ihram, berangkat ke batas Miqat di Tan'im atau Ji'ranah. Disini jama'ah melakukan hal-hal sebagai berikut ;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat sunat ihram 2 rakaat.&lt;br /&gt;Melafazkan niat umrah : (Labbaika Allahuma Umratan).&lt;br /&gt;Berangkat ke Mekah dan dalam perjalanan membaca Talbiyah sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Di Mekah jama'ah melakukan hal-hal sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaf Umrah&lt;br /&gt;Melaksanakan Sa'i&lt;br /&gt;Tahallul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan selesainya pelaksanaan ibadah Umrah ini, selesai pulalah seluruh rangkaian pelaksanaan Haji Ifrad.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948141060124492?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948141060124492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948141060124492' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948141060124492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948141060124492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/haji-ifrad.html' title='HAJI IFRAD'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948122980442198</id><published>2005-10-16T09:45:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T09:47:09.806-07:00</updated><title type='text'>HAJI MABRUR DAN PENCAPAIANNYA MENURUT KACAMATA ISLAM</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haji adalah merupakan ibadat fardhu yang diwajibkan, tetapi kewajipan haji agak berlainan dengan ibadat-ibadat yang lain dari segi konsep dan kefardhuannya, di mana ibadat haji hanya diwajibkan ke atas umat Islam yang berkemampuan mengunjungi Baitullahil Haram di Makkah. Ada pun orang-orang yang tidak berkemampuan dari segi perbelanjaan, kesihatan tubuh badan dan keselamatan perjalanan, maka tidak diwajibkan atau dengan ertikata lain tidak dikira salah kerana tidak melakukannya. Firman Allah dalam surah Aali Imran ayat 97 yang bermaksud :-&lt;br /&gt;" Dan Allah mewajibkan manusia mengerjakan ibadat Haji dengan mengunjungi Baitullah iaitu siapa yang mampu sampai kepadanya "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANUSIA DAN IBADAT HAJI&lt;br /&gt;Rata-rata umat Islam mengakui tentang kewajipan ibadat Haji yang difardhukan, jika ada umat Islam yang menentang dan mengingkari kefardhuannya maka kufurlah ia.&lt;br /&gt;Walau bagaimana pun, umat Islam pada keseluruhannya berkaitan dengan ibadah haji ini terbahagi kepada beberapa golongan :&lt;br /&gt;- Golongan yang berkemampuan untuk mengerjakan ibadah Haji sehingga mereka telah mengerjakannya beberapa kali dan berkemampuan untuk mengerjakannya beberapa kali lagi jika mereka mahu.&lt;br /&gt;- Golongan yang hanya berkemampuan untuk menunaikan ibadah Haji walaupun sekali sahaja dalam hidupnya, samada telah dikerjakan atau akan dikerjakan.&lt;br /&gt;- Golongan yang langsung tidak berkemampuan untuk menunaikan ibadah Haji walaupun sekali dalam hidup sedangkan keinginan dan cita-cita tetap ada.&lt;br /&gt;- Golongan yang berkemampuan dari segi perbelanjaan dan seumpamanya tetapi belum lagi mengerjakan ibadat Haji dan tidak pernah terlintas untuk mengerjakannya walaupun ia telah berkesempatan ke tempat-tempat lain yang lebih jauh daripada itu.&lt;br /&gt;Golongan yang keempat inilah yang dibimbangi akan mati sebagai seorang Yahudi atau Nasrani. Ini berdasarkan hadis Rasulullah S.A.W yang diriwayatkan oleh Al Hakim daripada Saidina Ali yang bermaksud :&lt;br /&gt;" Sesiapa yang memiliki perbelanjaan yang melebihi dari keperluannya dan mencukupi untuk perbelanjaan menunaikan ibadah Haji serta mempunyai kenderaan yang boleh membawanya ke Baitullah dan tidak mengerjakan Haji, maka tidak ada apa yang menghalangnya dari mati sebagai seorang Yahudi atau Nasrani "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINGKATAN IBADAH HAJI&lt;br /&gt;Hampir sama seperti ibadah sembahyang dan puasa, ibadah Haji mempunyai empatperingkat yang berbeza :-&lt;br /&gt;- Haji MardudHaji mardud ialah haji yang tidak diterima olah Allah SWT lantaran kerana kekurangan syarat-syarat dan rukunnya atau sebab-sebab yang lain yang menyebabkan hajinya tidak diterima atau ditolak oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;- Haji MaqbulIalah haji yang sah dan diterima oleh Allah SWT dan orang yang mengerjakan haji maqbul ini dianggap sebagai telah menunaikan perintah Allah dan telah menyempurnakan rukun Islam yang ke lima tanpa diberi ganjaran pahala.&lt;br /&gt;- Haji MakhsusIbadah haji yang dikerjakan oleh orang-orang yang tertentu yang sempurna segala syarat dan rukunnya, ia bukan sahaja sekadar dianggap sah dan diterima oleh Allah tetapi diampunkan segala dosanya. Haji ini termasuk ke dalam apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari, Ibnu Majah, An-Nasai dan Ahmad daripada Abu Hurairah yang bermaksud :&lt;br /&gt;" Sesiapa yang menunaikan ibadah Haji, tidak ia melakukan keburukan dan kekejian, maka kembalilah ia seperti hari yang dilahirkan oleh ibunya "&lt;br /&gt;- Haji MabrurInilah tingkatan haji yang paling tinggi dan istimewa, tidak semua boleh mendapatkannya. Haji ini bukan sahaja sekadar dianggap menunaikan kewajipan, tetapi selain dari diampunkan segala dosanya, ia juga akan dimasukkan ke dalam syurga. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh At-Tabrani daripada Abdullah b. Abas yang bermaksud :&lt;br /&gt;" Haji mabrur itu, tidak ada balasan baginya melainkan Syurga "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGERTIAN HAJI MABRUR&lt;br /&gt;Haji adalah ibadah khusus, salah satu di antara rukun yang ke lima. Mengikut pengertian syarak, haji ialah mengunjungi Baitullahil Haram dalam bulan-bulan haji kerana mengerjakan tawaf, sai'e dan wukuf di Arafah dengan syarat yang tertentu dan menunaikan segala perkara -perkara yang wajib yang berkaitan dengannya.&lt;br /&gt;Adapun perkataan "MABRUR" di segi pengertian bahasanya ialah perbuatan yang tidak ada syubahat atau keraguan padanya atau hanya diertikan dengan makna yang diterima.&lt;br /&gt;Makna Haji Mabrur pada istilah ialah haji yang diterima dan balasannya yang luarbiasa iaitu Syurga, manakala lawannya ialah Haji Mardud iaitu haji yang ditolak dan tidak diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT-SYARAT HAJI MABRUR&lt;br /&gt;Untuk mencapai tingkatan haji yang mabrur, tidak semudah seperti yang disangkakan tetapi tidak mustahil untuk mendapatkannya. Ia memerlukan beberapa syarat yang tertentu berdasarkan masa-masa tertentu.&lt;br /&gt;Sebelum Menunaikan Haji&lt;br /&gt;Ada beberapa perkara yang seharusnya diperbetulkan sebelum berangkat menunaikan fardhu haji iaitu :&lt;br /&gt;- NiatNiat semata-mata kerana Allah, jangan sekali dicampur-adukkan dengan perasaan riak dan takbur. Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim daripada Umar Al-Khattab yang bermaksud " Sesungguhnya segala perbuatan itu bergantung kepada niat, dan sesungguhnya bagi setiap seorang itu apa yang diniatkan "&lt;br /&gt;- Wang PerbelanjaanWang yang digunakan untuk tujuan keperluan bagi menunaikan ibadat Haji hendaklah daripada wang yang halal, jangan sekali dicampur-adukkan dengan sesuatu yang haram atau yang syubahat.&lt;br /&gt;- Kewajipan Yang SempurnaSetelah cukup syarat yang mewajibkan seseorang itu menunaikan Haji tanpa memaksa diri sendiri untuk menunaikan haji sebelum ia berkemampuan untuk sampai kepadanya.&lt;br /&gt;Semasa Mengerjakan Haji&lt;br /&gt;Semasa mengerjakan Haji juga perlu menjaga beberapa perkara :&lt;br /&gt;- Menyempurnakan segala rukun-rukun Haji- Menyempurnakan segala perkara-perkara wajib Haji&lt;br /&gt;- Membayar segala jenis dam yang dikenakan&lt;br /&gt;- Tidak melakukan larangan ketika berihram Haji seperti persetubuhan, kemaksiatan dan kemungkaran. Firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 197 yang bermaksud :&lt;br /&gt;" Masa untuk mengerjakan Ibadah Haji itu ialah beberapa bulan termaklum, oleh yang demikian sesiapa yang telah mewajibkan dirinya dengan niat mengerjakan Ibadah Haji itu, maka tidak boleh mencampuri dan tidak boleh membuat maksiat dan tidak boleh bertengkar dalam masa mengerjakan Haji "&lt;br /&gt;Selepas Menunaikan Haji&lt;br /&gt;Orang yang telah menunaikan Haji, dianggap telah membersihkan dirinya daripada segala dosa dan kesalahan, setelah menunaikan Ibadah Haji khasnya setelah kembali ke Tanah Air maka beberapa perkara perlu diawasi :&lt;br /&gt;- Mengekalkan diri sentiasa dalam keadaan bersih dari sebarang noda dan dosa dengan menjauhkan perkara-perkara mungkar yang dilarang.&lt;br /&gt;- Memperbanyakkan amal soleh untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan&lt;br /&gt;- Memperbaiki diri ke arah yang lebih sempurna di segi akhlak dan kelakuan&lt;br /&gt;Dengan terlaksananya segala apa yang dinyatakan seperti di atas, maka besar kemungkinan seseorang itu akan mencapai ke tahap Haji Mabrur yang diidamkan oleh setiap pengunjung Baitullahil Haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;Dengan huraian yang ringkas ini, diharap akan dapat memberikan satu gambaran tentang Haji Mabrur dan pencapaiannya atau sekurang-kurangnya dapat dijadikan sebagai panduan untuk mencapai Haji Mabrur.&lt;br /&gt;Didoakan semoga kita semua akan dikurniakan taufik dan hidayah serta kemampuan untuk melaksanakan Ibadah Haji dengan sempurna dan penuh ketaqwaan, terhindar dari sifat riak yang merosakkan amalan.&lt;br /&gt;Kepada Allah diserahkan segala urusan dan kepada Allah dipohonkan ganjaran di atas setiap amal yang dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.urusanhaji.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948122980442198?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948122980442198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948122980442198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948122980442198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948122980442198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/haji-mabrur-dan-pencapaiannya-menurut.html' title='HAJI MABRUR DAN PENCAPAIANNYA MENURUT KACAMATA ISLAM'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948108609522586</id><published>2005-10-16T09:42:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T09:44:46.096-07:00</updated><title type='text'>HAJI - Hukum dan Dalilnya</title><content type='html'>Haji hukumnya fardu bagi lelaki dan wanita sekali seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil dari Alquran :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Taala mewajibkan haji bagi kaum muslimin pada tahun ke sembilan Hijrah. Nabi saw. melakukan haji hanya sekali, yaitu haji wada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil dari hadis:Rasulullah saw. bersabda, " Islam didirikan di atas lima dasar."Dalam hadis lain, Rasulullah saw. bersabda, " Tidak ada balasan haji mabrur kecuali surga. "Seterusnya Rasulullah saw. bersabda, " Barangsiapa melaksanakan haji tanpa melakukan kejahatan seksual dan tidak melakukan tindakan kefasikan, maka ia kembali seperti saat dilahirkan oleh ibunya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sabda Rasulullah saw., "Wahai manusia! Sesungguhnya telah difardukan kepadamu haji, oleh sebab itu berhajilah." Kemudian seorang lelaki berdiri dan bertanya, "Wahai Rasulullah! Apakah setiap tahunØŸ" Rasulullah saw. diam sampai pertanyaan tersebut diulang tiga kali. Kemudian beliau bersabda, "Kalau aku jawab (Ya) maka akan wajib dan kamu sekalian tidak akan mampu melaksanakannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam sepakat bahwa haji adalah rukun Islam yang ke lima, hukumnya adalah fardu. Menurut mayoritas ulama, fardunya tidak bersifat segera, tetapi dapat ditunda dari awal waktu mampu melaksanakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hajj.al-islam.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948108609522586?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948108609522586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948108609522586' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948108609522586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948108609522586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/haji-hukum-dan-dalilnya.html' title='HAJI - Hukum dan Dalilnya'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112948085758190475</id><published>2005-10-16T09:39:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T09:40:57.590-07:00</updated><title type='text'>Puasa Di Bulan Syawal</title><content type='html'>Puasa-puasa sunnah itu adalah ibadah sunnah yang masing-masing berdiri sendiri. Masing-masing punya ketentuan, hikmah, waktu pelaksanaan, tujuan dan jenis pahala sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;Terkadang bisa jadi dalam pelaksanaannya jatuh di hari yang sama. Misalnya puasa 6 hari bulan Syawwal bisa saja jatuh pada hari Senin dan Kamis, atau jatuh pada tanggal 13, 14 dan 15 bulan Hijriyah (Puasa Ayyamul Biidh). Kalau kita sengaja menjatuhkan puasa 6 hari Syawwal pada hari Senin dan Kamis, tentu tidak ada larangannya. Namun yang perlu dipasitkan adalah niatnya. Sebab puasa itu harus dengan niat, bila tidak ada niat yang pasti, tentu puasanya tidak syah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami cenderung berpendapat bahwa hanya ada satu niat untuk satu ibadah puasa. Sehingga tidak pada tempatnya bila kita melakukan satu hari ibadah puasa dengan tiga niat sekaligus. Misalnya pada hari Senin di bulan Syawwal kita berniat puasa Senin Kamis, sekaligus berniat puasa 6 hari Syawwal dan sekaligus juga berniat puasa ayyamul Biidh. Secara nalar, tiga niat untuk satu hari puasa sulit diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, tentu tidak ada larangan untuk menjatuhkan hari puasa Syawwal pada setiap hari Senin dan Kamis saja. Sebab diantara penjelasan tentang pilihan Rasulullah SAW berpuasa pada hari Senin dan Kamis adalah bahwa pada hari itu catatan amal manusia sedang dilaporkan ke langit. Dan beliau SAW ingin bila pada hari itu beliau sedang dalam keadaan puasa. Kalau pada hari itu Anda sedang berpuas meski bukan secara khusus puasa senin kami, tentu saja tidak ada larangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.syariahonline.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112948085758190475?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112948085758190475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112948085758190475' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948085758190475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112948085758190475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/puasa-di-bulan-syawal.html' title='Puasa Di Bulan Syawal'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947933590997344</id><published>2005-10-16T09:13:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T09:15:35.916-07:00</updated><title type='text'>Puasa Sunnah (Tathawwu')</title><content type='html'>Puasa Sunnah (Tathawwu') 11/29/2002 Ketika Islam melarang berpuasa pada hari-hari tertentu--sebagaimanatelah dipaparkan pada edisi yang lalu--maka Islam pun menganjurkankepada umatnya agar melakukan puasa pada hari-hari tertentu yangRasulullah saw sendiri biasa melakukan puasa pada hari-hari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Enam Hari pada Bulan Syawal Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh jamaah ahli hadiskecuali Bukhari, Nasa'i dari Abu Ayyub al-Anshari bahwa Rasulullah sawbersabda, "Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan lalumengiringinya dengan enam hari dari bulan Syawal, maka seakan-akan diatelah berpuasa selama satu tahun (sepanjang masa)."Puasa tersebut menurut Imam Ahmad dapat dilakukan berturut-turut atautidak berturut-turut dan tidak ada kelebihan antara yang satu denganyang lainnya. Sedangkan menurut golongan Hanafi dan golongan Syafi'i,lebih utama melakukannya secara berturut-turut, yaitu setelah hari raya.b. Puasa tanggal 9 Dzul Hijjah (Arafah) bagi selain orang yangmelaksanakan HajiKesunnahan berpuasa pada tanggal tersebut didasarkan pada hadis-hadis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari Abu Qatadah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Puasa hariArafah dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yangtelah berlalu dan satun tahun yang akan datang." (HR Jamaah kecualiBukhari dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari Hafshah ra, dia berkata, "Ada empat hal yang tidak pernahditinggalkan Rasulullah saw, yaitu puasa Asyura, puasa sepertiga bulan(yakni bulan Dzul Hijjah), puasa tiga hari dari tiap bulan, dan salatdua rakaat sebelum Subuh." (HR Ahmad dan Nasa'i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari Uqbah bin Amir ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "HariArafah, hari Kurban dan hari-hari Tasyriq adalah hari raya umat Islamdan hari-hari tersebut adalah hari-hari makan dan minum." HR Khamsah(lima imam hadis) kecuali Ibnu Majah dan dinyatakan sahih oleh Tirmidzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dari Ummu Fadhal, dia berkata, "Mereka merasa bimbang mengenaipuasa Nabi saw di Arafah, lalu Nabi saw saya kirimi susu. Kemudian Nabisaw meminumnya, sedang ketika itu beliau berkhotbah di depan umatmanusia di Arafah." (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Puasa Bulan Muharrom dan Sangat Dianjurkan pada Tanggal 9 dan 10(Tasu'a dan 'Asyura) Hal ini berdasarkan pada hadis-hadis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari Abu Hurairah ra dia berkata, "Rasulullah saw ditanya,'Salat apa yang lebih utama setelah salat fardhu?' Nabi menjawab, 'Salatdi tengah malam'. Mereka bertanya lagi, 'Puasa apa yang lebih utamasetelah puasa Ramadhan?' Nabi menjawab, 'Puasa pada bulan Allah yangkamu namakan Muharrom'." (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari Muawiyah bin Abu Sufyan ra, dia berkata, aku mendengarRasulullah saw bersabda, "Hari ini adalah hari 'Asyura dan kamu tidakdiwajibkan berpuasa padanya. Sekarang, saya berpuasa, maka siapa yangmau, silahkan puasa dan siapa yang tidak mau, maka silahkan berbuka."(HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dari Aisyah ra, dia berkata, "Hari 'Asyura' adalah hari yangdipuasakan oleh orang-orang Quraisy di masa jahiliyah, Rasulullah jugabiasa mempuasakannya. Dan tatkala datang di Madinah, beliau berpuasapada hari itu dan menyuruh orang-orang untuk turut berpuasa. Maka,tatkala diwajibkan puasa Ramadhan beliau bersabda, 'Siapa yang inginberpuasa, hendaklah ia berpuasa dan siapa yang ingin meninggalkannya,hendaklah ia berbuka'." (Muttafaq alaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, "Nabi saw datang ke Madinahlalu beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari 'Asyura', makaNabi bertanya, 'Ada apa ini?' Mereka menjawab, hari 'Asyura' itu haribaik, hari Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa saw dan Bani Israel darimusuh mereka sehingga Musa as berpuasa pada hari itu. Kemudian, Nabi sawbersabda, 'Saya lebih berhak terhadap Musa daripada kamu', lalu Nabi sawberpuasa pada hari itu dan menganjurkan orang agar berpuasa pada hariitu. " (Muttafaq alaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dari Abu Musa al-Asy'ari ra, dia berkata, "Hari 'Asyura' itudiagungkan oleh orang Yahudi&lt;br /&gt;dan mereka menjadikan sebagai hari raya.Maka, Rasulullah saw bersabda,"Berpuasalah pada hari itu." (Muttafaqalaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dari Ibnu Abbas ra, dia berkata, "Tatkala Rasulullah sawberpuasa pada hari 'Asyura' dan memerintahkan orang-orang agar berpuasapada hari itu, mereka berkata, "Ya Rasulullah, ia adalah hari yangdiagungkan oleh orang Yahudi dan Nashrani," maka Nabi saw bersabda,"Jika datang tahun depan, insya Allah kami berpuasa pada hari kesembilan(dari bulan Muharrom)." Ibnu Abbas ra berkata, "Maka belum lagi datangtahun depan, Rasulullah saw sudah wafat." (HR Muslim dan Abu Daud).Para ulama menyebutkan bahwa puasa Asyura' itu ada tiga tingkat: tingkatpertama, berpuasa selama tiga hari yaitu hari kesembilan, kesepuluh dankesebelas. Tingkat kedua, berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh.Tingkat ketiga, berpuasa hanya pada hari kesepuluh saja.d. Berpuasa pada Sebagian Besar Bulan Sya'ban Hal ini berdasarkan hadis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dari Aisyah ra berkata, "Saya tidak melihat Rasulullah sawmelakukan puasa dalam waktu sebulan penuh, kecuali pada bulan Ramadhandan tidak satu bulan pun yang Nabi saw banyak melakukan puasa didalamnya daripada bulan Sya'ban." (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dari Usamah bin Zaid ra berkata, Aku berkata, "Ya Rasulullah saw, tidak satu bulan yang Anda banyak melakukan puasa daripada bulanSya'ban !" Nabi menjawab: "Bulan itu sering dilupakan orang, karenaletaknya antara Rajab dan Ramadhan, sedang pada bulan itulah amal-amalmanusia diangkat (dilaporkan) kepada Tuhan Rabbul 'Alamin. Maka, sayaingin amal saya dibawa naik selagi saya dalam berpuasa." (HR Nasa'i dandinyatakan sahih oleh Ibnu Khuzaimah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Berpuasa pada Hari Senin dan Kamis Hal ini berdasarkan pada hadis Abu Hurairah ra, bahwa Nabi saw lebihsering berpuasa pada hari Senin dan Kamis, lalu orang-orang bertanyakepadanya mengenai sebab puasa tersebut, lalu Nabi saw menjawab,"Sesungguhnya amalan-amalan itu dipersembahkan pada setiap Senin danKamis, maka Allah berkenan mengampuni setiap muslim, kecuali dua orangyang bermusuhan, maka Allah berfirman, "Tangguhkanlah kedua orang (yangbermusuhan ) itu!" (HR Ahmad dengan sanad yang sahih).Dalam sahih Muslim diriwayatkan bahwa Nabi saw ditanya orang mengenaiberpuasa pada hari Senin, maka beliau bersabda, "Itu hari kelahirankudan pada hari itu pula wahyu diturunkan kepadaku." (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Berpuasa Tiga Hari Setiap Bulan Dari Abu Dzarr al-Ghiffari ra berkata, "Kami diperintah Rasulullah sawuntuk melakukan puasa tiga hari dari setiap bulan, yaitu hari-hariterang bulan, yakni tanggal 13, 14 dan 15, sembari Rasul saw bersabda,'Puasa tersebut seperti puasa setahun (sepanjang masa)'." (HR Nasa'i dandishahihkan oleh Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Berpuasa Selang-seling (Seperti Puasa Daud) Dari Abdullah bin Amr berkata, Rasulullah saw telah bersabda, "Puasayang paling disukai Allah adalah puasa Daud dan salat yang palingdisukai Allah adalah salat Daud. Ia tidur seperdua (separoh) malam,bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya, dan ia berpuasa satu harilalu berbuka satu hari."Referensi: 1. Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq2. Tamamul Minnah, Muhammad Nashirudddin al-AlbaniAl-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;groups.or.id/pipermail&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947933590997344?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947933590997344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947933590997344' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947933590997344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947933590997344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/puasa-sunnah-tathawwu.html' title='Puasa Sunnah (Tathawwu&apos;)'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947901361398844</id><published>2005-10-16T09:07:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T09:10:13.616-07:00</updated><title type='text'>PUASA-PUASA SUNAT</title><content type='html'>PUASA ISNIN DAN KHAMIS.&lt;br /&gt;Dalil tentang sunat berpuasa pada setiap hari Isnin dan Khamis&lt;br /&gt;Hadis Rasulullah s.a.w :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya :&lt;br /&gt;Daripada Aisyah r.a katanya : Adalah Rasulullah s.a.w bersungguh-sungguh dalam berpuasa pada hari isnin dan khamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUASA 3 HARI DALAM SEBULAN.&lt;br /&gt;Dalil tentang sunat berpuasa pada 3 hari setiap bulan&lt;br /&gt;Hadis Rasulullah s.a.w :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada Abi Hurairah r.a katanya : Rasulullah telah berwasiat kepadaku tiga perkara, iaitu puasa tiga hari setiap bulan, sembahyang Dhuha dua rakaat dan sembahyang sebelum tidur.&lt;br /&gt;Hadis Rasulullah s.a.w :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya :&lt;br /&gt;Daripada Qatadah bin Miljan r.a katanya : Adalah Rasulullah s.a.w menganjurkan kepada kami puasa pada hari-hari cerah (bulan purnama) iaitu 13, 14 dan 15 haribulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUASA 6 HARI DALAM BULAN SYAWAL&lt;br /&gt;Dalil dan kelebihan puasa ini.&lt;br /&gt;Hadis yang diriwayatkan oleh Jabir r.a, Sabda Rasulullah s.a.w :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya :&lt;br /&gt;Barang sesiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan lalu diiringi dengan enam hari daripada bulan Syawal, maka seolah-olah dia telah berpuasa sepanjang masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUASA SUNAT PADA * ZULHIJJAH&lt;br /&gt;Kaum muslimin disunatkan berpuasa pada hari ini disebabkan hari ini adalah hari yang dikenali sebagai hari Tarwiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUASA HARI ARAFAH&lt;br /&gt;Dalil tentang puasa ini berdasarkan kepada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qatadah, sabda Rasulullah s.a.w :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya :&lt;br /&gt;Puasa hari arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Assyura menghapuskan dosa setahun yang lepas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUASA SEPULUH HARI DI BULAN DHUHA&lt;br /&gt;Kelebihan berpuasa di hari ini&lt;br /&gt;Hadis daripada Ibu Abbas r.a bahawa Rasulullah s.a.w bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya :&lt;br /&gt;Tidak ada mana-mana hari-hari beramal padanya yang lebih disukai oleh Allah SWT. dari hari-hari ini iaitu hari kesepuluh daripada bulan Zulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah ! walaupun jihad pada jalan Allah ? Sabda Rasulullah : Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (Syahid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUASA HARI ASSYURA 10 MUHARRAM&lt;br /&gt;Dalil tentang berpuasa pada hari ini ialah :&lt;br /&gt;Maksudnya :&lt;br /&gt;Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a bahawa Rasulullah s.a.w telah berpuasa pada hari Assyura dan baginda menyuruh orang supaya berpuasa.&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. r.a :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya :&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w : Berpuasalah kamu pada hari Asyura (10 Muharram), dan bezakan kamu dengan orang-orang yahudi (yang hanya berpuasa hari ke-10 Muharram sahaja), hendaklah kamu berpuasa sehari sebelumnya atau selepasnya.&lt;br /&gt;Dan dalam riwayat lain : Dan sekiranya aku masih ada dikalangan kamu, nescaya aku akan berpuasa hari yang ke-9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUASA BULAN REJAB&lt;br /&gt;Kelebihan berpuasa di bulan ini.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w :&lt;br /&gt;Maksudnya :&lt;br /&gt;Sesungguhnya di dalam Syurga terdapat satu sungai yang bernama Rejab, airnya terlebih putih daripada susu dan terlebih manis daripada madu ; barang sesiapa yang berpuasa sehari daripada bulan Rejab, maka Allah akan memberi minum kepadanya dari sungai itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PUASA BULAN SYAABAN&lt;br /&gt;Puasa di bulan ini merupakan sunnah Rasulullah s.a.w :&lt;br /&gt;Hadis daripada Aisyah r.a. katanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya :&lt;br /&gt;Aku tidak pernah melihat Rasulullah s.a.w telah menyempurnak puasa selama sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat Rasulullah telah berpuasa dalam sebulan lebih daripada puasa baginda pada bulan Syaaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://members.tripod.com/ahmad_awang/puasasunat.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947901361398844?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947901361398844/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947901361398844' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947901361398844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947901361398844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/puasa-puasa-sunat.html' title='PUASA-PUASA SUNAT'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947881784957053</id><published>2005-10-16T09:05:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T09:06:57.850-07:00</updated><title type='text'>HUKUM MENGQADHA ENAM HARI PUASA SYAWAL</title><content type='html'>Puasa enam hari di bulan Syawal, sunat hukumnya dan bukan wajib berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam."Artinya : Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan kemudian disusul dengan puasa enam hari di bulan Syawal maka puasanya itu bagaikan puasa sepanjang tahun" [Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa puasa enam hari itu boleh dilakukan secara berurutan ataupun tidak berurutan, karena ungkapan hadits itu bersifat mutlak, akan tetapi bersegera melaksanakan puasa enam hari itu adalah lebih utama berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : ..Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)" [Thaha : 84]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasarakan dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah yang menunjukkan kutamaan bersegera dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Tidak diwajibkan untuk melaksanakan puasa Syawal secara terus menerus akan tetapi hal itu adalah lebih utama berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus dikerjakan walaupun sedikit"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak disyari'atkan untuk mengqadha puasa Syawal setelah habis bulan Syawal, karena puasa tersebut adalah puasa sunnat, baik puasa itu terlewat dengan atau tanpa udzur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUKUM PUASA SUNNAH BAGI WANITA BERSUAMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OlehSyaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Shalih Al-Fauzan ditanya : Bagaimanakah hukum puasa sunat bagi wanita yang telah bersuami ?&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Tidak boleh bagi wanita untuk berpuasa sunat jika suaminya hadir (tidak musafir) kecuali dengan seizinnya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Tidak halal bagi seorang wanita unruk berpuasa saat suminya bersamanya kecuali dengan seizinnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam riwayat lain disebutkan : "kecuali puasa Ramadhan"Adapun jika sang suami memperkenankannya untuk berpuasa sunat, atau suaminya sedang tidak hadir (bepergian), atau wanita itu tidak bersuami, maka dibolehkan baginya menjalankan puasa sunat, terutama pada hari-hari yang dianjurkan untuk berpuasa sunat yaitu : Puasa hari Senin dan Kamis, puasa tiga hari dalam setiap bulan, puasa enam hari di bulan Syawal, puasa pada sepuluh hari di bulan Dzulhijjah dan di hari 'Arafah, puasa 'Asyura serta puasa sehari sebelum atau setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita 1, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq, Penerjemah Amir Hazmah Fakhruddin]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.almanhaj.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947881784957053?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947881784957053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947881784957053' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947881784957053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947881784957053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/hukum-mengqadha-enam-hari-puasa-syawal.html' title='HUKUM MENGQADHA ENAM HARI PUASA SYAWAL'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947868609740230</id><published>2005-10-16T09:03:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T09:04:46.106-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan Sebentar Lagi</title><content type='html'>Kedatangan bulan Ramadhan adalah merupakan rahmat bagi setiap orang yang beriman. Di bulan ini dibukakan segala pintu-pintu langit, pintu-pintu syurga dan pintu-pintu rahmat. Setiap amal kebajikan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Doa mudah dikabulkan dan pintu pengampunan terbuka luas bagi setiap orang yang beriman dan orang-orang yang kembali ke jalan Allah Subhanahu wa Taala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang beriman, sudah setentunya tidak ingin terlepas segala peluang yang ada. Lebih-lebih lagi di bulan ini banyak keistimewaan dan ganjaran pahalanya. Untuk itu Irsyad Hukum kali ini mengingatkan supaya sama-samalah kita mempersiapkan diri sebelum menempuh kehadiran bulan Ramadhan, yaitu dengan mendalami perkara yang dilarang dan yang disunatkan ketika melaksanakan puasa serta kewajiban-kewajiban lain yang perlu dilunaskan sebelum kedatangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Sebelum Menjelang Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merasa Gembira Dan Berdoa&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam menggembirakan para sahabatnya dalam menyambut tibanya bulan Ramadhan ketika Baginda menyampaikan khutbah kepada para sahabat yang antara lain mengandung beberapa panduan dan dorongan untuk memperbanyak amal ibadat dalam bulan Ramadhan. Panduan dan dorongan yang diberikan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam itu membuat para sahabat merasa gembira menyambut tibannya bulan Ramadhan yang mulia.Sehubungan dengan kegembiraan menyambut Ramadhan itu, at-Thabarani dan lain-lain meriwayatkan daripada Anas Radhiallahu anhu, bahawa Nabi Shallallahu alaihi wasallam sebelum tiba bulan Ramadhan, mulai daripada masuk bulan Rejab, Baginda sering berdoa. Antara doa Baginda ialah:Ya Allah, berilah keberkatan kepada kami di bulan Rajab dan Syaban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Puasa Sunat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bulan Ramadhan, yaitu di bulan Syaban, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam memperbanyak puasa sunat. Oleh itu memperbanyak puasa sunat di bulan Syaban adalah sangat digalakkan karena mencontohi amalan Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, kalau tidak dapat dibuat semuanya, maka janganlah ditinggalkan semua. Bukan saja bagi mencukupi ganjaran pahala dan rahmat Allah Taâ€™ala, bahkan bagi melatih diri berpuasa sebelum datangnya bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mengqadha Puasa Wajib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa Ramadhan yang tertinggal tetap wajib diqadha pada masa-masa tertentu. Bulan Syaban merupakan masa atau peluang terakhir buat tahun itu untuk mengqadha puasa Ramadhan yang tertinggal itu. Maksud peluang terakhir di sini ialah bagi meninggalkan membayar fidyah, karena jika telah masuk bulan Ramadhan, sedangkan puasa Ramadhan tahun yang sebelumnya belum diqadha, maka di samping kewajiban mengqadhanya, wajib pula mengeluarkan fidyahnya.Bagi siapa yang masih belum mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu, baguslah mengambil kesempatan mengqadhanya pada bulan Syaban ini agar tidak terkena membayar fidyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membayar Fidyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fidyah dalam hal puasa berarti bayaran denda kerana tidak berpuasa Ramadhan dengan sebab-sebab tertentu atau karena melambat-lambatkan mengqadha puasa Ramadhan sehingga masuk Ramadhan berikutnya. Antara sebab-sebab wajib mengeluarkan fidyah puasa ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Tidak berupaya berpuasa, yaitu seseorang yang wajib berpuasa tetapi tidak sanggup lagi mengerjakannya disebabkan tua atau lemah. Sekiranya dia berpuasa, dia tidak akan dapat menanggung kepayahannya. Maka orang sedemikian wajib membayar fidyah saja dan tidak diwajibkan mengqadha puasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Orang yang sakit tidak ada harapan sembuh dan tidak berupaya melakukan puasa. Maka dia wajib membayar fidyah saja tanpa mengqadha puasanya. Sementara orang sakit yang ditakuti akan bertambah sakitnya jika dia berpuasa tetapi ada harapan untuk sembuh, maka tidak wajib baginya berpuasa. Tetapi apabila dia sembuh wajib atasnya mengqadha puasa yang ditinggalkannya itu tanpa membayar fidyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Perempuan hamil atau yang sedang menyusukan anak, yaitu jika sekiranya mereka berpuasa maka ditakuti akan mendatangkan mudarat kepada anak yang dikandung atau boleh mengurangkan air susu yang akan memberi kesan kurang baik kepada anak yang menyusu. Dalam hal ini, di samping mereka diwajibkan membayar fidyah, mereka juga wajib mengqadha puasanya. Namun jika dia berbuka karena merasa takut akan kemudaratan dirinya saja atau takut akan kemudaratan dirinya dan juga anaknya, maka wajib dia mengqadha puasa saja tanpa membayar fidyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tidak mengqadha puasa Ramadhan pada tahun lalu sehingga masuk Ramadhan berikutnya tanpa unsur syari. Di samping wajib ke atasnya membayar fidyah (satu cupak bagi sehari puasa), dia juga wajib mengqadha puasa yang ditinggalkannya itu. Kadar jumlah fidyah tersebut akan berganda (2 cupak bagi sehari puasa) jika ditangguhkan lagi sehingga datang tahun berikutnya. Demikianlah seterusnya, setahun ke setahun kadar jumlah fidyah akan berganda-ganda jika qadha puasa tidak ditunaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendalami Perkara Dilarang Dan Yang Disunatkan Ketika Puasa&lt;br /&gt;Setiap muslim hendaklah mengetahui perkara-perkara yang dilarang ketika puasa serta menjaga adab-adabnya, agar puasa itu diterima Allah Subhanahu wa Taâ€™ala dan sempurna pula pelaksanaannya. Demikian juga, setiap muslim hendaklah mengetahui perkara-perkara yang disunatkan ketika berpuasa agar mendapat ganjaran pahala yang berlipat ganda serta mendapat rahmat Allah Subhanahu wa Taala. Antara perkara-perkara yang sepatutnya bahkan wajib diketahui ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adab-Adab PuasaAntara adab-adab yang perlu dijaga ketika seseorang menjalani ibadat puasa ialah:&lt;br /&gt;a. Menutup pandangan daripada melihat perkara-perkara yang diharamkan oleh syara dan daripada melihat perkara-perkara yang boleh melalaikan hati daripada mengingati Allah Taala.&lt;br /&gt;b. Menutup telinga daripada mendengar perkara-perkara yang diharamkan supaya tidak tergolong ke dalam golongan orang-orang yang suka mendengar berita bohong.&lt;br /&gt;c. Menjaga lidah daripada mengeluarkan kata-kata yang tidak berfaedah seperti berbual-bual kosong, lebih-lebih lagi yang dituntut supaya menjaga lidah daripada mengeluarkan kata-kata yang diharamkan, seperti mengumpat, berdusta, memfitnah, berbantah-bantah karena perkelahian, bersumpah bohong dan yang seumpamanya.&lt;br /&gt;d. Memelihara seluruh anggota yang lain seperti tangan, kaki dan sebagainya daripada melakukan perkara-perkara yang tidak berfaedah dan yang diharamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Perkara-Perkara Sunat Ketika PuasaTerdapat beberapa perkara yang sunat dilakukan oleh orang berpuasa, antaranya ialah:&lt;br /&gt;a. Sunat bagi orang yang hendak mengerjakan puasa itu bersahur dengan sesuatu makanan walaupun dengan sebiji kurma ataupun seteguk air, karena bersahur itu mengandung keberkatan. Antara keberkatannya ialah, dapat membantu seseorang menyiapkan ketahanan dirinya dari segi fizikal untuk mengerjakan ibadat puasa di siang hari, ia juga dapat membantu mengisi keperluan rohaninya dengan merebut peluang untuk bertahajjud, berzikir, beristighfar dan berdoa pada waktu sahur.&lt;br /&gt;b. Sunat melambatkan sahur sehingga hampir waktu fajar yaitu kira-kira pada kadar membaca lima puluh atau enam puluh ayat sebelum terbit fajar. Antara tujuannya ialah untuk memendekkan masa menahan diri daripada kelaparan dan daripada melakukan perkara-perkara yang membatalkan puasa.&lt;br /&gt;c. Sunat bagi orang yang berpuasa menyegerakan berbuka puasa terlebih dahulu sebelum dia mengerjakan sembahyang Maghrib yaitu sunat berbuka puasa dengan tiga biji kurma basah (ruthab). Jika tidak ada, memadai dengan kurma kering (tamar) dan jika tidak ada, memadai dengan beberapa teguk air. Sesudah selesai menunaikan sembahyang Maghrib barulah menikmati hidangan yang lain.&lt;br /&gt;d. Sunat bagi orang yang berpuasa itu sentiasa membasahkan bibirnya dengan berzikir dan berdoa sepanjang hari dia menjalani ibadat puasa, lebih-lebih lagi yang dituntut ketika waktu berbuka puasa karena doa orang berpuasa ketika dia berbuka sangat mustajab dan tidak tertolak.&lt;br /&gt;e. Memperbanyak membaca al-Quran. Al-Imam an-Nawawi menegaskan di dalam kitabnya al-Azkar bahawa hari-hari yang terbaik membaca al-Quran ialah pada hari Jumaat, Senin, Kamis, hari Arafah (9 Zulhijjah), sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah dan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, kemudian bulan terbaik adalah bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;Oleh itu, di bulan Ramadhan inilah kesempatan yang paling berharga yang sepatutnya digunakan dengan sebaik-baik mungkin untuk memperbanyakkan membaca Al-Quran, sama ada secara bertadarus ataupun secara sendirian.&lt;br /&gt;f. Memperbanyakkan sedekah di bulan Ramadhan. Karena Nabi Shallallahu alaihi wasallam adalah orang yang paling pemurah dan dermawan, lebih-lebih lagi ketika bulan Ramadhan. Antara lain fungsi sedekah di bulan Ramadhan itu ialah untuk menutupi atau menambal kecacatan atau kekurangan pada puasa seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Perkara-Perkara Membatalkan Puasa&lt;br /&gt;a. Perempuan yang datang haidh atau nifas ketika dia sedang berpuasa, maka batal puasa tersebut dan wajib diqadha.&lt;br /&gt;b. Makan dan minum dengan sengaja di siang hari bulan Ramadhan. Perbuatan demikian haram hukumnya dan wajib diqadha puasa tersebut.&lt;br /&gt;c. Muntah dengan sengaja. Yaitu melakukan sesuatu yang menyebabkan dia muntah seperti menjulur-julurkan lidahnya ke langit-langit kemudian dia muntah dengan sebab perbuatannya itu.&lt;br /&gt;d. Mengeluarkan air mani dengan sengaja sama ada dengan menggunakan tangan, menyentuh, menyenggol, dengan sebab berpeluk-peluk, bercium-cium atau seumpamanya.&lt;br /&gt;e. Orang yang sedang berpuasa menjadi gila dengan tiba-tiba, sekalipun gilanya itu hanya dalam tempo seketika. Orang gila tersebut tidak diwajibkan qadha puasanya.&lt;br /&gt;f. Orang yang sedang berpuasa yang hilang akal seperti pitam, pingsan atau mabuk sepanjang hari yaitu daripada terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa orang tersebut batal dan wajib diqadha. Jika dia sadar dalam tempo tersebut walau hanya sesaat, maka sah puasanya.&lt;br /&gt;g. Orang yang sedang berpuasa apabila murtad (keluar dari agama Islam), walaupun sekejap, maka batal puasanya dan wajib qadha apabila dia kembali semula kepada Islam.&lt;br /&gt;h. Orang yang sedang berpuasa apabila bersetubuh pada siang hari dengan sengaja dengan memasukkan hasyafah atau kadarnya pada qubul atau dubur manusia atau binatang, maka batal puasa orang yang melakukan persetubuhan itu dan wajib dia mengqadha puasanya serta menunaikan kaffarah. Begitu juga kepada orang yang disetubuhi adalah batal juga puasanya, tetapi wajib dia mengqadhanya saja tanpa kaffarah.&lt;br /&gt;Kaffarah karena persetubuhan tersebut ialah memerdekakan seorang hamba. Jika tidak memperolehinya, maka hendaklah berpuasa dua bulan berturut-turut dan jika tidak berdaya hendaklah memberi makan enam puluh orang miskin.&lt;br /&gt;i. Memasukkan sesuatu benda ke dalam rongga dengan sengaja melalui lubang yang terbuka dari bagian tubuh manusia.&lt;br /&gt;Maksud dengan benda di sini ialah apa-apa jua benda walaupun sedikit, sama ada yang boleh dimakan seperti sebiji lenga atau yang tidak boleh dimakan seperti sebutir pasir. Tidak termasuk maksud benda itu ialah rasa, warna atau bau.&lt;br /&gt;Yang dimaksudkan dengan lubang yang terbuka itu ialah tempat masuk atau keluar sesuatu, sama ada lubang itu semula jadi adanya seperti mulut, hidung dan sebagainya atau yang baru wujud seperti perut atau kepala yang ditebuk.&lt;br /&gt;Adapun maksud sengaja itu pula ialah dilakukan oleh dirinya sendiri atau dilakukan oleh orang lain dengan keizinannya.&lt;br /&gt;Manakala maksud rongga pula ialah apa-apa sahaja yang dinamakan rongga sama ada rongga itu mempunyai kuasa memproses makanan atau obat ataupun tidak seperti rongga otak, kerongkong atau rongga mulut, rongga hidung, rongga telinga, perut, dubur, faraj, pundi-pundi kencing, lubang tempat keluar air kencing lelaki dan lubang tempat keluar air susu (al-ihlil).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpuasa bukan hanya memelihara dan menjaga perkara-perkara yang boleh membatalkan puasa, akan tetapi lebih jauh daripada itu ialah menjaga perkara-perkara yang boleh mendatangkan haram kepada mana-mana anggota tubuh badan. Oleh karena itu kita telah diperingatkan bahwa berapa banyak orang puasa yang tidak dapat apa-apa pahala melainkan lapar dan dahaga.&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan adalah musim memperoleh untung dan laba besar, karena ganjaran pahala ibadat -sembahyang umpamanya- dilipat gandakan sehingga menjadi 70 kali lipat, bahkan pahala puasa itu sendiri hanya Allah saja yang mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika berpuasa tinggalkan perkara-perkara yang boleh melalaikan atau menyebabkan susut nilai amalan di bulan Ramadhan, lebih-lebih lagi 10 terakhir di bulan yang mulia itu, yang di dalamnya ada satu hari yang lebih baik daripada 1000 bulan. Kalau hendak berbelanja karena hari raya -bukan membazir atau memboros- berbelanjalah dari sekarang. Supaya masa-masa di bulan Ramadhan hanya akan dipenuhi dengan amal ibadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motor3.5_1f@mkpi.panasonic.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947868609740230?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947868609740230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947868609740230' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947868609740230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947868609740230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/ramadhan-sebentar-lagi.html' title='Ramadhan Sebentar Lagi'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947853436048846</id><published>2005-10-16T09:00:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T09:02:14.376-07:00</updated><title type='text'>16 Kekeliruan Umum Selama Ramadhan</title><content type='html'>Meski Ramadhan bulan adalah bulan ampunan, untuk menyambut bulan suci Ramadhan yang kini menyapa kita, di bawah ini kami sarikan 16 kekeliruan umum yang sering dialami umat Islam selama Ramadhan Hanya orang yang tidak tahu dan enggan saja yang tidak segera bergegas menyambut bulan suci ini dalam arti yang sebenarnya, lahir maupun batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak orang yang berpuasa (tapi) tak memperoleh apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga belaka. (HR. Ibnu Majah &amp; Nasai) Namun, setiap kali usai kita menunaikan ibadah shiyam, nampaknya terasa ada saja yang kurang sempurna dalam pelaksanaannya, semoga poin-poin kesalahan yang acap kali masih terulang dan menghinggapi sebagian besar umat ini dapat memberi kita arahan dan panduan agar puasa kita tahun ini, lebih paripurna dan bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Merasa sedih, malas, loyo dan tak bergairah menyambut bulan suci Ramadhan Acapkali perasaan malas segera menyergap mereka yang enggan menahan rasa payah dan penat selama berpuasa. Mereka berasumsi bahwa puasa identik dengan istirahat, break dan aktifitas-aktifitas non-produktif lainnya, sehingga ini berefek pada produktifitas kerja yang cenderung menurun. Padahal puasa mendidik kita untuk mampu lebih survive dan lebih memiliki daya tahan yang kuat. Sejarah mencatat bahwa kemenangan-kemenangan besar dalam futuhaat (pembebasan wilayah yang disertai dengan peperangan) yang dilancarkan oleh Rasul dan para sahabat, terjadi di tengah bulan Ramadhan. Semoga ini menjadi motivator bagi kita semua, agar tidak bermental loyo &amp;amp; malas dan tidak berlindung di balik kata Aku sedang puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berpuasa tapi enggan melaksanakan shalat fardhu lima waktu Ini penyakit yang diakui atau tidak menghinggapi sebagian umat Islam, mereka mengira bahwa Ramadhan cukup dijalani dengan puasa semata, tanpa mau repot mengiringinya dengan ibadah shalat fardhu. Padahal shalat dan puasa termasuk rangkaian kumulatif (rangkaian yang tak terpisah/satu paket) rukun Islam, sehingga konsekwensinya, bila salah satunya dilalaikan, maka akan berakibat gugurnya predikat Muslim dari dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Berlebih-lebihan dan boros dalam menyiapkan dan menyantap hidangan berbuka serta sahurIni biasanya menimpa sebagian umat yang tak kunjung dewasa dalam menyikapi puasa Ramadhan, kendati telah berpuluh-puluh kali mereka melakoni bulan puasa tetapi tetap saja paradigma mereka tentang ibadah puasa tak kunjung berubah. Dalam benak mereka, saat berbuka adalah saat balas dendam atas segala keterkekangan yang melilit mereka sepanjang + 12 jam sebelumnya, tingkah mereka tak ubahnya anak berusia 8-10 tahun yang baru belajar puasa kemarin sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berpuasa tapi juga melakukan maksiat Asal makna berpuasa bermakna menahan diri dari segala aktifitas, dalam Islam, ibadah puasa membatasi kita bukan hanya dari aktifitas yang diharamkan di luar Ramadhan, bahkan puasa Ramadhan juga membatasi kita dari hal-hal yang halal di luar Ramadhan, seperti; Makan, minum, berhubungan suami-istri di siang hari. Kesimpulannya, jika yang halal saja kita dibatasi, sudah barang tentu hal yang haram, jelas lebih dilarang. Sehingga dengan masa training selama sebulan ini akan mendidik kita menahan pandangan liar kita, menahan lisan yang tak jarang lepas kontrol, dsb. Barang siapa yang belum mampu meninggalkan perkataan dosa (dusta, ghibah, namimah dll.) dan perbuatan dosa, maka Allah tak membutuhkan puasanya (pahala puasanya tertolak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sibuk makan sahur sehingga melalaikan shalat shubuh, sibuk berbuka sehingga melupakan shalat maghrib Para pelaku poin ini biasanya derivasi dari pelaku poin 3, mengapa ? Sebab cara pandang mereka terhadap puasa tak lebih dari ; Agar badan saya tetap fit dan kuat selama puasa, maka saya harus makan banyak, minum banyak, tidur banyak sehingga saya tak loyo. Kecenderungan terhadap hak-hak badan yang over (berlebihan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Masih tidak merasa malu membuka aurat (khusus wanita muslimah) Sebenarnya momen Ramadhan bila dijalani dengan segala kerendahan hati, akan mampu menyingkap hijab ketinggian hati dan kesombongan sehingga seorang Muslimah akan mampu menerima segala tuntunan dan tuntutan agama ini dengan hati yang lapang. Menutup aurat, misalnya, akan lebih mudah direalisasi ketimbang di bulan selain Ramadhan. Mari kita hindari sifat-sifat nifaq yang pada akhir-akhir ini sangat diumbar dan dianggap sah, Ramadhan serba tertutup, saat lepas Ramadhan, lepas pula jilbabnya, inilah sebuah contoh pemahaman agama yang parsial (setengah-setengah), tidak utuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menghabiskan waktu siang hari puasa dengan tidur berlebihanBarangkali ini adalah akibat dari pemahaman yang kurang tepat dari sebuah hadits Rasul yang berbunyi Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Memang selintas prilaku tidur di siang hari adalah sah dengan pedoman hadits diatas, namun tidur yang bagaimana yang dimaksud oleh hadits diatas? Tentu bukan sekedar tidur yang ditujukan untuk sekedar menghabiskan waktu, menunggu waktu ifthar (berbuka) atau sekedar bermalas-malasan, sehingga tak heran bila sebagian -besar- umat ini bermental loyo saat berpuasa Ramadhan. Lebih tepat bila hadits diatas difahami dengan; Aktifitas tidur ditengah puasa yang berpahala ibadah adalah bila ; Tidur proporsional tersebut adalah akibat dari letih dan payahnya fisik kita setelah beraktifitas; Mencari rezeki yang halal, beribadah secara khusyu dsb. Tidur proporsional tersebut diniatkan untuk persiapan qiyamullail (menghidupkan saat malam hari dengan ibadah) Tidur itu diniatkan untuk menghindari aktifitas yang bila tidak tidur- dikhawatirkan akan melanggar rambu-rambu ibadah Ramadhan, semisal ghibah (menggunjing), menonton acara-acara yang tidak bermanfaat, jalan-jalan untuk cuci mata dsb. Pemahaman hadits diatas nyaris sama dengan pemahaman hadits yang menyatakan bahwa bau mulut orang yang berpuasa lebih harum daripada minyak misk (wangi) disisi Allah, bila difahami selintas maka akan menghasilkan pengamalan hadits yang tidak proporsional, seseorang akan meninggalkan aktifitas gosok gigi dan kebersihan mulutnya sepanjang 29 hari karena ingin tercium bau wangi dari mulutnya, faktanya bau mulut orang yang berpuasa tetap saja akan tercium kurang sedap karena faktor-faktor alamiyah, adapun bau harum tersebut adalah benar adanya secara maknawi tetapi bukan secara lahiriyah, secara fiqh pun, bersiwak atau gosok gigi saat puasa adalah mubah (diperbolehkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Meninggalkan shalat tarwih tanpa udzur/halanganBenar bahwa shalat tarawih adalah sunnah tetapi bila dikaji secara lebih seksama niscaya kita akan dapatkan bahwa berpuasa Ramadhan minus shalat tarawih adalah suatu hal yang disayangkan, mengingat amalan sunnah di bulan ini diganjar sama dengan amalan wajib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Masih sering meninggalkan shalat fardhu 5 waktu secara berjamaah tanpa udzur/halangan ( terutama untuk laki-laki muslim ) Hukum shalat fardhu secara berjamaah di masjid di kalangan para fuqaha adalah fardhu kifayah, bahkan ada yang berpendapat bahwa hukumnya adalah fardhu ain, berdasarkan hadits Rasulullah SAW yang mengisahkan bahwa beliau rasanya ingin membakar rumah kaum Muslimin yang tidak shalat berjamaah di masjid, sebagai sebuah ungkapan atas kekecewaan beliau yang dalam atas kengganan umatnya pergi ke masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bersemangat dan sibuk beribadah sunnah selama Ramadhan tetapi setelah Ramadhan berlalu, shalat fardhu lima waktu masih tetap saja dilalaikanIni pun contoh dari orang yang tertipu dengan Ramadhan, hanya sedikit lebih berat dibanding poin-poin diatas. Karena mereka Hanya beribadah di bulan Ramadhan, itupun yang sunnah-sunnah saja, semisal shalat tarawih, dan setelah Ramadhan berlalu, berlalu pula ibadah shalat fardhunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Semakin jarang membaca Al Quran dan maknanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Semakin jarang bershadaqah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Tidak termotivasi untuk banyak berbuat kebajikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tidak memiliki keinginan di hatinya untuk memburu malam Lailatul QadarPoin nomor 8, 10, 11, 12 dan 13 secara umum, adalah indikasi-indikasi kecilnya ilmu, minat dan apresiasi yang dimiliki oleh seseorang terhadap bulan Ramadhan, karena semakin besar perhatian dan apresiasi seseorang kepada Ramadhan, maka sebesar itu pula ibadah yang dijalankannya selama Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Biaya belanja &amp; pengeluaran ( konsumtif ) selama bulan Ramadhan lebih besar &amp;amp; lebih tinggi daripada pengeluaran di luar bulan Ramadan (kecuali bila biaya pengeluaran itu untuk shadaqah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Lebih menyibukkan diri dengan belanja baju baru, camilan &amp;amp; masak-memasak untuk keperluan hari raya pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Lebih sibuk memikirkan persiapan hari raya daripada amalan puasa Mereka lebih sibuk apa yang dipakai di hari raya dibanding memikirkan apakah puasanya pada tahun ini diterima oleh Allah Taaala atau tidak Orang-orang yang biasanya mengalami poin-poin nomor 14, 15 dan 16 adalah orang-orang yang tertipu oleh fatamorgana Ramadhan, betapa tidak ? Pada hari-hari puncak Ramadhan, mereka malah menyibukkan diri mereka dan keluarganya dengan belanja ini-itu, substansi puasa yang bermakna menahan diri, justru membongkar jati diri mereka yang sebenarnya, pribadi-pribadi produk Ramadhan yang nampak begitu konsumtif, memborong apa saja yang mereka mampu beli. Tak terasa ratusan ribu hingga jutaan rupiah mengalir begitu saja, padahal di luar Ramadhan, belum tentu mereka lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sentilan yang menyatakan bahwa orang Islam tidak konsisten dengan agamanya, karena di bulan Ramadhan yang seharusnya bersemangat menahan diri dan berbagi, ternyata malah memupuk semangat konsumerisme dan cenderung boros, dapat menggugah kita dari fatamorgana Ramadhan. Semoga Allah menganugerahi kita dengan rahmat-Nya, sehingga mampu menghindari kesalahan-kesalahan yang kerap kali menghinggapi mayoritas umat ini, amin. Hanya dengan keikhlasan, perenungan dan napak tilas Rasul, insya Allah kita mampu meng-up grade (naik kelas) puasa kita, wallaahu alam bis shawaab. (Ahmad Rizal, Alumni STAIL, dan KMI Gontor-Ponorogo/Hidayatullah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.hidayatullah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947853436048846?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947853436048846/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947853436048846' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947853436048846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947853436048846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/16-kekeliruan-umum-selama-ramadhan.html' title='16 Kekeliruan Umum Selama Ramadhan'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947810682445631</id><published>2005-10-16T08:53:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T08:55:06.826-07:00</updated><title type='text'>Mimpi Basah Saat Puasa</title><content type='html'>Mimpi basah tidak membatalkan puasa karena termasuk dalam kategori mengeluarkan mani dengan tidak sengaja. Jadi, orang yang mimpi basah di siang hari di bulan Ramadhan tetap harus melanjutkan puasanya, puasanya dipandang sah dan tidak wajib diqadha. Yang membatalkan puasa adalah jika seseorang mengeluarkan mani dengan sengaja, semisal dengan onani, mencumbui isteri, melihat gambar yang merangsang dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan mandi junub ada dua hal yang harus dikerjakan karena merupakan rukun:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Niat dan menghilangkan najis dari badan bila ada. Sabda Nabi s.a.w.: Semua perbuatan itu tergantung dari niatnya. (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Meratakan air ke seluruh tubuh (termasuk rambut) Sabda Nabi SAW:&lt;br /&gt;Setiap bagian di bawah rambut adalah janabah, maka basahkanlah rambutmu dan bersihkanlah kulit. Adapun sunnah mandi janabah adalah sebagai yang dicontohkan Rasulullah dalam hadits berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah r.a. berkata, Apabila Rasulullah s.a.w. hendak mandi janabah beliau memulai dengan membasuh kedua telapak tangan sebelum memasukkannya ke dalam bejana. Kemudian beliau membasuh kemaluan dan berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Lalu beliau menyela-nyela rambutnya dengan air. Setelah itu beliau menyiramkan air ke kepalanya tiga kali dan menyiramkan air ke seluruh tubuhnya. (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi yang disunahkan ketika mandi janabah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Membaca basmalah.&lt;br /&gt;2. Membasuh kedua tangan sebelum memasukkan ke dalam air&lt;br /&gt;3. Berwudhu sebelum mandi.&lt;br /&gt;4. Menggosokkan tangan ke seluruh anggota tubuh. Hal ini untuk membersihkan seluruh anggota badan.&lt;br /&gt;5. Mendahulukan anggota kanan dari anggota kiri seperti dalam berwudhu.&lt;br /&gt;Ust.Iman SUlaiman Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;eramoslem&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947810682445631?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947810682445631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947810682445631' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947810682445631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947810682445631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/mimpi-basah-saat-puasa.html' title='Mimpi Basah Saat Puasa'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947797076964832</id><published>2005-10-16T08:50:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T08:52:50.773-07:00</updated><title type='text'>Puasa (Shaum)</title><content type='html'>Hai sekalian orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, supaya kamu bertaqwa." (Q.S. Al-Baqarah: 183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan melakukan kegiatan seksual, serta hal-hal lain sejenis itu dari sejak fajar sampai maghrib dengan niat mencari ridha Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa adalah latihan untuk menguasai diri. Naluri-naluri terhadap makanan dan seks merupakan dasar kehidupan. Naluri-naluri atau hawa nafsu tersebut merupakan penggerak utama dan pamungkas yang dipunyai manusia. Demi untuk mengejar makanan dan seks sebagai tujuan utama, waktu dan tenaga kita curahkan. Apabila kita memperturutkan naluri-naluri itu maka kita dikuasai oleh hawa nafsu itu dan kitapun tak beda dengan hewan atau bahkan lebih rendah lagi yang dapat mengakibatkan hancurnya tata kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa mencegah penguasaan hawa nafsu terhadap diri kita dan memungkinkan kita menguasai hawa nafsu sehingga hawa nafsu kita terkendali. Puasa tidak menolak naluri makan dan berhubungan seks secara berkelanjutan dan untuk seterusnya, melainkan hanya selama bulan Ramadhan, satu bulan dalam satu tahun, dan hanya dari fajar sampai maghrib. Dengan cara menolak dan memenuhi, menolak dan memenuhi, dan seterusnya, setiap hari selama bulan Ramadlan, kita dapat menguasai dan mengendalikan hawa nafsu, yang berarti juga menguasai dan mengendalikan diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berpuasa pun bergembira setiap berbuka puasa di saat maghrib dan saat akhir bulan Ramadlan. Setiap maghrib di bulan puasa dan di akhir bulan Ramadlan orang yang berpuasa merayakan kemenganan atas diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, puasa merupakan tindakan turut merasakan kelaparan dan penderitaan orang-orang fakir dan miskin sehingga timbul perasaan simpati dan keinginan untuk menolong mereka. Pertolongan itu diwujudkan dalam bentuk pemberian zakat, shadaqah, dan infaq kepada mereka serta perhatian yang bersifat menolong pihak yang lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari menghindari hal-hal diatas orang yang berpuasa juga menahan diri dari perbuatan-perbuatan dosa yang dilakukan melalui mata, mulut, telinga, tangan, kaki, dan anggota-anggota tubuh lainnya. Mata dihindarkan dari melihat hal-hal yang maksiat sehingga membuat lupa kepada Allah. Mulut dihindarkan dari membicarakan hal-hal yang tidak berguna, berbohong, menggunjing, memfitnah, menghina, berkata jorok, berkata munafik, berkata yang bermusuhan, dan sejenisnya. Telinga dihindarkan dari mendengar kata-kata jahat seperti diuraikan diatas. Tangan dan kaki dihindarkan dari melakukan tindakan-tindakan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpuasa diwajibkan kepada setiap muslim/muslimah dewasa (baligh) yang sehat akal dan badan, kuat menjalankan puasa, tidak berpergian, dan (bagi muslimah) tidak dalam keadaan haidh atau nifas. Bagi mereka yang tidak memenuhi kriteria ini terdapat aturan peralihan sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diwajibkan sama sekali dan tidak wajib menggantinya. Hal ini berlaku bagi non-muslim, belum dewasa, atau orang yang tidak sehat akal. Meski tidak diwajibkan, anak yang belum dewasa sebaiknya didorong untuk berpuasa semampunya agar terlatih dan menjadi biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haram puasa dan wajib menggantinya dengan puasa puasa pada hari-hari yang lain. Hal ini berlaku bagi muslimah yang sedang haidh atau nifas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh berbuka dan wajib menggantinya dengan puasa pada hari-hari yang lain. Hal ini berlaku bagi orang yang sakit atau dalam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh berbuka dan wajib menggantinya dengan membayar fidyah berupa memberi makan fakir miskin tiap satu hari satu orang, dengan kualitas makan yang biasa dimakan selama satu hari. Hal ini berlaku bagi orang yang tidak kuat sama sekali berpuasa seperti karena terlalu lanjut usia atau orang yang bekerja dalam kondisi lingkungan kerja yang sangat keras sehingga tidak sanggup untuk berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh berbuka dan wajib menggantinya dengan puasa pada hari-hari yang lain atau membayar fidyah. Hal ini berlaku bagi muslimah yang sedang hamil atau menyusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rukun puasa, yaitu hal-hal yang wajib dilakukan dalam kaitan dengan ibadah puasa, meliputi:&lt;br /&gt;Berniat dalam dalam hati untuk berpuasa karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menahan diri dari makan, minum, atau memasukkan susuatu kedalam mulut.&lt;br /&gt;Menahan diri dari melakukan tindakan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan-perbuatan atau keadaan yang membatalkan puasa meliputi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan dan minum dengan sengaja. Apabila makan dan minumnya karena lupa atau paksaan maka hal itu tidak membatalkan puasa.&lt;br /&gt;Muntah dengan sengaja. Apabila muntahnya tidak sengaja maka hal itu tidak membatalkan puasa.&lt;br /&gt;Berniat berbuka puasa. Sekali berniat berbuka puasa meskipun buka puasa itu tidak dilaksanakan, puasanya batal.&lt;br /&gt;Megalami haid atu nifas.&lt;br /&gt;Keluar air mani karena memeluk atau mencium isteri/suami atau bermasturbasi.&lt;br /&gt;Bersenggama.&lt;br /&gt;Hilang akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berpuasa dianjurkan untuk melakukan hal-hal berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan sahur. Makan sahur sangat dianjurkan baik dalam bentuk makan besar atau makan kecil atau bahkan hanya minum. Waktu sahur adalah dari tengah malam sampai menjelang fajr.&lt;br /&gt;Menyegerakan berbuka puasa. Buka puasa disegerakan dan didahulukan sebelum sholat maghrib. Makan besar dapat dilakukan setelah sholat maghrib.&lt;br /&gt;Mengajak atau mengundang berbuka puasa pada orang lain yang berpuasa.&lt;br /&gt;Menahan diri dari tindakan dan perkataan yang tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;Shalat tarawih dan shalat malam yang lain.&lt;br /&gt;Itikaf yaitu berdiam di mesjid dengan melakukan ibadah.&lt;br /&gt;Meningkatkan 'ibadah.&lt;br /&gt;Memperbanyak shadakah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersikat gigi yang dapat dilakukan kapan saja diantara waktu berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan perbuatan-perbuatan berikut boleh dilakukan orang yang berpuasa, tanpa membatalkan puasanya:&lt;br /&gt;Mandi dengan mengguyur atau berendam. Kalau dalam mandi tersebut secara tidak sengaja tertelan air, hal itu tidak membatalkan puasa.&lt;br /&gt;Meneteskan obat mata ke mata.&lt;br /&gt;Mencium atau memeluk isteri/suami sepanjang dapat mengontrol diri.&lt;br /&gt;Melakukan suntikan baik suntikan itu berupa obat atau makanan.&lt;br /&gt;Berkumur-kumur dan membasuh hidung. Tindakan ini dibolehkan sepanjang diperlukan, seperti untuk kepentingan berwudlu atau membersihkan, tetapi tidak boleh berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertelan air liur, debu, parfum, dan lainnya secara tidak sengaja.&lt;br /&gt;Makan, minum, dan melakukan hubungan suami isteri pada malam hari hingga sebelum fajr. Keadaan junub hingga fajr tidak membatalkan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimah yang mengalami haid atau nifas yang berhenti pada malam hari boleh berpuasa besok harinya tanpa harus mandi (gushul) sebelum fajr, dan mandi itu dapat dilakukan setelah fajr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kafemuslimah.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947797076964832?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947797076964832/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947797076964832' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947797076964832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947797076964832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/puasa-shaum.html' title='Puasa (Shaum)'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947770100829001</id><published>2005-10-16T08:46:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T08:48:21.016-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan: Tata Cara Dan Sunnah Puasa</title><content type='html'>Di antara tata cara ini ada yang wajib dan ada yang sunah, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengusahakan sahur dan mengakhirkannya, Sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sahurlah kalian, karena pada sahur terdapat berkah."&lt;br /&gt;Sahur merupakan makanan yang diberkahi. Sahur membedakan kita dengan ahlul kitab dan sebaik-baik sahur orang mukmin adalah dengan kurma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempercepat berbuka puasa, Sebagaimana sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang akan tetap dalam kebaikan selama mereka mau menyegerakan berbuka puasa."&lt;br /&gt;Hendaknya berbuka puasa dengan sesuatu yang dijelaskan dalam hadis riwayat Anas bahwa Rasulullah saw. berbuka puasa sebelum shalat dengan memakan beberapa kurma muda, namun jika kurma muda tidak ada, maka dengan beberapa kurma kering dan jika kurma kering tidak ada, maka beliau meminum beberapa teguk air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbuka, hendaknya membaca do'a sebagaimana diterangkan dalam hadis riwayat Ibn Umar ra. bahwa ketika berbuka puasa, Rasulullah saw. membaca do'a:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasa haus telah hilang, urat-urat ditubuh telah dibasahi dan pahala telah ditetapkan, Insya Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjauhi segala kemaksiatan, Sebagaimana sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika telah tiba hari dimana seorang dari kalian berpuasa, maka janganlah ia melakukan kemaksiatan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sabdanya:&lt;br /&gt;"Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak membutuhkannya meninggalkan makan dan minum"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya orang yang berpuasa menjauhi semua hal-hal yang diharamkan, seperti ghibah, perbuatan keji dan dusta, karena bisa saja hal ini dapat menghilangkan pahala puasanya, sebagaimana sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapa banyak orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa pun dari puasanya kecuali rasa lapar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak membuat keributan, Sebagaimana sabda Rasulullah saw:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika seseorang mengajaknya (orang yang berpuasa) bertengkar atau mencelanya, maka hendaklah ia berkata: saya sedang berpuasa, saya sedang berpuasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ucapan yang pertama sebagai pengingat bagi dirinya pribadi dan yang kedua sebagai pengingat bagi lawannya.&lt;br /&gt;Tidak memperbanyak makan, Sebagaimana diterangkan oleh sebuah hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada satu wadahpun yang dipenuhi manusia yang lebih jelek dari pada perut"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang berakal makan hanyalah untuk hidup, bukan hidup untuk makan.&lt;br /&gt;Dermawan dengan ilmu, harta, pangkat, badan dan budi pekerti. Disebutkan dalam shahih Bukhari dan Muslim dari Ibn Abbas ra. ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan dan beliau akan lebih dermawan lagi ketika memasuki bulan Ramadhan dimana malaikat Jibril menemuinya setiap malam bulan tersebut untuk mengajarkan al-Qur'an kepadanya. Maka ketahuilah bahwa Rasulullah saw. lebih dermawan dalam hal kebaikan dari pada angin yang berhembus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda:"Barang siapa menyediakan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengannya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aldakwah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947770100829001?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947770100829001/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947770100829001' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947770100829001'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947770100829001'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/ramadhan-tata-cara-dan-sunnah-puasa.html' title='Ramadhan: Tata Cara Dan Sunnah Puasa'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947263183365248</id><published>2005-10-16T07:21:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T07:23:51.836-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan: Cara Berniat Untuk Puasa</title><content type='html'>Niat merupakan syarat puasa wajib dibulan Ramadhan dan semua puasa wajib seperti puasa qadha dan puasa kaffarah, Berdasarkan hadis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak sah puasa orang yang tidak meniatkan puasanya dimalam hari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat boleh dilakukan dibagian malam yang mana saja sekalipun sesaat sebelum fajar. Niat adalah kebulatan hati untuk melakukan sesuatu dan melafalkan niat adalah bid'ah. Setiap orang yang mengetahui bahwa besok adalah bulan Ramadhan dan ia ingin berpuasa, maka berarti ia telah berniat. (Ibn Taimiyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa di pertengahan siang hari niat berbuka (membatalkan puasa), tetapi ia tidak berbuka, maka menurut pendapat yang lebih kuat adalah bahwa puasanya tidak batal, ia sama halnya dengan orang yang ingin berbicara dalam shalat, tetapi ia tidak berbicara. Namun sebagian ulama berpendapat bahwa berarti ia tidak berpuasa hanya karena memutuskan niatnya. Oleh karena itu untuk lebih berhati-hati, hendaklah ia mengqadha puasanya. Dan perlu diingat bahwa kemurtadan dapat membatalkan niat (puasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang berpuasa Ramadhan tidak perlu memperbarui (mengulang) niat disetiap malam bulan Ramadhan, cukup baginya niat berpuasa diawal bulan, namun jika ia memutus niatnya untuk tidak berpuasa karena bepergian atau sakit, maka ketika uzurnya (penyebab tidak berpuasa) tersebut hilang, ia wajib memperbarui niat puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam puasa sunah mutlak tidak disyaratkan niat di malam hari, sebagaimana hadis Aisyah ra. ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Rasulullah saw. mengunjungi saya dan berkata: "Apakah kamu memiliki sesuatu ?", maka saya menjawab: Tidak ada, beliau berkata: "Kalau begitu saya berpuasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun puasa sunah tertentu seperti puasa sunah Arafah dan Asyura', maka untuk lebih berhati-hati hendaklah ia niat di malam harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang berpuasa wajib seperti puasa qadha, nazar dan kaffarah, maka harus menyempurnakan (meneruskan)nya, ia tidak boleh berbuka (ditengah jalan) tanpa adanya uzur (sebab yang dapat diterima). Lain halnya dengan puasa sunah, karena orang yang berpuasa sunah boleh memilih, jika mau, ia berpuasa dan jika tidak, ia berbuka walaupun tanpa adanya uzur. Rasulullah saw. pernah suatu ketika berpuasa (sunah), kemudian (dipertengahan puasa) beliau makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah apakah orang yang berbuka puasa dipertengahan waktu tanpa adanya uzur mendapatkan pahala atas puasa yang dilakukan sebelumnya (sebelum berbuka) ?, sebagian ulama berpendapat bahwa ia tidak mendapatkan pahala. Jadi, yang lebih utama bagi orang yang berpuasa sunah adalah meneruskan puasa selama tidak dijumpainya kemaslahatan syar'iyyah yang mendorongnya untuk membatalkan puasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa tidak mengetahui kedatangan bulan Ramadhan kecuali setelah terbit fajar, maka wajib baginya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa pada sisa waktu yang ada pada hari itu dan menurut mayoritas ulama ia wajib mengqadha, berdasarkan sabda Rasulullah saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak sah puasa orang yang tidak meniatkan puasanya dimalam hari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.aldakwah.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947263183365248?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947263183365248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947263183365248' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947263183365248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947263183365248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/ramadhan-cara-berniat-untuk-puasa.html' title='Ramadhan: Cara Berniat Untuk Puasa'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947245435901598</id><published>2005-10-16T07:19:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T07:20:54.363-07:00</updated><title type='text'>perbedaan antara zakat, infaq, sadaqah</title><content type='html'>Berikut saya kutipkan beberapa definisi dari BAZIS Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kata infak dapat berarti mendermakan atau memberikan rezeki (karunia Allah) atau menafkahkan sesuatu kepada orang lain berdasarkan rasa ikhlas dan karena Allah semata. Pengeluaran infak itu merupakan bukti ketakwaan seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT:"Kitab Quran itu tidak ada keraguan didalamnya; dia adalah menjadi petunjuk (hidayah) bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang percaya kepada hal-hal yang gaib, dan mendirikan salat dan mendermakan (menginfakkan) sebahagian dari apa yang kami karuniakan kepada mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Bedanya dengan infak, zakat merupakan "derma wajib" yang telah ditetapkan jenis hartanya dan jumlahnya, serta waktu penyerahannya. Bahkan pendayagunaannya pun telah ditentukan pula yaitu dari umat Islam untuk umat Islam [diperdebatkan untuk selain umat Islam]. Sedangkan infak adalah lebih luas dan umum. Tidak ditentukan jenis hartanya, jumlahnya dan waktu penyerahannya. Allah memberikan kebebasan kepada pemiliknya untuk menentukan jenis harta, berapa jumlahnya dan kapan infak tersebut harus diserahkan. Yang penting semuanya dilakukan dengan ikhlas dan lillahi ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Secara ringkas dapat dirumuskan bahwa infak adalah "pengeluaran derma setiap kali seorang muslim menerima rezeki (kurnia) dengan jumlah yang dikehendaki dan direlakan oleh si penerima rezeki tersebut". Patut kita ingat, bahwa berinfak itu merupakan ibadah yang disyari'atkan Allah SWT, di samping membayar zakat. Artinya kecuali wajib membayar zakat, juga harus tetap berinfak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah menegaskan sebagai berikut."... dan tetaplah kamu berinfak untuk agama Allah, dan janganlah kamu menjerumuskan diri dengan tanganmu sendiri ke lembah kecelakaan (karena menghentikan infak itu)".Turunnya ayat tersebut adalah untuk memberikan penegasan bagi kaum Anshor Madinah yang ragu berinfak, dengan diwajibkannya berzakat pada tahun ke-2 Hijrah (2 H.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengira, bahwa dengan telah wajib zakat, dibebaskan oleh Allah untuk berinfak membantu perjuangan Rasulullah.Sementara kata sedekah lazimnya bermakna pemberian sukarela. Pada intinya, ketiga term, yaitu Zakat, Infak dan Sedekah [ZIS] bermakna sebagai konsep tentang kontribusi sosial-keagamaan seorang muslim kepada muslim lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat dorongan untuk berzakat, berinfak dan bersedekah, diurut secara hirarkis. Jika zakat diwajibkan, dan sedekah sebatas anjuran biasa, maka infak menyiratkan satu ajaran yang nyaris menjadi sebuah kewajiban bagi setiap muslim untuk melakukannya. Artinya, kalau saja tidak ada konsep zakat, maka infak akan menjadi sebuah kewajiban. Dalam masalah ZIS perlu diperhatikan tujuan dan skala efektivitas pendayagunaannya. Seluruh dana ZIS harus disalurkan dan digunakan untuk memperbaiki nasib orang-orang yang "kurang beruntung" dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, penggunaan dana ZIS sudah ada dasar pijakannya. Secara normatif, ketika pelaksanaan dana ZIS sudah didasarkan pada prinsip umum di atas, maka kita sudah terbebas dari kewajiban berzakat atau anjuran untuk bersedekah dan berinfak. Isu efektivitas penggunaan dana ZIS adalah sebagai kelanjutan dari upaya untuk lebih memaknai lembaga ZIS untuk pemberdayaan umat Islam secara umum. Artinya, dana ZIS perlu dikelola dan didayagunakan agar bernilai fungsional tinggi untuk upaya pemberdayaan umat Islam yang lemah. Akibatnya, jika dana ZIS yang disalurkan untuk kebutuhan konsumtif dinilai kurang fungsional, maka ada fatwa ulama untuk menjadikan dana ZIS sebagai modal dasar bagi pemberdayaan orang-orang yang kurang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya: dana ZIS dijadikan beasiswa untuk kelangsungan pendidikan orang-orang miskin, untuk pembangunan sarana dan prasana sosial-keagamaan untuk meningkatan kehidupan umat Islam. Apakah ZIS yang sudah anda keluarkan sudah efektif [isu manajemen]?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pertanyaan yang lebih mendesak untuk dijawab adalah "Apakah kewajiban Zakat sudah dijalankan?" Karena ini pertanyaan hukum, maka jawabannya harus mengacu pada norma pelaksanaan hukum zakat, seperti persentase dana [2.5 %] yang dikeluarkan, masalah rotasi waktunya, dan penerimannya. Jika semua ketentuan ini sudah ikhwan laksanakan, maka kewajiban saudara sudah gugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, jika itu sudah dilaksanakan, muncul pertanyaan masalah efektivitas. Ukurannya sangat "relatif". Walaupun begitu, ada standar umum untuk melihat nilai efektivitas tersebut yaitu dengan cara mengevaluasi apakah penggunaan dana ZIS tersebut lebih dapat memberdayakan fihak penerima dalam skala waktu yang lebih lama. Tentunya tidak semua dana ZIS harus digunakan untuk program pemberdayaan jangka panjang. Harus ada keseimbangan untuk pemenuhi kebutuhan primer dan upaya pemberdayaan jangka panjang. Kelihatannya, mas Arief sudah mengupaya efektivitas penggunaan dana zakat. saran kami, ada baiknya dampak jangka panjang dari dana yang saudara keluarkan selalu dipantau, agar semuanya dapat dijadikan dasar untuk pengeluaran ZIS di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan paparan yang sedikit ini ada manfaatnya. Masalah persentase harta zakat yang harus dikeluarkan akan saya tulis secara terpisah di Tarbiayh ISNET. Mungkin besok atau&lt;br /&gt;lusa. Do'akan mudah-mudahan ada waktu lowong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum wr.wb.&lt;br /&gt;Noryamin Aini&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947245435901598?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947245435901598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947245435901598' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947245435901598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947245435901598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/perbedaan-antara-zakat-infaq-sadaqah.html' title='perbedaan antara zakat, infaq, sadaqah'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947233687132616</id><published>2005-10-16T07:17:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T07:18:56.873-07:00</updated><title type='text'>Zakat Fitrah</title><content type='html'>a. Dasar hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar r.a. berkata : "Rasulullah saw.mewajibkan zakat Fitrah sejak bulan Ramadhan satu sha' kurma atau satu sha' gandum kepada hamba dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan kecil dan besar dari kaum Muslimin. (Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hukum : Wajib ( Fardlu Ain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Syarat wajib zakat Fitrah : semua orang (Muslim, orang merdeka, hamba sahaya, pria, wanita, besar, kecil, tua dan muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Bahan dan ukuran.&lt;br /&gt;Zakat Fitrah adalah dengan mengeluarkan bahan makanan pokok, seperti beras, gandum,jagung danlain sebagainya sebanyak 1 sha' (2,751 kg.).Dan boleh juga diganti dengan uang sejumlah harga bahan, jika kondisi penerimaan lebih membutuhkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Waktu pengeluaran.&lt;br /&gt;1. Sebaiknya sebelum shalat 'Ied.2. Boleh dikeluarkan pada awal bulan Ramadhan.3. Apabila dikeluarkan setelah shalat 'Ied maka ia dianggap sebagai shadaqah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Hikmahnya :&lt;br /&gt;1. Membersihkan diri orang yang berpuasa dari perbuatan yang kurang baik.2. Memberi makan kepada fakir miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KLASIFIKASI PENERIMA ZAKAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fakir.2. Miskin.3. Pengurus zakat ('Amil).4. Muallaf, orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam dan imannya masih lemah.5. Hamba sahaya.6. Orang yang dililit hutang.7. Kepentingan umum di jalan Allah.8. Orang Ibnu Sabil ; dalam perjalanan di jalan Allah, serta mengalami kesulitan financial dalam perjalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zzkat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Alah, dan Allah Maha mengetahui lagi maha Bijaksana. (Q.S. At-Taubah : 60 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hâ€ŽIKMAH ZAKAT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai media pembersih dari segala macam kotoran dan dosa, terutama sifat kikir.&lt;br /&gt;2. Sebagai jalan untuk berakhlaq mulia.&lt;br /&gt;3. Sebagai tanda syukur atas nikmat Allah.&lt;br /&gt;4. Sebagai penjalin cinta dan kasih sayang antara kaya dan miskin.&lt;br /&gt;5. Sebagai pembersih harta dan pengembangannya.&lt;br /&gt;6. Untuk mencukupi kebutuhan pokok orang-orang miskin.&lt;br /&gt;7. Sebagai penyeimbang kesenjangan sosial.&lt;br /&gt;8. Sebagai pembasmi profesi minta-minta dan pengemis yang dicela agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Kepustakaan :&lt;br /&gt;1. Al-Jazairi, Abu Bakar Jabir, Minhajul Muslim, Darul fikri, Cetakan kedua, Bairut, 1976.2. Al-Qardhawi, Yusuf, Fiqhu-z-Zakat, Muassasah Arrisalah.3. Az-Zahily, Wahbah, Al-Fiqhul Islami Wa Adil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PesantrenVirtualCom&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947233687132616?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947233687132616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947233687132616' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947233687132616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947233687132616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/zakat-fitrah.html' title='Zakat Fitrah'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947217247990168</id><published>2005-10-16T07:14:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T07:16:12.486-07:00</updated><title type='text'>Hubungan Idulfitri dengan Zakat Fitrah</title><content type='html'>Setiap memasuki 1 Syawal (Idulfitri), Muslim yang menyelesaikan saum selama bulan Ramadan kemudian menunaikan zakat fitrah. Apakah yang dimaksud dengan "idul fitrah" dan apakah hubungannya dengan saum dan zakat fitrah? (Haifa, Tanjungsari Sumedang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idulfitri berarti kembali kepada kejadian, maksudnya kembali kepada sifat-sifat asli manusia pada waktu kejadian. Dengan demikian, Muslim yang telah melaksanakan saum akan kembali kepada sifat-sifat aslinya sesuai dengan waktu ia dijadikan Allah SWT (takwa). Idulfitri (siklus fitrah), yang menggambarkan tentang proses pertemuan manusia dengan hakikat kesejatian dirinya, yaitu kembalinya fitrah atau kesucian asal manusia setelah hilang karena dosa selama setahun, dan setelah penyucian diri-sendiri dari dosa selama sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena selama saum di bulan Ramadan, Allah SWT telah menyediakan kesempatan bagi seorang Muslim untuk menempuh tiga fase, yaitu fase rahmat, fase magfirah dan fase itqun min an-nar (terbebas dari api neraka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam praktiknya, Idulfitri memanifestasikan sikap-sikap dan perilaku kemanusiaan yang setulus-tulusnya dan setinggi-tingginya. Dimulai dengan pembayaran zakat fitrah yang dibagikan kepada fakir miskin diteruskan dengan bertemu sesama anggota umat Islam dalam perjumpaan besar pada salat Id, kemudian dikembangkan dalam kebiasaan terpuji bersilaturahmi kepada sanak kerabat dan teman sejawat. Keseluruhan manifestasi Idulfitri itu menggambarkan dengan jelas aspek sosial dari hasil ibadah saum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya fitrah manusia adalah kesucian jiwa dari dosa-dosa dengan kembalinya kepada hakikat kemanusiaannya yaitu tauhid sebagai bekal asasi yang cenderung (hanif) kepada kebenaran dan bersedia memperoleh kebenaran yang sesuai dengan tauhid itu. Ahmad Mustafa Al-Maraghi menerangkan pengertian fitrah, "Keadaan jiwa manusia, di mana Allah telah menciptakannya untuk menerima kebenaran/tauhid dan bersedia mendapatkan kebenaran itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia-manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitrah pada manusia telah dibawa sejak lahir yang diberikan oleh Allah kepadanya. Manusia pada hakikatnya, menurut Alquran adalah makhluk beragama, karena sewaktu di alam roh manusia sudah pernah mengadakan suatu perjanjian primordial dengan Allah SWT. Allah SWT bertanya kepada roh manusia, "Adakah Aku ini Tuhanmu?" Roh manusia menjawab, "Benar Engkaulah Tuhan kami dan kami telah menyaksikannya". (Q.S. Al-A'raf 172).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, setelah manusia lahir ke dunia, manusia sering melupakan perjanjian itu, sebab manusia memang pelupa (Al-Insan mahal al-khatha wanisyan). Dalam proses perjalanan sejarahnya, fitrah manusia terkadang bisa berubah disebabkan faktor internal dan ekternal, seperti pergaulan, pengaruh lingkungan dan pendidikan yang diterima. Agar fitrah itu tetap terpelihara, seorang Muslim hendaklah mengacu kepada pola kehidupan yang Islami berlandaskan Alquran dan As-Sunnah. Karena itu, untuk mengingatkannya Allah SWT mengirimkan para rasul-Nya kepada manusia, sehingga kewajiban bersaum menyadarkan diri Muslim dalam rangka mematuhi perintah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, saum hendak mengembalikan Muslim untuk menaati Allah SWT dan bukti ketaatan Muslim kepada Allah SWT adalah menunaikan zakat sebagai refleksi kefitrahan Muslim. Ketaatan Muslim untuk menunaikan zakat fitrah di hari Idulfitri menumbuhkan sikap dermawan dan kepekaan sosial-kemanusiaan, karena hubungan fitrah dan kedermawanan mengandung hikmah sebagai berikut,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pertama, kedermawanan menghapuskan diri dari dosa dan kesalahan. "Jika kamu menafkahkan sedekahmu, itu adalah baik sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan kamu dari sebagaian kesalahanmu. Dan Allah mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan." (Al-Baqarah: 271).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, harta yang baik adalah yang didermakan, "Berilah derma (infak), wahai anak Adam, niscaya kamu akan diderma pula". (H.R. Muttafaq Alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kedermawanan adalah sikap terpuji dan kekikiran adalah sifat yang buruk, karena itu ajaran Islam mencela sifat kikir, "Sekali-kali janganlah orang-orang yang kikir dengan harta yang diberikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kekikiran itu adalah baik bagi mereka, Sesungguhnya kekikiran itu adalah buruk bagi mereka, harta yang mereka kikirkan itu kelak akan dikalungkan di leher mereka di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kepunyaan Allah lah segala warisan yang ada di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Q.S. Ali Imran 180).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa hubungan saum Ramadan, Idulfitri dan zakat fitrah memiliki hubungan fungsional yang dimahkotai oleh hikmah, yaitu mengembalikan manusia kepada kesejatian dirinya (kesucian) dan menumbuhkan sikap dermawan, karena hikmah itu sendiri berarti pengetahuan dan kearifan yang mendorong manusia untuk beramal saleh (Al-Hikmah ilmun baitsun ila al-amali).&lt;br /&gt;Drs. H. Ahmad Hasan Ridwan, M.Ag)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947217247990168?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947217247990168/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947217247990168' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947217247990168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947217247990168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/hubungan-idulfitri-dengan-zakat-fitrah.html' title='Hubungan Idulfitri dengan Zakat Fitrah'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947202234008775</id><published>2005-10-16T07:11:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T07:13:42.343-07:00</updated><title type='text'>Bolehkah Zakat Fitrah Diuangkan dan Dibelikan Kambing atau Sapi?</title><content type='html'>Assalamu 'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;Bismillah, Washshaltu Wassalamu 'ala Rasulillah, Waba'du.&lt;br /&gt;Zakat Fithrah atau Shadaqatul Fithr punya karakteristik yang berbeda dengan zakat mal lainnya. Antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Waktu Pengeluaran Zakat&lt;br /&gt;Syariah Islam menetapkan bahwa zakat fitrah itu hanya diberikan menjelang hari raya Idul Fithri. Tepatnya sebelum shalat Ied usai dilaksanakan. Bila telah lewat waktunya, maka itu menjadi shadaqah biasa. Di sini bisa kita pahami bahwa nuansa ritual zakat fithrah ini memang cukup kental. Padahal kalau menggunakan logika biasa, apalah bedanya bila diberikan setelah shalat 'Ied, bukan? Tetapi sesuai ketentuan ritual, bila diberikan setelah shalat 'Ied, bukan termasuk zakat fithrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidak Ada Nisab dan Haul&lt;br /&gt;Shadaqatul Fithr adalah kewajiban setiap muslim, besar, kecil, laki-laki dan perempuan, tanpa memandang apakah dia punya harta perniagaan, sawah, ladang, emas atau apapaun yang umumnya menjadi syarat dalam zakat mal. Bahkan tidak ada nishab dan haul untuk ketentuan zakat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Barang yang Dibayarkan&lt;br /&gt;Sesuai sunnah Rasulullah SAW, shadaqatul fithr itu tujuannya adalah mengenyangkan fakir miskin di hari raya Iedul Fithr. Agar di hari yang fithri itu, tidak ada orang bersedih dan berduka karena perutnya lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dengan menilik karakteristik zakat ini, sebaiknya zakat ini tidak dikonversi menjadi benda-benda lain selain makanan pokok yang dibutuhkan oleh fakir miskin sekedar mengganjal perutnya di Hari Raya Fithri. Kita tidak menemukan isyarat bahwa ada tujuan yang lebih jauh dari hal itu. Maka disunnahkan untuk memberi makanan pokok kepada fakir miskin, bukan pakaian, kendaraan, rumah, pinjaman modal kredit lunak, hewan peliharaan yang masih hidup atau benda lainnya. Meski dari sisi manfaat dan nilai mungkin lebih tepat, tetapi kita tidak bisa begitu saja melakukan konversi karena terbentur dari sisi ritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak bentuk shadaqah lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan tersebut. Tetapi khusus shadaqatul fithr, sebaiknya diberikan dalam bentuk makanan pokok yang bisa dimakan untuk mengenyangkan. Apalagi ibadah zakat ini sesungguhnya sulit dilepaskan dari ritual ibadah, sehingga tidak pada tempatnya untuk menggunakan qiyas yang tidak ada konsiderannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishshawab.Wassalamu 'alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947202234008775?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947202234008775/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947202234008775' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947202234008775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947202234008775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/bolehkah-zakat-fitrah-diuangkan-dan.html' title='Bolehkah Zakat Fitrah Diuangkan dan Dibelikan Kambing atau Sapi?'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947186463390695</id><published>2005-10-16T07:09:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T07:11:04.636-07:00</updated><title type='text'>Panduan Mengeluarkan Zakat Fitrah</title><content type='html'>1. Diriwayatkan dari Ibnu Umar t.ia berkata : Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah dari bulan Ramadhan satu sha' dari kurma, atau satu sha' dari sya'iir. atas seorang hamba, seorang merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslilmin. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diriwayatkan dari Umar bin Nafi' dari ayahnya dari Ibnu Umar ia berkata ; Rasulullah telah mewajibkan zakat fithrah satu sha' dari kurma atau satu sha' dari sya'iir atas seorang hamba, merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin dan beliau memerintahkan agar di tunaikan / dikeluarkan sebelum manusia keluar untuk shalat 'ied. (H. R : Al-Bukhary, Abu Daud dan Nasa'i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. ia berkata : Rasulullah saw telah memfardhukan zakat fithrah untuk membersihkan orang yang shaum dari perbuatan sia-sia dan dari perkataan keji dan untuk memberi makan orang miskin. Barang siapa yang mengeluarkannya sebelum shalat, maka ia berarti zakat yang di terima dan barang siapa yang mengeluarkannya sesudah shalat 'ied, maka itu berarti shadaqah seperti shadaqah biasa (bukan zakat fithrah). (H.R : Abu Daud, Ibnu Majah dan Daaruquthni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Diriwayatkan dari Hisyam bin urwah dari ayahnya dari Abu Hurairah ra. dari Nabi saw. bersabda : Tangan di atas (memberi dan menolong) lebih baik daripada tangan di bawah (meminta-minta), mulailah orang yang menjadi tanggunganmu (keluarga dll) dan sebaik-baik shadaqah adalah yang di keluarkan dari kelebihan kekayaan (yang di perlukan oleh keluarga) (H.R : Al-Bukhary dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Diriwayatkan dari Ibnu Umar ra. ia berkata : Rasulullah sw. memerintahkan untuk mengeluarkan zakat fithrah unutk anak kecil, orang dewasa, orang merdeka dan hamba sahaya dari orang yang kamu sediakan makanan mereka (tanggunganmu). (H.R : Daaruquthni, hadits hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Artinya : Diriwayatkan dari Nafi' t. berkata : Adalah Ibnu Umar menyerahkan (zakat fithrah) kepada mereka yang menerimanya (panitia penerima zakat fithrah / amil) dan mereka (para sahabat) menyerahkan zakat fithrah sehari atau dua hari sebelum 'iedil fitri. (H.R.Al-Bukhary)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Diriwayatkan dari Nafi' : Bahwa sesungguhnya Abdullah bin Umar menyuruh orang mengeluarkan zakat fithrah kepada petugas yang kepadanya zakat fithrah di kumpulkan (amil) dua hari atau tiga hari sebelum hari raya fitri. (H.R: Malik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULANHadits-hadits tersebut di atas memberi pelajaran kepada kita bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Wajib bagi tiap kaum muslimin untuk mengeluarkan zakat fithrah untuk dirinya , keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita. (dalil : 1,2 dan 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Yang wajib mengeluarkan zakat fithrah adalah yang mempunyai kelebihan dari keperluan untuk dirinya dan keluarganya. (dalil : 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sasaran zakat fithrah adalah dibagikan kepada kaum miskin dari kalangan kaum muslimin. (dalil : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Zakat fithrah dikeluarkan dari makanan pokok (di negeri kita adalah beras) sebanyak lebih kurang 3,1 liter untuk seorang. (dalil : 1 dan 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Cara menyerahkan zakat fithrah adalah sebagai berikut :a. Bila diserahkan langsung kepada yang berhak (fakir miskin muslim) waktu penyerahannya adalah sebelum shalat 'ied yakni malam hari raya atau setelah shalat Shubuh sebelum shalat 'iedul fitri. (dalil : 2 dan 3)&lt;br /&gt;b. Bila diserahkan kepada amil zakat fithrah (orang yang bertugas mengumpulkan zakat fithrah), boleh diserahkan tiga,dua atau satu hari sebelum hari raya 'iedul fitri. (dalil : 6 dan 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Zakat fithrah disyari'atkan untuk membersihkan pelaksanaan shaum Ramadhan dari perbuatan sia-sia dan perkataan keji di waktu shaum. (dalil : 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Arsip Artikel - Millist DT&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947186463390695?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947186463390695/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947186463390695' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947186463390695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947186463390695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/panduan-mengeluarkan-zakat-fitrah.html' title='Panduan Mengeluarkan Zakat Fitrah'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947170079615729</id><published>2005-10-16T07:05:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T07:08:20.800-07:00</updated><title type='text'>Kapan Emas Perhiasan Wajib Dizakati</title><content type='html'>Perihal perhiasan dan harta yang dipakai sendiri, para ulama bersilang pendapat dalam hal kewajiban menzakatinya. Sebagian dari mereka (Hanafiyah) mewajibkan, apapun bentuk dan sifatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar pada hadis Nabi saw sebagaimana yang Anda baca dalam kitab Bulughul Maram tersebut : Pada suatu hari seorang perempuan bersama anaknya yang memakai dua gelang besar-besar mendatangi Rasulullah, kemudian Rasul berkata "Apakah sudah engkau keluarkan zakatnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si perempuan menjawab "Tidak." Rasul lantas berkata "Apa kamu suka jika nanti hari kiamat Allah swt menggelangkan padanya dengan gelang dari api?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian perempuan itu melepaskannya dan memberikannya pada Rasulullah sembari berkata "Itu untuk Allah swt dan Rasul-Nya." [HR. Abu Daud dan Nasa'i]).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat lain mengatakan bahwa perhiasan (yang dipakai) tidak wajib dikeluarkan zakatnya, dengan mendasarkan pada hadis Nabi "Tidak ada zakat dalam perhiasan" (HR. Baihaqi dan Daruquthni).&lt;br /&gt;Perhiasan yang dipakai sendiri maksudnya. Juga berdasar pada praktek para Sahabat Nabi. Imam Malik meriwayatkan dalam bukunya yang terkenal (Al-Muwatta') bahwa Sayidah A'isyah ra (istri Rasulullah) mendandani keponakan-keponaknnyanya yang yatim dengan perhiasan milik mereka dan tidak menzakatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Bin Umar (salah seorang sahabat Nabi) juga menghiasi anak-anaknya dan tidak mengeluarkan zakat. Demikian juga Asma' Binti Abu Bakar menghiasi anak-anaknya dengan emas dan tidak menzakatinya. Dan masih banyak lagi praktek para sahabat yang menguatkan pendapat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pendapat ketiga mengatakan, bahwa perhiasan yang dipakai sendiri (begitu juga harta lainnya) hanya wajib dizakati satu kali seumur hidup setelah kita memilikinya setahun (sebagaimana yang Anda sebutkan). Pendapat ini diutarakan oleh sahabat Anas Bin Malik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pendapat mayoritas ulama' (setidaknya Malikiyah, Syafi'iyah, Hanbaliyah dan juga banyak di antara para sahabat) yang tidak mewajibkan zakat pada perhiasan yang dipakai sendiri mempunyai pertimbangan-pertimbangan berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bahwa Hadis Nabi SAW yang menjadi dasar pendapat pertama meskipun sebagaian ahli Hadis mengakui kesahihannya, ia tidak lepas dari pendapat yang mendho'ifkannya. Seperti pendapat at-Tirmidzy bahwa hadis ini tidak benar berasal dari Rasulullah, karena dua orang Rawi dalam sanad Hadis tersebut tidak diakui kapabilitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Sebagian Ulama mengakui keshahihan hadis tersebut dan menjadikannya sebagai dalil, namun demikian ada hadis sahih lain yang bertentangan dengannya. Dalam hal ini para Ulama mengambil jalan tengah dengan melihat waktu datangnya Hadis.Pada periode pertama Islam, mamakai perhiasan (emas dsb) termasuk yang diharamkan walaupun untuk kaum wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana yang dikisahkan oleh Asma' Binti Abu Bakar bahwa Rasulullah SAW bersabda "Barang siapa (wanita) yang berkalungkan emas, maka pada hari kiamat ia akan dikalungi api. Dan barangsiapa yang memakai anting dari emas, maka pada hari kiamat Allah swt akan memakaikan api di telinganya." (HR. Abu Daud) Adapun alasan pengharaman tersebut disebabkan oleh kondisi masyarakat dan negara pada saat itu sedang krisis ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah kondisi ekonomi mulai membaik Rasul membolehkan bagi wanita untuk memakai perhiasan dan mewajibkan menzakatinya (seperti hadis pertama). Adapun jika para sahabat tidak melakukannya, itu karena saat itu kondisi ekonomi masyarakat dan negara benar-benar baik. Demikian juga yang terjadi, saat para ulama mewajibkan zakat emas hanya ketika mencapai nisabnya dan melepaskan kewajiban itu untuk segala macam perhiasan yang dipakai sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, jika syari'at membebaskan zakat dari hal-hal yang lazim dipakai seperti baju, perabotan, kendaraan pribadi, sapi perah untuk kepentingan sendiri, maka tidak ada alasan bagi wajibnya zakat perhiasan yang dipakai sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, yang dijadikan pertimbangan dalam mewajibkan zakat menurut syara' adalah semua harta yang berkembang (produktif). Dan, memang, deifinisi zakat sendiri secara leksikal mengandung arti "namaa'" atau berkembang. Oleh karena itu barang-barang niaga, hewan ternak, wajib dikeluarkan zakatnya karena akan terus berkembang. Sementara tidak demikian halnya dengan perhiasan yang dipakai sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Ibnu Abi Syabah meriwayatkan dari Ziyad bin Abi al-Salam bahwa Sahabat Hasan ra berkata "Tidak satupun dari Sahabat yang mengatakan bahwa perhiasan itu wajib dizakati." Para sahabat tentunya orang yang paling tahu dan mempraktekkan syariat sesuai tuntunan nabi SAW, namun mereka tidak melakukannya.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kenyataan-kenyataan di atas, bagi saya, kita saat ini harus mempunyai pertimbangan-pertimbangan sendiri. Di samping karena kondisi sosial-ekonomi Indonesia (khususnya) saat ini sedang kacau, pertimbangan lainnya ialah&lt;br /&gt;(1) saat ini hampir tidak ada (kalaupun ada itu sedikit sekali) orang yang menyimpan emas (baik itu emas batangan atau berupa perhiasan) yang sengaja untuk simpanan murni.&lt;br /&gt;2) Banyak sekali orang perempuan memakai perhiasan, di samping dengan maksud untuk berhias juga berniat menabung. Karena menabung berupa emas adalah cara yang sangat praktis. Nilai emas tidak akan pernah merosot.Maka demi berhati-hati, sebaiknya memutuskan yang tengah-tengah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perhiasan yang dipakainya itu, di samping untuk berhias diri, juga dimaksudkan untuk simpanan (tabungan), maka harus dizakati (setelah mencapai nisab).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perhiasannya itu murni untuk berhias diri, boleh saja ia mengikuti pendapat yang tidak mewajibkan. Catatan: Nisab emas sebesar 85 gram. Ada juga yang berpendapat 91 gram, dan yang lain lagi berpendapat 96 gram. Namun, juga demi berhati-hati, kita pilih saja yang 85 gram. Sehingga kalau kita mempunyai emas telah mencapai 85 gram, dan itu kita niati sebagai simpanan (di samping berhias), wajib kita keluarkan zakatnya, yaitu sebesar 2,5 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketentuan ini juga berlaku pada barang-barang lain yang mempunyai nilai kemewahan. Seperti mobil pribadi, barang elektrik yang mewah seperti tape, dll. Jadi, seandainya mobil pribadi yang kita pakai melebihi sekedar kebutuhan, maksudnya ada unsur kemewahan di situ, maka wajib dizakati (yaitu prosentase kadar kemewahannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutamakkin Billa &amp;amp; Arif Hidayat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947170079615729?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947170079615729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947170079615729' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947170079615729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947170079615729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/kapan-emas-perhiasan-wajib-dizakati.html' title='Kapan Emas Perhiasan Wajib Dizakati'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947151044385878</id><published>2005-10-16T07:02:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T07:05:10.446-07:00</updated><title type='text'>Zakat Profesi</title><content type='html'>Hasil yang diperoleh seorang Mukmin dan yang diperintahkan untuk dinafkahkan sebagian darinya, disebut dalam Alquran surat Al Baqarah [2]:267, dibagi dalam dua bagian pokok, yaitu 'hasil usaha kamu yang baik-baik' dan 'Apa yang Kami keluarkan untuk kamu dari bumi yakni hasil pertanian, dan pertambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dimaksud dengan hasil usaha kamu yang baik-baik, maka para ulama dahulu membatasinya dalam hal-hal tertentu yang pernah ada masa Rasul SAW dan yang ditetapkan oleh beliau sebagai yang harus dizakati, seperti perdagangan, dan inilah dahulu yang dimaksud dengan zakat penghasilan, selebihnya dari usaha manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika belum dikenal pada masa Nabi dan sahabat beliau, maka menurut ulama masa lalu, tidak termasuk yang harus dizakati, dan dengan demikian tidak dimaksud oleh ayat diatas dengan hasil usaha kamu yang baik. Namun demikian, kini telah muncul berbagai jenis usaha manusia yang menghasilkan pemasukan, baik usahanya secara langsung tanpa keterikatan dengan orang/pihak lain seperti para dokter, konsultan, seniman, dan lain-lain, atau dengan keterikatan, baik dengan pemerintah atau swasta, seperti gaji, upah dan honorarium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa keadilan, serta hikmah adanya kewajiban zakat, mengantar banyak ulama masa kini memasukkan profesi-profesi tersebut dalam pengertian "hasil usaha kamu yang baik-baik" dan dengan demikian mereka mempersamakannya dengan zakat penghasilan/perdagangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang mempersamakannya menetapkan prosentasi zakatnya sama dengan zakat perdagangan yakni dua setengah persen dari hasil yang diterima setelah dikeluarkan segala biaya kebutuhan hidup yang wajar dan selama sisa tersebut dalam masa setahun, telah mencapai batas minimimal yakni senilai 85 gram mas murni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pendapat-pendapat lain, yang menganologikan hasil-hasil dari profesi tersebut dengan zakat pertanian. Dalam arti begitu ia menerima penghasilan senilai 653 kg hasil pertanian yang harganya paling murah, maka seketika itu juga ia harus menyisikan lima atau sepuluh persen (tergantung kadar keletihan yang bersangkutan) dan tidak perlu menunggu batas waktu setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hemat saya pendapat pertama yang mempersamakan zakat profesi dengan zakat perdagangan lebih bijaksana, karena hasil yang diterima biasanya berupa uang sehingga lebih mirip dengan perdagangan dan atau nilai emas dan perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Wa Allah Alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947151044385878?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947151044385878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947151044385878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947151044385878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947151044385878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/zakat-profesi.html' title='Zakat Profesi'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947077562366546</id><published>2005-10-16T06:48:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T06:52:55.630-07:00</updated><title type='text'>Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat</title><content type='html'>Definisi Zakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menurut Bahasa (lughoh)Dari asal kata "zakkaa - yuzakkii - tazkiyatan - zakaatan" yang berarti : 1. Thoharoh (membersihkan/mensucikan) Firman Allah Taala (yang artinya) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka." (At-Taubah:103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Namaa' (tumbuh /berkembang) Firman Allah Taala (yang artinya) : "Allah memusnahkan ribaa' dan menyuburkan sedekah" (Al-Baqarah:276)&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Rabsyah Al-An Maary. "Harta tidak akan berkurang dengan dishodaqohkan" (HR. Tirmidzi, kitab Az Zuhd jilid 4 hal. 487 no. 2325, kata Imam Tirmidzi "Hadits ini hasan shohih")Berkata Al Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqolani : "Tanaman itu telah Zakka, yakni berkembang &amp; tumbuh" (Fathul Baari, kitab zakat jilid 3 hal. 262)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Al-BarokahFirman Allah Taala (yang artinya) : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya" (Saba' : 39) Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari hadits Abu Hurairoh radhiallohu anhu : Allah Ta'ala berfirman dalam hadits qudsi: "Hai anak Adam berinfaklah niscaya Aku akan berinfak untukmu". (HR. Bukhori, Kitab Tafsir surat Hud 8 : 352 (4684); Muslim, Kitab Zakat 7:81 no. 2305)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Al-Madh (Pujian) Dalam hadits Abu Hurairoh tentang kisah Zainab Ummul Mukminin : " . . . Bahwa Zainab namanya adalah Barroh maka dikatakan 'Dia memuji dirinya' maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menamainya Zainab." (HR. Muslim, Kitab Al Azab Juz 14, hal. 346 no. 5572)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Amal Sholeh Firman Allah Taala (yang artinya) : "Dan kami menghendaki supaya tuhan mereka mengganti mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu" Imam Al-Farro' mengatakan: arti 'yang lebih baik kesuciannya' adalah yang lebih baik amal sholehnya. (lihat An Nihayah karya Ibnu Al Atsir jilid 2 hal. 307; Lisanul Arab karya Ibnul Mandzur jilid 6 hal 64-65)II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hukum (Istilah syara')&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pendapatnya Al-Hafidz Ibnu Hajar : "Memberikan sebagian dari harta yang sejenis yang sudah sampai nashob selama setahun dan diberikan kepada orang fakir dan semisalnya yang bukan dari Bani Hasyim dan Bani Mutholib." (Al-Fath 3:262)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendapat Ibnu Taimiyah : "Memberikan bagian tertentu dari harta yang berkembang jika sudah sampai nishob untuk keperluan tertentu." (Mausu'ah Fiqh Ibnu Taimiyah 2 : 876; Fatawa 25:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pendapat Syaikh Abdullah Al-Bassaam : "Hak wajib dari harta tertentu, untuk golongan tertentu pada waktu tertentu." (Taudhihul Ahkam 3:5)III. Zakat Dalam Bahasa Al-Qur'anSedangkan Al-Qur'an Al-Karim telah menyebutkan tentang zakat dengan berbagai ungkapan, terkadang dengan ungkapan zakat, shodaqoh, infaq/nafaqoh dan Al-'afwu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ZakatUngkapan ini paling banyak disebutkan bahkan sering digabungkan dengan perintah shalat sampai diulang dalam 82 ayat (lihat Taudih al akham 3:5). Firman Allah Ta'ala (yang artinya) : "Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukulah beserta orang-orang yang ruku"(Al Baqoroh : 43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ShodaqohFirman Allah Ta'ala (yang artinya) : "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu " (At Taubah : 103)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Infaq/NafaqohFirman Allah Ta'ala (yang artinya) : "Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu." (Al Baqoroh:267)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Al-'AfwuFirman Allah Ta'ala (yang artinya) : "Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: yang lebih dari keperluan" (Al Baqoroh:219)Hukum Menunaikan ZakatZakat merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima dan termasuk dari pondasi Islam yang agung. Maka hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi persyaratan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasarnya adalah dari Al Qur'an, As Sunnah dan Ijma'.Firman Allah Ta'ala: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus." (Al-Bayyinah :5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Islam dibangun di atas lima dasar, bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hamba dan utusanNya, menegakkan sholat, menunaikan zakat, menunaikan haji ke Baitullah dan berpuasa di bulan Ramadhan." (lihat Bukhari Kitabul Iman 1:49 (8) dari hadits Ibnu Umar, Muslim, Kitabul Iman 2:130(113).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika mengutus Muadz bin Jabbal ra. ke negeri Yaman : "Terangkanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan kepada mereka untuk mengeluarkan zakat yang dipungut dari orang-orang kaya diantara mereka untuk diberikan kepada orang-orang fakir dari mereka". (HR. Muslim Kitabul Iman 1:147(121))&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Ijma', maka kaum muslimin disetiap masa telah ijma' akan wajibnya zakat. Juga para sahabat telah sepakat untuk memerangi orang-orang yang tidak mau membayarnya dan menghalalkan darah dan harta mereka karena zakat termasuk dari syi'ar Islam yang agung. (Mughni, karya Ibnu Qudamah 4:5) Syaikh Abdullah Al Bassam menerangkan (Taudihul ahkam:3/12):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berselisih kapan diwajibkannya zakat, akan tetapi pendapat yang paling kuat adalah bahwa kewajiban zakat di tetapkan dalam tiga fase:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Zakat diwajibkan secara mutlak tidak ada batasan atau rincian akan tetapi hanya perintah untuk memberi, memberi makan dan berbuat baik, ini berlangsung ketika sebelum Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hijrah. Allah berfirman: "Pada harta-harta mereka ada hak orang yang meminta dan ", didalam surat Fushilat Allah mengancam yang tidak mengeluarkan zakat; "Orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat", dalam surat Al-Mudatsir Allah memasukkan orang-orang yang tidak memberi makan orang miskin sebagai Al-Mujrimin (orang yang berdosa) "... dan Tidak memberi makan orang miskin". (Al-Mudatsir : 44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tahun kedua Hijriyah diterangkanlah hukum zakat dengan rinci, diterangkan harta yang wajib dizakati dan kadar nishabnya serta jumlah yang harus dikeluarkan sebagai zakat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tahun kesembilan Hijriyah ketika manusia masuk Islam dengan berbondong-bondong dan semakin luas daerah Islam Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengirim petugas-petugas untuk mengambil zakat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah Disyariatkannya ZakatDiantara hikmah disyari'atkannya zakat adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menguatkan rasa kasih sayang antara si kaya dengan si miskin. Hal ini dikarenakan fitrahnya jiwa manusia adalah senang terhadap orang yang berbuat kebaikan (berjasa kepadanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Mensucikan dan membersihkan jiwa serta menjauhkan jiwa dari sifat kikir dan bakhil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Membiasakan seorang muslim untuk memiliki sifat belas kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Memperoleh keberkahan, tambahan dan ganti yang lebih baik dari Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Sebagai ibadah kepada Allah Ta'ala (lihat Risalah Fi Zakat oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz).(Dikutip dari tulisan ustadz Qomar Sua'idi, Lc, yang diarsipkan eks. tim Zisonline, al akh Fikri Thalib)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947077562366546?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947077562366546/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947077562366546' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947077562366546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947077562366546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/definisi-zakat-dan-hikmah.html' title='Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112947045930772273</id><published>2005-10-16T06:45:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T06:47:39.316-07:00</updated><title type='text'>Adab khutbah Jum'atan</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;Khutbah Jumat merupakan salah satu media yang strategis untuk dakwah Islam, karena ia bersifat rutin dan wajib dihadiri oleh kaum muslimin secara berjamaah. Sayangnya, media ini terkadang kurang dimanfaatkan secara optimal. Para khathib seringkali menyampaikan khutbah yang membosankan yang berputar-putar dan itu-itu saja. Akibatnya, banyak para hadirin yang terkantuk-kantuk dan bahkan tertidur. Bahkan, ada satu anekdot yang menyebutkan, khutbah Jumat adalah obat yang cukup mujarab untuk insomnia, penyakit sulit tidur. Maksudnya, kalau Anda terkena penyakit itu, hadirilah khutbah Jumat, niscaya Anda akan dapat tertidur nyenyak !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, para khathib itu juga tak jarang menyampaikan khutbah dengan cara yang kurang sesuai dengan adab khutbah Jumat yang seharusnya. Misalnya, mereka berkhutbah dengan suara yang lemah lembut. Mungkin dianggapnya itu adalah cara yang penuh hikmah dan lebih cocok dengan karakter orang Indonesia yang konon ramah tamah, mencintai harmonisasi kehidupan, serta suka kedamaian dan kelembutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu akibatnya lebih fatal. Sudah materinya membosankan, penyampaiannya malah bikin orang terlena di alam mimpi. Padahal menurut contoh Nabi SAW, beliau berkhutbah secara bersemangat dengan kata-kata yang terucap secara keras dan tegas. Jika para khathib menggunakan cara penyampaian yang diteladankan Nabi ini, dengan materi yang aktual, hangat, dan dinamis, niscaya para hadirin akan bergairah dan penuh semangat, tidak lesu dan mengantuk seperti yang sering kita lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, kita harus mempelajari kembali adab-adab khutbah Jumat sebagaimana yang ada dalam tuntunan Syariah Islam yang mulia. Tujuannya adalah agar para khathib dapat menjalankan khutbah Jumat dengan sebaik-baiknya dan agar khutbah yang disampaikan dapat turut memberikan kontribusi yang lebih positif bagi dinamika dakwah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adab Khutbah Jumat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adab khutbah Jumat dapat diartikan sebagai sekumpulan tatacara khutbah Jumat, syarat-syaratnya, rukun-rukunnya, dan hal-hal yang disunnahkan padanya&lt;br /&gt;Dengan pengertian tersebut, maka adab-adab khutbah Jumat di antaranya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Disyaratkan bagi khatib pada kedua khutbah untuk berdiri (bagi yang kuasa), dengan sekali duduk di antara keduanya&lt;br /&gt;2. Kedua khutbah itu merupakan syarat sah jumatan, demikian menurut seluruh imam madzhab&lt;br /&gt;3. Menurut Imam Asy Syafii, berdiri dalam dua khutbah dan duduk di antara keduanya adalah wajib&lt;br /&gt;4. Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, Bahwa Nabi SAW berkhutbah pada hari Jumat dengan berdiri, lalu duduk, lalu berdiri (untuk berkhutbah lagi) seperti yang dikerjakan orang-orang hari ini.â€ (HR. Jamaah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Disunnahkan bagi khatib untuk memberi salam ketika masuk masjid dan ketika naik mimbar sebelum khutbah. Ibnu Umar RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW jika masuk masjid pada hari Jumat memberi salam pada orang-orang yang duduk di sisi mimbar dan jika telah naik mimbar beliau menghadap hadirin dan mengucapkan salam. (HR. Ath Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kedua khutbah wajib memenuhi rukun-rukun dan syarat-syaratnya. Rukun-rukun khutbah dalam madzhab Syafii ada 5 (lima) :&lt;br /&gt;(1) Membaca hamdalah pada kedua khutbah,&lt;br /&gt;(2) Membaca shalawat Nabi pada kedua khutbah,&lt;br /&gt;(3) Wasiat taqwa pada kedua khutbah (meski tidak harus dengan kata taqwa, misalnya dengan kata Athiullah/taatilah kepada Allah),&lt;br /&gt;(4) Membaca ayat Al-Quran pada salah satu khutbah (pada khutbah pertama lebih utama),&lt;br /&gt;(5) Membaca doâ€™a untuk kaum muslimin khusus pada khutbah kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun syarat-syaratnya ada 6 (enam) perkara :&lt;br /&gt;(1) Kedua khutbah dilaksanakan mendahului shalat Jumat,&lt;br /&gt;(2) Diawali dengan niat, menurut ulama Hanafiyah dan Hanabilah. Menurut ulama Syafiiyah dan Malikiyah, niat bukan syarat sah khutbah,&lt;br /&gt;3) Khutbah disampaikan dalam bahasa Arab. Ulama Syafiiyah mengatakan bahwa bagi kaum berbangsa Arab, rukun-rukun khutbah wajib berbahasa Arab, sedang selain rukun tidak disyaratkan demikian. Adapun bagi kaum ajam (bukan Arab), pelaksanaan rukun-rukun khutbah tidak disyaratkan secara mutlak dengan bahasa Arab, kecuali pada bacaan ayat Al Quran8,&lt;br /&gt;(4) Kedua khutbah dilaksanakan pada waktunya (setelah tergelincir matahari). Jika dilaksanakan sebelum waktunya, lalu dilaksanakan shalat Jumat pada waktunya, maka khutbahnya tidak sah,&lt;br /&gt;(5) Khatib disyaratkan mengeraskan suaranya pada kedua khutbah. Ulama Syafiiyah mengatakan bahwa rukun-rukun khutbah, khatib disyaratkan mengeraskan suaranya,&lt;br /&gt;(6) Antara khutbah dan shalat Jumâ€™at tidak boleh berselang waktu lama9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Disunnahkan bagi khatib untuk berkhutbah di atas mimbar, sebab Nabi SAW dahulu berkhutbah di atas mimbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Disunnahkan bagi khatib untuk duduk pada anak tangga mimbar yang paling atas, sebab Nabi SAW telah mengerjakan yang demikian itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Disunnahkan bagi khatib untuk mengeraskan suaranya pada khutbahnya (selain rukun-rukun khutbah)&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Jabir RA, bahwa jika Rasulullah berkhutbah, kedua matanya memerah, suaranya keras, dan nampak sangat marah, sampai beliau seperti orang yang sedang menghasungkan pasukan (untuk berperang) (HR. Muslim dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Disunnahkan bagi khatib untuk bersandar / berpegangan pada tongkat atau busur panah&lt;br /&gt;Ini sesuai riwayat Al Hakam bin Hazan RA yang mengatakan bahwa dia melihat Rasulullah SAW berkhutbah seraya bersandar pada busur panah atau tongkat (HR. Ahmad dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Disunnahkan bagi khatib untuk memendekkan khutbahnya (tidak berpanjang-panjang atau bertele-tele) Diriwayatkan dari Amar bin Yasir RA, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya lamanya shalat dan pendeknya khutbah seseorang, adalah pertanda kepahamannya (dalam urusan agama). Maka panjangkanlah shalat dan pendekkanlah khutbah ! (HR. Ahmad dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dibolehkan bagi khatib untuk memberi isyarat dengan telunjuknya pada saat berdoa mengingat Rasulullah pernah mengerjakannya. Demikian menurut Imam Asy Syaukani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Kedua khutbah wajib memperbincangkan salah satu urusan kaum muslimin yakni peristiwa atau kejadian yang sedang terjadi di kalangan kaum muslim dalam berbagai aspeknya. Hal ini mengingat Rasulullah SAW dan para khalifahnya dahulu --yang senantiasa menjadi khatib&lt;br /&gt;sesungguhnya berkedudukan sebagai pemimpin politik (Al Qaid As Siyasi) bagi kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, perkara khatib saat ini pun seharusnya juga mengaitkan khutbahnya dengan realitas atau problem kontemporer yang ada di kalangan kaum muslimin, dan tidak sekedar mengulang-ulang khutbah yang kurang memberi kesadaran bagi hadirin, dengan tema yang itu-itu saja yang tentu akan membuat hadirin jemu, mengantuk, atau bahkan tertidur. Wallahu alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Shiddiq Al Jawi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112947045930772273?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112947045930772273/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112947045930772273' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947045930772273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112947045930772273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/adab-khutbah-jumatan_16.html' title='Adab khutbah Jum&apos;atan'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946890999045387</id><published>2005-10-16T06:20:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T06:21:49.990-07:00</updated><title type='text'>NIAT SOLAT JAMA' QASAR</title><content type='html'>1. Niat jama' taqdim dan qasar : zuhur-asar&lt;br /&gt;Maksudnya: Sengaja aku solat fardhu zuhur dua rakaat qasar serta dijama'kan dengan asar kerana Allah Taala.&lt;br /&gt;Mengerjakannya dengan azan dan diiringi iqamat. Selepas memberi salam, maka iqamat sekali lagi tanpa menangguhkan (kecuali mengambil wudhu') dan berniat semula seperti berikut:&lt;br /&gt;Maksudnya: Sengaja aku solat fadhu asar dua rakaat qasar kerana Allah Taala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Niat jama' taqdim dan qasar : maghrib-isya'&lt;br /&gt;Maksudnya: Sengaja aku solat fardhu maghrib tiga rakaat dijama'kan dengan isya' kerana Allah Taala.&lt;br /&gt;Solat maghrib tidak boleh diqasarkan. Cara melaksanakan jama' taqdim maghrib-isya' sama dengan jama'taqdim zuhur-asar. Setelah memberi salam kemudian bangun dan iqamat dan berniat seperti berikut.&lt;br /&gt;Maksudnya: Sengaja aku solat fardhu isya' dua rakaat qasar kerana Allah Taala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Niat jama' ta'khir dan qasar : zuhur-asar&lt;br /&gt;Maksudnya: Sengaja aku solat fardhu zuhur dua rakaat qasar, dijama'kan kepada asar tunai kerana Allah Taala.&lt;br /&gt;Selepas memberi salam, maka iqamat sekali lagi dan berniat semula seperti berikut:&lt;br /&gt;Maksudnya: Sengaja aku solat fardhu asar dua rakaat qasar kerana Allah Taala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Niat jama' ta'khir dan qasar : maghrib-isya'&lt;br /&gt;Maksudnya: Sengaja aku solat fardhu maghrib tiga rakaat dijama'kan dengan isa' tunai kerana Allah Taala.&lt;br /&gt;Selepas memberi salam, maka iqamat sekali lagi dan berniat semula seperti berikut:&lt;br /&gt;Maksudnya: Sengaja aku solat fardhu isya' dua rakaat qasar kerana Allah Taala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946890999045387?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946890999045387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946890999045387' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946890999045387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946890999045387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/niat-solat-jama-qasar.html' title='NIAT SOLAT JAMA&apos; QASAR'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946876475091165</id><published>2005-10-16T06:13:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T06:19:24.756-07:00</updated><title type='text'>Shalat-shalat Sunnah.</title><content type='html'>Selain shalat wajib, juga ada shalat sunnah. Macamnya ada lima belas shalat, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shalat Wudhu, Yaitu shalat sunnah dua rakaat yang bisa dikerjakan setiap selesai wudhu, niatnya :&lt;br /&gt;Ushalli sunnatal wudlu i rakataini lillahi Taalaa&lt;br /&gt;artinya : aku niat shalat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Shalat Tahiyatul Masjid, yaitu shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika memasuki masjid, sebelum duduk untuk menghormati masjid. Rasulullah bersabda Apabila seseorang diantara kamu masuk masjid, maka janganlah hendak duduk sebelum shalat dua rakaat lebih dahulu (H.R. Bukhari dan Muslim). Niatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushalli sunnatal Tahiyatul Masjidi rakataini lillahi Taalaa&lt;br /&gt;Artinya : aku niat shalat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Shalat Dhuha. Adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari baru naik. Jumlah rakaatnya miimal 2 maksimal 12. Dari Anas berkata Rasulullah Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga (H.R. Tarmiji dan Abu Majah). Niatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushalli sunnatal Dhuha rakataini lillahi Taalaa&lt;br /&gt;Artinya : aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Shalat Rawatib. Adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu. Niatnya :&lt;br /&gt;Qabliyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib. Waktunya : 2 rakaat sebelum shalat subuh, 2 rakaat sebelum shalat Dzuhur, 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Ashar, dan 2 rakaat sebelum shalat Isya. Niatnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushalli sunnatadh Dzuhri rakataini Qibliyyatan lillahi Ta'ala&lt;br /&gt;Artinya : aku niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa diganti dengan shalat wajib yang akan dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badiyyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardhu. Waktunya : 2 atau 4 rakaat sesudah shalat Dzuhur, 2 rakaat sesudah shalat Magrib dan 2 rakaat sesudah shalat Isya. Niatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushalli sunnatadh Dzuhri rakataini Badiyyatan lillahi Taalaa&lt;br /&gt;Artinya : aku niat shalat sunnah sesudah dzuhur dua rakaat karena Allah&lt;br /&gt;bisa diganti dengan shalat wajib yang akan dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Shalat Tahajud, adalah shalat sunnah pada waktu malam. Sebaiknya lewat tengah malam. Dan setelah tidur. Minimal 2 rakaat maksimal sebatas kemampuan kita. Keutamaan shalat ini, diterangkan dalam Al-Quran. Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji (Q.S. Al Isra : 79 ). Niatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushalli sunnatal tahajjudi rakataini lillahi Taalaa&lt;br /&gt;Artinya : aku niat shalat sunnah tahajjud dua rakaat karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Shalat Istikharah, adalah shalat sunnah dua rakaat untuk meminta petunjuk yang baik, apabila kita menghadapi dua pilihan, atau ragu dalam mengambil keputusan. Sebaiknya dikerjakan pada 2/3 malam terakhir. Niatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushalli sunnatal Istikharah rakataini lillahi Taalaa&lt;br /&gt;Artinya : aku niat shalat sunnah Istikharah dua rakaat karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Shalat Hajat, adala shalat sunnah dua rakaat untuk memohon agar hajat kita dikabulkan atau diperkenankan oleh Allah SWT. Minimal 2 rakaat maksimal 12 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat. Niatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushalli sunnatal Haajati rakataini lillahi Taaalaa&lt;br /&gt;Artinya : aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Shalat Mutlaq, adalah shalat sunnah tanpa sebab dan tidak ditentukan waktunya, juga tidak dibatasi jumlah rakaatnya. Shalat itu suatu perkara yang baik, banyak atau sedikit (Al Hadis). Niatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushalli sunnatal rakataini lillahi Taalaa&lt;br /&gt;Artinya : aku niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Shalat Taubat, adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT, agar mendapat ampunan-Nya. Niatnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushalli sunnatal Taubati rakataini lillahi Taalaa&lt;br /&gt;Artinya : aku niat shalat sunnah taubat dua rakaat karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Shalat Tasbih, adalah shalat sunnah yang dianjurkan dikerjakan setiap malam, jika tidak bisa seminggu sekali, atau paling tidak seumur hidup sekali. Shalat ini sebanyak empat rakaat, dengan ketentuan jika dikerjakan pada siang hari cukup dengan satu salam, Jika dikerjakan pada malam hari dengan dua salam. Cara mengerjakannya&lt;br /&gt;Niat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushalli sunnatan tasbihi rakaataini lilllahi taalaa&lt;br /&gt;artinya aku niat shalat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai membaca surat Al Fatehah membaca tasbih 15 kali.&lt;br /&gt;Saat ruku, usai membaca doa ruku membaca tasbih 10 kali&lt;br /&gt;Saat itidal, usai membaca doa itidal membaca tasbih 10 kali&lt;br /&gt;Saat sujud, usai membaca doa sujud membaca tasbih 10 kali&lt;br /&gt;Usai membaa doa duduk diantara dua sujud membaca tasbi 10 kali.&lt;br /&gt;Usai membaca doa sujud kedua membaca tasbih 10 kali.&lt;br /&gt;Jumlah keseluruhan tasbih yang dibaca pada setiap rakaatnya sebanyak 75 kali. Lafadz bacaan tasbih yang dimaksud adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar&lt;br /&gt;artinya : Maha suci Allah yang Maha Esa. Segala puji bagi Akkah, Dzat yang Maha Agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Shalat Tarawih, adalah shalat sunnah sesudah shalat Isya pada bulan Ramadhan. Menegenai bilangan rakaatnya disebutkan dalam hadis. ang dikerjakan oleh Rasulullah saw, baik pada bulan ramadhan atau lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat (H.R. Bukhari). Dari Jabir Sesungguhnya Nabi saw telah shalat bersama-sama mereka delapan rakaat, kemudian beliau shalat witir. (H.R. Ibnu Hiban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa khalifah Umar bin Khathab, shalat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat dan hal ini tidak dibantah oleh para sahabat terkenal dan terkemuka. Kemudian pada zaman Umar bin Abdul Aziz bilangannya dijadikan 36 rakaat. Dengan demikian bilangan rakaatnya tidak ditetapkan secara pasti dalam syara, jadi tergantung pada kemampuan kita masing-masing, asal tidak kurang dari 8 rakaat. Niat shalat tarawih :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushalli sunnatan Taraawiihi rakataini (Imamam/makmuman) lillahi taallaa&lt;br /&gt;artinya : Aku niat shalat sunat tarawih dua rakaat (imamam/makmum) karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Shalat Witir, adalah shalat sunnat muakad (dianjurkan) yang biasanya dirangkaikan dengan shalat tarawih, Bilangan shalat witir 1, 3, 5, 7 sampai 11 rakaat.&lt;br /&gt;Dari Abu Aiyub, berkata Rasulullah Witir itu hak, maka siapa yang suka mengerjakan lima, kerjakanlah. Siapa yang suka mengerjakan tiga, kerjakanlah. Dan siapa yang suka satu maka kerjakanlah(H.R. Abu Daud dan Nasai). Dari Aisyah : Adalah nabi saw. Shalat sebelas rakaat diantara shalat isya dan terbit fajar. Beliau memberi salam setiap dua rakaatdan yang penghabisan satu rakaat(H.R. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushalli sunnatal witri rakatan lillahi taalaa&lt;br /&gt;artinya : Aku niat shalat sunnat witir dua rakaat karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Shalat Hari Raya, adalah shalat Idul Fitri pada 1 Syawal dan Idul Adha pada 10 Dzulhijah. Hukumnya sunat Muakad (dianjurkan).Sesungguhnya kami telah memberi engkau (yaa Muhammad) akan kebajikan yang banyak, sebab itu shalatlah engkau dan berqurbanlah karena Tuhanmu pada Idul Adha - (Q.S. Al Kautsar.1-2)&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar Rasulullah, Abu Bakar, Umar pernah melakukan shalat pada dua hari raya sebelum berkhutbah.(H.R. Jamaah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat Shalat Idul Fitri :&lt;br /&gt;Ushalli sunnatal liaiidil fitri rakataini (imamam/makmumam) lillahi taala&lt;br /&gt;artinya : Aku niat shalat idul fitri dua rakaat (imam/makmum) karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat Shalat Idul Adha :&lt;br /&gt;Ushalli sunnatal liaiidil Adha rakataini (imamam/makmumam) lillahi taala&lt;br /&gt;artinya : Aku niat shalat idul adha dua rakaat (imam/makmum) karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu shalat hari raya adalah setelah terbit matahari sampai condongnya matahari. Syarat, rukun dan sunnatnya sama seperti shalat yang lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnat sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berjamaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takbir tujuh kali pada rakaat pertama, dan lima kali pada rakat kedua&lt;br /&gt;Mengangkat tangan setinggi bahu pada setiap takbir.&lt;br /&gt;Setelah takbir yang kedua sampai takbir yang terakhir membaca tasbih.&lt;br /&gt;Membaca surat Qaf dirakaat pertama dan surat Al Qomar di rakaat kedua. Atau surat A'la dirakat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.&lt;br /&gt;Imam menyaringkan bacaannya.&lt;br /&gt;Khutbah dua kali setelah shalat sebagaimana khutbah jumat&lt;br /&gt;Pada khutbah Idul Fitri memaparkan tentang zakat fitrah dan pada Idul Adha tentang hukum hukum Qurban.&lt;br /&gt;Mandi, berhias, memakai pakaian sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Makan terlebih dahulu pada shalat Idul Fitri pada Shalat Idul Adha sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Shalat Khusuf, adalah shalat sunat sewaktu terjadi gerhana bulan atau matahari. Minimal dua rakaat. Caranya mengerjakannya :&lt;br /&gt;Shalat dua rakaat dengan 4 kali ruku yaitu pada rakaat pertama, setelah rukudan Itidal membaca fatihah lagi kemudian ruku dan Itidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula pada rakaat kedua.&lt;br /&gt;Disunatkan membaca surat yang panjang, sedang membacanya pada waktu gerhana bulan harus nyaring sedangkan pada gerhana matahari sebaliknya.&lt;br /&gt;Niat shalat gerhana bulan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ushalli sunnatal khusuufi rakataini lillahitaalaa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artinya : Aku niat shalat gerhana bulan dua rakaat karena Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Shalat Istiqa, adalah shalat sunat yang dikerjakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT. Niatnya :Ushalli sunnatal Istisqaa rakataini (imamam/makmumam) lillahitaala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artinya :Aku niat shalat istisqaa dua rakaat (imam/makmum) karena Allah&lt;br /&gt;Syarat-syarat mengerjakana Shalat Istisqa :Tiga hari sebelumnya agar ulama memerintahkan umatnya bertaobat dengan berpusa dan meninggalkan segala kedzaliman serta menganjurkan beramal shaleh. Sebab menumpuknya dosa itu mengakibatkan hilangnya rejeki dan datangnya murka Allah. Apabila kami hendak membinasakan suatu negeri, maka lebih dulu kami perbanyak orang-orang yang fasik, sebab kefasikannyalah mereka disiksa, lalu kami robohkan (hancurkan) negeri mereka sehancur-hancurnya(Q.S. Al Isra : 16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari keempat semua penduduk termasuk yang lemah dianjurkan pergi kelapangan dengan pakaian sederana dan tanpa wangi-wangian untuk shalat Istisqa.&lt;br /&gt;Usai shalat diadakan khutbah dua kali. Pada khutbah pertama hendaknya membaca istigfar 9 X dan pada khutbah kedua 7 X.Pelaksanaan khutbah istisqa berbeda dengan khutbah lainnya, yaitu :Khatib disunatkan memakai selendang.Isi khutbah menganjurkan banyak beristigfar, dan berkeyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan permintaan mereka.&lt;br /&gt;Saat berdoa hendaknya mengangkat tangan setinggi-tingginya.Saat berdoa pada khutbah kedua, khatib hendaknya menghadap kiblat membelakangi makmumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946876475091165?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946876475091165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946876475091165' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946876475091165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946876475091165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/shalat-shalat-sunnah.html' title='Shalat-shalat Sunnah.'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946837512700985</id><published>2005-10-16T06:10:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T06:12:55.130-07:00</updated><title type='text'>Shalat-shalat Wajib</title><content type='html'>Shalat wajib yang harus didirikan oleh umat Islam dibagi 2 (dua) , Yaitu :&lt;br /&gt;Fardu 'Ain, Yaitu shalat wajib yang harus dilakukan oleh setiap umat islam.&lt;br /&gt;Shalat Shubuh&lt;br /&gt;Shalat Dzuhur&lt;br /&gt;Shalat 'Ashar&lt;br /&gt;Shalat Maghrib&lt;br /&gt;Shalat Isya' dan&lt;br /&gt;Shalat Jum'at (hanya diwajibkan untuk kaum laki-laki)&lt;br /&gt;Fardu Kifayah, yaitu shalat wajib yang apabila sudah dikerjakan oleh sebagian umat Islam, maka umat islam yang lainnya terbebas dari kewajiban tersebut.&lt;br /&gt;Shalat Jenazah&lt;br /&gt;Shalat Ghaib&lt;br /&gt;Berikut ini niat, Jumlah rakaat dan waktu pelaksanaan kedelapan shalat wajib 'Ain dan Kifayah tersebut.&lt;br /&gt;Shalat Shubuh.&lt;br /&gt;2 Rakaat, waktunya antara menjelang terbit fajar sebelum terbit matahari. Niatnya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ushalli Fardladh shub-hi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (makmuman/imamam) lillahi ta'ala." lalu takbiratur ihram : Allahu Akbar.&lt;br /&gt;Artinya : "Aku sengaja shalat fardu subuh dua rakaat menghadap kiblat (makmum/imam) karena Allah"&lt;br /&gt;Shalat Dzuhur.&lt;br /&gt;4 rakaat, waktunya antara mulai matahari tergelincir dengan posisi tepat diatas kepala sampai dua jam sesudahnya. Niatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ushalli Fardlal dzuhri arba'a rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (makmuman/imamam) lillahi ta'ala." lalu takbiratur ihram : Allahu Akbar.&lt;br /&gt;Artinya : "Aku sengaja shalat fardu Dzuhur empat rakaat menghadap kiblat (makmum/imam) karena Allah"&lt;br /&gt;Shalat Ashar .&lt;br /&gt;4 rakaat, waktunya satu jam sejak berakhirnya waktu shalat dzuhur sampai menjelang matahari terbenam. Niatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ushalli Fardlal 'ashri arba'a rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (makmuman/imamam) lillahi ta'ala." lalu takbiratur ihram : Allahu Akbar.&lt;br /&gt;Artinya : "Aku sengaja shalat fardu Ashar empat rakaat menghadap kiblat (makmum/imam) karena Allah"&lt;br /&gt;Shalat Maghrib.&lt;br /&gt;3 rakaat, waktunya saat terbenamnya matahari sampai hilangnya tanda senja, yakni merah langit disebelah barat. Niatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ushalli Fardlal Maghribi tsalatsa rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (makmuman/imamam) lillahi ta'ala." lalu takbiratur ihram : Allahu Akbar.&lt;br /&gt;Artinya : "Aku sengaja shalat fardu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat (makmum/imam) karena Allah"&lt;br /&gt;Shalat Isya'&lt;br /&gt;4 rakaat, waktunya antara satu jam habis waktu maghrib sampai satu jam menjelang waktu subuh. Niatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ushalli Fardlal Isyaa-i arba'a rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (makmuman/imamam) lillahi ta'ala." lalu takbiratur ihram : Allahu Akbar.&lt;br /&gt;Artinya : "Aku sengaja shalat fardu Isya' empat rakaat menghadap kiblat (makmum/imam) karena Allah"&lt;br /&gt;Shalat Jum'at.&lt;br /&gt;2 rakaat, dilaksanakan setiap hari Jum'at waktunya sama dengan waktu Dzuhur. Niatnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ushalli Fardlal jum'ati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an (makmuman/imamam) lillahi ta'ala." lalu takbiratur ihram : Allahu Akbar.&lt;br /&gt;Artinya : "Aku sengaja shalat fardu Jum'at dua rakaat menghadap kiblat (makmum/imam) karena Allah"&lt;br /&gt;Shalat Janazah (Fardu Kifayah).&lt;br /&gt;Syarat-syaratnya :&lt;br /&gt;Jenazah sudah dimandikan dan dikafani&lt;br /&gt;Letak jenazah sebelah kiblat didepan yang menshalati.&lt;br /&gt;Suci dari hadas dan najis baik badan, pakaian dan tempat.&lt;br /&gt;Rukun dan cara mengerjakannya.&lt;br /&gt;Shalat jenazah tanpa ruku dan sujud juga tanpa iqamah.&lt;br /&gt;Niat&lt;br /&gt;Lafal niat untuk jenazah laki-laki sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ushalli 'alaa haadzal mayyiti arba'a takbiraatin fardlal kifaayati (ma'mumam/imamam) lillahi ta'alaa."&lt;br /&gt;Artinya : "aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah"&lt;br /&gt;Lafal niat untuk jenazah perempuan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ushalli 'alaa haadzihil mayyiti arba'a takbiraatin fardlal kifaayati (ma'mumam/imamam) lillahi ta'alaa."&lt;br /&gt;Artinya : "aku niat shalat atas mayat ini empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah niat, dilanjutkan takbiratul ihram : Allahu Akbar , setelah itu membaca surat Fatihah, kemudian disambung dengan takbiratul ihram kedua : Allahu Akbar.&lt;br /&gt;Setelah takbir kedua membaca shalawat atas nabi Muhammad saw. Minimal:&lt;br /&gt;"Allahumma Shalli 'alaa Muhammadin" artinya : "Yaa Allah berilah salawat atas nabi Muhammad"&lt;br /&gt;Kemudian takbir ketiga disambung dengan do'a minimal sebagai berikut :&lt;br /&gt;"Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu"&lt;br /&gt;Artinya : "Yaa Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma'afkanlah dia"&lt;br /&gt;Apabila jenazah yang dishalati itu perempuan, maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahaa. Jika mayatnya banyak maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahum.&lt;br /&gt;Setelah itu takbir ke empat, disambung dengan do'a minimal :&lt;br /&gt;"Allahumma la tahrimnaa ajrahu walaa taftinna da'dahu waghfirlanaa walahu."&lt;br /&gt;Artinya : "Yaa Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia."&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Shalat Ghaib (Fardu Kifayah).&lt;br /&gt;Yaitu shalat jenazah tetapi tidak dihadapan jenazah (jenazahnya berada ditempat lain atau sudah dimakamkan). Niatnya :&lt;br /&gt;"Ushalli 'alaa mayyiti (Fulanin) al ghaaibi arba'a takbiraatin fardlal kifaayati lillahi ta'alaa"&lt;br /&gt;Artinya : "aku niat shalat gaib atas mayat (fulanin) empat takbir fardu kifayah (makmum/imam) karena Allah""&lt;br /&gt;Fulanin diganti dengan nama mayat yang dishalati.&lt;br /&gt;Syarat, rukun dan tatacara shalat ghaib sama dengan shalat jenazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946837512700985?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946837512700985/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946837512700985' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946837512700985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946837512700985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/shalat-shalat-wajib.html' title='Shalat-shalat Wajib'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946819792758578</id><published>2005-10-16T06:08:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T06:09:57.926-07:00</updated><title type='text'>Shalat Jama</title><content type='html'>Shalat Jama' adalah menggabungkan dua shalat wajib kedalam satu shalat. Contohnya shalat dzuhur gabung ke shalat Ashar atau shalat Isya' digabung ke Maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat melakukan shalat jama' :&lt;br /&gt;Pergi jauh dan bukanuntuk maksiat.&lt;br /&gt;Kalau berjamaah tidak makmum kepada orang yang bukan musafir&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaannya, shalat jama' dibagi menjadi dua, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama' taqdim adalah penggabungan dua shalat dikerjakan pada waktu shalat terdahulu. Misalnya, penggabungan shalat Isya' dengan shalat Magrib dikerjakan pada waktu Magrib. Niatnya :&lt;br /&gt;"Ushalli fardlal maghribi tsalatsa rakaatain majmuu'an ilahil isyaai adaa-an lillahi ta'aalaa"&lt;br /&gt;Artinya : "aku niat shalat magrib tiga rakaat jama' sama Isya' wajib karena Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat jama' taqdim :&lt;br /&gt;dikerjakan dengan tertib, yakni shalat yang pertama didahulukan. misalnya magrib dengan isya', maka yang dikerjakan lebih dulu adalah shalat magribnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat jama' dikerjakan pada shalat pertama.&lt;br /&gt;berturut-turut antara keduanya. Tidak boleh diselingi shalat sunnah atau perbuatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama' Takhir, adalah kebalikan dari jama' taqdim. Contohnya, penggabungan antara shalat magrib dengan shalat isya dikerjakan pada waktu isya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat jama' takhir :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat jama' takhir dilakukan pada shalat yang pertama.&lt;br /&gt;Waktu masih dalam perjalanan, ketika datang waktu shalat yang kedua. membaca niat shalat yang pertama. contohnya niat shalat magrib jama' takhir :&lt;br /&gt;"Ushalli fardlal maghribi tsalatsa rakaatain majmuu'an ilal isyaa-i adaa-an lillahi ta'aalaa"&lt;br /&gt;Artinya : "aku niat shalat magrib tiga rakaat jama' sama Isya' wajib karena Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946819792758578?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946819792758578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946819792758578' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946819792758578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946819792758578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/shalat-jama.html' title='Shalat Jama'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946802778120005</id><published>2005-10-16T06:03:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T06:07:07.786-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Sholat Tarawih Sesuai Sunnah Rasulullah</title><content type='html'>1. Pensyari'atannyaShalat tarawih disyari'atkan secara berjama'ah berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha : "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu malam keluar dan shalat di masjid, orang-orang pun ikut shalat bersamanya, dan mereka memperbincangkan shalat tersebut, hingga berkumpullah banyak orang, ketika beliau shalat, mereka-pun ikut shalat bersamanya, mereka meperbincangkan lagi, hingga bertambah banyaklah penghuni masjid pada malam ketiga, Rasulullah Shallalalhu 'alaihi wa sallam keluar dan shalat, ketika malam keempat masjid tidak mampu menampung jama'ah, hingga beliau hanya keluar untuk melakukan shalat Shubuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai shalat beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian bersabda (yang artinya) : Amma ba'du. Sesungguhnya aku mengetahui perbuatan kalian semalam, namun aku khawatir diwajibkan atas kalian, sehingga kalian tidak mampu mengamalkannya". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam wafat dalam keadaan tidak pernah lagi melakukan shalat tarawih secara berjama'ah" [Hadits Riwayat Bukhari 3/220 dan Muslim 761]Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menemui Rabbnya (dalam keadaan seperti keterangan hadits diatas) maka berarti syari'at ini telah tetap, maka shalat tarawih berjama'ah disyari'atkan karena kekhawatiran tersebut sudah hilang dan illat telah hilang (juga). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya 'illat itu berputar bersama ma'lulnya, adanya atau tidak adanya.Dan yang menghidupkan kembali sunnah ini adalah Khulafa'ur Rasyidin Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu 'anhu sebagaimana dikabarkan yang demikian oleh Abdurrahman bin Abdin Al-Qoriy[1] beliau berkata : "Aku keluar bersama Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu 'anhu suatu malam di bulan Ramadhan ke masjid, ketika itu manusia berkelompok-kelompok[2] Ada yang shalat sendirian dan ada yang berjama'ah, maka Umar berkata : "Aku berpendapat kalau mereka dikumpulkan dalam satu imam, niscaya akan lebih baik". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau mengumpulkan mereka dalam satu jama'ah dengan imam Ubay bin Ka'ab, setelah itu aku keluar bersamanya pada satu malam, manusia tengah shalat bersama imam mereka, Umar-pun berkata, "Sebaik-baik bid'ah adalah ini, orang yang tidur lebih baik dari yang bangun, ketika itu manusia shalat di awal malam".[Dikeluarkan Bukhari 4/218 dan tambahannya dalam riwayat Malik 1/114, Abdurrazaq 7733]2. Jumlah raka'atnyaManusia berbeda pendapat tentang batasan raka'atnya, pendapat yang mencocoki petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah delapan raka'at tanpa witir berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha (yang artinya) : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah shalat malam di bulan Ramadhan atau selainnya lebih dari sebelas raka'at" [Dikeluarkan oleh Bukhari 3/16 dan Muslim 736 Al-Hafidz berkata (Fath 4/54)]Yang telah mencocoki Aisyah adalah Ibnu Umar Radhiyallahu anhuma, beliau menyebutkan, "Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menghidupkan malam Ramadhan bersama manusia delapan raka'at kemudian witir [Dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya 920, Thabrani dalam As-Shagir halaman 108 dan Ibnu Nasr (Qiyamul Lail) halaman 90, sanadnya hasan sebagaimana syahidnya.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Umar bin Al-Khaththab menghidupkan sunnah ini beliau mengumpulkan manusia dengan sebelas raka'at sesuai dengan sunnah shahihah, sebagaimana yang diriwayatkan ole Malik 1/115 dengan sanad yang shahih dari jalan Muhammad bin Yusuf dari Saib bin Yazid, ia berkata : "Umar bin Al-Khaththab menyuruh Ubay bin Ka'ab dan Tamim Ad-Daari untuk mengimami manusia dengan sebelas raka'at". Ia berkata : "Ketika itu imam membaca dua ratus ayat hingga kami bersandar/bertelekan pada tongkat karena lamanya berdiri, kami tidak pulang kecuali ketika furu' fajar" [Furu' fajar : awalnya, permulaan].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat beliau ini diselisihi oleh Yazid bin Khashifah, beliau berkata : "Dua puluh raka'at".Riwayat Yazid ini syadz (ganjil/menyelisihi yang lebih shahih), karena Muhammad bin Yusuf lebih tsiqah dari Yazid bin Khashifah. Riwayat Yazid tidak bisa dikatakan ziyadah tsiqah kalau kasusnya seperti ini, karena ziyadah tsiqah itu tidak ada perselisihan, tapi hanya sekedar tambahan ilmu saja dari riwayat tsiqah yang pertama sebagaimana (yang disebutkan) dalam Fathul Mughits (1/199), Muhashinul Istilah hal. 185, Al-Kifayah hal 424-425. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah seandainya riwayat Yazid tersebut shahih, itu adalah perbuatan, sedangkan riwayat Muhammad bin Yusuf adalah perkataan, dan perkataan lebih diutamakan dari perbuatan sebagaiman telah ditetapkan dalam ilmu ushul fiqh.Abdur Razaq meriwayatkan dalam Al-Mushannaf 7730 dari Daud bin Qais dan lainnya dari Muhammad bin Yusuf dari Saib bin Yazid : "Bahwa Umar mengumpulkan manusia di bulan Ramadhan, dengan dua puluh satu raka'at, membaca dua ratus ayat, selesai ketika awal fajar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat ini menyelisihi yang diriwayatkan oleh Malik dari Muhamad bin Yusuf dari Saib bin Yazid, dhahir sanad Abdur Razaq shahih seluruh rawinya tsiqah.Sebagian orang-orang yang berhujjah dengan riwayat ini, mereka menyangka riwayat Muhammad bin Yusuf mudhtharib, hingga selamatlah pendapat mereka dua puluh raka'at yang terdapat dalam hadits Yazid bin Khashifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangkaan mereka ini tertolak, karena hadits mudhtarib adalah hadits yang diriwayatkan dari seorang rawi satu kali atau lebih, atau diriwayatkan oleh dua orang atau lebih dengan lafadz yang berbeda-beda, mirip dan sama, tapi tidak ada yang bisa menguatkan (mana yang lebih kuat). [Tadribur Rawi 1/262]Namun syarat seperti ini tidak terdapat dalam hadits Muhammad bin Yusuf karena riwayat Malik lebih kuat dari riwayat Abdur Razaq dari segi hafalan. Kami ketengahkan hal ini kalau kita anggap sanad Abdur Razaq selamat dari illat (cacat), akan tetapi kenyataannya tidak demikian (karena hadits tersebut mempunyai cacat, pent) kita jelaskan sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yang meriwayatkan Mushannaf dari Abdur Razaq lebih dari seorang, diantaranya adalah Ishaq bin Ibrahim bin Ubbad Ad-Dabari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadits ini dari riwayat Ad-Dabari dari Abdur Razaq, dia pula yang meriwayatkan Kitabus Shaum [Al-Mushannaf 4/153]3. Ad-Dabari mendengar dari Abdur Razaq karangan-karangannya ketika berumur tujuh tahun [Mizanul I'tidal 1/181]4. Ad-Dabari bukan perawi hadits yang dianggap shahih haditsnya, juga bukan seorang yang membidangi ilmu ini [Mizanul I'tidal 1/181]5. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dia banyak keliru dalam meriwayatkan dari Abdur Razaq, dia banyak meriwayatkan dari Abdur Razaq hadits-hadits yang mungkar, sebagian ahlul ilmi telah mengumpulkan kesalahan-kesalahan Ad-Dabari dan tashif-tashifnya dalam Mushannaf Abdur Razaq, dalam Mushannaf [Mizanul I'tidal 1/181]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan di atas maka jelaslah bahwa riwayat ini mungkar, Ad-Dabari dalam meriwayatkan hadits diselisihi oleh orang yang lebih tsiqah darinya, yang menentramkan hadits ini kalau kita nyatakan kalau hadits inipun termasuk tashifnya Ad-Dabari, dia mentashifkan dari sebelas raka'at (menggantinya menjadi dua puluh satu rakaat), dan engkau telah mengetahui bahwa dia banyak berbuat tashif [Lihat Tahdzibut Tahdzib 6310 dan Mizanul I'tidal 1/181]Oleh karena itu riwayat ini mungkar dan mushahaf (hasil tashif), sehingga tidak bisa dijadikan hujjah, dan menjadi tetaplah sunnah yang shahih yang diriwayatkan di dalam Al-Muwatha' 1/115 dengan sanad Shahih dari Muhammad bin Yusuf dari Saib bin Yazid. Perhatikanlah.[3]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946802778120005?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946802778120005/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946802778120005' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946802778120005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946802778120005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/bagaimana-sholat-tarawih-sesuai-sunnah.html' title='Bagaimana Sholat Tarawih Sesuai Sunnah Rasulullah'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946775181364252</id><published>2005-10-16T06:00:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T06:02:31.813-07:00</updated><title type='text'>Shalat Ghaib</title><content type='html'>Hukum salat ghaib telah terjadi perbedaan di antara ulama, sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazhab Syafi'i dan Hanbali menyatakan bahwa salat janazah gaib adalah sunnah, dengan berlandaskan kepada hadis bahwa Rasulullah mendirikan salat jenazah untuk raja Najasi ketika menerima kabar kematiannya dan para shabat pun ikut salat bersama Rasulullah" (H.R. Bukhari &amp;amp; Muslim). Kemudian, salat jenazah merupakan do'a yang tidak harus di depan orang yang didoakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mazhab Hanafi dan Maliki mengatakan bahwa salat ghaib tidak boleh dilaksanakan. Mazhab ini menyatakan bahwa hal tersebut merupakan keistemawaan Rasulullah dan beliau menjalankannya karena Najasi tidak ada yang menyolatinya. Namun pendapat yang berlandaskan dalil kuat adalah bahwa solat jenazah ghaib tetap disunnahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Niam&lt;br /&gt;PesantrenVirtualCom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946775181364252?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946775181364252/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946775181364252' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946775181364252'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946775181364252'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/shalat-ghaib.html' title='Shalat Ghaib'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946757765845365</id><published>2005-10-16T05:57:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T05:59:37.663-07:00</updated><title type='text'>Shalat Taraweh, Tahajud dan Witir</title><content type='html'>1. Shalat Taraweh,&lt;br /&gt;Pendapat yang populer dalam jumlah rakaat shalat malam yang dilakukan Rasulullah adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 11 rokaat terdiri dari 4 rokaat x 2 + 3 rokaat witir. Ini sesuai dengan hadist A'isyah yang diriwayatkan Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. 11 rokaat terdiri dari 4 rokaat x 2 + 2 rokaat witir + 1 witir. Ini sesuai dengan hadist Ai'syah riwayat Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 11 rokaat terdiri dari 2 rokaat x 4 &amp;amp; 2 rokaat witir + 1 witir. Ini juga diriwayatkan oleh Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ada juga riwayat Ibnu Hibban yang mengatakan 8 rakaat + witir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ada juga riwayat yang mengatakan 13 rakaat termasuk witir.&lt;br /&gt;Itu adalah diantara riwayat-riwayat yang sahih shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah.&lt;br /&gt;Khusus untuk bulan Ramadhan Rasulullah pernah shalat berjamaah bersama sahabat, kemudian hari berikutnya beliau tidak lagi melakukan hal yang sama, ketika ditanya alasannya, beliau menjawab karena khawatir diwajibkan. Kemudian pada masa Umar bin Khattab, karena orang berbeda-beda, sebagian ada yang shalat dan ada yang tidak shalat, maka Umar ingin agar umat Islam nampak seragam, lalu disuruhlah agar umat Islam berjamaah di masjid dengan shalat berjamah dengan imam Ubay bin Ka'b. Itulah yang kemudian populer dengan sebutan shalat tarawih, artinya istirahat, karena mereka melakukan istirahat setiap selasai melakukan shalat 4 rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan perbedaan riwayat mengenai jumlah rakaat yang dilakukan pada saat itu : ada yang mengatakan 13 rakaat, ada yang mengatakan 21 rakaat, ada yang mengatakan 23 rakaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus rakaat shalat tarawih, ada juga yang mengatakan 36 rakaat plus 3 witir, ini diriwayatkan pada masa Umar bin Abdul Aziz. Ada juga yang meriwayatkan 41 rakaat. Bahkan ada yang meriwayatkan 40 rakaat plus 7 rakaat witir. Riwayat dari imam Malik beliau melaksanakan 36 rakaat plus 3 rakaat witir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan masyarakat Indonesia yang mayoritas bermadzhab Syafi'i melaksanakan shalat Tarawih 20 rakaat atau 11 rakaat, termasuk witir. Kedua cara ini sama-sama mempunyai landasan dalil yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat tarawih bisa juga disebut shalat qiyamullail, yaitu shalat yang tujuannya menghidupkan malam bulan Ramadhan. Penamaan shalat tarawih tersebut belum muncul pada zaman Rasulullah s.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Shalat Tahajud&lt;br /&gt;Salat tahajud itu artinya salat malam setelah tidur sejenak. Tahajud berasal dari bahasa Arab "tahajjud", dari kata dasar "hajada" yang berarti "tidur" dan juga berarti "salat di malam hari". Orang yang melakukan salat malam disebut "haajid". Jadi bertahajud artinya melakukan salat sunat di malam hari, setelah tidur. Semua salat sunat yang dikerjakan di malam hari setelah tidur, dengan demikian, disebut salat tahajud atau salat malam (shalatullail).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat tahjud hukumnya sunnah muakkadah bagi umat Islam. Bagi Rasulullah hukumnya sunnah. Dalam riwayat Muslim dikatakan "Sebaik-baik shalat setelah shalat fardlu, adalah shalat pada malam hari". Jenisnya macam-macam, bisa salat hajat, salat witir, salat tasbih, dan sunat mutlak, atau mungkin juga shalat tarawih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan tahajud disunatkan memulainya dengan salat sunat dua rekaat yang ringan (tidak panjang). Kata Nabi saw: "Jika salah satu di antara kalian melakukan salat malam, hendaknya memulainya dengan dua rekaat yang ringan".[Riwayat Muslim, Abu Daud, dan Ahmad].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu silahkan melakukan salat sepuasnya, sekuatnya. Boleh berupa salat hajat (salat hajat ini boleh juga dilakukan di siang hari), salat tasbih, atau salat sunat mutlak (sunat mutlak ini maksudnya asal salat saja dua rekaat, niatnya salat sunat). Semua salat dilakukan dua rekaat-dua rekaat. Kecuali salat witir yang boleh disambung menjadi 3 rekaat, disertai tahiyat awal pada rekaat kedua (sebelum berdiri menuju rekaat ketiga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salat tahajud hendaknya diakhiri dengan salat witir. Jadi urutannya, witir dilaksanakan paling akhir, sekiranya setelah itu tidak melakukan salat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Shalat Witir&lt;br /&gt;Diantara madzhab-madzhab fikih, hanya Abu Hanifah yang berpendapat wajibnya shalat witir. Sementara yang lain hanya menganggapnya sebagai sunnat muakkad [kesunaatan yang benar-benar dianjurkan]. Bahkan kedua murid Abu Hanifah sebagai pemegang otoritas utama madzhab Hanafiyah juga beranggapan sama, yakni hanya sunnat muakkad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat witir adalah "shalat ganjil", yang didasarkan pada hadits Nabi Muhammad: "Sesungguhnya Allah adalah witr [ganjil] dan mincintai witr [HR. Abu Daud]. Shalat ini dimaksudkan sebagai pemungkas waktu malam untuk "mengganjili" shalat-shalat yang genap. Karena itu, dianjurkan untuk menjadikannya akhir shalat malam. Apabila seseorang berkehendak untuk shalat tahajjud pada malam hari, maka sebaiknya ia tidak menunaikan salat witir menjelang tidur, tapi melaksanakannya setelah shalat tahajjud. Namun jika ia tidak bermaksud demikian, maka sebelum tidur, ia dianjurkan untuk menunaikannya. Walhasil, shalat witir adalah shalat yang dilaksanakan paling akhir diantara shalat-shalat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW mengatakan: "Jadikanlah witir akhir shalat kalian di waktu malam". [HR. Bukhari]. "Barang siapa takut tidak bangun di akhir malam, maka witirlah pada awal malam, dan barang siapa berkeinginan untuk bangun di akhir malam, maka witirlah di akhir malam, karena sesungguhnya shalat pada akhir malam masyhudah ("disaksikan") [HR. Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun waktunya adalah setelah shalat 'Isya hingga fajar. Kata Nabi Muhammad SAW: "Sesungguhnya AllÃ¢h telah membantu kalian dengan shalat yang lebih baik daripada kekayaan rajakaya, yaitu shalat witir. Maka kemudian AllÃ¢h menjadikannya untuk kalian [agar dilaksanakan] mulai dari 'Isya hingga terbit fajar". [HR. lima sunan selain Annasaiy]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat witir boleh dilaksanakan tiga rakaat langsung dengan sekali salam, atau dua rakaat salam kemudian dilanjutkan dengan satu rakaat.&lt;br /&gt;Dewan Asatidz Pesantren Virtual&lt;br /&gt;NB. :&lt;br /&gt;Boleh saja melaksanakan shalat tahajud, meskipun setelah shalat tarawih. Sebaiknya dengan mengikuti shalat tarawih berjamaah, namun tidak mengikuti shalat witir, sebab yang lebih afdal menempatkan shalat witir di akhir shalat malam. Usai tahajud baru melaksanakan shalat witir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946757765845365?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946757765845365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946757765845365' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946757765845365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946757765845365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/shalat-taraweh-tahajud-dan-witir.html' title='Shalat Taraweh, Tahajud dan Witir'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946742380747000</id><published>2005-10-16T05:53:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T05:57:03.806-07:00</updated><title type='text'>Sholat sunat dhuha dan fajar</title><content type='html'>Mudah-mudahan masih banyak umat Islam yang masih menjaga praktek ibadahshalat dhuha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebetulnya tidak ada keharusan ayat atau surat apa yang harus dibacasetelah bacaan al-Fatihah pada shalat dhuha. Namun demikian, dalam beberapariwayat dijelaskan Nabi membaca surat al-Dhuha [wadhdhuha] di rakaatpertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat dhuha dua rakaat, dan kita dapat melakukannya beberapa kali,dilakukan setelah matahari terbit sampai [menurut pendapat umum] sekitar jam10; tetapi tepatnya sebelum tengah hari. Di daerah dekat kutub utara danselatan, norma batasan waktu ini dapat runyam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa? karena pada wilayahtertentu, matahari terbit sekitar jam 10 di musim dingin. Secarasederhananya, shalat dhuha dilaksanakan di waktu dhuhu, dan waktu dhuhusetelah matahari terbit sampai ia berkulminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apa yang dimaksud dengan shalat sunat fajar? yaitu shalat sunat yangdilakukan di waktu fajar. Kapan waktu fajar? ya ketika waktu subuh sudahmasuk sampai menjelang terbit matahari. Artinya, shalat sunat fajar, sesuainamanya, harus dilakukan ketika waktu subuh sudah masuk, [ingat, adzan subuhdikumandangkan pada waktu shalat subuh sudah masuk].Wa Allah 'a'lam bi l-Shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noryamin AiniMontreal, Canada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946742380747000?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946742380747000/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946742380747000' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946742380747000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946742380747000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/sholat-sunat-dhuha-dan-fajar.html' title='Sholat sunat dhuha dan fajar'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946713052859587</id><published>2005-10-16T05:46:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T05:52:10.533-07:00</updated><title type='text'>SHOLAT BERJAMAAH</title><content type='html'>a. Hukum Shalat Berjama'ah&lt;br /&gt;Shalat berjama'ah itu adalah wajib bagi tiap-tiap mukmin laki-laki, tidak ada keringanan untuk meninggalkannya terkecuali ada udzur (yang dibenarkan dalam agama). Hadits-hadits yang merupakan dalil tentang hukum ini sangat banyak, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, ia berkata, Telah datang kepada Nabi shallallaahu alaihi wasallam seorang lelaki buta, kemudian ia berkata, 'Wahai Rasulullah, aku tidak punya orang yang bisa menuntunku ke masjid, lalu dia mohon kepada Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam agar diberi keringanan dan cukup shalat di rumahnya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam memberikan keringanan kepadanya. Ketika dia berpaling untuk pulang, beliau memanggilnya, seraya berkata, 'Apakah engkau mendengar suara adzan (panggilan) shalat?', ia menjawab, 'Ya.' Beliau bersabda, 'Maka hendaklah kau penuhi (panggilah itu)'.(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu ia berkata: 'Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda, 'Shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya' dan shalat Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya mereka itu mengetahui pahala kedua shalat tersebut, pasti mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Aku pernah berniat memerintahkan shalat agar didirikan kemudian akan kuperintahkan salah seorang untuk mengimami shalat, lalu aku bersama beberapa orang sambil membawa beberapa ikat kayu bakar mendatangi orang-orang yang tidak hadir dalam shalat berjama'ah, dan aku akan bakar rumah-rumah mereka itu'. (Muttafaq 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Darda' radhiallaahu anhu, ia berkata, 'Aku mendengar Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda, 'Tidaklah berkumpul tiga orang, baik di suatu desa maupun di dusun, kemudian di sana tidak dilaksanakan shalat berjama'ah, terkecuali syaitan telah menguasai mereka. Maka hendaklah kamu senan-tiasa bersama jama'ah (golongan yang banyak), karena sesungguhnya serigala hanya akan memangsa domba yang jauh terpisah (dari rombongannya)'.(HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasai dan lainnya, hadits hasan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi shallallaahu alaihi wasallam bersabda, 'Barangsiapa mendengar panggilan adzan namun tidak mendatanginya, maka tidak ada shalat baginya, ter-kecuali karena udzur (yang dibenarkan dalam agama)'.(HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan lainnya, hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Mas'ud radhiallaahu anhu, ia berkata, 'Sesungguhnya Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam mengajari kami sunnah-sunnah (jalan-jalan petunjuk dan kebenaran) dan di antara sunnah-sunnah tersebut adalah shalat di masjid yang dikuman-dangkan adzan di dalamnya. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Keutamaan Shalat Berjama'ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat berjama'ah mempunyai keutamaan dan pahala yang sangat besar, banyak sekali hadits-hadits yang menerangkan hal tersebut di antaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar radhiallaahu anhuma, bahwasanya Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda, 'Shalat berjama'ah dua puluh tujuh kali lebih utama daripada shalat sendirian. (Muttafaq 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, ia berkata, 'Bersabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam, 'Shalat seseorang dengan berjama'ah lebih besar pahalanya sebanyak 25 atau 27 derajat daripada shalat di rumahnya atau di pasar (maksudnya shalat sendirian).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu dikarenakan apabila salah seorang di antara kamu telah berwudhu dengan baik kemudian pergi ke masjid, tidak ada yang menggerakkan untuk itu kecuali karena dia ingin shalat, maka tidak satu langkah pun yang dilangkahkannya kecuali dengannya dinaikkan satu derajat baginya dan dihapuskan satu kesalahan darinya sampai dia memasuki masjid. Dan apabila dia masuk masjid, maka ia terhitung shalat selama shalat menjadi penyebab baginya untuk tetap berada di dalam masjid itu, dan malaikat pun mengu-capkan shalawat kepada salah seorang dari kamu selama dia duduk di tempat shalatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para malaikat berkata, 'Ya Allah, berilah rahmat kepadanya, ampunilah dia dan terimalah taubatnya.' Selama ia tidak berbuat hal yang mengganggu dan tetap berada dalam keadaan suci'.(Muttafaq 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Berjama'ah dapat dilaksanakan sekalipun dengan seorang makmum dan seorang imam Shalat berjama'ah bisa dilaksanakan dengan seorang makmum dan seorang imam, sekalipun salah seorang di antaranya adalah anak kecil atau perempuan. Dan semakin banyak jumlah jama'ah dalam shalat semakin disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas radhiallaahu anhuma, ia berkata, 'Aku pernah bermalam di rumah bibiku, Maimunah (salah satu istri Nabi shallallaahu alaihi wasallam), kemudian Nabi shallallaahu alaihi wasallam bangun untuk shalat malam, maka aku pun ikut bangun untuk shalat bersamanya, aku berdiri di samping kiri beliau, lalu beliau menarik kepalaku dan menempatkanku di samping kanannya'.(Muttafaq 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa'id Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiallaahu anhuma, keduanya berkata, 'Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda, 'Barangsiapa ba-ngun di waktu malam hari kemudian dia membangunkan isterinya, kemudian mereka berdua shalat berjama'ah, maka mereka berdua akan dicatat sebagai orang yang selalu berdzikir kepada Allah'.(HR. Abu Daud dan Al-Hakim, hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiallaahu anhu, 'Bahwasanya seorang laki-laki masuk masjid sedangkan Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam sudah shalat bersama para sahabatnya, maka beliau pun bersabda, 'Siapa yang mau bersedekah untuk orang ini, dan menemaninya shalat.' Lalu berdirilah salah seorang dari mereka kemudian dia shalat bersamanya'.(HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ubay bin Ka'ab radhiallaahu anhu, ia berkata, 'Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda, Shalat seseorang bersama orang lain (berdua) lebih besar pahalanya dan lebih mensucikan daripada shalat sendirian, dan shalat seseorang ditemani oleh dua orang lain (bertiga) lebih besar pahalanya dan lebih menyucikan daripada shalat dengan ditemani satu orang (berdua), dan semakin banyak (jumlah jama'ah) semakin disukai oleh Allah Ta'ala'.(HR. Ahmad, Abu Daud dan An-Nasai, hadits hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Hadirnya Wanita Di Masjid dan Keutamaan Shalat Wanita Di Rumahnya&lt;br /&gt;Para wanita boleh pergi ke masjid dan ikut melaksanakan shalat berjama'ah dengan syarat menghindarkan diri dari hal-hal yang membangkitkan syahwat dan menim-bulkan fitnah, seperti mengenakan perhiasan, bersolek dan menggunakan wangi-wangian. Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kalian melarang para wanita (pergi) ke masjid dan hendaklah mereka keluar dengan tidak me-makai wangi-wangian.(HR. Ahmad dan Abu Daud, hadits shahih)&lt;br /&gt;Dan beliau juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan yang mana saja yang memakai wangi-wangian, maka janganlah dia ikut shalat Isya' berjama'ah bersama kami.(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain, beliau juga bersabda:&lt;br /&gt;Perempuan yang mana saja yang memakai wangi-wangian, kemudian dia pergi ke masjid, maka shalatnya tidak diterima sehingga dia mandi.(HR. Ibnu Majah, hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika salah seorang dari kalian (wanita) menghadiri mesjid maka janganlah menyentuh wangi-wangian. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau juga bersabda:&lt;br /&gt;Jangan kamu melarang istri-istrimu (shalat) di masjid, namun rumah mereka sebenarnya lebih baik untuk mereka.(HR. Ahmad, Abu Daud dan Al-Hakim, hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sabdanya yang lain:&lt;br /&gt;Shalat seorang wanita di salah satu ruangan rumahnya lebih utama daripada di bagian tengah rumahnya dan shalatnya di kamar (pribadi)-nya lebih utama daripada (ruangan lain) di rumahnya.(HR. Abu Daud dan Al-Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersabda pula:&lt;br /&gt;Sebaik-baik tempat shalat bagi kaum wanita adalah bagian paling dalam (tersembunyi) dari rumahnya.(HR. Ahmad dan Al-Baihaqi, hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946713052859587?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946713052859587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946713052859587' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946713052859587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946713052859587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/sholat-berjamaah.html' title='SHOLAT BERJAMAAH'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946671666782465</id><published>2005-10-16T05:41:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T05:45:16.696-07:00</updated><title type='text'>Tata Cara Sholat lengkap (2)</title><content type='html'>RUKU'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam setelah selesai membaca surat dari Al-Qur-an kemudian berhenti sejenak, terus mengangkat kedua tangannya sambil bertakbir seperti ketika takbiratul ihrom (setentang bahu atau daun telinga) kemudian rukuk (merundukkan badan kedepan dipatahkan pada pinggang, dengan punggung dan kepala lurus sejajar lantai). Berdasarkan beberapa hadits, salah satunya adalah:&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila berdiri dalam sholat mengangkat kedua tangannya sampai setentang kedua bahunya, hal itu dilakukan ketika bertakbir hendak rukuk dan ketika mengangkat kepalanya (bangkit) dari ruku' …."(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari, Muslim dan Malik)&lt;br /&gt;Cara Ruku'&lt;br /&gt;&gt; Bila Rasulullah ruku' maka beliau meletakkan telapak tangannya pada lututnya, demikian beliau juga memerintahkan kepada para shahabatnya.&lt;br /&gt;"Bahwasanya shallallahu 'alaihi wa sallam (ketika ruku') meletakkan kedua tangannya pada kedua lututnya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&gt; Menekankan tangannya pada lututnya.&lt;br /&gt;"Jika kamu ruku' maka letakkan kedua tanganmu pada kedua lututmu dan bentangkanlah (luruskan) punggungmu serta tekankan tangan untuk ruku'." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;&gt; Merenggangkan jari-jemarinya (lihat gambar).&lt;br /&gt;"Beliau merenggangkan jari-jarinya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Hakim dan dia menshahihkannya, Adz-Dzahabi dan At-Thayalisi menyetujuinya)&lt;br /&gt;&gt; Merenggangkan kedua sikunya dari lambungnya.&lt;br /&gt;"Beliau bila ruku', meluruskan dan membentangkan punggungnya sehingga bila air dituangkan di atas punggung beliau, air tersebut tidak akan bergerak." (Hadits di keluarkan oleh Al Imam Thabrani, 'Abdullah bin Ahmad dan ibnu Majah)&lt;br /&gt;&gt; Antara kepala dan punggung lurus, kepala tidak mendongak tidak pula menunduk tetapi tengah-tengah antara kedua keadaan tersebut (lihat gambar).&lt;br /&gt;"Beliau tidak mendongakkan kepalanya dan tidak pula menundukkannya."(Hadits ini diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud dan Bukhari)&lt;br /&gt;"Sholat seseorang sempurna sebelum dia melakukan ruku' dan sujud dengan meluruskan punggungnya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu 'Awwanah, Abu Dawud dan Sahmi dishahihkan oleh Ad-Daraquthni)&lt;br /&gt;&gt; Thuma-ninah/Bersikap Tenang&lt;br /&gt;Beliau pernah melihat orang yang ruku' dengan tidak sempurna dan sujud seperti burung mematuk, lalu berkata: "Kalau orang ini mati dalam keadaan seperti itu, ia mati diluar agama Muhammad [sholatnya seperti gagak mematuk makanan] sebagaimana orang ruku' tidak sempurna dan sujudnya cepat seperti burung lapar yang memakan satu, dua biji kurma yang tidak mengenyangkan." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Ya'la, Al-Ajiri, Al-Baihaqi, Adh-Dhiya' dan Ibnu Asakir dengan sanad shahih, dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)&lt;br /&gt;&gt; Memperlama Ruku'&lt;br /&gt;"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikan ruku', berdiri setelah ruku' dan sujudnya juga duduk antara dua sujud hampir sama lamanya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Yang Dibaca Ketika Ruku'&lt;br /&gt;Do'a yang dibaca oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ada beberapa macam, semuanya pernah dibaca oleh beliau jadi kadang membaca ini kadang yang lain.&lt;br /&gt;1. SUBHAANA RABBIYAL 'ADHZIM 3 kali atau lebih (Berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain).&lt;br /&gt;Yang artinya:&lt;br /&gt;"Maha Suci Rabbku, lagi Maha Agung."&lt;br /&gt;2. SUBHAANA RABBIYAL 'ADHZIMI WA BIHAMDIH 3 kali (Berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Abu Dawud, Ad-Daroquthni dan Al-Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya:&lt;br /&gt;"Maha Suci Rabbku lagi Maha Agung dan segenap pujian bagi-Nya."&lt;br /&gt;3. SUBBUUHUN QUDDUUSUN RABBUL MALA-IKATI WAR RUUH (Berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu 'Awwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya:&lt;br /&gt;"Maha Suci, Maha Suci Rabb para malaikat dan ruh."&lt;br /&gt;4. SUBHAANAKALLAHUMMA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang artinya:&lt;br /&gt;"Maha Suci Engkau ya, Allah, dan dengan memuji-Mu Ya, Allah ampunilah aku."&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits dari 'A-isyah, bahwasanya dia berkata:&lt;br /&gt;"Adalah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memperbanyak membaca Subhanakallahumma Wa Bihamdika Allahummaghfirlii dalam ruku'nya dan sujudnya, beliau mentakwilkan Al-Qur-an." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Do'a ini yang paling sering dibaca. Dikatakan bahwa ada riwayat dari 'A-isyah yang menunjukkan bahwa Rasulullah sejak turunnya surat An-Nashr -yang artinya: "Hendaklah engkau mengucapkan tasbih dengan memuji Rabbmu dan memohon ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat." (TQS. An-Nashr 110:3)-, waktu ruku' dan sujud beliau shallallahu 'alaihi wa sallam selalu membaca do'a ini hingga wafatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dan lain-lain sesuai dengan hadits-hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Dilarang Ketika Ruku'&lt;br /&gt;Larangan disini adalah larangan dari Rasulullah bahwa sewaktu ruku' kita tidak boleh membaca Al-Qur-an. Berdasarkan hadits:&lt;br /&gt;"Bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang membaca Al-Qur-an dalam ruku' dan sujud." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu 'Awwanah)"Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca Al-Qur-an sewaktu ruku' dan sujud…" (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu 'Awwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I'TIDAL DARI RUKU'&lt;br /&gt;Cara i'tidal dari ruku'&lt;br /&gt;Setelah ruku' dengan sempurna dan selesai membaca do'a, maka kemudian bangkit dari ruku' (i'tidal). Waktu bangkit tersebut membaca (SAMI'ALLAAHU LIMAN HAMIDAH) disertai dengan mengangkat kedua tangan sebagaimana waktu takbiratul ihrom. Hal ini berdasarkan keterangan beberapa hadits, diantaranya:&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila berdiri dalam sholat mengangkat kedua tangannya sampai setentag kedua pundaknya, hal itu dilakukan ketika bertakbir mau rukuk dan ketika mengangkat kepalanya (bangkit ) dari ruku' sambil mengucapkan SAMI'ALLAAHU LIMAN HAMIDAH…"(Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Muslim dan Malik).&lt;br /&gt;Yang Dibaca Ketika I'tidal dari Ruku'&lt;br /&gt;Seperti ditunjuk hadits di atas ketika bangkit (mengangkat kepala) dari ruku' itu membaca: (SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH)&lt;br /&gt;Kemudian ketika sudah tegak dan selesai bacaan tersebut disahut dengan bacaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RABBANAA LAKAL HAMD (Rabbku, segala puji kepada-Mu)&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;RABBANAA WA LAKAL HAMD (Rabbku dan segala puji kepada-Mu)&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;ALLAAHUMMA RABBANAA LAKAL HAMD (Ya, Allah, Rabbku, segala puji kepada-Mu)&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;ALLAAHUMMA RABBANAA WA LAKAL HAMD (Ya, Allah, Rabbku dan segala puji kepada-Mu)&lt;br /&gt;Dalilnya adalah hadits dari Abu Hurairah:&lt;br /&gt;"Apabila imam mengucapkan SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH, maka ucapkanlah oleh kalian ALLAHUMMA RABBANA WA LAKALHAMD, barangsiapa yang ucapannya tadi bertepatan dengan ucapan para malaikat diampunkan dosa-dosanya yang telah lewat." (Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Ztirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah dan Malik)&lt;br /&gt;Kadang ditambah dengan bacaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MIL-ASSAMAAWAATI, WA MIL-ALARDHL, WA MIL-A MAA SYI-TA MIN SYAI-IN BA'D (Mencakup seluruh langit dan seluruh bumi dan segenap yang Engkau kehendaki selain dari itu) berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Ibnu Majah.&lt;br /&gt;Dan Do'a lain-lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara I'tidal&lt;br /&gt;Adapun dalam tata cara i'tidal ulama berbeda pendapat menjadi dua pendapat, pertama mengatakan sedekap dan yang kedua mengatakan tidak bersedekap tapi melepaskannya. Tapi yang rajih menurut kami adalah pendapat pertama. Bagi yang hendak mengerjakan pendapat yang pertama tidak apa-apa dan bagi siapa yang mengerjakan sesuai dengan pendapat kedua tidak mengapa.&lt;br /&gt;Keterangan untuk pendapat pertama: Kembali meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri atau menggenggamnya dan menaruhnya di dada, ketika telah berdiri (lihat gambar). Hal ini berdasarkan nash dibawah ini:&lt;br /&gt;Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam An-Nasa-i yang artinya: "Ia (Wa-il bin Hujr) berkata: "Saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila beliau berdiri dalam sholat, beliau memgang tangan kirinya dengan tangan kanannya."&lt;br /&gt;Berkata Al-Imam Al-Bukhari dalam shahihnya: "Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah, ia berkata dari Malik, ia berkata dari Abu Hazm, ia berkata dari Sahl bin Sa'd ia berkata: "Adalah orang-orang (para shahabat) diperintah (oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ) agar seseorang meletakkan tangan kanannya atas lengan kirinya dalam sholat." Komentar Abu Hazm: "Saya tidak mengetahui perintah tersebut kecuali disandarkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ."&lt;br /&gt;Komentar dari Syaikh Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baaz (termaktub dalam fatwanya yang dimuat dalam majalah Rabithah 'Alam Islamy, edisi Dzulhijjah 1393 H/Januari 1974 M, tahun XI): "Dari hadits shahih ini ada petunjuk diisyaratkan meletakkan tangan kanan atas tangan kiri ketika seorang Mushalli (orang yang sholat) tengah berdiri baik sebelum ruku' maupun sesudahnya. Karena Sahl menginformasikan bahwa para shahabat diperintahkan untuk meletakkan tangan kanannya atas lengan kirinya dalam sholat. Dan sudah dimengerti bahwa Sunnah (Nabi) menjelaskan orang sholat dalam ruku' meletakkan kedua telapak tangangnya pada kedua lututnya, dan dalam sujud ia meletakkan kedua telapak tangannya pada bumi (tempat sujud) sejajar dengan keddua bahunya atau telinganya, dan dalam keadaan duduk antara dua sujud begitu pun dalam tasyahud ia meletakkannya di atas kedua pahanya dan lututnya dengan dalil masing-masing secara rinci. Dalam rincian Sunnah tersebut tidak tersisa kecuali dalam keadaan berdiri. Dengan demikian dapatlah dimengerti bahwasanya maksud dari hadits Sahl diatas adalah disyari'atkan bagi Mushalli ketika berdiri dalam sholat agar meletakkan tangan kanannya atas lengan kirinya. Sama saja baik berdiri sebelum ruku' maupun sesudahnya. Karena tidak ada riwayat dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membedakan antara keduanya, oleh karena itu barangsiapa membedakan keduanya haruslah menunjukkan dalilnya. (Kembali pada kaidah ushul fiqh: "asal dari ibadah adalah haram kecuali ada penunjukannya" -per.)&lt;br /&gt;Disamping itu ada pula ketetapan dari hadits Wa-il bin Hujr pada riwayat An-Nasa-i dengan sanad yang shahih: Bahwasanya apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dalam sholat beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya."&lt;br /&gt;Wallaahu a'lamu bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thuma-ninah dan Memperlama Dalam I'tidal&lt;br /&gt;"Kemudian angkatlah kepalamu sampai engkau berdiri dengan tegak [sehingga tiap-tiap ruas tulang belakangmu kembali pata tempatnya]." (dalam riwayat lain disebutkan: "Jika kamu berdiri i'tidal, luruskanlah punggungmu dan tegakkanlah kepalamu sampai ruas tulang punggungmu mapan ke tempatnya)." (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim, dan riwayat lain oleh Ad-Darimi, Al-Hakim, As-Syafi'i dan Ahmad)&lt;br /&gt;Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri terkadang dikomentari oleh shahabat: "Dia telah lupa" [karena saking lamanya berdiri]. (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari, Muslim dan Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUJUD&lt;br /&gt;Sujud dilakukan setelah i'tidal thuma-ninah dan jawab tasmi' (Rabbana Lakal Hamd...dst).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya&lt;br /&gt;Dengan tanpa atau kadang-kadang dengan mengangkat kedua tangan (setentang pundak atau daun telinga) seraya bertakbir, badan turun condong kedepan menuju ke tempat sujud, dengan meletakkan kedua lutut terlebih dahulu (lihat gambar) baru kemudian meletakkan kedua tangan (lihat gambar) pada tempat kepala diletakkan dan kemudian meletakkan kepala kepala dengan menyentuhkan/menekankan hidung dan jidat/kening/dahi ke lantai (tangan sejajar dengan pundak atau daun telinga).&lt;br /&gt;Dari Wail bin Hujr, berkat, "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika hendak sujud meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya dan apabila bangkit mengangkat dua tangan sebelum kedua lututnya."(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Tirmidzi An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Ad-Daarimy)&lt;br /&gt;"Terkadang beliau mengangkat kedua tangannya ketika hendak sujud." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam An-Nasa'i dan Daraquthni)&lt;br /&gt;"Terkadang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meletakkan tangannya [dan membentangkan] serta merapatkan jari-jarinya dan menghadapkannya ke arah kiblat." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Al-Hakim, Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;"Beliau meletakkan tangannya sejajar dengan bahunya" (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Tirmidzi)&lt;br /&gt;"Terkadang beliau meletakkan tangannya sejajar dengan daun telinganya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam An-Nasa'i)&lt;br /&gt;Cara Sujud&lt;br /&gt;&gt; Bersujud pada 7 anggota badan (lihat gambar), yakni jidat/kening/dahi dan hidung (1), dua telapak tangan (3), dua lutut (5) dan dua ujung kaki (7). Hal ini berdasar hadits:&lt;br /&gt;Dari Ibnu 'Abbas berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Aku diperintah untuk bersujud (dalam riwayat lain; Kami diperintah untuk bersujud) dengan tujuh (7) anggota badan; yakni kening sekaligus hidung, dua tangan (dalam lafadhz lain; dua telapak tangan), dua lutut, jari-jari kedua kaki dan kami tidak boleh menyibak lengan baju dan rambut kepala." (Hadits dikeluarkan oleh Al-Jama'ah)&lt;br /&gt;&gt; Dilakukan dengan menekan&lt;br /&gt;"Apabila kamu sujud, sujudlah dengan menekan." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad)&lt;br /&gt;"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menekankan kedua lututnya dan bagian depan telapak kaki ke tanah." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&gt; Kedua lengan/siku tidak ditempelkan pada lantai, tapi diangkat dan dijauhkan dari sisi rusuk/lambung.&lt;br /&gt;Dari Abu Humaid As-Sa'diy, bahwasanya Nabi shalallau 'alaihi wasallam bila sujud maka menekankan hidung dan dahinya di tanah serta menjauhkan kedua tangannya dari dua sisi perutnya, tangannya ditaruh sebanding dua bahu beliau." (Diriwayatkan oleh Al Imam At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik, dari Nabi shalallau 'alaihi wasallam bersabda:"Luruskanlah kalian dalam sujud dan jangan kamu menghamparkan kedua lengannya seperti anjing menghamparkan kakinya." (Diriwayatkan oleh Al-Jama'ah kecuali Al Imam An-Nasa-i, lafadhz ini bagi Al Imam Al-Bukhari)&lt;br /&gt;"Beliau mengangkat kedua lengannya dari lantai dan menjauhkannya dari lambungnya sehingga warna putih ketiaknya terlihat dari belakang" (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&gt; Menjauhkan perut/lambung dari kedua paha&lt;br /&gt;Dari Abi Humaid tentang sifat sholat Rasulillah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Apabila dia sujud, beliau merenggangkan antara dua pahanya (dengan) tidak menopang perutnya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)&lt;br /&gt;&gt; Merapatkan jari-jemari&lt;br /&gt;Dari Wa-il, bahwasanya Nabi shalallau 'alaihi wasallam jika sujud maka merapatkan jari-jemarinya. (Diriwayatkan oleh Al Imam Al-Hakim)&lt;br /&gt;&gt; Menegakkan telapak kaki dan saling merapatkan/menempelkan antara dua tumit&lt;br /&gt;Berkata 'A-isyah isteri Nabi shalallau 'alaihi wasallam: "Aku kehilangan Rasulullah shalallau 'alaihi wasallam padahal beliau tadi tidur bersamaku, kemudian aku dapati beliau tengah sujud dengan merapatkan kedua tumitnya (dan) menghadapkan ujung-ujung jarinya ke kiblat, aku dengar…" (Diriwayatkan oleh Al Imam Al-Hakim dan Ibnu Huzaimah)&lt;br /&gt;&gt; Thuma-ninah dan sujud dengan lama&lt;br /&gt;Sebagaimana rukun sholat yang lain mesti dikerjakan dengan thuma-ninah. Juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kalau bersujud baiasanya lama.&lt;br /&gt;"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikan ruku', berdiri setelah ruku' dan sujudnya juga duduk antara dua sujud hampir sama lamanya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Sujud Langsung Pada Tanah atau Boleh Di Atas Alas&lt;br /&gt;"Para shahabat sholat berjama'ah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada cuaca yang panas. Bila ada yang tidak sanggup menekankan dahinya di atas tanah maka membentangkan kainnya kemudian sujud di atasnya" (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim)&lt;br /&gt;Bacaan Sujud&lt;br /&gt;Rasulullah membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBHAANA RABBIYAL A'LAA 3 kali (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dll)&lt;br /&gt;atau kadang-kadang membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBHAANA RABBIYAL A'LAA WA BIHAMDIH, 3 kali (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud dll)&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBHAANAKALLAAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAAHUMMAGHFIRLII (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Bacaan Yang Dilarang Selama Sujud&lt;br /&gt;"Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca Al-Qur-an sewaktu ruku' dan sujud…" (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu 'Awwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUJUD&lt;br /&gt;Sujud dilakukan setelah i'tidal thuma-ninah dan jawab tasmi' (Rabbana Lakal Hamd...dst).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya&lt;br /&gt;Dengan tanpa atau kadang-kadang dengan mengangkat kedua tangan (setentang pundak atau daun telinga) seraya bertakbir, badan turun condong kedepan menuju ke tempat sujud, dengan meletakkan kedua lutut terlebih dahulu (lihat gambar) baru kemudian meletakkan kedua tangan (lihat gambar) pada tempat kepala diletakkan dan kemudian meletakkan kepala kepala dengan menyentuhkan/menekankan hidung dan jidat/kening/dahi ke lantai (tangan sejajar dengan pundak atau daun telinga).&lt;br /&gt;Dari Wail bin Hujr, berkat, "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika hendak sujud meletakkan kedua lututnya sebelum kedua tangannya dan apabila bangkit mengangkat dua tangan sebelum kedua lututnya."(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Tirmidzi An-Nasa'i, Ibnu Majah dan Ad-Daarimy)&lt;br /&gt;"Terkadang beliau mengangkat kedua tangannya ketika hendak sujud." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam An-Nasa'i dan Daraquthni)&lt;br /&gt;"Terkadang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meletakkan tangannya [dan membentangkan] serta merapatkan jari-jarinya dan menghadapkannya ke arah kiblat." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud, Al-Hakim, Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;"Beliau meletakkan tangannya sejajar dengan bahunya" (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Tirmidzi)&lt;br /&gt;"Terkadang beliau meletakkan tangannya sejajar dengan daun telinganya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam An-Nasa'i)&lt;br /&gt;Cara Sujud&lt;br /&gt;&gt; Bersujud pada 7 anggota badan (lihat gambar), yakni jidat/kening/dahi dan hidung (1), dua telapak tangan (3), dua lutut (5) dan dua ujung kaki (7). Hal ini berdasar hadits:&lt;br /&gt;Dari Ibnu 'Abbas berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Aku diperintah untuk bersujud (dalam riwayat lain; Kami diperintah untuk bersujud) dengan tujuh (7) anggota badan; yakni kening sekaligus hidung, dua tangan (dalam lafadhz lain; dua telapak tangan), dua lutut, jari-jari kedua kaki dan kami tidak boleh menyibak lengan baju dan rambut kepala." (Hadits dikeluarkan oleh Al-Jama'ah)&lt;br /&gt;&gt; Dilakukan dengan menekan&lt;br /&gt;"Apabila kamu sujud, sujudlah dengan menekan." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad)&lt;br /&gt;"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menekankan kedua lututnya dan bagian depan telapak kaki ke tanah." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&gt; Kedua lengan/siku tidak ditempelkan pada lantai, tapi diangkat dan dijauhkan dari sisi rusuk/lambung.&lt;br /&gt;Dari Abu Humaid As-Sa'diy, bahwasanya Nabi shalallau 'alaihi wasallam bila sujud maka menekankan hidung dan dahinya di tanah serta menjauhkan kedua tangannya dari dua sisi perutnya, tangannya ditaruh sebanding dua bahu beliau." (Diriwayatkan oleh Al Imam At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik, dari Nabi shalallau 'alaihi wasallam bersabda:"Luruskanlah kalian dalam sujud dan jangan kamu menghamparkan kedua lengannya seperti anjing menghamparkan kakinya." (Diriwayatkan oleh Al-Jama'ah kecuali Al Imam An-Nasa-i, lafadhz ini bagi Al Imam Al-Bukhari)&lt;br /&gt;"Beliau mengangkat kedua lengannya dari lantai dan menjauhkannya dari lambungnya sehingga warna putih ketiaknya terlihat dari belakang" (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&gt; Menjauhkan perut/lambung dari kedua paha&lt;br /&gt;Dari Abi Humaid tentang sifat sholat Rasulillah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Apabila dia sujud, beliau merenggangkan antara dua pahanya (dengan) tidak menopang perutnya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)&lt;br /&gt;&gt; Merapatkan jari-jemari&lt;br /&gt;Dari Wa-il, bahwasanya Nabi shalallau 'alaihi wasallam jika sujud maka merapatkan jari-jemarinya. (Diriwayatkan oleh Al Imam Al-Hakim)&lt;br /&gt;&gt; Menegakkan telapak kaki dan saling merapatkan/menempelkan antara dua tumit&lt;br /&gt;Berkata 'A-isyah isteri Nabi shalallau 'alaihi wasallam: "Aku kehilangan Rasulullah shalallau 'alaihi wasallam padahal beliau tadi tidur bersamaku, kemudian aku dapati beliau tengah sujud dengan merapatkan kedua tumitnya (dan) menghadapkan ujung-ujung jarinya ke kiblat, aku dengar…" (Diriwayatkan oleh Al Imam Al-Hakim dan Ibnu Huzaimah)&lt;br /&gt;&gt; Thuma-ninah dan sujud dengan lama&lt;br /&gt;Sebagaimana rukun sholat yang lain mesti dikerjakan dengan thuma-ninah. Juga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kalau bersujud baiasanya lama.&lt;br /&gt;"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikan ruku', berdiri setelah ruku' dan sujudnya juga duduk antara dua sujud hampir sama lamanya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Sujud Langsung Pada Tanah atau Boleh Di Atas Alas&lt;br /&gt;"Para shahabat sholat berjama'ah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada cuaca yang panas. Bila ada yang tidak sanggup menekankan dahinya di atas tanah maka membentangkan kainnya kemudian sujud di atasnya" (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim)&lt;br /&gt;Bacaan Sujud&lt;br /&gt;Rasulullah membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBHAANA RABBIYAL A'LAA 3 kali (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dll)&lt;br /&gt;atau kadang-kadang membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBHAANA RABBIYAL A'LAA WA BIHAMDIH, 3 kali (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud dll)&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBHAANAKALLAAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAAHUMMAGHFIRLII (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Bacaan Yang Dilarang Selama Sujud&lt;br /&gt;"Ketahuilah bahwa aku dilarang membaca Al-Qur-an sewaktu ruku' dan sujud…" (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Abu 'Awwanah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BANGUN DARI SUJUD PERTAMA&lt;br /&gt;Setelah sujud pertama -dimana dalam setiap roka'at ada dua sujud- maka kemudian bangun untuk melakukan duduk diantara dua sujud. Dalam bangun dari sujud ini disertai dengan takbir dan kadang mengangkat tangan (Berdasar hadits dari Ahmad dan Al-Hakim).&lt;br /&gt;"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bangkit dari sujudnya seraya bertakbir" (Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUDUK ANTARA DUA SUJUD&lt;br /&gt;Duduk ini dilakukan antara sujud yang pertama dan sujud yang kedua, pada roka'at pertama sampai terakhir. Ada dua macam tipe duduk antara dua sujud, duduk iftirasy (duduk dengan meletakkan pantat pada telapak kaki kiri dan kaki kanan ditegakkan) (lihat gambar) dan duduk iq'ak (duduk dengan menegakkan kedua telapak kaki dan duduk diatas tumit). Hal ini berdasar hadits:&lt;br /&gt;Dari 'A-isyah berkata: "Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menghamparkan kaki beliau yang kiri dan menegakkan kaki yang kanan, baliau melarang dari duduknya syaithan." (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Muslim) *Komentar Syaikh Al-Albani: duduknya syaithan adalah dua telapak kaki ditegakkan kemudian duduk dilantai antara dua kaki tersebut dengan dua tangan menekan dilantai.&lt;br /&gt;Dari Rifa'ah bin Rafi' -dalam haditsnya- dan berkata Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam : "Apabila engkau sujud maka tekankanlah dalam sujudmu lalu kalau bangun duduklah di atas pahamu yang kiri." (Hadits dikeluarkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dengan lafadhz Abu Dawud)&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam terkadang duduk iq'ak, yakni [duduk dengan menegakkan telapak dan tumit kedua kakinya]. (Hadits dikeluarkan oleh Muslim)&lt;br /&gt;Waktu duduk antara dua sujud ini telapak kaki kanan ditegakkan dan jarinya diarahkan ke kiblat:&lt;br /&gt;Beliau menegakkan kaki kanannya (Al-Bukhari)&lt;br /&gt;Menghadapkan jari-jemarinya ke kiblat (An-Nasa-i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bacaannya&lt;br /&gt;RABBIGHFIRLII, RABBIGHFIRLII&lt;br /&gt;Dari Hudzaifah, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan dalam sujudnya (dengan do'a): Rabighfirlii, Rabbighfirlii. (Hadits dikeluarkan oleh At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan lafadhz Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAAHUMMAGHFIRLII WARHAMNII WA 'AAFINII WAHDINII WARZUQNII (Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAAHUMMAGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WARZUQNII WARFA'NII (Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAAHUMMAGHFIRLII WARHAMNII WAJBURNII WAHDINII WARZUQNII (At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;Thuma-ninah dan Lama&lt;br /&gt;Lihat tata cara ruku' Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENUJU ROKA'AT BERIKUTNYA&lt;br /&gt;Pada masalah ini ada dua tempat/kondisi, yaitu bangkit menuju roka'at berikut dari posisi sujud kedua -pada akhir roka'at pertama dan ketiga- dan bangkit dari posisi duduk tasyahhud awal -pada roka'at kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; Bangkit/bangun dari sujud untuk berdiri (dari akhir roka'at pertama dan ketiga) didahului dengan duduk istirahat atau tanpa duduk istirahat, bangkit berdiri seraya bertakbir tanpa mengangkat kedua tangan. Ketika bangkit bisa dengan tangan bertumpu pada lantai atau bisa juga bertumpu pada pahanya.&lt;br /&gt;Tangan bertumpu pada satu pahanya&lt;br /&gt;Dari Wail bin Hujr dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ,berkata (Wa-il); "Maka tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersujud dia meletakkan kedua lututnya ke lantai sebelum meletakkan kedua tangannya; Berkata (Wa-il): Bila sujud maka …..dan apabila bangkit dia bangkit atas kedua lututnya dengan bertumpu pada satu paha." (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud)&lt;br /&gt;Tangan bertumpu pada lantai (tempat sujud)&lt;br /&gt;Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertumpu pada lantai ketika bangkit ke roka'at kedua. (Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari)&lt;br /&gt;Diselai duduk istirahat&lt;br /&gt;Dari Malik bin Huwairits bahwasanya di malihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sholat, maka bila pada roka'at yang ganjil tidaklah beliau bangkit sampai duduk terlebih dulu dengan lurus." (Hadits dikeluarkan oleh Al-Bukhari, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&gt; Bangkit dari duduk tasyahhud awwal (dari roka'at kedua) dengan mengangkat kedua tangan seraya bertakbir seperti pada takbiratul ihram.&lt;br /&gt;Mengangkat tangan ketika takbir&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika bangkit dari duduknya mengucapkan takbir, kemudian berdiri (Hadits dikeluarkan oleh Abu Ya'la)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DUDUK TASYAHHUD AWWAL DAN TASYAHHUD AKHIR&lt;br /&gt;Tasyahhud awwal dan duduknya merupakan kewajiban dalam sholat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat dilakukannya&lt;br /&gt;Duduk tasyahhud awwal terdapat hanya pada sholat yang jumlah roka'atnya lebih dari dua (2), pada sholat wajib dilakukan pada roka'at yang ke-2. Sedang duduk tasyahhud akhir dilakukan pada roka'at yang terakhir. Masing-masing dilakukan setelah sujud yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara duduk tasyahhud awwal dan tasyahhud akhir&lt;br /&gt;Waktu tasyahhud awwal duduknya iftirasy (duduk diatas telapak kaki kiri) (lihat gambar) sedang pada tasyahhud akhir duduknya tawaruk (duduk dengan kaki kiri dihamparkan kesamping kanan dan duduk diatas lantai) (lihat gambar), pada masing-masing posisi kaki kanan ditegakkan.&lt;br /&gt;Dari Abi Humaid As-Sa'idiy tentang sifat sholat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dia berkat, "Maka apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam duduk dalam dua roka'at (-tasyahhud awwal) beliau duduk diatas kaki kirinya dan bila duduk dalam roka'at yang akhir (-tasyahhud akhir) beliau majukan kaki kirinya dan duduk di tempat kedudukannya (lantai dll)."(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)&lt;br /&gt;Letak tangan ketika duduk&lt;br /&gt;Untuk kedua cara duduk tersebut tangan kanan ditaruh di paha kanan sambil berisyarat dan/atau menggerak-gerakkan jari telunjuk dan penglihatan ditujukan kepadanya, sedang tangan kirinya ditaruh/terhampar di paha kiri (lihat gambar).&lt;br /&gt;Dari Ibnu 'Umar berkata Rasulullahi shallallahu 'alaihi wa sallam bila duduk didalam shalat meletakkan dua tangannya pada dua lututnya dan mengangkat telunjuk yang kanan lalu berdoa dengannya sedang tangannya yang kiri diatas lututnya yang kiri, beliau hamparkan padanya."(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim dan Nasa-i).&lt;br /&gt;Berisyarat dengan telunjuk, bisa digerakkan bisa tidak&lt;br /&gt;Selama melakukan duduk tasyahhud awwal maupun tasyahhud akhir, berisyarat dengan telunjuk kanan, disunnahkan menggerak-gerakkannya. Kadang pada suatu sholat digerakkan pada sholat lain boleh juga tidak digerak-gerakkan.&lt;br /&gt;"Kemudian beliau duduk, maka beliau hamparkan kakinya yang kiri dan menaruh tangannya yang kiri atas pahanya dan lututnya yang kiri dan ujung sikunya diatas paha kanannya, kemudian beliau menggenggam jari-jarinya dan membuat satu lingkaran kemudian mengangkat jari beliau maka aku lihat beliau menggerak-gerakkannya berdo'a dengannya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa-i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Abdullah Bin Zubair bahwasanya ia menyebutkan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berisyarat dengan jarinya ketika berdoa dan tidak menggerakannya." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca do'a At-Tahiyyaat dan As-Sholawaat&lt;br /&gt;Do'a tahiyyat ini ada beberapa versi, untuk hendaklah dipilih yang kuat dan lafadhznya belum ditambah-tambah. Salah satu contoh riwayat yang baik adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Berkata Abdullah : "Kami apabila shalat di belakang nabi shallallahu 'alaihi wa sallam keselamatan atas jibril dan mikail keselamatan atas si fulan dan si fulan maka rasulullah berpaling kepada kami. Lalu beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berkata : sesungguhnya Allah itu As-salam maka apabila shalat hendaklah kalian itu mengucapkan:&lt;br /&gt;"AT-TAHIYYAATU LILLAHI WAS SHOLAWATU WAT THAYYIBAAT, AS-SALAMU'ALAIKA AYYUHAN NABIY WA RAHMATULLAHI WA BARAKATUHU, AS-SALAAMU 'ALAINA WA 'ALAA 'IBAADILLAHIS SHALIHIN. ASYHADU ALLAA ILAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA RASULUHU"&lt;br /&gt;artinya: segala kehormaatan, shalawat dann kebaikan kepunyaan Allah, semoga keselamatan terlimpah atasmu wahai Nabi dan juga rahmat Allah dan barakah-Nya. Kiranya keselamatan tetap atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih; -karena sesungguhnya apabila kalian mengucapkan sudah mengenai semua hamba Allah yang shalih di langit dan di bumi- Aku bersaksi bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammmad itu hamba daan utusan-Nya. (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ka'ab bin Ujrah berkata : "Maukah aku hadiahkan kepadamu sesuatu ? Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang kepada kami, maka kami berkata : 'Ya Rasulullah kami sudah tahu bagaimana cara mengucapkan salam kepadamu, lantas bagaimana kami harus bershalawat kepadamu? Beliau berkata : ucapkanlah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ALLAAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMAD WA 'ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA SHALLAITA 'ALAA AALI IBRAHIIM, INNAKA HAMIIDUM MAJIID. ALLAAHUMMA BAARIK 'ALAA MUHAMMAD WA 'ALAA AALI MUHAMMAD KAMAA BARAKTA 'ALAA AALI IBRAHIIM, INNAKA HAMIIDUM MAJIID."&lt;br /&gt;artinya: "Ya Allah berikanlah Shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibarahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung. Ya Allah berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."&lt;br /&gt;Berdo'a berlindung dari empat (4) hal.&lt;br /&gt;Hal ini dilakukan pada duduk tasyahhud akhir saja.&lt;br /&gt;…..Apabila kamu telah selesai bertasyahhud akhir maka…(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;Agar tidak menyalahi riwayat -hadits Rasul shallallahu 'alaihi wa sallam- ini maka dalam tasyahhud awwal bacaannya berhenti sampai membaca sholawat pada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sedang ta'awudz (berlindung dari 4 hal) ini dibaca hanya ketika tasyahhud akhir.&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah berkata; berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : "Apabila kamu telah selesai bertasyahhud maka hendaklah berlindung kepada Allah dari empat (4) hal, dia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ALLAAHUMMA INNII A'UUDZUBIKA MIN 'ADZAABI JAHANNAMA WA MIN 'ADZAABIL QABRI WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT WA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAAL."&lt;br /&gt;artinya: "Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari siksa jahannam, siksa kubur, fitnahnya hidup dan mati serta fitnahnya Al-Masiihid Dajjaal." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Bukhari dan Muslim dengan lafadhz Muslim)&lt;br /&gt;Berdo'a dengan do'a/permohonan lainnya&lt;br /&gt;…kemudian (supaya) dia memilih do'a yang dia kagumi/senangi…(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dan Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SALAM&lt;br /&gt;Salam sebagai tanda berakhirnya gerakan sholat, dilakukan dalam posisi duduk tasyahhud akhir setelah membaca do'a minta perlindungan dari 4 fitnah atau tambahan do'a lainnya.&lt;br /&gt;"Kunci sholat adalah bersuci, pembukanya takbir dan penutupnya (yaitu sholat) adalah mengucapkan salam." (Hadits dikeluarkan dan disahkan oleh Al Imam Al-Hakim dan Adz-Dzahabi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya&lt;br /&gt;Dengan menolehkan wajah ke kanan seraya mengucapkan do'a salam kemudian ke kiri.&lt;br /&gt;Dari 'Amir bin Sa'ad, dari bapaknya berkata: Saya melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberi salam ke sebelah kanan dan sebelah kirinya hingga terlihat putih pipinya. (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad, Muslim dan An-Nasa-i serta ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Alqomah bin Wa-il, dari bapaknya, ia berkata: Aku sholat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam maka beliau membaca salam ke sebelah kanan (menoleh ke kanan): "As Salamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh." Dan kesebelah kiri: "As Salamu'alaikum Wa Rahmatullahi." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud)&lt;br /&gt;Macam-macam Bacaan Salam&lt;br /&gt;Kadang-kadang beliau membaca:&lt;br /&gt;As Salamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh--- As Salamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;As Salamu'alaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh--- As Salamu'alaikum Wa Rahmatullahi (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;As Salamu'alaikum Wa Rahmatullahi--- As Salamu'alaikum Wa Rahmatullahi&lt;br /&gt;(Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim)&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;As Salamu'alaikum Wa Rahmatullahi--- As Salamu'alaikum (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ahmad dan An-Nasa-i)&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;As Salamu'alaikum dengan sedikit menoleh ke kanan tanpa menoleh ke kiri (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerak yang dilarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering terlihat orang yang mengucapkan salam ketika menoleh ke-kanan dibarengai dengan gerakan telapak tangan dibuka kemudian ketika menoleh ke kiri tangan kirinya di buka. Gerakan tangan ini dilarang oleh shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;"Mengapa kamu menggerakkan tangan kamu seperti gerakan ekor kuda yang lari terbirit-birit dikejar binatang buas? Bila seseorang diantara kamu mengucapkan salam, hendaklah ia berpaling kepada temannya dan tidak perlu menggerakkan tangannya." [Ketika mereka sholat lagi bersama Rasullullah, mereka tidak melakukannya lagi]. (Pada riwayat lain disebutkan: "Seseorang diantara kamu cukup meletakkan tangannya di atas pahanya, kemudian ia mengucapkan salam dengan berpaling kepada saudaranya yang di sebelah kanan dan saudaranya di sebelah kiri). (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Muslim, Abu 'Awanah, Ibnu Khuzaimah dan At-Thabrani).&lt;br /&gt;Diantara gerakkan bid’ah yang dilakukan saat salam adalah gerakkan yang dilakukan oleh orang syi’ah dengan menepukkan kedua tangannya di atas paha tiga kali, sebagai pengganti salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri. Hal seperti ini dilakukan oleh syi’ah Iran dan sekitarnya. Maksud dari gerakan itu adalah melaknat malaikat Jibril karena mereka mengatakan Jibril telah salah menyampaikan wahyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946671666782465?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946671666782465/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946671666782465' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946671666782465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946671666782465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/tata-cara-sholat-lengkap-2.html' title='Tata Cara Sholat lengkap (2)'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946642430003885</id><published>2005-10-16T05:25:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T05:40:24.363-07:00</updated><title type='text'>Tata Cara Sholat lengkap (1)</title><content type='html'>MENGHADAP KA'BAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bila berdiri untuk sholat fardhu atau sholat sunnah, beliau menghadap Ka'bah. Beliau memerintahkan berbuat demikian sebagaimana sabdanya kepada orang yang sholatnya salah:&lt;br /&gt;"Bila engkau berdiri untuk sholat, sempurnakanlah wudhu'mu, kemudian menghadaplah ke kiblat, lalu bertakbirlah." (HR. Bukhari, Muslim dan Siraj).&lt;br /&gt;Tentang hal ini telah turun pula firman Allah dalam Surah Al Baqarah : 115:&lt;br /&gt;"Kemana saja kamu menghadapkan muka, disana ada wajah Allah."&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah sholat menghadap Baitul Maqdis, hal ini terjadi sebelum turunnya firman Allah:&lt;br /&gt;"Kami telah melihat kamu menengadahkan kepalamu ke langit. Kami palingkan kamu ke kiblat yang kamu inginkan. Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu ke sebagian arah Masjidil Haram." (QS. Al Baqarah : 144).&lt;br /&gt;Setelah ayat ini turun beliau sholat menghadap Ka'bah.&lt;br /&gt;Pada waktu sholat subuh kaum muslim yang tinggal di Quba' kedatangan seorang utusan Rasulullah untuk menyampaikan berita, ujarnya, "Sesungguhnya semalam Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mendapat wahyu, beliau disuruh menghadap Ka'bah. Oleh karena itu, (hendaklah) kalian menghadap ke sana." Pada saat itu mereka tengah menghadap ke Syam (Baitul Maqdis). Mereka lalu berputar (imam mereka memutar haluan sehingga ia mengimami mereka menghadap kiblat). (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Siraj, Thabrani, dan Ibnu Sa'ad. Baca Kitab Al Irwa', hadits No. 290).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERDIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan sholat fardhu atau sunnah berdiri karena memenuhi perintah Allah dalam QS. Al Baqarah : 238. Apabila bepergian, beliau melakukan sholat sunnah di atas kendaraannya. Beliau mengajarkan kepada umatnya agar melakukan sholat khauf dengan berjalan kaki atau berkendaraan.&lt;br /&gt;"Peliharalah semua sholat dan sholat wustha dan berdirilah dengan tenang karena Allah. Jika kamu dalam ketakutan, sholatlah dengan berjalan kaki atau berkendaraan. Jika kamu dalam keadaa aman, ingatlah kepada Allah dengan cara yang telah diajarkan kepada kamu yang mana sebelumnya kamu tidak mengetahui (cara tersebut)." (QS. Al Baqarah : 238).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEWAJIBAN MENGHADAP SUTRAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sutrah (pembatas yang berada di depan orang sholat) dalam sholat menjadi keharusan imam dan orang yang sholat sendirian, sekalipun di masjid besar, demikian pendapat Ibnu Hani' dalam Kitab Masa'il, dari Imam Ahmad.&lt;br /&gt;Beliau mengatakan, "Pada suatu hari saya sholat tanpa memasang sutrah di depan saya, padahal saya melakukan sholat di dalam masjid kami, Imam Ahmad melihat kejadian ini, lalu berkata kepada saya, 'Pasanglah sesuatu sebagai sutrahmu!' Kemudian aku memasang orang untuk menjadi sutrah."&lt;br /&gt;Syaikh Al Albani mengatakan, "Kejadian ini merupakan isyarat dari Imam Ahmad bahwa orang yang sholat di masjid besar atau masjid kecil tetap berkewajiban memasang sutrah di depannya."&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;"Janganlah kamu sholat tanpa menghadap sutrah dan janganlah engkau membiarkan seseorang lewat di hadapan kamu (tanpa engkau cegah). Jika dia terus memaksa lewat di depanmu, bunuhlah dia karena dia ditemani oleh setan." (HR. Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang jayyid (baik)).&lt;br /&gt;Beliau juga bersabda:&lt;br /&gt;"Bila seseorang di antara kamu sholat menghadap sutrah, hendaklah dia mendekati sutrahnya sehingga setan tidak dapat memutus sholatnya." (HR. Abu Dawud, Al Bazzar dan Hakim. Disahkan oleh Hakim, disetujui olah Dzahabi dan Nawawi).&lt;br /&gt;Dan hendaklah sutrah itu diletakkan tidak terlalu jauh dari tempat kita berdiri sholat sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.&lt;br /&gt;"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berdiri shalat dekat sutrah (pembatas) yang jarak antara beliau dengan pembatas di depannya 3 hasta." (HR. Bukhari dan Ahmad).&lt;br /&gt;Adapun yang dapat dijadikan sutrah antara lain: tiang masjid, tombak yang ditancapkan ke tanah, hewan tunggangan, pelana, tiang setinggi pelana, pohon, tempat tidur, dinding dan lain-lain yang semisalnya, sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIAT&lt;br /&gt;Niat berarti menyengaja untuk sholat, menghambakan diri kepada Allah Ta'ala semata, serta menguatkannya dalam hati.&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;"Semua amal tergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapat (balasan) sesuai dengan niatnya." (HR. Bukhari, Muslim dan lain-lain. Baca Al Irwa', hadits no. 22).&lt;br /&gt;Niat tidak dilafadzkan&lt;br /&gt;Dan tidaklah disebutkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan tidak pula dari salah seorang sahabatnya bahwa niat itu dilafadzkan.&lt;br /&gt;Abu Dawud bertanya kepada Imam Ahmad. Dia berkata, "Apakah orang sholat mengatakan sesuatu sebelum dia takbir?" Imam Ahmad menjawab, "Tidak." (Masaail al Imam Ahmad hal 31 dan Majmuu' al Fataawaa XXII/28).&lt;br /&gt;AsSuyuthi berkata, "Yang termasuk perbuatan bid'ah adalah was-was (selalu ragu) sewaktu berniat sholat. Hal itu tidak pernah diperbuat oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam maupun para shahabat beliau. Mereka dulu tidak pernah melafadzkan niat sholat sedikitpun selain hanya lafadz takbir."&lt;br /&gt;Asy Syafi'i berkata, "Was-was dalam niat sholat dan dalam thaharah termasuk kebodohan terhadap syariat atau membingungkan akal." (Lihat al Amr bi al Itbaa' wa al Nahy 'an al Ibtidaa').&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAKBIRATUL IHROM&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selalu memulai sholatnya (dilakukan hanya sekali ketika hendak memulai suatu sholat) dengan takbiratul ihrom yakni mengucapkan Allahu Akbar () di awal sholat dan beliau pun pernah memerintahkan seperti itu kepada orang yang sholatnya salah. Beliau bersabda kepada orang itu:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya sholat seseorang tidak sempurna sebelum dia berwudhu' dan melakukan wudhu' sesuai ketentuannya, kemudian ia mengucapkan Allahu Akbar." (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Thabrani dengan sanad shahih).&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;"Apabila engkau hendak mengerjakan sholat, maka sempurnakanlah wudhu'mu terlebih dahulu kemudian menghadaplah ke arah kiblat, lalu ucapkanlah takbiratul ihrom." (Muttafaqun 'alaihi).&lt;br /&gt;Takbirotul ihrom diucapkan dengan lisan&lt;br /&gt;Takbirotul ihrom tersebut harus diucapkan dengan lisan (bukan diucapkan di dalam hati).&lt;br /&gt;Muhammad Ibnu Rusyd berkata, "Adapun seseorang yang membaca dalam hati, tanpa menggerakkan lidahnya, maka hal itu tidak disebut dengan membaca. Karena yang disebut dengan membaca adalah dengan melafadzkannya di mulut."&lt;br /&gt;An Nawawi berkata, "…adapun selain imam, maka disunnahkan baginya untuk tidak mengeraskan suara ketika membaca lafadz tabir, baik apakah dia sedang menjadi makmum atau ketika sholat sendiri. Tidak mengeraskan suara ini jika dia tidak menjumpai rintangan, seperti suara yang sangat gaduh. Batas minimal suara yang pelan adalah bisa didengar oleh dirinya sendiri jika pendengarannya normal. Ini berlaku secara umum baik ketika membaca ayat-ayat al Qur-an, takbir, membaca tasbih ketika ruku', tasyahud, salam dan doa-doa dalam sholat baik yang hukumnya wajib maupun sunnah…" beliau melanjutkan, "Demikianlah nash yang dikemukakan Syafi'i dan disepakati oleh para pengikutnya. Asy Syafi'i berkata dalam al Umm, 'Hendaklah suaranya bisa didengar sendiri dan orang yang berada disampingnya. Tidak patut dia menambah volume suara lebih dari ukuran itu.'." (al Majmuu' III/295).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGANGKAT KEDUA TANGAN&lt;br /&gt;Disunnahkan mengangkat kedua tangannya setentang bahu (lihat gambar) ketika bertakbir dengan merapatkan jari-jemari tangannya, berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radiyallahu anhuma, ia berkata:&lt;br /&gt;"Rasulullah shallallahu alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya setentang bahu jika hendak memulai sholat, setiap kali bertakbir untuk ruku' dan setiap kali bangkit dari ruku'nya." (Muttafaqun 'alaihi).&lt;br /&gt;Atau mengangkat kedua tangannya setentang telinga (lihat gambar), berdasarkan hadits riwayat Malik bin Al-Huwairits radhiyyallahu anhu, ia berkata:&lt;br /&gt;"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa mengangkat kedua tangannya setentang telinga setiap kali bertakbir (didalam sholat)." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Tamam dan Hakim disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengangkat kedua tangannya dengan membuka jari-jarinya lurus ke atas (tidak merenggangkannya dan tidak pula menggengamnya). (Shifat Sholat Nabi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERSEDEKAP&lt;br /&gt;Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meletakkan tangan kanan di atas tangan kirinya (bersedekap). Beliau bersabda:&lt;br /&gt;"Kami, para nabi diperintahkan untuk segera berbuka dan mengakhirkan sahur serta meletakkan tangan kanan pada tangan kiri (bersedekap) ketika melakukan sholat." (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Ibnu Hibban dan Adh Dhiya' dengan sanad shahih).&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat pernah beliau melewati seorang yang sedang sholat, tetapi orang ini meletakkan tangan kirinya pada tangan kanannya, lalu beliau melepaskannya, kemudian orang itu meletakkan tangan kanannya pada tangan kirinya. (Hadits riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan sanad yang shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meletakkan atau menggenggam&lt;br /&gt;Beliau shallallahu 'alaihi wasallam meletakkan lengan kanan pada punggung telapak kirinya, pergelangan dan lengan kirinya (lihat gambar) berdasar hadits dari Wail bin Hujur:&lt;br /&gt;"Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertakbir kemudian meletakkan tangan kanannya di atas telapak tangan kiri, pergelangan tangan kiri atau lengan kirinya." (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud, Nasa'i, Ibnu Khuzaimah, dengan sanad yang shahih dan dishahihkan pula oleh Ibnu Hibban, hadits no. 485).&lt;br /&gt;Beliau terkadang juga menggenggam pergelangan tangan kirinya dengan tangan kanannya (lihat gambar) , berdasarkan hadits Nasa'i dan Daraquthni:&lt;br /&gt;"Tetapi beliau terkadang menggenggamkan jari-jari tangan kanannya pada lengan kirinya." (sanad shahih).&lt;br /&gt;Bersedekap di dada&lt;br /&gt;Menyedekapkan tangan di dada adalah perbuatan yang benar menurut sunnah berdasarkan hadits:&lt;br /&gt;"Beliau meletakkan kedua tangannya di atas dadanya." (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Ahmad dari Wail bin Hujur).&lt;br /&gt;Cara-cara yang sesuai sunnah ini dilakukan oleh Imam Ishaq bin Rahawaih. Imam Mawarzi dalam Kitab Masa'il, halaman 222 berkata: "Imam Ishaq meriwayatkan hadits secara mutawatir kepada kami…. Beliau mengangkat kedua tangannya ketika berdo'a qunut dan melakukan qunut sebeluim ruku'. Beliau menyedekapkan tangannya berdekatan dengan teteknya." Pendapat yang semacam ini juga dikemukakan oleh Qadhi 'Iyadh al Maliki dalam bab Mustahabatu ash Sholat pada Kitab Al I'lam, beliau berkata: "Dia meletakkan tangan kanan pada punggung tangan kiri di dada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMANDANG TEMPAT SUJUD&lt;br /&gt;Pada saat mengerjakan sholat, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tempat sujud. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Ummul Mukminin 'Aisyah radhiyallahu 'anha:&lt;br /&gt;"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak mengalihkan pandangannya dari tempat sujud (di dalam sholat)." (HR. Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).&lt;br /&gt;Larangan menengadah ke langit&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang keras menengadah ke langit (ketika sholat). Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;"Hendaklah sekelompok orang benar-benar menghentikan pandangan matanya yang terangkat ke langit ketika berdoa dalam sholat atau hendaklah mereka benar-benar menjaga pandangan mata mereka." (HR. Muslim, Nasa'i dan Ahmad).&lt;br /&gt;Rasulullah juga melarang seseorang menoleh ke kanan atau ke kiri ketika sholat, beliau bersabda:&lt;br /&gt;"Jika kalian sholat, janganlah menoleh ke kanan atau ke kiri karena Allah akan senantiasa menghadapkan wajah-Nya kepada hamba yang sedang sholat selama ia tidak menoleh ke kanan atau ke kiri." (HR. Tirmidzi dan Hakim).&lt;br /&gt;Dalam Zaadul Ma'aad (I/248) disebutkan bahwa makruh hukumnya orang yang sedang sholat menolehkan kepalanya tanpa ada keperluan. Ibnu Abdil Bar berkata, "Jumhur ulama mengatakan bawa menoleh yang ringan tidak menyebabkan shalat menjadi rusak."&lt;br /&gt;Juga dimakruhkan shalat dihadapan sesuatu yang bisa merusak konsentrasi atau di tempat yang ada gambar-gambarnya, diatas sajadah yang ada lukisan atau ukiran, dihadapan dinding yang bergambar dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMBACA DO'A ISTIFTAH&lt;br /&gt;Doa istiftah yang dibaca oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bermacam-macam. Dalam doa istiftah tersebut beliau shallallahu 'alaihi wasallam mengucapkan pujian, sanjungan dan kalimat keagungan untuk Allah.&lt;br /&gt;Beliau pernah memerintahkan hal ini kepada orang yang salah melakukan sholatnya dengan sabdanya:&lt;br /&gt;"Tidak sempurna sholat seseorang sebelum ia bertakbir, mengucapkan pujian, mengucapkan kalimat keagungan (doa istiftah), dan membaca ayat-ayat al Qur-an yang dihafalnya…" (HR. Abu Dawud dan Hakim, disahkan oleh Hakim, disetujui oleh Dzahabi).&lt;br /&gt;Adapun bacaan doa istiftah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam diantaranya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ALLAHUUMMA BA'ID BAINII WA BAINA KHATHAAYAAYA KAMAA BAA'ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIBI, ALLAAHUMMA NAQQINII MIN KHATHAAYAAYA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYADHU MINAD DANAS. ALLAAHUMMAGHSILNII BIL MAA'I WATS TSALJI WAL BARADI"&lt;br /&gt;artinya:&lt;br /&gt;"Ya, Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya, Allah, bersihkanlah kau dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya, Allah cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun." (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu Abi Syaibah).&lt;br /&gt;Atau kadang-kadang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga membaca dalam sholat fardhu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAN [MUSLIMAN] WA MAA ANA MINAL MUSYRIKIIN. INNA SHOLATII WANUSUKII WAMAHYAAYA WAMAMAATII LILLAHI RABBIL 'ALAMIIN. LAA SYARIIKALAHU WABIDZALIKA UMIRTU WA ANA AWWALUL MUSLIMIIN. ALLAHUMMA ANTAL MALIKU, LAA ILAAHA ILLA ANTA [SUBHAANAKA WA BIHAMDIKA] ANTA RABBII WA ANA 'ABDUKA, DHALAMTU NAFSII, WA'TARAFTU BIDZAMBI, FAGHFIRLII DZAMBI JAMII'AN, INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA. WAHDINII LI AHSANIL AKHLAAQI LAA YAHDII LI AHSANIHAA ILLA ANTA, WASHRIF 'ANNII SAYYI-AHAA LAA YASHRIFU 'ANNII SAYYI-AHAA ILLA ANTA LABBAIKA WA SA'DAIKA, WAL KHAIRU KULLUHU FII YADAIKA. WASY SYARRULAISA ILAIKA. [WAL MAHDIYYU MAN HADAITA]. ANA BIKA WA ILAIKA [LAA MANJAA WALAA MALJA-A MINKA ILLA ILAIKA. TABAARAKTA WA TA'AALAITA ASTAGHFIRUKA WAATUUBU ILAIKA"&lt;br /&gt;yang artinya:&lt;br /&gt;"Aku hadapkan wajahku kepada Pencipta seluruh langit dan bumu dengan penuh kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku semata-mata untuk Allah, Rabb semesta alam, tiada sesuatu pun yang menyekutui-Nya. Demikianlah aku diperintah dan aku termasuk orang yang pertama-tama menjadi muslim. Ya Allah, Engkaulah Penguasa, tiada Ilah selain Engkau semata-mata. [Engkau Mahasuci dan Mahaterpuji], Engkaulah Rabbku dan aku hamba-Mu, aku telah menganiaya diriku dan aku mengakui dosa-dosaku, maka ampunilah semua dosaku. Sesungguhnya hanya Engkaulah yang berhak mengampuni semua dosa. Berilah aku petunjuk kepada akhlaq yang paling baik, karena hanya Engkaulah yang dapat memberi petunjuk kepada akhlaq yang terbaik dan jauhkanlah diriku dari akhlaq buruk. Aku jawab seruan-Mu, sedang segala keburukan tidak datang dari-Mu. [Orang yang terpimpin adalah orang yang Engkau beri petunjuk]. Aku berada dalam kekuasaan-Mu dan akan kembali kepada-Mu, [tiada tempat memohon keselamatan dan perlindungan dari siksa-Mu kecuali hanya Engkau semata]. Engkau Mahamulia dan Mahatinggi, aku mohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu."(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari, Muslim dan Ibnu Abi Syaibah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMBACA TA'AWWUDZ&lt;br /&gt;Membaca doa ta'awwudz adalah disunnahkan dalam setiap raka'at, sebagaimana firman Allah ta'ala:&lt;br /&gt;"Apabila kamu membaca al Qur-an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk." (An Nahl : 98).&lt;br /&gt;Dan pendapat ini adalah yang paling shahih dalam madzhab Syafi'i dan diperkuat oleh Ibnu Hazm (Lihat al Majmuu' III/323 dan Tamaam al Minnah 172-177).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi biasa membaca ta'awwudz yang berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A'UUDZUBILLAHI MINASY SYAITHAANIR RAJIIM MIN HAMAZIHI WA NAFKHIHI WANAFTSIHI"&lt;br /&gt;artinya:&lt;br /&gt;"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk, dari semburannya (yang menyebabkn gila), dari kesombongannya, dan dari hembusannya (yang menyebabkan kerusakan akhlaq)." (Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud, Ibnu Majah, Daraquthni, Hakim dan dishahkan olehnya serta oleh Ibnu Hibban dan Dzahabi).&lt;br /&gt;Atau mengucapkan:&lt;br /&gt;"A'UUZUBILLAHIS SAMII'IL ALIIM MINASY SYAITHAANIR RAJIIM..."&lt;br /&gt;artinya:&lt;br /&gt;"Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari setan yang terkutuk..."(Hadits diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud dan Tirmidzi dengan sanad hasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMBACA AL FATIHAH&lt;br /&gt;Hukum Membaca Al-Fatihah&lt;br /&gt;Membaca Al-Fatihah merupakan salah satu dari sekian banyak rukun sholat, jadi kalau dalam sholat tidak membaca Al-Fatihah maka tidak sah sholatnya berdasarkan perkataan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (yang artinya):&lt;br /&gt;"Tidak dianggap sholat (tidak sah sholatnya) bagi yang tidak membaca Al-Fatihah"(Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al-Jama'ah: yakni Al-Imam Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang sholat tanpa membaca Al-Fatihah maka sholatnya buntung, sholatnya buntung, sholatnya buntung…tidak sempurna"(Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al-Imam Muslim dan Abu 'Awwanah).&lt;br /&gt;Kapan Kita Wajib Membaca Surat Al-Fatihah&lt;br /&gt;Jelas bagi kita kalau sedang sholat sendirian (munfarid) maka wajib untuk membaca Al-Fatihah, begitu pun pada sholat jama'ah ketika imam membacanya secara sirr (tidak diperdengarkan) yakni pada sholat Dhuhur, 'Ashr, satu roka'at terakhir sholat Mahgrib dan dua roka'at terakhir sholat 'Isyak, maka para makmum wajib membaca surat Al-Fatihah tersebut secara sendiri-sendiri secara sirr (tidak dikeraskan).&lt;br /&gt;Lantas bagaimana kalau imam membaca secara keras…?&lt;br /&gt;Tentang ini Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa pernah Rasulullah melarang makmum membaca surat dibelakang imam kecuali surat Al-Fatihah:&lt;br /&gt;"Betulkah kalian tadi membaca (surat) dibelakang imam kalian?" Kami menjawab: "Ya, tapi dengan cepat wahai Rasulallah." Berkata Rasul: "Kalian tidak boleh melakukannya lagi kecuali membaca Al-Fatihah, karena tidak ada sholat bagi yang tidak membacanya." (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhori, Abu Dawud, dan Ahmad, dihasankan oleh At-Tirmidzi dan Ad-Daraquthni)&lt;br /&gt;Selanjutnya beliau shallallahu 'alaihi wa sallam melarang makmum membaca surat apapun ketika imam membacanya dengan jahr (diperdengarkan) baik itu Al-Fatihah maupun surat lainnya. Hal ini selaras dengan keterangan dari Al-Imam Malik dan Ahmad bin Hanbal tentang wajibnya makmum diam bila imam membaca dengan jahr/keras. Berdasar arahan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, ia berkata: Telah berkata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam :"Dijadikan imam itu hanya untuk diikuti. Oleh karena itu apabila imam takbir, maka bertakbirlah kalian, dan apabila imam membaca, maka hendaklah kalian diam (sambil memperhatikan bacaan imam itu)…"(Hadits Shahih dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud no. 603 &amp;amp; 604. Ibnu Majah no. 846, An-Nasa-i. Imam Muslim berkata: Hadits ini menurut pandanganku Shahih).&lt;br /&gt;"Barangsiapa sholat mengikuti imam (bermakmum), maka bacaan imam telah menjadi bacaannya juga." (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ibnu Abi Syaibah, Ad-Daraquthni, Ibnu Majah, Thahawi dan Ahmad lihat kitab Irwa-ul Ghalil oleh Syaikh Al-Albani).&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sesudah mendirikan sholat yang beliau keraskan bacaanya dalam sholat itu, beliau bertanya: "Apakah ada seseorang diantara kamu yang membaca bersamaku tadi?" Maka seorang laki-laki menjawab, "Ya ada, wahai Rasulullah." Kemudian beliau berkata, "Sungguh aku katakan: Mengapakah (bacaan)ku ditentang dengan Al-Qur-an (juga)." Berkata Abu Hurairah, kemudian berhentilah orang-orang dari membaca bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada sholat-sholat yang Rasulullah keraskan bacaannya, ketika mereka sudah mendengar (larangan) yang demikian itu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa-i dan Malik. Abu Hatim Ar Razi menshahihkannya, Imam Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan).&lt;br /&gt;Hadits-hadits tersebut merupakan dalil yang tegas dan kuat tentang wajib diamnya makmum apabila mendengar bacaan imam, baik Al-Fatihahnya maupun surat yang lain. Selain itu juga berdasarkan firman Allah Ta'ala (yang artinya):&lt;br /&gt;"Dan apabila dibacakan Al-Qur-an hendaklah kamu dengarkan ia dan diamlah sambil memperhatikan (bacaannya), agar kamu diberi rahmat." (Al-A'raaf : 204).&lt;br /&gt;Ayat ini asalnya berbentuk umum yakni dimana saja kita mendengar bacaan Al-Qur-an, baik di dalam sholat maupun di luar sholat wajib diam mendengarkannya walaupun sebab turunnya berkenaan tentang sholat. Tetapi keumuman ayat ini telah menjadi khusus dan tertentu (wajibnya) hanya untuk sholat, sebagaimana telah diterangkan oleh Ibnu Abbas, Mujahid, Sa'id bin Jubair, Adh Dhohak, Qotadah, Ibarahim An Nakha-i, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dan lain-lain. Lihat Tafsir Ibnu Katsir II/280-281.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Membaca Al Fatihah&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca surat Al-Fatihah pada setiap roka'at. Membacanya dengan berhenti pada setiap akhir ayat (waqof), tidak menyambung satu ayat dengan ayat berikutnya (washol) berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud, Sahmi dan 'Amr Ad Dani, dishahihkan oleh Hakim, disetujui Adz-Dzahabi.&lt;br /&gt;Jadi bunyinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian berhenti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian berhenti,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah seterusnya sampai selesai ayat yang terakhir.&lt;br /&gt;Terkadang beliau membaca: ( MAALIKI YAUMIDDIIN )&lt;br /&gt;Atau dengan memendekkan bacaan 'maa' menjadi: ( MALIKI YAUMIDDIIN ), Berdasarkan riwayat yang mutawatir dikeluarkan oleh Tamam Ar Razi, Ibnu Abi Dawud, Abu Nu'aim, dan Al Hakim. Hakim menshahihkannya, dan disetujui oleh Adz-Dzahabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Seseorang Belum Hafal Al-Fatihah&lt;br /&gt;Bagi seseorang yang belum hafal Al Fatihah terutama bagi yang baru masuk Islam, tentu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberikan solusinya. Nasehatnya untuk orang yang belum hafal Al-Fatihah (tentunya dia tak berhak jadi Imam):&lt;br /&gt;Ucapkanlah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUBHANALLAHI, WALHAMDULILLAHI, WA LAA ILAHA ILLALLAHU, WALLAHU AKBAR, WALAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHI&lt;br /&gt;artinya:&lt;br /&gt;"Maha Suci Allah, Segala puji milik Allah, tiada Ilah (yang haq) kecuali Allah, Allah Maha Besar, Tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah." (Hadits Shahih dikeluarkan oleh Al-Imam Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, Hakim, Thabrani dan Ibnu Hibban disahihkan oleh Hakim dan disetujui oleh Ad-Dzahabi).&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda:&lt;br /&gt;"Jika kamu hafal suatu ayat Al-Qur-an maka bacalah ayat tersebut, jika tidak maka bacalah Tahmid, Takbir dan Tahlil." (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi dihasankan oleh At-Tirmidzi, tetapi sanadnya shahih, baca Shahih Abi Dawud hadits no. 807).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMBACA AMIN&lt;br /&gt;Hukum Bagi Imam:&lt;br /&gt;Membaca amin disunnahkan bagi imam sholat.&lt;br /&gt;Dari Abu hurairah, dia berkata: "Dulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, jika selesai membaca surat Ummul Kitab (Al-Fatihah) mengeraskan suaranya dan membaca amin." (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al-Baihaqi, Ad-Daraquthni dan Ibnu Majah, oleh Al-Albani dalam Al-Silsilah Al-Shahihah dikatakan sebagai hadits yang berkualitas shahih)&lt;br /&gt;"Bila Nabi selesai membaca Al-Fatihah (dalam sholat), beliau mengucapkan amiin dengan suara keras dan panjang." (Hadits shahih dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;Hadits tersebut mensyari'atkan para imam untuk mengeraskan bacaan amin, demikian yang menjadi pendapat Al-Imam Al-Bukhari, As-Syafi'i, Ahmad, Ishaq dan para imam fikih lainnya. Dalam shahihnya Al-Bukhari membuat suatu bab dengan judul 'baab jahr al-imaan bi al-ta-miin' (artinya: bab tentang imam mengeraskan suara ketika membaca amin). Didalamnya dinukil perkataan (atsar) bahwa Ibnu Al-Zubair membaca amin bersama para makmum sampai seakan-akan ada gaung dalam masjidnya.&lt;br /&gt;Juga perkataan Nafi' (maula Ibnu Umar): Dulu Ibnu Umar selalu membaca aamiin dengan suara yang keras. Bahkan dia menganjurkan hal itu kepada semua orang. Aku pernah mendengar sebuah kabar tentang anjuran dia akan hal itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Bagi Makmum:&lt;br /&gt;Dalam hal ini ada beberapa petunjuk dari Nabi (Hadits), atsar para shahabat dan perkataan para ulama.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Jika imam membaca amiin maka hendaklah kalian juga membaca amiin."&lt;br /&gt;Hal ini mengisyaratkan bahwa membaca amiin itu hukumnya wajib bagi makmum. Pendapat ini dipertegas oleh Asy-Syaukani. Namun hukum wajib itu tidak mutlak harus dilakukan oleh makmum. Mereka baru diwajibkan membaca amiin ketika imam juga membacanya. Adapun bagi imam dan orang yang sholat sendiri, maka hukumnya hanya sunnah. (lihat Nailul Authaar, II/262).&lt;br /&gt;"Bila imam selesai membaca ghoiril maghdhuubi 'alaihim waladhdhooolliin, ucapkanlah amiin [karena malaikat juga mengucapkan amiin dan imam pun mengucapkan amiin]. Dalam riwayat lain: "(apabila imam mengucapkan amiin, hendaklah kalian mengucapkan amiin) barangsiapa ucapan aminnya bersamaan dengan malaikat, (dalam riwayat lain disebutkan: "bila seseorang diantara kamu mengucapkan amin dalam sholat bersamaan dengan malaikat dilangit mengucapkannya), dosa-dosanya masa lalu diampuni." (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa-i dan Ad-Darimi)&lt;br /&gt;Syaikh Al-Albani mengomentari masalah ini sebagai berikut:"Aku berkata: Masalah ini harus diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diremehkan dengan cara meninggalkannya. Termasuk kesempurnaan dalam mengerjakan masalah ini adalah dengan membarengi bacaan amin sang imam, dan tidak mendahuluinya. (Tamaamul Minnah hal. 178)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACAAN SURAT SETELAH AL FATIHAH&lt;br /&gt;Membaca surat Al Qur-an setelah membaca Al Fatihah dalan sholat hukumnya sunnah karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membolehkan tidak membacanya. Membaca surat Al-Qur-an ini dilakukan pada dua roka'at pertama. Banyak hadits yang menceritakan perbuatan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang pendeknya surat yang dibaca&lt;br /&gt;Pada sholat munfarid Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca surat-surat yang panjang kecuali dalam kondisi sakit atau sibuk, sedangkan kalau sebagai imam disesuaikan dengan kondisi makmumnya (misalnya ada bayi yang menangis maka bacaan diperpendek).&lt;br /&gt;Rasulullah berkata:&lt;br /&gt;"Aku melakukan sholat dan aku ingin memperpanjang bacaannya akan tetapi, tiba-tiba aku mendengar suara tangis bayi sehingga aku memperpendek sholatku karena aku tahu betapa gelisah ibunya karena tangis bayi itu." (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Cara membaca surat&lt;br /&gt;Dalam satu sholat terkadang beliau membagi satu surat dalam dua roka'at, kadang pula surat yang sama dibaca pada roka'at pertama dan kedua. (berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al-Imam Ahmad dan Abu Ya'la, juga hadits shahih yang dikeluarkan oleh Al-Imam Abu Dawud dan Al-Baihaqi atau riwayat dari Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim, disahkan oleh Al-Hakim disetujui oleh Ad-Dzahabi)&lt;br /&gt;Terkadang beliau membolehkan membaca dua surat atau lebih dalam satu roka'at.(Berdasar hadits yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan At-Tirmidzi, dinyatakan oleh At-Tirmidzi sebagai hadits shahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara bacaan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasanya membaca surat dengan jumlah ayat yang berimbang antara roka'at pertama dengan roka'at kedua. (berdasar hadits shahih dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Dalam sholat yang bacaannya di-jahr-kan Nabi membaca dengan keras dan jelas. Tetapi pada sholat dzuhur dan ashar juga pada sholat maghrib pada roka'at ketiga ataupun dua roka'at terakhir sholat isya' Nabi membacanya dengan lirih yang hanya bisa diketahui kalau Nabi sedang membaca dari gerakan jenggotnya, tetapi terkadang beliau memperdengarkan bacaannya kepada mereka tapi tidak sekeras seperti ketika di-jahr-kan. (Berdasarkan hadits yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari, Muslim dan Abu Dawud)&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sering membaca suatu surat dari awal sampai selesai selesai. Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;"Berikanlah setiap surat haknya, yaitu dalam setiap (roka'at) ruku' dan sujud." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ibnu Abi Syaibah, Ahmad dan 'Abdul Ghani Al-Maqdisi)&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan:&lt;br /&gt;"Untuk setiap satu surat (dibaca) dalam satu roka'at." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Ibnu Nashr dan At-Thohawi)&lt;br /&gt;Dijelaskan oleh Syaikh Al-Albani: "Seyogyanya kalian membaca satu surat utuh dalam setiap satu roka'at sehingga roka'at tersebut memperoleh haknya dengan sempurna." Perintah dalam hadits tersebut bersifat sunnah bukan wajib.&lt;br /&gt;Dalam membaca surat Al-Qur-an Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya dengan tartil, tidak lambat juga tidak cepat -sebagaimana diperintahkan oleh Allah- dan beliau membaca satu per satu kalimat, sehingga satu surat memerlukan waktu yang lebih panjang dibanding kalau dibaca biasa (tanpa dilagukan). Rasulullah berkata bahwa orang yang membaca Al-Qur-an kelak akan diseru:&lt;br /&gt;"Bacalah, telitilah dan tartilkan sebagaimana kamu dulu mentartilkan di dunia, karena kedudukanmu berada di akhir ayat yang engkau baca." (Hadits dikeluarkan oleh Al Imam Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dishahihkan oleh At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca surat Al-Qur-an dengan suara yang bagus, maka beliau juga memerintahkan yang demikian itu:&lt;br /&gt;"Perindahlah/hiasilah Al-Qur-an dengan suara kalian [karena suara yang bagus menambah keindahan Al-Qur-an]." (Hadits dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari , Abu Dawud, Ad-Darimi, Al-Hakim dan Tamam Ar-Razi)&lt;br /&gt;"Bukanlah dari golongan kami orang yang tidak melagukan Al-Qur-an." (Hadits dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Al-Hakim, dishahihkan oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946642430003885?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946642430003885/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946642430003885' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946642430003885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946642430003885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/tata-cara-sholat-lengkap-1.html' title='Tata Cara Sholat lengkap (1)'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946537158135329</id><published>2005-10-16T05:21:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T05:22:51.583-07:00</updated><title type='text'>HUKUM DAN SYARAT MENYAPU KHUF</title><content type='html'>Adapun yang berhubungan dengan menyapu atas kedua khuff sesungguhnya menyapunya itu pengganti dari mencuci atau membasuh kedua kaki, apabila kaki tertutup oleh khuff atau kaus kaki, meskipun khuff atau kaus kaki itu sedikit robek atau bolong, selama ia dinamakan khuff atau kaus kita dan bisa dipakai untuk berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapaun kalau bolongnya atau robeknya besar sekali, dimana kakinya lebih kelihatan maka tidaklah boleh untuk menyapunya, karena keberadaannya dan kondisi ini seakan-akan tidak diakui keberadaan khuff atau kaus kaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaratkan untuk menyapu khuff adalah hendaklah memakai kedua khuff itu setelah bersuci (wudhuk sempurna), berdasarkan kepada hadits Al Mughirah bin syubah semoga Allah meridhainya- berkata :adalah aku bersama Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- lalu beliau berwudhuk lantas aku membungkukkan badan untuk membuka kedua khuff beliau, lalu beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biarkanlah kedua khuff itu, sesungguhnya saya memasukkan dua kaki saya dalam keadaan suci, lantas beliau menyapu atas keduanya." [H.R. Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyapu itu dilakukan di atas khuff saja, berdasarkan kepada hadits Ali -semoga Allah meridhainya- ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalaulah agama ini berdasarkan logika niscaya alas/telapak khuff lebih utama untuk disapu daripada atasnya (punggungnya), dan sungguh saya telah melihat Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- menyapu atas punggung kedua khuffnya (sepatunya)"[ H.R Abu Daud dengan sanad yang baik]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang mukim tidak dibolehkan untuk menyapunya lebih dari satu hari satu malam (24 jam), berdasarkan hadits Ali -semoga Allah meridhainya- ia berkata: "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menentukan tiga hari tiga malam untuk orang musafir dan satu hari satu malam untuk yang mukim". [H.R. Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permulaan manyapu dihitung dari sapuan yang pertama, contoh kalau seandainya seseorang memakai kedua khuffnya untuk shalat fajar, dan dia tidak menyapu atas khuff tadi kecuali saat ingin mengerjakan shalat zhuhur maka waktu atau masa berlaku untuk menyapu akan habis besoknya saat ingin mengerjakan shalat zhuhur. Maka ia telah menyapu pada lima waktu, zhuhur, ashar, maghrib, isya dan fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan menyapu ini, dibolehkan baginya untuk mengerjakan apa yang dikehendakinya dari mengerjakan shalat sunat sampai waktu zhuhur berikutnya, dimana pada waktu seperti itu kemarennya ia menyapu sepatu untuk pertama kali, barulah ia melakukan wudhuk lagi dan membasuh kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa bila ia datang dari berjalan ke negerinya, jikalau masih tersisa waktu dari masa satu hari satu malam, maka ia melanjutkan waktu yang msih tersisa itu di negerinya, tapi jika waktu satu hari satu malam itu sudah berlalu dalam memakai khuff, maka wajiblah baginya untuk mencopot (membuka) dan membasuh kakinya hanya disebabkan sampainya (ke rumah), karena safar telah habis dan hukum-hukumnya pun sudah hilang, sebagiamana kalau seandainya ia menyapu khuffnya dalam keadaan mukim (tidak bersafar) kemudian ia safar, maka ia akan melanjutkan hukum menyapu itu hukum musafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946537158135329?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946537158135329/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946537158135329' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946537158135329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946537158135329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/hukum-dan-syarat-menyapu-khuf.html' title='HUKUM DAN SYARAT MENYAPU KHUF'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946520642087601</id><published>2005-10-16T05:17:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T05:20:06.423-07:00</updated><title type='text'>TAYAMUM</title><content type='html'>HUKUM DAN KEDUDUKAN TAYAMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang berkaitan dengan bersuci tayamum, maka tayamum itu adalah pengganti air. Dalilnya adalah firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka jika kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah dengan debu yang suci." (Al Maidah : 6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam-:&lt;br /&gt;"Telah dijadikan bagiku bumi sebagai mesjid dan alat untuk bersuci." [H. R. Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bertayamaum dibolehkan dalam dua kondisi : saat tidak mendapati air dan saat tidak mampu untuk memakai air disebabkan sakit atau semisalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertayamum dilakukan untuk kedua macam hadats, hadats kecil seperti kencing, berak atau buang angin, dan hadats besar seperti bersetubuh atau keluar mani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dibolehkan bertayamum dengan setiap apa menjadi pemukaan bumi, seperti tanah, pasir dan selainnya, sampai-sampai kalau seandainya bumi itu terdiri dari batu yang tidak ada dipermukaannya sedikit tanah dan tidak juga pasir, maka ia boleh bertayamum dengannya. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Jabir semoga Allah meridhainya sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Telah dijadikan bagiku bumi sebagai mesjid dan sebagai yang mensucikan, maka siapa saja dari umatku mendapatkan waktu sholat maka shalatlah, maka disisinya didapatkan mesjidnya dan alat untuk bersuci, dan terkadang waktu shalat masuk sedangkan ia di daerah pasir atau terkadang waktu shalat masuk sedangkan ia di daerah batu, maka dalam kondisi ini diperintahkan untuk bertayamum dengan (permukaan) bumi (daerah ini)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia boleh melakukan shalat dengan bersuci pakai tayamum berapapun yang ia inginkan, baik shalat fardhu atau sunat, karena hukumnya adalah hukum air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YANG MEMBATALKAN TAYAMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tayamum itu batal dengan perkara-perkara yang membatalkan wudhuk, dan ditambah dari itu adalah kalau ada air. Jika ada air, maka wajiblah baginya untuk berwudhuk, walaupun tayamumnya tidak batal disebabkan oleh hal-hal yang membatalkan wudhuk, berdasarkan hadits Abi Hurairah -semoga Allah meridhainya- ia berkata : Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"As sha'iid adalah wudhuknya muslim, walaupun ia tidak mendapatkan air selama sepuluh tahun, jika air ada, maka bertakwalah (takutlah) kepada Allah, dan basahilah air itu ke kulitnya."[H.R Bazzar dan hadits ini mempunyai syahid dari hadits Abi Dzar semisalnya]&lt;br /&gt;Maka dengan hadits Abi Dzar ini maka hadits Abu Harairah menjadi shaih, hanya saja shalat-shalat yang sudah dilakukan dengan tayamum tidak diulang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TATA CARA TAYAMUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara melaksanakan tayamum adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang ingin bertayamum berniat berdasarkan hadits "Hanya saja amal-amal itu tergantung kepada niatnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyapu mukanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyapukan tangan kirinya ke telapak tangan kanan serta menyapu kedua punggung telapak tangannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits Amar bin Yasir yang isinya:&lt;br /&gt;"Kemudian Rasulullah memukulkan tangannya ke bumi satu kali kemudian menyapukan tangan kiri ke telapak tangan kanan dan kedua punggung kedua tangannya serta wajahnya". [H.R Bukhari dan Muslim.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946520642087601?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946520642087601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946520642087601' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946520642087601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946520642087601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/tayamum.html' title='TAYAMUM'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946501143531528</id><published>2005-10-16T05:14:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T05:16:51.436-07:00</updated><title type='text'>mandi besar (janabat)</title><content type='html'>HUKUM DAN KEDUDUKAN MANDI BESAR &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang berkaitan dengan mandi besar yaitu menyiram sekujur tubuh dengan air. Dasarnya dalah firman Allah Taala :&lt;br /&gt;"Dan jika kamu junub maka mandilah" (Al Maidah : 6). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman Allah :&lt;br /&gt;"(jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi" (An Nisa : 43).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mandi besar itu terbagi kepada wajib dan sunat :&lt;br /&gt;1) Adapun mandi besar yang diwajibkan, adalah mandi yang dilakukan setelah bersetubuh, baik mani keluar atau tidak keluar, maka wajib baginya mandi disebabkan hanya semata masuknya (tenggelam) kepala zakar (ke vagina) walaupun sesaat, berdasarkan kepada hadits Abi Harairah -semoga Allah meridhainya- ia berkata : telah bersabda Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam :&lt;br /&gt;"Apabila laki-laki telah duduk diantara anggota tubuhnya yang empat kemudian ia bersungguh-sungguh (memasukkan kemaluannya), maka wajiblah mandi" [HR Bukhari dan Muslim, ditambah Muslim : Walaupun tidak keluar mani] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita dalam hal itu (wajibnya mandi setelah setubuh) seperti laki-laki.&lt;br /&gt;Begitu juga, wajib mandi dikarenakan seseoarang mimpi setubuh, lalu mendapati bekas mani, berdasarkan kepada hadits Ummu Salamah bahwasanya Ummu Sulaim istri Abi Thalhah, bertanya kepada Rasulullah, ia berkata: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah tidak malu dari kebenaran, apakah mandi diwajibkan atas wanita bila ia bermimpi? Beliau bersabda:&lt;br /&gt;"Ya, apabila ia mendapati air (air mani/ basah)" [H.R. Bukhari dan Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Adapun mandi besar yang disunatkan (mandi besar yang dianjurkan) diantaranya :&lt;br /&gt;Mandi hari Jumat, mandi untuk shalat Jumat ini hukumnya sunat muakat (ditekankan), kecuali bagi orang yang punya bau yang tidak enak dan menusuk hidung, maka wajiblah untuk mandi, berdasarkan hadits Abi said Al Khudri -semoga Allah meridhainya- ia berkata : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam- :&lt;br /&gt;"Mandi hari Jumâ€™at adalah wajib atas setiap orang yang telah mimpi (baligh)" [H.R. Bukhari dan Muslim] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berdasarkan hadits Samurah bin Jundub -semoga Allah meridhainya- ia berkata : telah bersabda Rasululullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang wudhuk pada hari Jumâ€™at maka itu adalah bagus, dan barangsiapa mandi, maka mandi itu adalah yang lebih afdhal' [H.R. Tirmizi dan dihasankanya]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata Cara Mandi Besar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tata-tata cara mandi, maka ada dua macam :&lt;br /&gt;- Tata cara yang mencukupi dan diterima (sah) ialah mencuci kepala dan seluruh badannya.&lt;br /&gt;- Adapun tata cara yang sempurna adalah sesuai yang tercantum dalam hadits 'Aisyah di Bukhari dan Muslim ia berkata : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adalah Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- jika ia melakukan mandi junub, beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya, kemudian menuangkan air dengan tangan kanannya ke tangan kiri, lalu mencuci kemaluannya, kemudian berwudhuk, kemudian mengambil air, lalu beliau memasukkan jari jemarinya ke pangkal rambut, kemudian beliau menuangkan air atas kepalanya tiga tuangan, kemudian beliau menyiramkan air ke sekujur tubuhnya kemudian mencuci kedua kakinya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini adalah lafaz yang dikeluarkan oleh Muslim. Hadits yang senada dengan ini ada di Bukhari dan Muslim dari hadits Maimunah -semoga Allah meridhainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya: tata cara mandi yang sempurna itu didahului oleh wadhuk, cuma saja mencuci kedua kakinya diakhirkan saat selesai memandikan sekujur tubuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tata cara mandi yang sah dan diterima (minimal) tidak didahului wadhuk. Kedua cara itu sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah wajib bagi wanita untuk menguraikan kepang rambutnya saat mandi, berdasarkan hadits Ummu Salamah di shahih Muslim ia berkata : saya bertanya, wahai Rasulullah sesungguhnya saya adalah wanita yang kepang rambut saya tebal, apakah saya menguraikannya untuk mandi junub dan haid, beliau menjawab : "Tidak. Cukuplah bagimu untuk menuangkan air ke atas kepalamu tiga kali tuangan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946501143531528?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946501143531528/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946501143531528' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946501143531528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946501143531528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/mandi-besar-janabat.html' title='mandi besar (janabat)'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946479966373077</id><published>2005-10-16T05:08:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T05:13:19.666-07:00</updated><title type='text'>Wudhu</title><content type='html'>Sunnah wudhu:&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Disunnatkan bagi setiap muslim menggosok gigi (bersiwak) sebelum memulai wudhunya, karena Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekiranya aku tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintah mere-ka bersiwak (menggosok gigi) setiap kali akan berwudhu."[Riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa' (70)]&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Disunnatkan pula mencuci kedua telapak tangan tiga kali sebelum berwudhu, sebagaimana disebutkan di atas kecuali jika setelah bangun tidur, maka hukumnya wajib mencucinya tiga kali sebelum berwudhu. Sebab, boleh jadi kedua tangannya telah menyentuh kotoran di waktu tidurnya sedangkan ia tidak merasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;"Apabila seorang di antara kamu bangun tidur, maka hendaknya tidak mencelupkan kedua tangannya di dalam bejana air sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali, karena sesungguhnya ia tidak me-ngetahui di mana tangannya berada (ketika ia tidur)." [Riwayat Muslim]&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Disunnatkan keras di dalam meng-hirup air dengan hidung, sebagaimana dijelaskan di atas.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Disunnatkan bagi orang muslim mencelah-celahi jenggot jika tebal ketika membasuh muka.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Disunnatkan bagi orang muslim mencelah-celahi jari-jari tangan dan kaki di saat mencucinya karena Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;"Celah-celahilah jari-jemari kamu". [Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud (629) ]&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Mencuci anggota wudhu yang kanan terlebih dahulu sebelum mencuci anggota wudhu yang kiri. Mencuci tangan kanan terlebih dahulu kemudian tangan kiri, dan begitu pula mencuci kaki kanan sebelum mencuci kaki kiri.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Mencuci anggota-anggota wudhu dua atau tiga kali dan tidak boleh lebih dari itu. Namun kepala cukup diusap tidak lebih dari satu kali usapan saja.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Tidak berlebih-lebihan dalam pema-kaian air, karena Rasulullah berwudhu dengan mencuci tiga kali, lalu bersabda :&lt;br /&gt;"Barangsiapa mencuci lebih (dari tiga kali) maka ia telah berbuat kesalahan dan kezhaliman". [Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa' (117) ]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal Yang Membatalkan Wudhu:&lt;br /&gt;Wudhu seorang muslim batal karena hal-hal berikut ini:&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Keluarnya sesuatu dari qubul atau dubur, baik berupa air kecil atau- pun air besar.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Keluar angin dari dubur&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Hilang akalnya, baik karena gila, pingsan, mabuk atau karena tidur yang nyenyak hingga tidak menyadari apa yang keluar darinya. Adapun tidur ringan yang tidak menghilangkan perasaan, maka tidak membatalkan wudhu.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Menyentuh kemaluan dengan tangan dengan syahwat, apakah yang disentuh tersebut kemaluan-nya sendiri atau milik orang lain, karena Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya hendaklah ia berwudhu". [Riwayat Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani]&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Memakan daging unta,&lt;br /&gt;Karena ketika Rasulullah ditanya: "Apakah kami harus berwudhu karena makan daging unta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi menjawab : Ya." [Riwayat Muslim]&lt;br /&gt;Begitu pula memakan usus, hati, babat atau sumsumnya adalah membatalkan wudhu, karena hal tersebut sama dengan dagingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun air susu unta tidak membatalkan wudhu, karena Rasulullah pernah menyuruh suatu kaum minum air susu unta dan tidak menyuruh mereka berwudlu sesudahnya. [Muttafaq 'alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih berhati-hati, maka sebaiknya berwudhu sesudah minum atau makan kuah daging unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang haram dilakukan oleh yang tidak berwudhu:&lt;br /&gt;Apabila seorang muslim berhadats kecil (tidak berwudhu), maka haram melakukan hal-hal berikut ini:&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Menyentuh mushaf Al-Qur'an, karena Rasulullah mengatakan di dalam suratnya yang beliau kirimkan kepada penduduk negeri Yaman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak boleh menyentuh Al-Qur'an selain orang yang suci". [Riwayat Ad-Daruqutni dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa' (122)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun membaca Al-Qur'an dengan tidak menyentuhnya, maka hal itu boleh dilakukan oleh orang yang berhadats kecil.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Mengerjakan shalat. Orang yang berhadats tidak boleh melakukan shalat kecuali setelah berwudhu terlebih dahulu, karena Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah tidak menerima shalat yang dilakukan tanpa wudhu". [Riwayat Muslim]&lt;br /&gt;Boleh bagi orang yang tidak berwudhu melakukan sujud tilawah atau sujud syukur, karena keduanya bukan merupakan shalat, sekalipun lebih afdhalnya adalah berwudhu sebelum melakukan sujud.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Melakukan thawaf. Orang yang berhadats kecil tidak boleh melakukan thawaf di Ka`bah sebelum berwudhu, karena Rasulullah telah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Thawaf di Baitullah itu adalah shalat". [Riwayat Turmudzi dan dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Al- Irwa' (121)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga karena Nabi berwudhu terlebih dahulu sebelaum melakukan thawaf. [Muttafaq 'alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TATA CARA BERWUDHU&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Apabila seorang muslim mau berwudhu, maka hendaknya ia berniat di dalam hatinya, kemudian mem-baca Basmalah, sebab Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak sah wudhu orang yang tidak menyebut nama Allah" [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan dinilai hasan oleh Al-Albani di dalam kitab Al-Irwa' (81)]&lt;br /&gt;Dan apabila ia lupa, maka tidaklah mengapa.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Kemudian disunnahkan mencuci kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali sebelum memulai wudhu&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Kemudian berkumur-kumur (memasukkan air ke mulut lalu memutarnya di dalam dan kemudian membuangnya).&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Lalu menghirup air dengan hidung (mengisap air dengan hidung) lalu mengeluarkannya.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Disunnahkan ketika menghirup air di lakukan dengan kuat, kecuali jika dalam keadaan berpuasa maka ia tidak mengeraskannya, karena di-khawatirkan air masuk ke dalam tenggorokan. Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Keraskanlah di dalam menghirup air dengan hidung, kecuali jika kamu sedang berpuasa". [Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Albani dalam shahih Abu Dawud (629)]&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Lalu mencuci muka. Batas muka adalah dari batas tumbuhnya rambut kepala bagian atas sampai dagu dan mulai dari batas telinga kanan hingga telinga kiri.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Dan jika rambut yang ada pada muka tipis, maka wajib dicuci hingga pada kulit dasarnya. Tetapi jika tebal maka wajib mencuci bagian atasnya saja, namun disunnahkan mencelah-celahi rambut yang tebal tersebut. Karena Rasulullah selalu mencelah-celahi jenggotnya di saat berwudhu. [Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa (92)]&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Kemudian mencuci kedua tangan sampai siku, karena Allah berfirman : "dan kedua tanganmu hingga siku". [Surah Al-Ma'idah : 6]&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Kemudian mengusap kepala beserta kedua telinga satu kali, dimulai dari bagian depan kepala lalu diusapkan ke belakang kepala lalu mengembalikannya ke depan kepala.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Setelah itu langsung mengusap kedua telinga dengan air yang tersisa pada tangannya.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Lalu mencuci kedua kaki sampai kedua mata kaki, karena Allah berfirman: "dan kedua kakimu hingga dua mata kaki". [Surah Al-Ma'idah : 6]. Yang dimaksud mata kaki adalah benjolan yang ada di sebelah bawah betis.&lt;br /&gt;Kedua mata kaki tersebut wajib dicuci berbarengan dengan kaki.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Orang yang tangan atau kakinya terpotong, maka ia mencuci bagian yang tersisa yang wajib dicuci. Dan apabila tangan atau kaki-nya itu terpotong semua maka cukup mencuci bagian ujungnya saja.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Setelah selesai berwudhu mengucapkan : [Diriwayatkan oleh Muslim. Sedang-kan redaksi "Allahumma ij`alni minat-tawwabina... adalah di dalam riwayat At-Turmudzi dan dishahih-kan oleh Al-Albani dalam Al Irwa (96)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertobat dan jadikanlah aku sebagai bagian dari orang-orang yang bersuci".&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Ketika berwudhu wajib mencuci anggota-anggota wudhunya secara berurutan, tidak menunda pencucian salah satunya hingga yang sebelum-nya kering.&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;Boleh mengelap anggota-anggota wudhu seusai berwudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946479966373077?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946479966373077/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946479966373077' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946479966373077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946479966373077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/wudhu.html' title='Wudhu'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946447959767852</id><published>2005-10-16T05:02:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T05:07:59.603-07:00</updated><title type='text'>HUKUM-HUKUM TAHARAH (BERSUCI)</title><content type='html'>AIR :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air ada dua macam: air mutlak dan air mudhf. Air mudhf adalah air yang diambil dari sesuatu, seperti air semangka dan air bunga, atau yang dicampur dengan sesuatu yang lain, seperti air yang telah dicampur dengan tanah sekiranya campuran itu tidak dinamakan air lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kedua jenis air tersebut adalah air mutlak. Air mutlak ada lima macam: (1) air kur, (2) air sedikit, (3) air mengalir, (4) air hujan, dan (5) air sumur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Air Kur&lt;br /&gt;Air kur adalah air yang terdapat di dalam sebuah tempat yang berukuran 3,5 jengkal. Beratnya kurang 20 Mitsqal dari 128 Man Tabriz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benda najis, seperti kencing dan darah jatuh ke dalam air kur, air tersebut adalah najis jika bau, warna atau rasanya berubah. Jika tidak berubah, maka air tersebut tidak najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benda najis, seperti darah jatuh ke dalam air yang lebih dari 1 kur dan merubah bau, warna atau rasa sebagiannya saja, maka seluruh air tersebut adalah najis jika sisa air yang tidak berubah itu kurang dari 1 kur. Akan tetapi, jika sisa air yang tidak berubah itu berukuran 1 kur atau lebih, maka hanya bagian air yang bau, warna atau rasanya berubah saja adalah najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mancur yang bersambung dengan air kur, jika sebelum berubah menjadi rintikan-rintikan air ia menyentuh air najis dan menurut ihtiyath wajib, bercampur dengannya, (bukan hanya sekadar menyentuhnya, maka air mancur itu dapat menyucikannya. Akan tetapi, jika ia menyentuh air najis itu setelah berubah menjadi rintikan-rintikan air, maka ia tidak dapat menyucikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mencuci barang najis di bawah air kran yang bersambung dengan air kur, air yang keluar dari barang tersebut adalah suci selama ia masih bersambung dengan air kur dan bau, warna atau rasanya tidak berubah karena barang najis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebagian air berubah menjadi es dan sisanya tidak sampai berukuran 1 kur, maka air itu adalah najis jika kejatuhan benda najis, dan setiap kadar es tersebut mencair, maka es yang sudah mencair itu dihukumi najis pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang berukuran 1 kur, jika kita ragu apakah ia sudah berkurang dari 1 kur atau tidak, maka ia tetap memiliki hukum air kur. Artinya, ia masih dapat menyucikan najis dan jika benda najis jatuh ke dalamnya, ia tidak menjadi najis. Akan tetapi, air yang tidak berukuran 1 kur, jika kita ragu apakah ia sudah menjadi 1 kur atau belum, maka air tersebut tidak memiliki hukum air kur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat menentukan kekuran sebuah air melalui dua jalan:&lt;br /&gt;Pertama, kita sendiri yakin atau memiliki ketenangan hati tentang hal itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pemberitahuan dua orang yang adil. Dan tidak dibenarkan untuk menetapkan hal itu melalui pemberitahuan pemilik barang&lt;br /&gt;b. Air Sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air sedikit adalah air yang tidak termasuk dalam kategori air hujan, air sumur, air mengalir dan air kur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika air sedikit tumpah di atas benda najis atau benda najis jatuh ke dalamnya, maka air tersebut menjadi najis. Akan tetapi, jika ia dituangkan dari atas, hanya air yang menyentuh benda najis tersebut yang dihukumi najis dan bagian atasnya adalah suci. Begitu juga, jika air tersebut seperti air mancur yang memancar ke atas dengan tekanan yang kuat, maka bagian bawahnya tidak dihukumi najis dengan syarat benda najis tersebut ikut terangkat ke atas. Akan tetapi, jika benda najis tersebut sampai ke bawah, maka air bagian atas pun dihukumi najis juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air sedikit yang dituangkan ke atas barang yang najis, lalu terpisah darinya adalah najis. Begitu juga, berdasarkan pendapat yang lebih kuat, kita harus menjauhi air sedikit yang telah digunakan untuk menyucikan barang najis yang benda najisnya telah dihilangkan sebelumnya dan air itu telah terpisah dari barang yang najis tersebut. Akan tetapi, air (sedikit) yang telah digunakan untuk bercebok masih dihukumi suci dengan lima syarat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bau, warna atau rasanya tidak berubah karena najis tersebut.&lt;br /&gt;Kedua, tidak ada benda najis lain dari luar yang bercampur dengannya.&lt;br /&gt;Ketiga, tidak ada najis lain, seperti darah yang keluar bersama air besar atau kencing tersebut.&lt;br /&gt;Keempat, butiran-butiran air besar itu tidak ikut bersama air tersebut.&lt;br /&gt;Kelima, air besar atau kencing itu tidak keluar melampui batas jalan normalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Air Mengalir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mengalir adalah air yang memiliki mata air dan mengalir seperti air yang bersumber dari dalam bumi dan mengalir. Contoh, air sumber dan air kanal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benda najis jatuh ke dalam air mengalir, air tersebut adalah suci selama bau, warna atau rasanya tidak berubah meskipun ia kurang dari 1 kur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benda najis jatuh ke dalam air mengalir, (seperti ait sungari), maka hanya bagian yang bau, warna atau rasanya berubah adalah najis. Sementara, bagian (atas) yang bersambung dengan mata air adalah suci meskipun ia kurang dari 1 kur. Adapun bagian-bagian air sungai yang lain adalah suci jika ia berukuran 1 kur atau masih bersambung dengan mata air melalui perantara air yang tidak berubah. Jika tidak demikian, maka air itu adalah najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata air yang tidak mengalir, akan tetapi ia tetap keluar meskipun diambil adalah suci meskipun benda najis jatuh ke dalamnya selama bau, warna atau rasanya tidak berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang tergenang di pinggiran sungai dan bersambung dengan air yang mengalir adalah suci meskipun benda najis jatuh ke dalamnya selama bau, warna atau rasanya tidak berubah karena najis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata air yang hanya keluar pada musim dingin dan kering pada musim panas tidak akan menjadi najis pada saat ia keluar jika benda najis jatuh ke dalamnya meskipun ia kurang dari 1 kur kecuali bau, warna atau rasanya berubah karena benda najis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air kran yang berada di kamar mandi adalah seperti air mengalir jika ia bersambung dengan air kur. Air kran yang berada di rumah-rumah dan bangunan adalah suci meskipun benda najis jatuh ke dalamnya selama bau, warna atau rasanya tidak berubah karena benda najis itu dengan syarat ia bersambung dengan air kur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang mengalir di atas tanah dan tidak memiliki sumber dari dalam bumi adalah najis jika ia kurang dari 1 kur dan benda najis jatuh ke dalamnya. Akan tetapi, jika ia mengalir dari atas ke bawah, maka bagian atasnya tidak akan menjadi najis jika benda najis itu jatuh di bagian bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Air Hujan&lt;br /&gt;Jika air hujan jatuh di atas barang najis yang benda najisnya telah hilang sebanyak sekali, maka barang najis itu menjadi suci. Jika barang najis itu adalah baju, karpet dan yang semisalnya, maka semua itu tidak perlu diperas. Akan tetapi, jika air hujan itu hanya turun sebanyak dua-tiga tetes, maka hal itu tidak cukup. Hendaknya air hujan yang jatuh itu harus sedemikian rupa banyaknya sehingga dapat dikatakan turun hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika air hujan jatuh mengenai benda najis dan menciprat ke tempat lain, maka air hujan (yang terciprat itu) adalah suci selama benda najis itu tidak ikut bersamanya dan bau, warna atau rasanya tidak berubah karena benda najis tersebut. Oleh karena itu, jika air hujan itu jatuh mengenai darah dan menciprat ke tempat lain serta sebagian darah itu ikut bersamanya atau bau, warna atau rasanya berubah, maka air itu adalah najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika di atas atap sebuah bangunan terdapat benda najis, maka air hujan yang menyentuhnya dan lalu mengalir dari atas atap melalui saluran air adalah suci selama hujan masih tetap turun. Dan setelah hujan reda, jika kita yakin bahwa air yang mengalir dari atas atap itu masih menyentuh benda najis tersebut, maka ia adalah najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika air hujan turun di atas tanah yang najis, maka tanah itu akan menjadi suci. Air hujan yang mengalir di atas tanah dan membasahi tempat najis yang berada di bawah sebuah atap dapat menyucikan tempat najis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah najis yang menjadi lumpur karena air hujan dan air hujan itu mendominasi seluruh bagiannya adalah suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika air hujan terkumpul dalam sebuah tempat dan selama air hujan masih turun kita mencuci barang najis di situ, maka barang najis itu akan menjadi suci meskipun air yang terkumpul tersebut kurang dari 1 kur selama bau, warna atau rasanya tidak berubah karena barang najis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika air hujan turun mengenai karpet yang terletak di atas tanah yang najis dan terus mengalir di atas tanah tersebut, maka karpet itu tidak akan menjadi najis dan tanah yang najis itu akan menjadi suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika air hujan atau jenis air yang lain terkumpul di sebuah lubang dan kurang dari 1 kur, maka air itu adalah najis jika benda najis jatuh ke dalamnya dan hujan tersebut telah reda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Air Sumur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air sumur yang bersumber dari dalam bumi, jika benda najis jatuh ke dalamnya, maka air itu adalah suci meskipun ia kurang dari 1 kur selama bau, warna atau rasanya tidak berubah karena benda najis itu. Akan tetapi, disunnahkan sumur itu untuk dikuras setelah benda najis itu jatuh sesuai dengan kadar yang telah disebutkan dalam buku-buku yang (membahas hal ini) lebih mendetail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika benda najis jatuh ke dalam sumur dan merubah bau, warna atau rasanya, air sumur itu dapat menjadi suci kembali setelah bercampur dengan air yang keluar dari dalam bumi (sebagai mata airnya) dan karena percampuran itu perubahannya sirna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946447959767852?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946447959767852/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946447959767852' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946447959767852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946447959767852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/hukum-hukum-taharah-bersuci.html' title='HUKUM-HUKUM TAHARAH (BERSUCI)'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946410719031776</id><published>2005-10-16T04:59:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T05:01:47.240-07:00</updated><title type='text'>HUKUM-HUKUM AIR</title><content type='html'>Air mudhf tidak dapat menyucikan barang yang najis. Berwudhu dan mandi dengan menggunakan air tersebut adalah batal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebutir benda najis jatuh ke dalam air mudhf, maka air itu adalah najis. Akan tetapi, jika ia dituangkan dari arah atas di atas barang najis, hanya bagian yang menyentuh barang najis itu yang dihukumi najis dan bagian atasnya tidak najis. Contoh, jika kita menuangkan air bunga di atas tangan yang najis dengan menggunakan ceret, maka hanya air bunga yang menyentuh tangan itu adalah najis. Sementara, air bunga yang belum menyentuh tangan adalah suci. Begitu juga halnya dengan air mancur yang memancar ke atas dengan tekanan keras. Jika benda najis itu terangkat ke atas, maka bagian bawahnya tidak najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika air mudhf yang najis bercampur dengan air kur atau mengalir sehingga tidak dikatakan lagi ia adalah air mudhf, maka air tersebut menjadi suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang sebelumnya adalah air mutlak dan tidak diketahui apakah ia sudah berubah menjadi air mudhf atau tidak, maka air tersebut adalah seperti air mutlak. Artinya, ia dapat menyucikan barang yang najis dan disahkan untuk berwudhu dan mandi dengan menggunakannya. Dan air yang sebelumnya adalah air mudhf dan tidak diketahui apakah ia sudah berubah menjadi air mutlak atau tidak, maka air tersebut adalah seperti air mudhÐ²f. Artinya, ia tidak dapat menyucikan barang najis dan berwudhu dan mandi dengan menggunakannya adalah batal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang tidak diketahui (substansinya); apakah ia adalah air mutlak atau mudhf, dan juga tidak diketahui apakah sebelumnya ia adalah air mutlak atau air mudhf, maka ia tidak dapat menyucikan barang najis dan berwudhu dan mandi dengan menggunakannya adalah batal. Akan tetapi, jika ia berukuran 1 kur atau lebih dan benda najis jatuh ke dalamnya, maka ia tidak dapat dihukumi najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang kejatuhan benda najis, seperti darah atau air kencing dan benda najis itu merubah bau, warna atau rasanya, maka air tersebut adalah najis meskipun ia berukuran 1 kur atau air mengalir. Akan tetapi, jika bau, warna atau rasanya berubah disebabkan oleh benda najis yang berada di luar air, seperti sepotong bangkai terhempas di pinggirnya dan merubah baunya, maka ia tidak najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika air yang kejatuhan benda najis, seperti darah atau air kencing dan bau, warna atau rasanya berubah karena benda najis tersebut bersambung dengan air kur atau air mengalir, air hujan turun menimpanya, angin mengarahkan air hujan tersebut kepadanya, atau air hujan mengalir kepadanya melalui saluran air (sebuah rumah) ketika ia sedang turun dan perubahan air itu sirna, maka air itu adalah suci. Akan tetapi, berdasarkan ihtiyath wajib, air hujan, air kur dan air mengalir tersebut harus bercampur dengannya, (bukan sekadar bersambung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mencuci barang najis yang tidak perlu diperas, (seperti piring) di dalam air kur atau air mengalir, maka air yang menetes darinya setelah kita mengeluarkannya (dari tempat pencucian) adalah suci. Akan tetapi, air yang masih tersisa di dalam barang-barang najis seperti pakaian dan karpet berdasarkan ihtiyath wajib masih perlu untuk dikeluarkan dengan memerasnya atau yang serupa dengannya meskipun ia dicuci di dalam air kur atau air mengalir, dan berdasarkan ihtiyath wajib, air sisa tersebut adalah najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air yang sebelumnya adalah suci dan tidak diketahui apakah sudah najis atau belum, maka ia adalah suci. Dan air yang sebelumnya adalah najis dan tidak diketahui apakah sudah suci atau belum, maka ia adalah adalah najis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air sisa minuman anjing, babi dan orang kafir adalah najis dan haram untuk diminum. Sementara, air sisa minuman binatang-binatang yang haram dimakan adalah suci dan makruh untuk diminum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946410719031776?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946410719031776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946410719031776' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946410719031776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946410719031776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/hukum-hukum-air.html' title='HUKUM-HUKUM AIR'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946278952388834</id><published>2005-10-16T04:38:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T04:39:49.526-07:00</updated><title type='text'>Sujud Sahwi</title><content type='html'>Sujud sahwi disebabkan oleh tiga hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menambah. Seperti seseorang dalam shalatnya menambah ruku', yakni dalam satu raka'at melakukan ruku' dua kali, atau sujud sehingga melakukan sujud tiga kali , atau menambah jumlah raka'at sehingga berdiri untuk raka'at kelima dalam shalat yang bilangan raka'atnya empat, baru kemudian teringat lalu kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sujud sahwi dikarenakan hal-hal diatas, maka sujud sahwi itu dilakukan setelah salam. Artinya, ketika orang itu melakukan duduk tasyahud akhir lalu salam maka ia baru melakukan sujud dua kali (sahwi) kemudian salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, melakukan salam di tengah-tengah shalat termasuk tambahan, karena itu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam melakukan sujud setelah salam. Demikian yang bisa dipahami dari atsar. Dan hal itu sejalan dengan logika yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu jika ia menambah sesuatu dalam shalat lalu kita katakan is mesti sujud sahwi sebelum salam; niscaya dalam shalat itu ada tambahan. Tetapi jika kita lakukan sujud sahwi setelah salam, maka dalam shalat tersebut hanya terdapat satu tambahan yang dilakukan secara tidak sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mengurangi. Adapun mengurangi, maka sujudnya sebelum salam. Hal itu seperti berdiri dan tidak melakukan tasyahud awal karena lupa, atau lupa mengucap bacaan sujud ketika sujud atau lupa mengucapkan bacaan ruku' ketika ruku'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujud sahwi karena hal-hal diatas dilakukan sebelum salam, karena shalat tersebut kurang disebabkan tertinggalnya wajib-wajib tersebut. Maka yang bijaksana adalah melakukan sujud sahwi sebelum salam sehingga bisa menutupi kekurangan sebelum ia berpisah dengan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ragu-ragu. Yaitu ragu-ragu apakah is menambah ataukah mengurangi, ragu-ragu apakah ia telah shalat tiga atau empat raka'at? Dalam hal ini ada dua keadaan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a . Ia beranggapan berat kepada salah satu dari padanya, baik menambah atau mengurangi, maka hendaknya is berpijak pada anggapannya tersebut lalu sujud sahwi setelah salam. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Mas'ud radiallahu'anhu: "Jika seseorang diantara kamu ragu-ragu shalatnya, maka hendaklah ia mencari yang benar lalu menyempurnakan shalatnya kemudian salam lalu sujud dua kali (sujud sahwi)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b . Ragu-ragu apakah ia mengurangi atau menambah tanpa ia ketahui mana yang lebih mungkin, dalam hal ini ia harus berpijak pada yang meyakinkan yaitu yang lebih sedikit, setelah itu ia menyempurnakan shalatnya dan sujud dua kali sebelum salam. Demikian menurut sunnah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERHATIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang sedang shalat itu mengucapkan salam dengan sengaja, sebelum sempurna (selesainya) shalat, maka shalatnya batal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang shalat itu menambah berdiri, duduk, ruku' atau sujud dengan sengaja dalam shalatnya, maka batallah shalatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika orang yang shalat itu meninggalkan salah satu rukun dari rukun-rukun shalat. Apabila berupa takbiratul ihrom, maka shalat orang itu tidak sah, balk ditinggalkan secara sengaja atau lupa, karena ia berarti belum melakukan shalat. Jika rukun yang ditinggalkannya selain takbiratul ihrom, maka meninggalkannya secara sengaja membatalkan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika meninggalkan salah satu dari kewajiban-kewajiban shalat secara sengaja, maka shalatnya batal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ia melakukan sujud sahwi setelah salam, maka is harus melakukan salam kembali sesudahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AlDakwah.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946278952388834?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946278952388834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946278952388834' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946278952388834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946278952388834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/sujud-sahwi.html' title='Sujud Sahwi'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946264654083926</id><published>2005-10-16T04:35:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T04:37:26.543-07:00</updated><title type='text'>Hal-hal yang Membatalkan Shalat</title><content type='html'>1. Berbicara dengan sengaja meskipun sedikit.2. Memalingkan seluruh badan dari kiblat.&lt;br /&gt;3. Keluar angin dari dubur, juga semua hal yang mewajibkan wudhu atau mandi.&lt;br /&gt;4. Banyak gerak dan berturut-turut tanpa ada perlu.&lt;br /&gt;5. Tertawa meskipun hanya sedikit.&lt;br /&gt;6. Menambah ruku', sujud, berdiri dan duduk dengan sengaja.&lt;br /&gt;7. Mendahului imam secara sengaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara hal lain yang membatalkan shalat adalah shalat menggunakan pakaian yang tipis (tembus pandang) sehingga menampakkan warna kulit.&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Sholeh AI Utsaimin ditanya sebagai berikut : "Banyak orang yang melakukan shalat dengan mengenakan pakaian tipis, sehingga menampakkan warna kulit. Dibalik pakaian itu ia juga mengenakan celana pendek yang hanya menutupi setengah dari pada paha sehingga selebihnya nampak jelas di balik pakaian tipisnya tersebut. Apa hukumnya shalat orang tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban beliau : "Hukum shalat orang tersebut adalah sebagaimana hukum shalat orang yang tidak mengenakan pakaian selain celana pendek yang ia kenakan. Sebab pakaian tipis yang tembus pandang sehingga menampakkan warna kulit tidak bisa menutupi, maka mengenakan atau tidak hukumnya sama saja. Berdasarkan hal tersebut maka shalat orang itu tidak sah menurut pendapat yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat tersebut adalah pendapat yang masyhur dari lmam Ahmad rohimahullah. Hal itu karena setiap orang laki-laki yang shalat wajib menutup badannya antara pusar sampai dengan tutut. Dan ini adalah batas minimal dalam memenuhi kriteria kepatuhan terhadap firman Allah Ta'ala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya : Hai anak Adam. kenakanlah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid ( QS: AI A'rof : 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang wajib ia adalah satu dari dua hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenakan celana yang bisa menutupi anggota badan antara pusar dan lutut atau,&lt;br /&gt;Mengenakan di atas celana pendek tersebut pakaian tebal sehingga kulit tidak kelihatan.&lt;br /&gt;Perbuatan sebagaimana yang disebutkan dalam pertanyaan ini adalah salah dan kurang baik. Orang-orang yang telah melakukannya hendaklah bertaubat kepada Allah Ta'ala, dan hendaknya memperhatikan dalam soal menutup aurat ketika shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berdo'a kepada Allah untuk kita dan segenap saudara kita sesama muslim agar mendapat hidayah dan taufiq kepada apa yang dicintai dan diridhoinya. Sesungguhnya Allah maha pemurah lagi maha mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldakwah.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946264654083926?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946264654083926/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946264654083926' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946264654083926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946264654083926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/hal-hal-yang-membatalkan-shalat.html' title='Hal-hal yang Membatalkan Shalat'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946245922961870</id><published>2005-10-16T04:30:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T04:34:19.230-07:00</updated><title type='text'>KEDUDUKAN SHOLAT DALAM ISLAM</title><content type='html'>Sholat merupakan salah satu rukun Islam setelah syahadatain. Dan amal yang paling utama setelah syahadatain. Barangsiapa menolak kewajibannya karena bodoh maka dia harus dipahamkan tentang wajibnya sholat tersebut, barangsiapa tidak meyakini tentang wajibnya sholat (menentang) maka dia telah kafir. Barangsiapa yang meninggalkan sholat karena menggampang-gampangkan atau malas, maka wajib baginya untuk bertaubat kepada Allah.&lt;br /&gt;Bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemisah di antara kita dan mereka (orang kafir) adalah sholat. Barangsiapa meninggalkannya maka sungguh dia telah kafir."(HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat dalam Islam mempunyai kedudukan yang tidak disamai oleh ibadah-ibadah lainnya. Ia merupakan tiangnya agama ini. Yang tentunya tidaklah akan berdiri tegak kecuali dengan adanya tiang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menegaskan:&lt;br /&gt;"Pondasi (segala) urusan adalah Islam, dan tiangnya (Islam) adalah sholat, sedangkan yang meninggikan martabatnya adalah jihad fi sabilillah."(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat merupakan kewajiban mutlak yang tidak pernah berhenti kewajiban melaksanakannya sekalipun dalam keadaan takut, sebagaimana firman Allah Ta'ala menunjukkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Peliharalah segala sholat(mu), dan (peliharalah) sholat wustha. Jika kamu dalam keadaan takut (akan bahaya), maka sholatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (sholatlah) sebagaimana Allah telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui." (QS. AL-baqarah : 238 - 239).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat adalah ibadah yang pertama kali diwajibkan Allah dan nantinya akan menjadi amalan pertama yang dihisab di antara malan-amalan manusia serta merupakan akhir wasiat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sebagaimana disebutkan dalam sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sholat, sholat dan budak-budak yang kamu miliki."(HR. Ibnu Majah dan Ahmad. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat yang nantinya akan menjadi amalan terakhir yang hilang dari agama ini. Jika sholat telah hilang, berarti hilanglah agama secara keseluruhan. Untuk itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan dengan sabdanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tali-tali (penguat) Islam sungguh akan musnah seikat demi segera berpegang dengan ikatan berikutnya (yang lain). Ikatan yang pertama kali binasa adalah hukum, dan yang terakhir kalinya adalah sholat."(HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946245922961870?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946245922961870/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946245922961870' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946245922961870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946245922961870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/kedudukan-sholat-dalam-islam.html' title='KEDUDUKAN SHOLAT DALAM ISLAM'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946201929500441</id><published>2005-10-16T04:23:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T04:26:59.296-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Sholat harus menghadap ke Ka'bah?</title><content type='html'>Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,Bismillaahirrahmaanirrahiim,Segala puji kita panjatkan kepada Allah Yang Maha Tahu lagi Maha Kuasa atassegala sesuatu,Pada awalnya Rasulullah setiap shalat menghadap ke Baitil Maqdis, kemudianbeliau memohon kepada Allah untuk dapat shalat menghadap ke Ka'bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik, katanya" Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa shalat seperti kita, menghadap ke kiblat seperti kita, dan memakan binatang sembelihan seperti kita, maka dialah orang muslim yang berada di bawahperlindungan Allah dan RasulNya, Karena itu janganlah anda menghianati Allahperihal perlindunganNya itu." (Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Barrak bin 'Azib r.a., katanya: "Rasulullah saw shalat menhadap keBaitil Maqdis, enam atau tujuh belas bulan lamanya. Sedang beliau inginshalat menhadap ke Ka'bah. Maka turun ayat: "Sesungguhnya Kami tahu engkaumenghadapkan mukamu ke langit berulang-ulang, maka setelah itu Nabi sawshalat menghadap ke Ka'bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi orang-orang bodoh, antara lain orang-orang Yahudi, berkata: "Apakahsebabnya mereka berpaling dari kiblat mereka semula ?"Katakan hai Muhammad "Kepunyaan Allah Timur dan Barat, ditunjukiNya kepadajalan yang lurus siapa-siapa yang dikehendakiNya."Seorang laki-laki shalat bersama Nabi saw waktu terjadinya perubahan kiblatitu. Setelah shalat dia pergi. Dia melewati sekelompok oang Anshar sedang shalat "Ashar, masih menghadap ke Baitil Maqdis. Lalu dikatakannya, bahwa tadi dia shalat bersama Nabi saw menghadap ke Ka'bah. Karena itu merekamerubah arah kiblat mereka dan menghadap ke Ka'bah. (Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar r.a., katanya:"Ketika orang-orang di Quba sedang shalat subuh, tiba-tiba datang seorang mengatakan: "Sesungguhnya tadi malamAl Qur'an turun kepada Rasululah saw. Beliau diperintahkan shalat menghadapke Ka'bah, Maka menghadap pulalah anda semua ke Ka'bah. Lalu mereka yangketika itu sedang shalat dengan menghadap ke Syam, merubah arah merekadengan menghadap ke Ka'bah.Dan kepunyaan Allah-lah Timur dan Barat, maka ke manapun kamu menghadap disitulah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi MahaMengetahui. (QS. 2:115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang kurang akalnya di antara manusia akan berkata :"Apakah yangmemalingkan mereka (ummat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulumereka telah berkiblat kepadanya?". Katakanlah :"Kepunyaan Allah-lah Timurdan Barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalanyang lurus". (QS. 2:142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (ummat Islam), ummat yangadil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agarRasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidakmenjadikan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kamimengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yangmembelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecualibagi beberapa orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, dan Allah tidakakan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi MahaPenyayang kepada manusia. (QS. 2:143)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kamiakan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arahMasjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu kearahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberiAl-Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke MasjidilHaram itu adalah benar dari Tuhan-nya; dan Allah sekali-kali tidak lengahterhadap apa yang mereka kerjakan. (QS. 2:144)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi danNasrani) yang diberi Al-Kitab (Taurat dan Injil), semua ayat (keterangan),mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan mengikutikiblat mereka, dan sebagian dari mereka pun tidak mengikuti kiblat sebagianyang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelahdatang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golonganorang-orang yang zalim. (QS. 2:145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat danInjil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dansesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahalmereka mengetahui. (QS. 2:146)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran itu adalah dari Tuhan-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamutermasuk orang-orang yang ragu. (QS. 2:147)Dan bagi tiap-tiap ummat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadapkepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. Di manasaja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada harikiamat). Seungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. 2:148)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu keMasjidil Haram; Sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang haq dariTuhan-mu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah atas apa yang kamu kerjakan.(QS. 2:149)Kalau ditinjau dari Hadits dan ayat-ayat tersebut di atas maka menghadap keKa'bah itu adalah ketetapan Allah setelah Rasulullah memintanya bagi beliaudan umatnya.Menghadap Ka'bah bukan berarti kita menyembah Ka'bah, tetapi merupakansimbol yang ditetapkan Allah bagi kiblat orang-orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini untukmembedakan kiblat umat Muhammad dengan kiblat umat lain.Namun demikian seandainya kita berada di suatu tempat dan tidak mengehtahuiarah Ka'bah maka menghadap kemanapun sah shalatnya karena dimana saja disituada Wajah Allah.Menghadap ke Ka'bah adalah simbol persatuan, dan untuk memudahkan kalau kitashalat khususnya shalat berjamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah menunjuki kita semua.Wassalam&lt;br /&gt;Ahmad Zubair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946201929500441?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946201929500441/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946201929500441' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946201929500441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946201929500441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/mengapa-sholat-harus-menghadap-ke.html' title='Mengapa Sholat harus menghadap ke Ka&apos;bah?'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946174282937683</id><published>2005-10-16T04:20:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T04:22:22.833-07:00</updated><title type='text'>Tata Cara Sholat</title><content type='html'>Dari Muhammad bin Amr bin Atho, bahwasanya ia pernah duduk bersama beberapa para sahabat Nabi SAW membicarakan tentang shalat Nabi SAW, maka Abu Humaid As Saidi berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah yang paling hafal diantara kalian tentang shalat Rasulullah, aku melihatnya apabila beliau takbir,&lt;br /&gt;beliau mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan kedua pundak beliau,&lt;br /&gt;dan apabila rukuk beliau meletakkan kedua tangan beliau di kedua lutut beliau kemudian membungkukkan punggungnya,&lt;br /&gt;an apabila bangkit dari rukuk beliau berdiri hingga tiap-tiap tulang punggungnya kembali tegak seperti biasanya,&lt;br /&gt;dan apabila sujud beliau meletakkan kedua tangannya dengan lengannya tidak diletakkan dan tidak pula dirapatkan kepada kedua rusuknya dan ujung jari-jari kakinya menghadap ke kiblat, dan apabila beliau duduk pada rakaat kedua beliau duduk pada rakaat kedua,&lt;br /&gt;beliau duduk diatas kakinya yang kiri dan menegakkan tapak kakinya yang kanan,&lt;br /&gt;dan apabila beliau duduk pada rakaat yang terakhir,&lt;br /&gt;beliau mengulurkan tapak kakinya yang kiri dan menegakkan tapak kakinya yang kanan, lalu duduk diatas pinggulnya. (HR : Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hadist ini ada satu hadist lagi yang menerangkan tentang tata cara bertakbir dan mengangkat kedua tangan.&lt;br /&gt;Dari Salim bin Abdullah ra. Dari bapaknya, ia berkata : Bahwasanya Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya sejajar dengan kedua pundaknya ketika beliau hendak memulai shalat,&lt;br /&gt;ketika takbir untuk rukuk dan ketika kembali bangkit dari rukuk,&lt;br /&gt;dan beliau membaca Samiallohu liman hamidah, robbanaa wa lakal hamdu, sedangkan beliau tidak mengangkat tangannya waktu sujud.(HR : Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa kecil aku diberitahukan cara berniat untuk shalat dengan nawaitu .. tapi sampai sekarang aku belum mengetahui dasarnya apakah Rasulullah juga melakukan hal itu atau hanya berniat didalam hati saja dan ataukah dengan mengangkat kedua tangan dan bertakbir itu sudah menandakan bahwa kita sudah berniat melakukan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ada yang mengetahuinya mohon untuk diinformasikan untuk share lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMBACA ALLAHU AKBAR DALAM SHALAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra, bahawasanya ia shalat menjadi imam bersama mereka, maka ia membaca Allohu Akbar setiap menunduk dan bangkit, dan seusai shalat, ia berkata Bahwasanya aku dan kalian ini sesuai dengan shalatnya Rasulullah SAW.(HR : Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SURAT ALFATIHAH WAJIB DIBACA DALAM SHALAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ubadah bin Shomit ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Tidak disebut shalat, bagi orang yang shalat, tapi tidak membaca surat Al-Fatihah. (HR : Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua hadist diaatas aku belum jelas apakah yang Surat Al-Fatihah itu termasuk bacaan basmalah ataukah tidak (red: tidak memakainya). Kemudian apabila shalat lebih dari dua rakaat setelah bangkit dari duduk Tasyahud awal juga mengangkat kedua tangan lagi atau bahkan setiap kali setelah duduk mengangkat tangan kembali pada waktu takbir (red: tidak melakukannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku juga belum mengetahui dasar adanya doa iftitah yaitu bacaan sebelum membaca surat Al-Fatihah dengan bacaan kabirou wal hamdulillah ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANJURAN TUMAKNINAH DALAM SHALAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;opini : Tumakninah dalam shalat adalah berhenti sejenak untuk menenangkan hati dalam rangka melakukan gerakan shalat lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi SAW masuk ke dalam masjid, lalu ada seorang laki-laki masuk untuk melakukan shalat, setelah itu ia dating kepada Nabi dengan mengucapkan salam, laluNabi menolak orang itu dan bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangilah kembali shalatmu, karena sesungguhnya kamu belum shalat, lalu ia shalat dan setelah itu datang kepada Nabi dengan mengucapkan salam, kemudian beliau bersabda lagi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulangilah shalat. Hingga tiga kali beliau menyuruh mengulangi. Lalu orang itu berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Dzat yang telah mengutus Engkau dengan benar, aku tidak tahu cara shalat yang lebih baik selain itu, maka berilah aku pelajaran. Kemudian beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu berdiri untuk shalat, maka bertakbirlah kemudian bacalah apa yang mudah menurutmu dari ayat-ayat Al-Quran, kemudian rukuklah hingga kamu tenang dalam rukuk itu, kemudian bangkitlah hingga berdiri tegak, kemudian duduklah hingga kamu tenang dalam duduk itu, kemudian sujudlah hingga kamu tenang dalam sujud itu. Kemudian kerjakanlah itu, dalam setiap shalatmu. (HR : Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOA DALAM RUKUK DAN SUJUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila dulu aku diajarkan Subhana robial Adhim untuk doa rukuk dan Subhana robial A'laa untuk sujud sebanyak 3 kali, sampai sekarang belum aku temukan dasar dari doa â€“ doa tersebut, melainkan adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah ra, berkata : Nabi SAW, biasa membaca didalam rukuk dan sujudnya Subhanakalloohumma robbanaa wa bihamdika allohummagh firlii. (Maha Suci Engkau Ya Allah Tuhan kami dan dengan memuji Engkau Ya Allah, aku memohon ampun)(HR : Bukhori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOA KETIKA BANGUN DARI RUKUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra berkata : Bahwasanya Nabi SAW bersabda : Apabila imam membaca Samialloohu liman hamidahu (Allah Maha mendengar bagi siapa yang memuji-Nya), maka bacalah : Alloohumma Robbanaa lakal hamdu (Ya Allah Tuhan kami hanya kepada Engkaulah segala puji), karena sesungguhnya barangsiapa yang bacaannya bersamaan dengan bacaan malaikat, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.(HR : Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dua macam doa ketika bangun dari rukuk, yaitu :Robbanaa wa Lakal Hamdu dan Alloohumma Robbanaa lakal hamdu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TATA CARA SUJUD DALAM SHALAT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas ra, berkata : Nabi SAW bersabda : Aku diperintah sujud diatas tujuh tulang dan dahi, dan beliau memberi isyarat dengan kedua tangannya ke hidung beliau, kedua tangannya, kedua lututnya dan kedua ujung kakinya, dan kami tidak menggabung pakaian dan rambutâ€.(HR : Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuh tulang tersebut kemungkinan antara lain :Sepasang tulang jari kaki, sepasang tulang jari dan telapak tangan, sepasang tulang tempurung lutut, dan tulang hidung, dan ditambah dengan dahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DOA DALAM DUDUK TASYAHUD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah ra berkata : Ketika kami bersama-sama Nabi SAW dalam shalat, kami membaca : As salaamu alallohi min ibadihis salaamu alaa fulanin wa fulanin, (salam atas Allah dari hamba-Nya : dan salam atas si fulan dan si fulan), maka Nabi bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kamu membaca As salaamu alallohi, karena sesungguhnya Allah adalah As salaam, dan tetapi bacalah : At tahiyyatu lillahi wash sholawaatu wath thoiyibaatu as salaamu alaikaatuhu as salaamu alaina wa alaa ibadil laahish shoolihiin. (Segala penghormatan, doa dan kebaikan adalah bagi Allah, keselamatan atas engkau hai Nabi yang disertai rahmat dan berkah Allah, keselamatan atas kita dan atas hamba-hamba Allah yang shaleh).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kalian membaca bacaan itu, maka bacaanmu untuk semua hamba Allah yang ada dilangit dan yang ada di antara langit dan bumi, lalu bacalah : Asyhadu an laa ilaaha illaallohu wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rosuuluhu. Kemudian pilihlah dari doa-doa yang kamu senangi dan berdoalah dengan doa itu. (HR : Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca hadist ini aku merasa bacaan doa dalam tasyahud yang baisa aku baca dari mana asalnya, kenapa bisa dibedakan antara Tasyahud awal dan akhir. Kemudian ada shalawat sampai fil alamiina innaka hamidum majjiid. Aku belum mengerti dasarnya.Apabila saudara-saudara mempunyai dasar yang shohih dapat kita share bersama demi kesempurnaan shalat kita.Apabila ada kesalahan itu murni dari saya yang menuliskannya, maka maafkanlah dan apabila terdapat kebenaran didalamnya, hanya milik Allah SWT semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946174282937683?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946174282937683/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946174282937683' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946174282937683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946174282937683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/tata-cara-sholat.html' title='Tata Cara Sholat'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946132578522050</id><published>2005-10-16T04:13:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T04:19:28.603-07:00</updated><title type='text'>SHOLAT SEBAGAI IBADAH KEPADA TUHAN YANG MAHA KUASA</title><content type='html'>Definisi Sholat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat menurut bahasa berarti doa, sedang menurut istilah adalah suatu bentuk ibadah yang terdiri dari perbuatan dan ucapan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Dan telah diwajibkan kepada manusia untuk beribadah kepada Allah Swt (QS.2:21), khusus dalam hal ini terhadap ummat islam yaitu wajib menjalankan sholat wajib 5 (lima) waktu sehari-semalam (17 rakaat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat (baik wajib maupun sunnah) sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan manusia, yang oleh karenanya Allah Swt mengajarkan bila hendak memohon pertolongan Allah Swt yaitu dengan melalui sholat dan dilakukan dengan penuh kesabaran serta sholat dapat mencegah untuk berbuat keji dan munkar. Di bawah ini akan diuraikan tentang sholat-sholat wajib dan sholat-sholat sunnah berikut dengan jumlah rakaat dan waktu pelaksanaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Sholat Wajib / Fardlu :&lt;br /&gt;Sholat yang wajib dikerjakan bagi setiap muslim Innash Sholata Kaanat Alal Muminiina Kitaaban Mauquuta : Sholat itu wajib dikerjakan oleh muslim/mumin yang sudah ditentukan waktu waktunya, dan akan mendapat pahala dari Allah Swt bila mengerjakannya, serta akan mendapat siksa dari Allah Swt bila tidak mengerjakannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun macam-macam sholat wajib/fardlu sebagaimana ISLAM, berikut Sholat Sunnah Rawatib sbb :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sholat Isya yaitu sholat yang dikerjakan 4 (empat) rakaat dengan dua kali tasyahud dan satu kali salam. Waktu pelaksanaannya dilakukan menjelang malam (+ pukul 19:00 s/d menjelang fajar)yang diiringi dengan sholat sunnah qobliyah (sebelum) dan badiyah (sesudah) sholat isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sholat Subuh yaitu sholat yang dikerjakan 2 (dua) rakaat dengan satu kali salam. Adapaun waktu pelaksanaannya dilakukan setelah fajar (+ pukul 04:10) yang hanya diiringi dengan sholat sunnah qobliyah saja, sedang badiyah dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sholat Lohor (Dhuhur) yaitu sholat yang dikerjakan 4 (empat) rakaat dengan dua kali tasyahud dan satu kali salam. Adapun waktu pelaksaannya dilakukan saat matahari tepat di atas kepala (tegak lurus) + pukul 12:00 siang, yang diiringi dengan sholat sunnah qobliyah dan sholat sunnah badiyah (dua rakaat-dua rakaat atau empat rakaat-empat rakaat dengan satu kali salam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sholat Ashar yaitu sholat yang dikerjakan 4 (empat) rakaat dengan dua kali tasyahud dan satu kali salam. Adapun waktu pelaksanaannya dilakukan setelah matahari tergelincir (+ pukul 15:15 sore atau sebatas pandangan mata) yang hanya diiringi oleh sholat sunnah qobliyah dengan dua rakaat atau empat rakaat (satu kali salam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sholat Maghrib yaitu sholat yang dikerjakan 3 (tiga) rakaat dengan dua kali tasyahud dan satu kali salam. Adapun waktu pelaksanaanya dilakukan setelah matahari terbenam (+ pukul 18:00) yang diiringi oleh sholat sunnah badiyah dua rakaat atau empat rakaat dengan satu kali salam, sedang sholat sunnah qobliyah hanya dianjurkan saja bila mungkin : lakukan, tapi bila tidak : jangan (karena akan kehabisan waktu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dalam keadaan normal sholat wajib harus dikerjakan sesuai waktunya, tapi bila dalam keadaan bepergian (antara + 81 Km) atau dalam keadaan masyaqot/kesulitan keadaan, boleh dilakukan dengan cara Jama dengan ketentuan jumlah rakaatnya tidak berkurang. Jama&lt;br /&gt;terbagi dua yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jama Taqdim : sholat yang dikerjakan dalam satu waktu dengan menarik waktu yang terbelakang, seperti : sholat Ashar dilakukan pada waktu sholat Lohor (Dhuhur), dan sholat Isya dilakukan pada waktu sholat Maghrib, kesemuanya itu dilakukan secara bersama-sama.&lt;br /&gt;Jama Takhir : sholat yang dikerjakan dalam satu waktu dengan mengakhirkan waktu yang pertama, seperti : sholat Lohor dilakukan pada waktu sholat Ashar dan sholat Maghrib dilakukan pada waktu sholat Isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun sholat Jama dapat pula dilakukan dengan cara mengqoshor (mengurangi) rakaat disebut Jama Qoshor, seperti : Lohor = 2 rakaat, Ashar = 2 rakaat, Maghrib = 3 rakaat (tetap) dan Isya = 2 rakaat, kecuali sholat shubuh tidak boleh dijama saja, ataupun dijama qoshor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946132578522050?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946132578522050/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946132578522050' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946132578522050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946132578522050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/sholat-sebagai-ibadah-kepada-tuhan.html' title='SHOLAT SEBAGAI IBADAH KEPADA TUHAN YANG MAHA KUASA'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946114589411716</id><published>2005-10-16T04:10:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T04:12:25.896-07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Dua Kalimat Syahadat (Syahadatain)</title><content type='html'>Sedikit banyak telah ada beberapa salah persepsi mengenai dua kalimat syahadat. Padahal bila kita salah dalam memahami dua kalimat syahadat ini, bisa dipastikan dalam melaksanakan ibadah selanjutnya akan ada kesalahan di sana sini. Apalagi mengucapkan dua kalimat syahadat adalah bagian dari rukun Islam yang pertama.&lt;br /&gt;Untuk itu marilah kita kaji kembali, mengapa dua kalimat syahadat ini begitu penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadatain (dua kalimat syahadat) menjadi penting karena merupakan asas dan dasar bagi rukun Islam lainnya, dan menjadi tiang untuk rukun iman dan dien. Syahadatain merupakan ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam. Oleh karena itu syahadah menjadi sangat penting. Lebih detailnya lagi, ada beberapa hal yang menyebabkannya menjadi penting, yaitu karena:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syahadah adalah pintu masuk ke dalam Islam&lt;br /&gt;2. Syahadah adalah intisari ajaran Islam&lt;br /&gt;3. Syahadah adalah dasar-dasar perubahan menyeluruh&lt;br /&gt;4. Syahadah adalah hakikat da'wah para rasul&lt;br /&gt;5. Syahadah adalah keutamaan yang besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pintu masuk ke dalam Islam&lt;br /&gt;Sahnya iman seseorang adalah dengan menyatakan syahadatain. Tanpa mengucapkan kalimat ini, maka amal yang dikerjakana bagaikan abu, atau fatamorgana yang terlihat tapi tidak ada. Dalam Al Qur'an Allah menyebutkannya bagaikan debu yang berterbangan, walaupun amal yang dilakukan adalah amal yang baik sekalipun, namun tidak didasari oleh syahadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan." (QS. Al Furqan[25]: 23)&lt;br /&gt;Allah menjadikan amal mereka bagaikan debu yang berterbangan karena mereka tidak beriman. Dengan demikian jelaslah bahwa syahadatain ini menjadi pembeda manusia, mana yang muslim dan mana yang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Intisari ajaran Islam&lt;br /&gt;Syahadah juga merupakan intisari dari ajaran Islam. Artinya, pemahaman seorang muslim terhadap agamanya (Islam), tergantung kepada pemahaman dia tentang syahadatain itu sendiri. Paling tidak ada tiga prinsip dalam kalimat syahadatain ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pernyataan Laa ilaaha ilallah merupakan penerimaan penghambaan atau ibadah kepada Allah SWT saja. Melaksanakan minhajillah (sistem/aturan Allah SWT) merupakan ibadah kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menyebut "Muhammad Rasulullah" merupakan dasar bahwa penerimaan cara penghambaan itu dari Muhammad SAW. Jadi, Rasulullah merupakan teladan dan ikutan dalam mengikuti minhajillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penghambaan kepada Allah SWT meliputi segala aspek kehidupan. Ia mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, dengan dirinya sendiri, dan dengan masyarakatnya.&lt;br /&gt;3. Dasar-dasar Perubahan Total&lt;br /&gt;Syahadatain merupakan dasar yang dapat merubah seorang manusia dalam aspek keyakinannya, pemikirannya, maupun jalan hidupnya. Perubahan di sini meliputi berbagai aspek kehidupan manusia secara individu atau masyarakat. Umat terdahulu langsung berubah ketika menerima kalimat syahadatain ini. Sehingga mereka yang tadinya bodoh (jahiliyah) menjadi pandai, yang kufur menjadi beriman, yang sesat mendapat hidayah, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, syahadatain selain dapat merubah individu, juga mampu merubah sebuah masyarakat, misalnya yang tadinya saling bermusuhan dapat berubah menjadi masyarakat yang bersaudara di jalan Allah.&lt;br /&gt;Contohnya adalah masyarakat Mekkah ketika zaman Rasulullah. Ketika sebelum diutusnya Rasulullah SAW, masyarakat Mekkah ketika itu adalah masyarakat yang jahil, banyak melakukan maksiat, suka mengkubur hidup-hidup anak perempuan mereka, menyembah berhala, dsb. Namun ketika Rasulullah diutus membawa risalah dengan syahadatainnya, maka masyarakat Mekkah dapat berubah menjadi masyarakat yang penuh hidayah, menjauhi maksiat, tidak menyembah berhala, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hakikat Da'wah Para Rasul&lt;br /&gt;Syahadah juga merupakan hakikat da'wah para Rasul. Setiap Rasul semenjak nabi Adam AS hingga nabi Muhammad SAW, membawa misi da'wah yang sama, yaitu Laa ilaaha ilallah (syahadah). Da'wah mereka senantiasa membawa dan mengarahkan umatnya kepada pengabdian kepada Allah SWT saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keutamaan yang Besar&lt;br /&gt;Yang terakhir yang menyebabkan syahadah itu penting adalah karena syahadah itu sendiri merupakan keutamaan yang besar. Banyak ganjaran dan pahala yang diberikan oleh Allah SWT dan dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW. Dan syahadah ini sendiri dapat menghindarkan kita dari neraka. Dalam Hadits dikatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah SWT akan menghindarkan neraka bagi mereka yang menyebut kalimat syahadah."&lt;br /&gt;Atau dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda,&lt;br /&gt;"Dua perkara yang pasti, kata Rasulullah SAW. Maka seorang sahabat bertanya, "Apakah perkara itu ya Rasulullah?" Rasulullah SAW menjawab, "Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, ia tetap masuk surga." (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;Demikianlah kelima hal yang menyebabkan syahadatain ini menjadi sangat penting. Semoga setelah memahami hal ini, kita semakin termotivasi untuk lebih jauh memahami apa itu Syahadatain, apa itu Islam. Yang pada akhirnya, memudahkan kita dalam beribadah kepada Allah SWT. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(hdn)___Tarbiyah Islamiyah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946114589411716?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946114589411716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946114589411716' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946114589411716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946114589411716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/pentingnya-dua-kalimat-syahadat.html' title='Pentingnya Dua Kalimat Syahadat (Syahadatain)'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946091327536834</id><published>2005-10-16T04:06:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T04:08:33.276-07:00</updated><title type='text'>Syahadat</title><content type='html'>Kalimat syahadat adalah bentuk ikrar seorang muslim dan pintu gerbang ke dalam Islam. Makna kalimat syahadat luas dan sangat berat, karena tidak hanya berhenti diucapkan di mulut, namun harus diikuti oleh hati dan amal perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam kalimat syahadat disebutkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyhadu alla ilaha ilallah, wa asyhadu anna Muhammadur Rasulullah.&lt;br /&gt;Dilihat dari makna kalimat tersebut terdapat dua pengertian penting, yakni:&lt;br /&gt;bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah, kecuali Allah SWT.&lt;br /&gt;bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadat sebagai rukun Islam pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengucapkan syahadat merupakan rukun Islam pertama yang menjadi landasan bagi rukun-rukun berikutnya. Seseorang baru disebut sebagai muslim apabila sudah mengucapkan kalimat syahadat. Pengucapan syahadat dapat diajarkan dari masa kanak-kanak apabila mereka memang tumbuh besar di lingkungan atau keluarga Islam, dan dijadikan ikrar untuk menjalankan kewajiban sebagai muslim. Sedangkan seseorang yang masuk agama Islam setelah dewasa, atau dikenal dengan istilah mualaf perlu menyebutkan ikrar syahadat ini di hadapan para saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian kalimat syahadat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadat merupakan sebuah ikrar&lt;br /&gt;Sebagai sebuah ikrar (al iqrar), yaitu pernyataan seorang muslim tentang sesuatu yang diyakini. Hasilnya berupa kewajiban untuk menegakkan dan memperjuangkan (Q.S. 3:18). Demikian juga menjadi pernyataan tidak ada Tuhan melainkan Allah, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Q.S. 7:172).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadat merupakan sumpah&lt;br /&gt;Seseorang yang menjadi muslim dan bersaksi dengan syahadat ini berarti bersumpah (Al qasam) menyatakan bersedia menerima semua akibat dan resiko dalam mengamalkannya. Dalam kaitan ini tanggung jawab seorang muslim terhadap tegaknya Islam dan menegakkan ajaran Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahadat sebagai perjanjian yang teguh&lt;br /&gt;Janji teguh (al mitsaq) ini berupa kesetiaan mendengar dan taat pada semua keadaan akan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya dengan rujukan Al Quran dan sunnah rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaksanaan ikrar syahadat&lt;br /&gt;Walaupun tidak disyaratkan secara khusus, ikrar syahadat biasanya dilakukan di dalam masjid dengan dipandu oleh imam dan disaksikan jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan&lt;br /&gt;Irwan Prayitno, Kepribadian Muslim, Pustaka Tarbiyatuna, 2002.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946091327536834?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946091327536834/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946091327536834' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946091327536834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946091327536834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/syahadat.html' title='Syahadat'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946065436285198</id><published>2005-10-16T04:00:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T04:04:14.363-07:00</updated><title type='text'>ORANG YANG MENGUCAPKAN SYAHADAT, PASTI MASUK SURGA</title><content type='html'>Pertanyaan: Bagaimana hukumnya orang yang semasa hidupnya selalumengerjakan maksiat, akan tetapi pada akhir hayatnya (ketikasakaratul maut) dia mengucapkan dua kalimat Syahadat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan bertauhid, yaitusebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir dia berikrardan mengucapkan dua kalimat Syahadat, maka dia berhak beradadi sisi Allah dan masuk surgaNya. Orang tersebut sudah dapat dipastikan oleh Allah akan masuksurga, walaupun masuknya terakhir (tidak bersama-sama orangyang masuk pertama), karena dia diazab terlebih dahulu dineraka disebabkan kemaksiatan dan dosa-dosanya yangdikerjakan, yang belum bertobat dan tidak diampuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi dia juga tidak kekal di neraka, karena didalam hatinya masihada sebutir iman. Adapun dalil-dalilnya sebagaimanaditerangkan dalam hadis Shahih Bukhari dan Shahih Muslim,yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah saw.bersabda, "Barangsiapa mengucapkan, 'Laa ilaaha illallaah,'kemudian meninggal, maka pasti masuk surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas r.a., bahwa Nabi saw. telah bersabda, "Akan keluardari neraka bagi orang yang mengucapkan, 'Laa ilaahaillallaah,' walaupun hanya sebesar satu butir iman dihatinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Dzar pula, dia telah berkata bahwa sesungguhnyaNabi saw telah bersabda, "Telah datang kepadaku malaikatJibril dan memberi kabar gembira kepadaku, bahwa barangsiapayang meninggal diantara umatmu dalam keadaan tanpamempersekutukan Allah, maka pasti akan masuk surga, walaupundia berbuat zina dan mencuri." Nabi saw. mengulangi sampaidua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hadis yang menunjukkan bahwa kalimat Syahadat memberihak untuk masuk surga dan terlindung dari neraka bagi yangmengucapkannya (mengucap Laa ilaaha illallaah). Maksudnyaialah, meskipun dia banyak berbuat dosa, dia tetap masuksurga, walaupun terakhir. Sedangkan yang dimaksud terlindung dari neraka ialah tidakselama-lamanya di dalam neraka, tetapi diazab terlebihdahulu karena perbuatan maksiatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FATAWA QARDHAWI, Permasalahan, Pemecahan dan HikmahDr. Yusuf Al-Qardhawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946065436285198?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946065436285198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946065436285198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946065436285198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946065436285198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/orang-yang-mengucapkan-syahadat-pasti.html' title='ORANG YANG MENGUCAPKAN SYAHADAT, PASTI MASUK SURGA'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-112946018758261515</id><published>2005-10-16T03:52:00.000-07:00</published><updated>2005-10-16T03:59:38.383-07:00</updated><title type='text'>Tafsiran "Tauhid" Dan Syahadat "Laa ilaha illa Allah</title><content type='html'>Firman Allah : "Orang-orang yang diseru oleh kaum musyrikin itu, mereka sendiri senantiasa berusaha untuk mendekatkan diri kepada Tuhan mereka, siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepadaNya), dan mereka mengharapkan rahmat-Nya serta takut akan siksa-Nya, sesungguhnya siksa Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti." (Al-Isra': 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada bapak dan kaumnya; Sesungguhnya aku melepaskan diri dari segala apa yang kamu sembah, kecuali Allah saja Tuhan yang telah menciptakan aku, karena hanya Dia yang akan menunjukiku (kepada jalan kebenaran)." (Az-Zukhruf: 26-27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka, menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan (mereka mempertuhankan pula) Al-Masih putera Maryam, padahal mereka itu tiada lain hanyalah diperintahkan untuk beribadah kepada Satu Sembahan, tiada Sembahan yang haq selain Dia. Maha Suci Allah dari perbuatan syirik mereka." (At-Taubah: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, yaitu dengan mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah..." (Al-Baqarah: 165)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam Shahih (Muslim), bahwa Nabi bersabda: "Barangsiapa mengucapkan Laa ilaha illa Allah dan mengingkari sesembahan selain Allah, haramlah harta dan darahnya, sedang hisab (perhitungan)nya adalah terserah kepada Allah 'Azza wa Jalla."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan dalam tulisan ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat dalam surah Al-Isra'. Diterangkan dalam ayat ini bantahan terhadap kaum musyrikin yang menyeru (meminta) kepada orang-orang shaleh. Maka, ayat ini mengandung sesuatu penjelasan bahwa perbuatan mereka itu syirik akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat dalam surah Bara'ah (At-Taubah). Diterangkan dalam ayat ini bahwa kaum Ahli Kitab telah menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan diterangkan bahwa mereka tiada lain hanya diperintahkan untuk beribadah kepada Satu Sembahan yaitu Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal tafsiran ayat ini, yang jelas dan tidak dipermasalahkan lagi, yaitu mematuhi orang-orang alim dan rahib-rahib dalam tindakan mereka yang bertentangan dengan hukum Allah; dan maksudnya bukanlah kaum Ahli Kitab itu menyembah mereka. Dapat diambil kesimpulan dari ayat ini bahwa tafsiran "Tauhid" dan Syahadat "Laa ilaha illa Allah" yaitu: pemurnian ketaatan kepada Allah, dengan menghalalkan apa yang dihalalkan Allah dan mengharamkan apa yang diharamkan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata Al-Khalil Ibrahim 'alaihissalam kepada orang-orang kafir: "Sesungguhnya aku melepaskan diri dari apa yang kamu sembah, kecuali Allah saja Tuhan yang telah menciptakan aku..." Disini beliau mengecualikan Allah dari segala sembahan. Pembebasan diri (dari segala sembahan yang bathil) dan pernyataan setia (kepada Sembahan yang haq, yaitu Allah) adalah tafsiran yang sebenarnya dari syahadat "Laa ilaha illa Allah." Allah berfirman: "Dan Ibrahim menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya, supaya mereka kembali (kepada jalan kebenaran)." (Az-Zukhruf: 28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat dalam surah Al-Baqarah yang berkenaan dengan orang-orang kafir, yang dikatakan oleh Allah dalam firman-Nya: "Dan mereka tidak akan dapat keluar dari neraka." Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa mereka menyembah tandingan-tandingan selain Allah, yaitu dengan mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwa mereka mempunyai kecintaan yang besar kepada Allah, akan tetapi kecintaan mereka itu belum bisa memasukkan mereka ke dalam Islam. Dari ayat dalam surah Al-Baqarah ini dapat diambil kesimpulan bahwa tafsiran "tauhid" dan syahadat "Laa ilaha illa Allah" yaitu: pemurnian kecintaan kepada Allah yang diiringi dengan rasa rendah diri dan penghambaan hanya kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan orang yang mencintai sembahan-nya lebih besar daripada kecintaannya kepada Allah? Kemudian, bagaimana dengan orang yang hanya mencintai sesembahan selain Allah itu saja dan tidak mencintai Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah : "Barang siapa mengucapkan Laa ilaha illa Allah dan mengingkari sesembahan selain Allah, haramlah harta dan darahnya, sedang hisab (perhitungan)nya adalah terserah kepada Allah 'Azza wa Jalla."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah termasuk hal terpenting yang menjelaskan pengertian "Laa ilaha illa Allah". Sebab apa yang dijadikan Rasulullah sebagai pelindung darah dan harta bukanlah sekedar mengucapkan kalimat "Laa ilaha illa Allah" itu, bukan pula dengan mengerti makna dan lafadznya, bukan pula dengan mengakui kebenaran kalimat tersebut, bahkan bukan juga tidak meminta kecuali kepada Allah saja, yang tiada sekutu bagi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi tidaklah haram dan terlindung harta dan darahnya hingga dia menambahkan kepada pengucapan kalimat "Laa ilaha illa Allah" itu pengingkaran kepada segala sembahan selain Allah. Jika dia masih ragu atau bimbang, maka belumlah haram dan terlindung harta dan darahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh agung dan penting sekali tafsiran "Tauhid" dan syahadat "Laa ilaha illa Allah" yang terkandung dalam hadits ini, sangat jelas keterangan yang dikemukakannya dan sangat meyakinkan argumentasi yang diajukan bagi orang yang menentang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-112946018758261515?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/112946018758261515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=112946018758261515' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946018758261515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/112946018758261515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/10/tafsiran-tauhid-dan-syahadat-laa-ilaha.html' title='Tafsiran &quot;Tauhid&quot; Dan Syahadat &quot;Laa ilaha illa Allah'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-110633349828617131</id><published>2005-01-21T10:45:00.000-08:00</published><updated>2005-01-21T10:51:38.286-08:00</updated><title type='text'>Kafir</title><content type='html'>Berhati-hati Dengan Pengkafiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deringan suara pedang demikian deras. Tiba-tiba seorang sahabat menjatuhkan lawannya dari kubu kafir ke atas tanah Tanpa sangka-sangka, tiba-tiba saja sang kafir berucap "Laa ilaaha illallah-Muhammadan Rasulullah". Sang sahabat berfikir, apa yang diucapkannya itu adalah kebohongan semata. Maka pedangnya pun melebat menebas leher musuhnya tadi. Ia pun meninggal dengan ucapan terakhir "Kalimah Laa ilaaha illallah-Muhammadan Rasulullah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar kejadian tersebut, Rasulullah SAW memanggil sahabat yang mulia itu. Seorang sahabat yang dikenal kekentalan iman dan loyalitasnya terhadap kebenaran dan pembawanya (Rasulullah SAW). Begitu mendekat, beliau menanyakan: "Apa gerangan yang menjadikan kamu membunuhnya?" Dengan hati yang mantap dijawabnya: "Ia mengucapkan itu karena ketakutan ya Raulullah". Namun Rasulullah kembali menanyakan dengan suatu ungkapan yang tak perlu dijawab karena sekaligus merupakan jawaban (Suaal istifhami): "Hal syaqaqta min qalbih?" (Apakah anda telah membuka hatinya?). Mendengar itu, sang sahabat agung terdiam seribu bahasa. Serentak ia berkata kepada rekan-rekannya: "Rasanya saya baru saja masuk Islam".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata kafir dalam bahasa Arab berasala dari "kafara-yakfuru-kufran" yang berarti "menutupi". Peribadatan yang dilakukan karena suatu pelanggaran dalam peribadatan itu sendiri disebut kaffarat. Misalnya "Puasa kaffarah" dll. Sementara itu, dalam bahasa Arab para petani, selain kata "fallah" juga disebut dengan istilah "kuffar" sebagaimana dalam S. Muhammad (Yu'jibuzzurra' al kuffar), karena mereka dikenal menutupi benih tanaman yang diharapkan tumbuh dan memberikan buah-buah segar bagi kelangsungan manusia. Dan banyak lagi contoh-contoh yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, pengingkar kebenaran dinamakan kafir, karena secara prinsip mereka menutupi kebenaran yang seharusnya tumbuh subur dan memberikan buah-buah segar dalam kehiduapn manusia. Benih kebenaran ini dikebal dengan istilah "Syajarah Thayyibah" dalam S. Ibrahim. "Wa matsalu kalimatin thayyibatin ka syajaratin thayyibatin ashluha tsaabitun wa far'uha fissama tu'ti ukulaha kulla hiinin biidzni Rabbiha". (Perumpamaan kalimah thayyibah seperti pohon yang bagus. Akarnya menghunjam ke dalam tanah dan cabang-cabangnya mencakar langit. Memberikan buahnya setiap saat dengan izin Tuhannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, keimanan atau fitrah manusia seharusnya tumbuh subur, yang setiap saat buahnya dirasakan oleh manusia. Buah keimanan ini akan dirasakan oleh semua pihak, tidak mengenal batas dan lintas golongan maupun teritorial dalam hubungan internasional "Laa syarqiyah wa laa gharbiyyah" (tidak hanya timur, dan hanya pula barat). Semua kalangan, tan discriminasi kulit, suku, bangsa, dan bahkan agama sekalipun. Konsep ini tentunya membawa pula kita kepada konsep-konsep manusia yang lain, apakah sosialisme, kapitalisme, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya saja, bahwa dalam kenyataannya banyak manusia yang menutupi keberadaan benih-benih kebenaran tersebut. Mereka ingkar, mereka mendustai, mereka mengaburkan, serta melakukan berbagai upaya sehingga kebenaran tersebut tidak nampak ke permukaan bumi ini. Manusia yang melakukan inilah disebut sebagai manusia yang kafir atau penimbung kebenaran. Dengan kata lain, kaum kafir sesungguhnya bukan tidak memiliki kebenaran dalam dirinya, karena kebenaran atau fitrah dalam diri setiap insan itu abadi sifatnya "Fitratallah al ladzi fatarannasa 'alaeha, laa tabdiila likhalqillah" (Itulah fitrah, yang di aatasnya diciptakan setiap insan. Fitrah itu tidak mungkin terubah) (Rum:30). Yang terjadi kemudian adalah "kufrun" atau upaya-upaya untuk menutupi kebenaran Ilahi agar tidak tampil ke atas permukaan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam Kekafiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merujuk ke berbagai ayat maupun hadits, disimpulkan bahwa kekafiran terbagi kepada dua bagian, yaitu kufrun I'tiqaadi dan kufrun 'amali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, "kurfrun I'tikaadi" adalah penyembunyian atau pengingkaran dalam hal keimanan (akidah) terhadapa kebenaran yang datang dari Allah. Inilah yang diungkapkan misalnya oleh Allah di S. Albaqarah: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir adalah sama bagi mereka, apakah kamu memberikan petunjuk kepada mereka atau tidak, mereka tidak akan beriman" (Al Baqarah:6). Mereka memang secara imani atau I'tikadi menyembunyikan apa yang sesungguhnya sesuai dengan fitrah atau nurani (mungkin diistilahkan hati kecil)nya itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengingkaran tersebut dapat dirasakan oleh mereka sendiri, atau memang tidak dirasakan sebagai suatu pengingkaran. Para pembesar qurays ketika itu sadar dan bahkan dalam hati kecilnya insaf (mengakui kebenaran) yang dibawa Muhammad SAW. Namun karena "gengsi" yang disebabkan oleh "kesombongan" mereka terpaksan mengatakan "tidak". Sebaliknya, Fir'aun betul-betul tidak menyadari lagi "nurani"nya saat itu. Ini disebabkan karena "fitrah" yang bersemayam dalam hatinya itu telah terkungkung oleh jiwa keangkuhan yang berlebihan. Sehingga ketika Musa dan harun datang kepadanya, mengajaknya kepada penyembahan Ilahi, ia berkata: "Wa maa rabbukuma ya muusa wa haaruun" (Siapa sih Tuhanmu wahai Musa dan harun?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketidak sadaran Fir'aun itu menjadi alam kesadaran pada saat jiwa kesombongannya mencair oleh situasi alam sekitarnya. Pada saat ia tenggelam di laut merah, tak seorang pun yang mampu menolongnya, termasuk dirinya sendiri walau mengaku tuhan, ia pun menjerit dan berucap: "Al aana amantu birabbil 'alamiin, Rabbi Musa wa harun" (Sekarang saya beriman kepada Tuhan semesta alam, Tuhannya Musa dan harun". Ia mengakui Allah, walaupun masih dengan ungkapan kesombongan, seolah Allah hanya Tuhannya Musa dan Harun saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok lain dari kategori kufur pertama ini adalah mereka yang hipokrit (munafik). Mereka, kendati memperlihatkan amalan-amalan imani dan islami, namun secara imani atau I'tikadi menolak kebenaran tersebut. Kelompok manusia seperti ini, jika ditinjau dari sudut pandang strategi perjuangan justeru lebih berbahaya. Oleh sebab itu, wajar saja jika S. Albaqarah yang turun dalam konteks perjuangan Rasulullah SAW menegakkan "Islamic Society" secara panjang lebar menceritakan kriteri mereka ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, "kufrun 'amali" adalah menyembunyikan kebenaran dalam perbuatan, tapi secara imani menerimanya sebagai kebenaran. Oleh para ulama, disimpulkan bahwa siapa saja yang pernah mengucapkan "kalimah Thayyibah" (Laa ilaaha Illallah-Muhammadan rasulullah) dengan ikhlas, sungguh-sungguh dalam pengucapannya, lalu kemudian terjerumus dalam perilaku yang bertentangan dengan ucapannya itu, maka ia masuk dalam kategori "Kufrun 'amali". Namun dengan satu catatan bahwa keterjerumusannya dalam suatu tindakan yang bertentangan dengan islam tidaklah menyentuh daerah keyakinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai misal, di dalam ayat disebutkan bahwa: "Waman yaqtul Mu'minan muta'ammidan, fajazaauhu jahannam khaalidanÉdst" (An Nisa: 93) Artinya: "Barangsiapa yang membunuh mu'min dengan sengaja maka balasannya adalah jahannam, kekal di dalamnya dstÉ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konteks ayat di atas adalah pembicaraan mengenai hukum-hukum hubungan antar Muslim. Dengan demikian, yang dimaksud pembunuh pada ayat itu adalah Muslim. Masalahnya adalah apakah makna dari kekal dalam jahannam? Bukankah dalam haditsnya, Rasulullah SAW pernah mensabdakan: "Man Qaala Laa ilaah illaLLah Mukhlisan min qalbih dakhalal Jannah" (Siapa yang mengucapkan Laa ilaah illallah ikhlas dari hatinya, akan masuk ke dalam Syurga). Lalu bagaimana seorang yang membunuh sesama Muslim tapi pernah mengucapkannya dengan ikhlas? Apakah arti mengucapkan Laa ilaah illallah dengan ikhlas menytransfer manusia menjadi malaikat sehingga tidak lagi berbuat salah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Ulama menyimpulkan bahwa hadits tidak dimaksudkan bahwa jika seseorang mengucapkannya dengan ikhlas lalu tidak akan lagi terjerumus ke dalam kesalahan-kesalahan. Bukankah kesalahan itu sendiri adalah ciri khusus yang tidak terpisahkan dari hidup manusia? Bakan terkadang menjadi ciri ketakwaan, asal saja diikuti dengan "pengakuan dan permohonan ampun" (Dan orang-orang yang jika melakukan kekejian atau menzalimi diri mereka sendiri, mereka ingat Allah dan mereka beristghfar memohon ampunan untuk dosa-dosa mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuhan yang dilakukan oleh orang-orang yang beriman terhadap sesama Mu'min, selama tidak diyakini bahwa membunuh itu adalah "halal" dianggap sebagai "kabirah" atau dosa besar. Jika dalam kehidupannya tidak segera disusuli dengan "Taubat" maka jelas kata Allah, akibatnya adalah Jahannam kekal di dalamnya. Kekal di sini adalah kekal dalam arti waktu yang cukup lama. Sebagaimana Allah berfirman: "Khaalidiina fiiha ahqaaba" (mereka kekal di dalamnya dalam beberapa fase yang lama) (An Naba). Artinya kekalnya seorang pendosa Muslim pasti berbeda dengan kekalnya seorang yang memang secara "I'tiqaad" tidak beriman. Sebab jika sama, lalu di mana kita dudukkan sifat Allah yang Maha Adil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu banyak contoh yang dapat kita ajukan. Namun kesimpulan yang akan diambil adalah bahwa kekafiran itu ada dua macamnya. Justeru kita harus berhati-hati melabelkan kekafiran kepada sesama Muslim, terlepas dari perilaku yang dialkukannya. Karena sesungguhnya hati dan nuraninya hanya dia dan Allah yang tahu. Maka kalau kita kembali kepada cerita di awal tulisan ini, memang seharusnya kita berhati-hati. Jangan-jangan kita mengkafirkan seseorang, padahal dalam dirinya masih terbersit serpihan iman sekecil apapun. Jika ini terjadi, maka sesungguhnya kita sudah melakukan pelanggaran ketuhanan, sebab hak menilai iman dan kafirnya seseorang hanyalah hak Allah Yang Maha Tahu. Wallahu a'lam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M. Syamsi Ali&lt;br /&gt;New York.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-110633349828617131?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/110633349828617131/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=110633349828617131' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/110633349828617131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/110633349828617131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/01/kafir.html' title='Kafir'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-110588571196953590</id><published>2005-01-16T06:27:00.000-08:00</published><updated>2005-01-16T06:28:31.970-08:00</updated><title type='text'>PUTERI-PUTERI TELADAN DALAM ISLAM  ( 6 )</title><content type='html'>Fatimah binti Muhammad SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Fatimah adalah "ibu dari ayahnya." Dia adalah puteri yang&lt;br /&gt;mulia dari dua pihak, yaitu puteri pemimpin para makhluq Rasulullah&lt;br /&gt;SAW, Abil Qasim, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim.&lt;br /&gt;Dia juga digelari Al-Batuul, yaitu yang memusatkan perhatiannya pada&lt;br /&gt;ibadah atau tiada bandingnya dalam hal keutamaan, ilmu, akhlaq, adab,&lt;br /&gt;hasab dan nasab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Fatimah lebih muda dari Zainab, isteri Abil Ash bin Rabi' dan&lt;br /&gt;Ruqayyah, isteri Utsman bin Affan. Juga dia lebih muda dari Ummu Kul-&lt;br /&gt;tsum. Dia adalah anak yang paling dicintai Nabi SAW sehingga beliau&lt;br /&gt;bersabda :"Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga&lt;br /&gt;menyusahkan aku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku." [Ibnul&lt;br /&gt;Abdil Barr dalam "Al-Istii'aab"]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Sesungguhnya dia adalah pemimpin wanita dunia dan penghuni&lt;br /&gt;syurga yang paling utama, puteri kekasih Robbil'aalamiin, dan ibu dari&lt;br /&gt;Al-Hasan dan Al-Husein. Az-Zubair bin Bukar berkata :"Keturunan Zainab&lt;br /&gt;telah tiada dan telah sah riwayat, bahwa Rasulullah SAW menyelimuti&lt;br /&gt;Fatimah dan suaminya serta kedua puteranya dengan pakaian seraya ber-&lt;br /&gt;kata :"Ya, Allah, mereka ini adalah ahli baitku. Maka hilangkanlah&lt;br /&gt;dosa dari mereka dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya." ["Siyar&lt;br /&gt;A'laamin Nubala', juz 2, halaman 88]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dari Abu Hurairah r.a., dia berkata :"Datang Fatimah kepada&lt;br /&gt;Nabi SAW meminta pelayan kepadanya. Maka Nabi SAW bersabda kepadanya :&lt;br /&gt;"Ucapkanlah :"Wahai Allah, Tuhan pemilik bumi dan Arsy yang agung.&lt;br /&gt;Wahai, Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu yang menurunkan Taurat,&lt;br /&gt;Injil dan Furqan, yang membelah biji dan benih. Aku berlindung kepada-&lt;br /&gt;Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau kuasai nyawanya. Engkau-&lt;br /&gt;lah awal dan tiada sesuatu sebelum-Mu. Engkau-lah yang akhir dan tiada&lt;br /&gt;sesuatu di atas-Mu. Engkau-lah yang batin dan tiada sesuatu di bawah-&lt;br /&gt;Mu. Lunaskanlah utangku dan cukupkan aku dari kekurangan." (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Inilah Fatimah binti Muhammad SAW yang melayani diri sendiri&lt;br /&gt;dan menanggung berbagai beban rumahnya. Thabrani menceritakan, bahwa&lt;br /&gt;ketika kaum Musyrikin telah meninggalkan medan perang Uhud, wanita-&lt;br /&gt;wanita sahabah keluar untuk memberikan pertolongan kepada kaum Muslimin.&lt;br /&gt;Di antara mereka yang keluar terdapat Fatimah. Ketika bertemu Nabi SAW,&lt;br /&gt;Fatimah memeluk dan mencuci luka-lukanydengan air, sehingga darah&lt;br /&gt;semakin banyak yangk keluar. Tatkala Fatimah melihat hal itu, dia&lt;br /&gt;mengambil sepotong tikar, lalu membakar dan membubuhkannya pada luka&lt;br /&gt;itu sehingga melekat dan darahnya berhenti keluar." (HR. Syaikha dan&lt;br /&gt;Tirmidzi) Dalam kancah pertarungan yang dialami ut kita, tampaklah&lt;br /&gt;peranan puteri Muslim supaya menjadi teladan yang baik bagi pemudi&lt;br /&gt;Muslim masa kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Pemimpin wanita penghuni Syurga Fatimah Az-Zahra', puteri Nabi&lt;br /&gt;SAW, di tengah-tengah pertempuran tidak berada dalam sebuah panggung&lt;br /&gt;yang besar, tetapi bekerja di antara tikaman-tikaman tombak dan pukulan-&lt;br /&gt;pukulan pedang serta hujan anak panah yang menimpa kaum Muslimin untuk&lt;br /&gt;menyampaikan makanan, obat dan air bagi para prajurit. Inilah gambaran&lt;br /&gt;lain dari pute sebaik-baik makhluk yang kami persembahkan kepadada para&lt;br /&gt;pengantin masa kini yang membebani para suami dengan tugas yang tidak&lt;br /&gt;dapat dipenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ali r.a. berkata :"Aku menikahi Fatimah, sementara kami tidak&lt;br /&gt;mempunyai alas tidur selain kulit domba untuk kami tiduri di waktu&lt;br /&gt;malam dan kami letakkan di atas unta untuk mengambil air di siang hari.&lt;br /&gt;Kami tidak mempunyai pembantu selain unta itu." Ketika Rasulullah SAW&lt;br /&gt;menikahkannya (Fatimah), belmengirimkannya (unta itu) bersama satu&lt;br /&gt;lembar kain dan bantal kulit berisi ijuk dan dua alat penggiling gandum,&lt;br /&gt;sebuah timba dan dua kendi. Fatimah menggunakan alat penggiling gandum&lt;br /&gt;itu hingga melecetkan tangannya dan memikul qirbah (tempat air dari kulit)&lt;br /&gt;berisi air hingga berbekas pada dadanya. Dia menyapu rumah hingga berdebu&lt;br /&gt;bajunya dan menyalakan api di bawah panci hingga mengotorinya juga. Inilah&lt;br /&gt;dia, Az-Zahra', ibu kedua cucu Rasulullah SAW :Al-Hasan dan Al-Husein.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Fatimah selalu berada di sampingnya, maka tidaklah mengherankan&lt;br /&gt;bila dia meninggalkan bekas yang paling indah di dalam hatinya yang&lt;br /&gt;penyayang. Dunia selalu mengingat Fatimah, "ibu ayahnya, Muhammad", Al-&lt;br /&gt;Batuul (yang mencurahkan perhatiannya pada ibadah), Az-Zahra' (yang ce-&lt;br /&gt;merlang), Ath-Thahirah (yang suci), yang taat beribadah dan menjauhi&lt;br /&gt;keduniaan. Setiap merasa lapar, dia selalu sujud, dan setiap merasa payah,&lt;br /&gt;dia selalu berdzikir. Imam Muslim menceritakan kepada kita tentang keuta-&lt;br /&gt;maan-keutamaannya dan meriwayatkan dari Aisyah' r.a. dia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        "Pernah isteri-isteri Nabi SAW berkumpul di tempat Nabi SAW. Lalu&lt;br /&gt;datang Fatimah r.a. sambil berjalan, sedang jalannya mirip dengan jalan&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. Ketika Nabi SAW melihatnya, beliau menyambutnya seraya&lt;br /&gt;berkata :"Selamat datang, puteriku." Kemudian beliau mendudukkannya di&lt;br /&gt;sebelah kanan atau kirinya. Lalu dia berbisik kepadanya. Maka Fatimah&lt;br /&gt;menangis dengan suara keras. Ketika melihat kesedihannya, Nabi SAW ber-&lt;br /&gt;bisik kepadanya untuk kedua kalinya, maka Fatimah tersenyum. Setelah itu&lt;br /&gt;aku berkata kepada Fatimah :Rasulullah SAW telah berbisik kepadamu secara&lt;br /&gt;khusus di antara isteri-isterinya, kemudian engkau menangis!" Ketika Nabi&lt;br /&gt;SAW pergi, aku bertanya kepadanya :"Apa yang dikatakan Rasulullah SAW&lt;br /&gt;kepadamu ?" Fatimah menjawab :"Aku tidak akan menyiarkan rahasia Rasul&lt;br /&gt;Allah SAW." Aisyah berkata :"Ketika Rasulullah SAW wafat, aku berkata&lt;br /&gt;kepadanya :"Aku mohon kepadamu demi hakku yang ada padamu, ceritakanlah&lt;br /&gt;kepadaku apa  yang dikatakan Rasulullah SAW kepadamu itu ?" Fatimah pun&lt;br /&gt;menjawab :"Adapun sekarang, maka baiklah. Ketika berbisik pertama kali&lt;br /&gt;kepadaku, beliau mengabarkan kepadaku bahwa Jibril biasanya memeriksa&lt;br /&gt;bacaannya terhadap Al Qur'an sekali dalam setahun, dan sekarang dia&lt;br /&gt;memerika bacaannya dua kali. Maka, kulihat ajalku sudah dekat. Takutlah&lt;br /&gt;kepada Allah dan sabarlah. Aku adalah sebaik-baik orang yang mendahului-&lt;br /&gt;mu." Fatimah berkata :"Maka aku pun menangis sebagaimana yang engkau&lt;br /&gt;lihat itu. Ketika melihat kesedihanku, beliau berbisik lagi kepadaku,&lt;br /&gt;dan berkata :"Wahai, Fatimah, tidakkah engkau senang menjadi pemimpin&lt;br /&gt;wanita-wanita kaum Mu'min  atau ummat ini ?" Fatimah berkata :"Maka aku&lt;br /&gt;pun tertawa seperti yang engkau lihat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Inilah dia, Fatimah Az-Zahra'. Dia hidup dalam kesulitan, tetapi&lt;br /&gt;mulia dan terhormat. Dia telah menggiling gandum dengan alat penggiling&lt;br /&gt;hingg berbekas pada tangannya. Dia mengangkut air dengan qirbah hingga&lt;br /&gt;berbekas pada dadanya. Dan dia menyapu rumahnya hingg berdebu bajunya.&lt;br /&gt;Ali r.a. telah membantunya dengan melakukan pekerjaan di luar. Dia ber-&lt;br /&gt;kata kepada ibunya, Fatimah binti Asad bin Hasyim :"Bantulah pekerjaan&lt;br /&gt;puteri Rasulullah SAW di luar dan mengambil air, sedangkan dia akan men-&lt;br /&gt;cupimu bekerja di dalam rumah :yaitu membuat adonan tepung, membuat roti&lt;br /&gt;dan menggiling gandum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Tatkala suaminya, Ali, mengetahui banyak hamba sahaya telah&lt;br /&gt;datang kepada Nabi SAW, Ali berkata kepada Fatimah, "Alangkah baiknya&lt;br /&gt;bila engkau pergi kepada ayahmu dan meminta pelayan darinya." Kemudian&lt;br /&gt;Fatimah datang kepada Nabi SAW. Maka beliau bertanya kepadanya :"Apa&lt;br /&gt;sebabnya engkau datang, wahai anakku ?" Fatimah menjawab :"Aku datang&lt;br /&gt;untuk memberi salam kepadamu." Fatimah merasa malu untuk meminta kepadanya,&lt;br /&gt;lalu pulang. Keesokan harinya, Nabi SAW datang kepadanya, lalu bertanya :&lt;br /&gt;"Apakah keperluanmu ?" Fatimah diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ali r.a. lalu berkata :"Aku akan menceritakannya kepada Anda,&lt;br /&gt;wahai Rasululllah. Fatimah menggiling gandum dengan alat penggiling&lt;br /&gt;hingga melecetkan tangannya dan mengangkut qirbah berisi air hingga&lt;br /&gt;berbekas di dadanya. Ketika hamba sahaya datang kepada Anda, aku me-&lt;br /&gt;nyuruhnya agar menemui dan meminta pelayan dari Anda, yang bisa mem-&lt;br /&gt;bantunya guna meringankan bebannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Kemudian Nabi SAW bersabda :"Demi Allah, aku tidak akan memberikan&lt;br /&gt;pelayan kepada kamu berdua, sementara aku biarkan perut penghuni Shuffah&lt;br /&gt;merasakan kelaparan. Aku tidak punya uang untuk nafkah mereka, tetapi aku&lt;br /&gt;jual hamba sahaya itu dan uangnya aku gunakan untuk nafkah mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Maka kedua orang itu pulang. Kemudian Nabi SAW datang kepada mereka&lt;br /&gt;ketika keduanya telah memasuki selimutnya. Apabila keduanya menutupi kepala,&lt;br /&gt;tampak kaki-kaki mereka, dan apabila menuti kaki, tampak kepala-kepala&lt;br /&gt;mereka. Kemudian mereka berdiri. Nabi SAW bersabda :"Tetaplah di tempat&lt;br /&gt;tidur kalian. Maukah kuberitahukan kepada kalian yang lebih baik daripada&lt;br /&gt;apa yang kalian minta dariku ?" Keduanya menjawab :"Iya." Nabi SAW bersabda:&lt;br /&gt;"Kata-kata yang diajarkan Jibril kepadaku, yaitu hendaklah kalian mengucap-&lt;br /&gt;kan : Subhanallah setiap selesai shalat 10 kali, Alhamdulillaah 10 kali&lt;br /&gt;dan Allahu Akbar 10 kali. Apabila kalian hendak tidur, ucapkan Subhanallah&lt;br /&gt;33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan takbir (Allahu akbar) 33 kali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dalam mendidik kedua anaknya, Fatimah memberi contoh : Adalah&lt;br /&gt;Fatimah menimang-nimang anaknya, Al-Husein seraya melagukan :"Anakku&lt;br /&gt;ini mirip Nabi, tidak mirip dengan Ali."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Dia memberikan contoh kepada kita saat ayahandanya wafat. Ketika&lt;br /&gt;ayahnya menjelang wafat dan sakitnya bertambah berat, Fatimah berkata :&lt;br /&gt;"Aduh, susahnya Ayah !" Nabi SAW menjawab :"Tiada kesusahan atas Ayahanda&lt;br /&gt;sesudah hari ini." Tatkala ayahandanya wafat, Fatimah berkata :"Wahai,&lt;br /&gt;Ayah, dia telah memenuhi panggilang Tuhannya. Wahai, Ayah, di surfa Firdaus&lt;br /&gt;tempat tinggalnya. Wahai, Ayah, kepada Jibril kami sampaikan beritanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Fatimah telah meriwayatkan 18 hadits dari Nabi SAW. Di dalam&lt;br /&gt;Shahihain diriwayatkan satu hadits darinya yang disepakati oleh Bukhari&lt;br /&gt;dan Muslim dalam riwayat Aisyah. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Tirmi-&lt;br /&gt;dzi, Ibnu Majah dan Abu Dawud.  Ibnul Jauzi berkata :"Kami tidak mengetahui&lt;br /&gt;seorang pun di antara puteri-puteri Rasulullah SAW yang lebih banyak me-&lt;br /&gt;riwayatkan darinya selain Fatimah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Fatimah pernah mengeluh kepada Asma' binti Umais tentang tubuh&lt;br /&gt;yang kurus. Dia berkata :"Dapatkah engkau menutupi aku dengan sesuatu ?"&lt;br /&gt;Asma' menjawab :"Aku melihat orang Habasyah membuat usungan untuk wanita&lt;br /&gt;dan mengikatkan keranda pada kaki-kaki usungan." Maka Fatimah menyuruh&lt;br /&gt;membuatkan keranda untuknya sebelum dia wafat. Fatimah melihat keranda&lt;br /&gt;itu, maka dia berkata :"Kalian telah menutupi aku, semoga Allah menutupi&lt;br /&gt;aurat kalian." [Imam Adz-Dzhabi telah meriwayatkan dalam "Siyar A'laamin&lt;br /&gt;Nubala'. Semacam itu juga dari Qutaibah bin Said ...dari Ummi Ja'far]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Ibnu Abdil Barr berkata :"Fatimah adalah orang pertama yang&lt;br /&gt;dimasukkan ke keranda pada masa Islam." Dia dimandikan oleh Ali dan&lt;br /&gt;Asma', sedang Asma' tidak mengizinkan seorang pun masuk. Ali r.a.&lt;br /&gt;berdiri di kuburnya dan berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Setiap dua teman bertemu tentu&lt;br /&gt;        akan berpisah&lt;br /&gt;        dan semua yang di luar kematian&lt;br /&gt;        adalah sedikit kehilangan satu demi satu&lt;br /&gt;        adalah bukti bahwa teman itu&lt;br /&gt;        tidak kekal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Semoga Allah SWT meridhoinya. Dia telah memenuhi pendengaran,&lt;br /&gt;mata dan hati. Dia adalah 'ibu dari ayahnya', orang yang paling erat&lt;br /&gt;hubungannya dengan Nabi SAW dan paling menyayanginya. Ketika Nabi SAW&lt;br /&gt;terluka dalam Perang Uhud, dia keluar bersama wanita-wanita dari Madinah&lt;br /&gt;menyambutnya agar hatinya tenang. Ketika melihat luka-lukanya, Fatimah&lt;br /&gt;langsung memeluknya. Dia mengusap darah darinya, kemudian mengambil air&lt;br /&gt;dan membasuh mukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Betapa indah situasi di mana hati Muhammad SAW berdenyut&lt;br /&gt;menunjukkan cinta dan sayang kepada puterinya itu. Seakan-akan&lt;br /&gt;kulihat Az-Zahra' a.s. berlinang air mata dan berdenyut hatinya&lt;br /&gt;dengan cinta dan kasih sayang. Selanjutnya, inilah dia, Az-Zahra',&lt;br /&gt;puteri Nabi SAW, puteri sang pemimpin. Dia memberi contoh ketika&lt;br /&gt;keluar bersama 14 orang wanita, di antara mereka terdapat Ummu&lt;br /&gt;Sulaim binti Milhan dan Aisyah Ummul Mu'minin r.a. dan mengangkut&lt;br /&gt;air dalam sebuah qirbah dan bekal di atas punggungnya untuk memberi&lt;br /&gt;makan kaum Mu'minin yang sedang berperang menegakkan agama Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua, kaum Muslimah, bisa meneladani para wanita mulia&lt;br /&gt;tersebut. Amiin yaa Robbal'aalamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-110588571196953590?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/110588571196953590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=110588571196953590' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/110588571196953590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/110588571196953590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/01/puteri-puteri-teladan-dalam-islam-6.html' title='PUTERI-PUTERI TELADAN DALAM ISLAM  ( 6 )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-110581106295761454</id><published>2005-01-15T09:42:00.000-08:00</published><updated>2005-01-15T09:44:22.956-08:00</updated><title type='text'>IBU-IBU TELADAN DALAM ISLAM  (  5  )</title><content type='html'>IBU-IBU TELADAN DALAM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah As-Sa'diyah, Ibu yang Menyusui Pemimpin Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang yang mengenang kembali peristiwa-peristiwa&lt;br /&gt;dalam Siirah Nabawiyah tentu akan teringat akan Halimah As-Sa'diyah.&lt;br /&gt;Dia adalah seorang wanita yang berkarakter baik, berakhlak bagus&lt;br /&gt;dan berhati lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT telah memilihnya untuk menjadi ibu yang menyusui&lt;br /&gt;bagi pemimpin manusia. Halimah yang datang bersama wanita-wanita&lt;br /&gt;bani Sa'ad tidak menemukan selain anak yatim, cucu Abdul Muththalib&lt;br /&gt;untuk menyusuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halimah berasal dari bani Asad bin Bakr, suku Hawazin dan &lt;br /&gt;berakhir pada Qais 'Ailan. Andaikata dia bukan seorang wanita mulia&lt;br /&gt;dan tidak berakhlak lurus serta tidak berhati lembut, niscaya Abdul&lt;br /&gt;Muththalib tidak akan menyerahkan kedua cucunya, Muhammad dan Abu&lt;br /&gt;Sufyan untuk disusui oleh Halimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad tinggal dengannya selama 4 tahun dan Halimah pun&lt;br /&gt;mendidiknya dengan akhlak Arab, yaitu kehormatan diri, keberanian,&lt;br /&gt;berkata benar, dan bersifat jujur. Kemudian Halimah mengembalikan&lt;br /&gt;kepada keluarganya ketika Muhammad berusia 5 tahun lebih sebulan&lt;br /&gt;setelah dia dan keluarganya dipenuhi berkah dari anak yatim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW sangat mencintai ibu yang menyusuinya itu, sehingga&lt;br /&gt;ketika seorang wanita bani Sa'ad mengabarinya bahwa Halimah telah&lt;br /&gt;wafat, beliau menangis. Kemudian pembawa kabar itu berkata : "Kedua&lt;br /&gt;saudara laki-laki dan perempuan engkau dalam kekurangan." Maka Nabi&lt;br /&gt;SAW mengirimkan kepada mereka barang-barang yang dibutuhkan. Pembawa&lt;br /&gt;kabar itu berkata pula :"Demi Allah, engkau adalah sebaik-baik anak&lt;br /&gt;yang dipelihara di waktu kecil dan sebaik-baik orang dewasa yang &lt;br /&gt;besar berkahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi, bahwa berbagai kenangan itu mengemba-&lt;br /&gt;likan beliau pada hari-harinya yang pertama. Beliau ingat masa &lt;br /&gt;kanak-kanaknya, kasih sayang ibu yang menyusuinya dan kerukunan&lt;br /&gt;dengan saudara-saudara laki-laki dan perempuannya. Halimah As-Sa'di-&lt;br /&gt;yah telah memeliharanya di waktu kecil dan tidaklah diragukan bahwa&lt;br /&gt;Halimah meninggalkan pengaruh yang dalam pada jiwanya. Ketika men-&lt;br /&gt;dengar namanya disebut dalam hati beliau yang peka, maka berlinanglah&lt;br /&gt;air mata Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada setiap wanita yang memelihara anak yatim dengan &lt;br /&gt;sentuhan penuh kasih sayang, kata-kata yang menyenangkan hati&lt;br /&gt;atau senyuman yang mengobati jiwa, kami persembahkan kisah &lt;br /&gt;Halimah As-Sa'diyah dan imbalan yang diberikan Allah kepadanya&lt;br /&gt;berupa rezeki dan kebaikan serta pahala yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada semua anak dari penyusuan, kami kemukakan hadits&lt;br /&gt;yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Abu Ya'la dan lainnya, dari&lt;br /&gt;jalan Ammaroh bin Tsauban, dari Thufail -bahwa Nabi SAW sedang&lt;br /&gt;membagikan daging di Ji'ranah. Kemudian datang seorang wanita&lt;br /&gt;dari dusun. Ketika mendekat kepada Nabi SAW, beliau menggelar&lt;br /&gt;selendangnya bagi wanita itu. Kemudian wanita itu duduk di atasnya.&lt;br /&gt;Maka aku berkata :"Siapa wanita itu ?" Dan orang-orang pun menja-&lt;br /&gt;wabnya : "Dia adalah ibu yang menyusuinya." [ al-Ishaabah, juz 7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******************&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-110581106295761454?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/110581106295761454/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=110581106295761454' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/110581106295761454'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/110581106295761454'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/01/ibu-ibu-teladan-dalam-islam-5.html' title='IBU-IBU TELADAN DALAM ISLAM  (  5  )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-110581089510095080</id><published>2005-01-15T09:31:00.000-08:00</published><updated>2005-01-15T09:41:35.100-08:00</updated><title type='text'>IBU-IBU TELADAN DALAM ISLAM  (  4  )</title><content type='html'>Ummu Aiman, Pengasuh Rasulullah SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya anak yatim mendapatkan ganti pada selain ibunya,&lt;br /&gt;berupa kasih sayang dan pemeliharaan, sebagaimana dilakukan oleh &lt;br /&gt;Ummu Aiman. Berikut ini adalah kisahnya dari awal hingga akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu penduduk Mekkah sedang merayakan kemenangan&lt;br /&gt;terhadap tentara Gajah, sementara Aminah binti Wahb lebih suka &lt;br /&gt;mengasingkan diri dan tinggal sendirian. Dia ingin berbahagia dengan&lt;br /&gt;janin yang dirasakannya dalam kandungan. Akan tetapi, dia segera&lt;br /&gt;teringat suaminya yang tidak ikut merasakan kebahagiaan dengan &lt;br /&gt;kenikmatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, cahaya yang dilihatnya telah memenuhi seluruh&lt;br /&gt;anggota tubuhnya berupa pancaran, kejernihan serta kebahagiaan&lt;br /&gt;dan membuat dia lupa akan penderitaan yang dialaminya. Allah SWT&lt;br /&gt;telah menimbulkan simpati di dalam hati orang-orang yang dipenuhi&lt;br /&gt;cinta dan kasih sayang terhadap anak yatim yang kemudian dilahirkan&lt;br /&gt;Aminah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sahaya perempuan dari Habasyah yang telah&lt;br /&gt;diwarisi anak yatim dari ayahnya yang telah tiada, begitu melihatnya,&lt;br /&gt;Allah memasukkan rasa cinta dan kasih sayang ke dalam hatinya kepada&lt;br /&gt;anak yatim itu, sehingga dia menyukainya. Maka, sahaya itu mengasuh&lt;br /&gt;dan menyayangi serta mengutamakannya dengan tambahan cinta dan keba-&lt;br /&gt;jikan serta kasih sayang yang biasa memenuhi hati para ibu. Hal itu&lt;br /&gt;berlangsung hingga datang wanita yang menyusuinya ke Mekkah, lalu&lt;br /&gt;mengambil anak yatim itu (Nabi Muhammad SAW) dari asuhannya dan asuhan&lt;br /&gt;ibunya, kemudian membawanya ke dusun. Ummu Aiman bersabar atas keper-&lt;br /&gt;gian dan perpisahan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, bayi yang sudah mulai tumbuh itu kembali dari &lt;br /&gt;dusun ke Mekkah, kepada ibu dan pengasuhnya untuk menikmati kasih&lt;br /&gt;sayang dan pemeliharaan mereka berdua. Lalu ibu anak itu membawanya&lt;br /&gt;ke Yatsrib untuk menziarahi saudara-saudara ibunya dari Bani Najjar.&lt;br /&gt;Pengasuh itu ikut pula bersama mereka berdua, dan anak ini pun bisa&lt;br /&gt;menikmati kasih sayang dari kedua hati yang mulia itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ibu dan anak itu berziarah ke makam ayah anak yatim&lt;br /&gt;itu, dia pun kembali bersama kedua ibunya yang mulia ke kampung hala-&lt;br /&gt;mannya, Mekkah. Akan tetapi, belum begitu jauh anak itu dari Yatsrib,&lt;br /&gt;sang ibu jatuh sakit, sebagaimana yang dulu menimpa ayahnya sebelum&lt;br /&gt;sampai ke Mekkah. Tatkala anak itu tiba di Abwa', datanglah kematian&lt;br /&gt;merenggut ibunya, sebagaimana ia telah merenggut ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka anak itu menjadi yatim piatu sebagaimana dikehendaki&lt;br /&gt;Allah. Dia telah kehilangan ibu dan ayahnya. Sekarang tinggallah&lt;br /&gt;dia bersama pengasuhnya. Lalu dibawanya kepada kakek dan paman-paman-&lt;br /&gt;nya seorang diri, dipelihara oleh hatinya yang mulia. Sejak waktu&lt;br /&gt;itu, Ummu Aiman menjadi ibu dari anak itu. Dia memeliharanya ketika&lt;br /&gt;bayi dan remaja hingga memasuki usia dewasa dan berkeluarga. Maka &lt;br /&gt;Muhammad SAW membebaskan dan mengembalikan haknya yang penuh dalam&lt;br /&gt;kehidupan yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Aiman menikah dengan seorang laki-laki penduduk Yatsrib&lt;br /&gt;yang bermukim di Mekkah dan mempunyai anak laki-laki yang diberi&lt;br /&gt;nama Aiman. Mereka sempat pindah ke Yatsrib untuk beberapa lamanya,&lt;br /&gt;tapi kemudian suaminya meninggal dan dia kembali ke Mekkah bersama-&lt;br /&gt;sama dengan anaknya. Anak ini dia asuh bersama-sama dengan anak yatim &lt;br /&gt;yang sangat dicintainya itu (Muhammad SAW). Nabi Muhammad SAW pun tidak&lt;br /&gt;lupa terhadap ibu angkatnya ini, sehingga Nabi SAW mengungkapkan &lt;br /&gt;perasaannya terhadap Ummu Aiman dengan perkataan kesetiaan : &lt;br /&gt;"Sesungguhnya dia (Ummu Aiman) adalah sisa dari keluargaku." [dari&lt;br /&gt;Al-Waqidi, sebagaimana disebutkan dalam Al-Ishaabah].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW sangat berharap agar Ummu Aiman hidup dengan senang.&lt;br /&gt;Maka beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya : "Barangsiapa ingin&lt;br /&gt;kawin dengan wanita calon penghuni surga, hendaklah dia kawin dengan&lt;br /&gt;Ummu Aiman." [Siyar A'laamin Nubala', juz 2, halaman 159] Maka segeralah&lt;br /&gt;bekas sahaya beliau, Zaid, mengawini Ummu Aiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Aiman hijrah dari Mekkah ke Medinah untuk menyusul orang&lt;br /&gt;yang paling dicintainya (Nabi SAW). Tiada yang menghiburnya di jalan&lt;br /&gt;kecuali imannya. Dia tiba di Medinah dan bertemu dengan anak-anaknya&lt;br /&gt;yang menyambut dan menyayanginya. Dia habiskan hari-harinya bersama&lt;br /&gt;Nabi SAW di Madinah dan nyaris tidak pernah meninggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perang Uhud, dia mengedarkan air dan memberi minum &lt;br /&gt;orang-orang yang terluka serta yang mengalami kepayahan. Ummu Aiman&lt;br /&gt;juga ikut dalam perang Khaibar bersama anaknya, menolong kaum &lt;br /&gt;Muslimin dan merawat mereka dengan kasih sayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Nabi SAW kembali kepada Penciptanya, Ummu Aiman&lt;br /&gt;menangis atas terputusnya wahyu sebab kewafatan Nabi SAW itu. &lt;br /&gt;Ummu Aiman juga menyaksikan kematian Umar r.a. dan mengucapkan&lt;br /&gt;perkataan :"Sekarang Islam menjadi lemah." Di awal pemerintahan&lt;br /&gt;Utsman r.a., Ummu Aiman menghadap Tuhannya dalam keadaan ridho&lt;br /&gt;dan diridhoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah dia, Ummu Aiman, bekas sahaya Rasulullah SAW dan&lt;br /&gt;pengasuhnya yang diwarisi dari ayahnya, lalu Nabi SAW membebaskannya&lt;br /&gt;ketika beliau menikah dengan Khadijah binti Khuwailid. Dia menikah&lt;br /&gt;dengan Ubaid bin Zaid dan melahirkan anak bernama Aiman. Aiman&lt;br /&gt;menjadi sahabat Nabi SAW dan terbunuh pada perang Hunain. Zaid bin&lt;br /&gt;Haritsah adalah bekas sahaya Khadijah binti Khuwailid yang diberikan&lt;br /&gt;kepada Rasulullah SAW lalu dibebaskan dan dinikahkannya dengan Ummu&lt;br /&gt;Aiman setelah beliau menjadi Nabi. Ummu Aiman lalu melahirkan Usamah&lt;br /&gt;bin Zaid. Ummu Aiman hijrah dua kali dan meriwayatkan lima hadits &lt;br /&gt;dari Nabi SAW. [Thabaqat Ibnu Sa'ad, Taarikh Ath-Thabari, Shahih&lt;br /&gt;Bukhari dan Al-Ishaabah oleh Ibnu Hajar]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;************&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-110581089510095080?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/110581089510095080/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=110581089510095080' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/110581089510095080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/110581089510095080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/01/ibu-ibu-teladan-dalam-islam-4.html' title='IBU-IBU TELADAN DALAM ISLAM  (  4  )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-110581020005951395</id><published>2005-01-15T09:26:00.000-08:00</published><updated>2005-01-15T09:30:00.060-08:00</updated><title type='text'>IBU TELADAN DALAM ISLAM  (  3  )</title><content type='html'>Arwa binti Abdul Muththalib, Bibi Rasulullah SAW, Saudara Shafiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arwa binti Abdul Muththalib masuk Islam di Mekkah, dan hijrah&lt;br /&gt;ke Madinah. Sebelum masuk Islam, dia mendukung Nabi SAW. Diceritakan,&lt;br /&gt;bahwa putranya, Kulaib bin Umair masuk Islam di rumah Arqam bin Abil&lt;br /&gt;Arqam Al-Makhzumi. Kemudian dia keluar, lalu masuk menemui ibunya,&lt;br /&gt;Arwa binti Abdul Muththalib, dan berkata :"Aku telah mengikuti Muhammad&lt;br /&gt;dan berserah diri kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ibunya pun berkata : "Sesungguhnya orang yang paling patut&lt;br /&gt;engkau tolong dan dukung adalah putra pamanmu. Demi Allah, andaikata&lt;br /&gt;kami sanggup melakukan apa yang dilakukan oleh kaum laki-laki, niscaya&lt;br /&gt;kami telah mengikuti dan membelanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Kulaib berkata : "Wahai, Ibuku, apa yang menghalangimu&lt;br /&gt;untuk masuk Islam dan mengikutinya, sedangkan saudaramu, Hamzah, telah&lt;br /&gt;masuk Islam ?" Arwa menjawab : "Aku menunggu apa yang dilakukan oleh&lt;br /&gt;saudara-saudara perempuanku, kemudian aku akan mengikutinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulaib pun berkata : "Aku memohon kepada Ibu, demi Allah, agar&lt;br /&gt;Ibu datang kepadanya dan memberi salam, lalu membenarkannya dan ber-&lt;br /&gt;saksi bahwa : Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah."&lt;br /&gt;Kemudian Arwa mendukung Nabi SAW dengan lisannya dan mendorong putranya&lt;br /&gt;agar membela &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu Abu Jahal dan sejumlah orang kafir di Mekah &lt;br /&gt;menghalangi Nabi SAW dan mengganggunya. Maka Kulaib bin Umar pun&lt;br /&gt;mendatangi Abu Jahal dan memukulnya hingga melukai kepalanya. Maka&lt;br /&gt;mereka mengambil dan mengikatnya. Kemudian Abu Lahab mencegahnya,&lt;br /&gt;lalu dia dilepaskan dan dia berkata kepada Arwa : "Tidakkah engkau&lt;br /&gt;lihat putramu, Kulaib, telah menjadikan dirinya sebagai sasaran&lt;br /&gt;selain Muhammad ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arwa menjawab :"Sebaik-sebaik harinya adalah hari ketika&lt;br /&gt;dia membela putra pamannya yang telah membawa kebenaran dari sisi&lt;br /&gt;Allah." Maka mereka bertanya :"Engkau telah mengikuti Muhammad ?"&lt;br /&gt;Arwa menjawab : "Ya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian salah seorang di antara mereka keluar menuju Abu&lt;br /&gt;Lahab dan mengabari tentang hal itu. Abu Lahab datang hingga masuk&lt;br /&gt;kepadanya dan berkata :"Sungguh mengherankan, engkau telah mengikuti&lt;br /&gt;Muhammad dan meninggalkan agama Abdul Muththalib !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arwa menjawab : "Begitulah adanya. Pergilah engkau untuk&lt;br /&gt;membela dan menolong serta melindungi putra saudaramu. Jika dia&lt;br /&gt;menang, engkau boleh memilih antara masuk bersamanya atau tetap&lt;br /&gt;dalam agamamu. Jika dia benar, engkau telah mengajukan uzur mengenai&lt;br /&gt;putra saudaramu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Abu Lahab berkata : "Kami mempunyai kekuasaan atas &lt;br /&gt;bangsa Arab seluruhnya. Sedangkan dia datang membawa agama baru."&lt;br /&gt;Kemudian dia pergi. Arwa pun berkata : "Kulaib telah menolong&lt;br /&gt;putra pamannya, dia membantunya dengan tenaga dan hartanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kita ketahui, bagaimana sikap Arwa dalam menanggapi&lt;br /&gt;pendapat putranya dengan mengobarkan semangat dan mendukungnya ?&lt;br /&gt;Arwa menangisi ayahnya, Abdul Muththalib, seraya berkata : &lt;br /&gt;Mataku menangis dan ia patut menangis&lt;br /&gt;atas seorang yang pemurah dan&lt;br /&gt;mempunyai sifat malu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arwa menangisi Rasulullah SAW seraya berkata :&lt;br /&gt;Wahai Rasulullah, engkaulah harapan kami,&lt;br /&gt;engkau baik kepada kami dan&lt;br /&gt;tidak benci&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arwa wafat pada tahun 15 Hijriah.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9752792-110581020005951395?l=cintaku-rim.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/feeds/110581020005951395/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9752792&amp;postID=110581020005951395' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/110581020005951395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9752792/posts/default/110581020005951395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintaku-rim.blogspot.com/2005/01/ibu-teladan-dalam-islam-3.html' title='IBU TELADAN DALAM ISLAM  (  3  )'/><author><name>cinta</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9752792.post-110580182606943435</id><published>2005-01-15T07:06:00.000-08:00</published><updated>2005-01-15T07:10:26.070-08:00</updated><title type='text'>KISAH IBU TELADAN DALAM ISLAM  (  2  )</title><content type='html'>Lubabah binti Al Haris bin Hazan Al-Hilaliah, Ibu Abdullah bin Abbas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab-kitab biografi menunjukkan ada dua wanita yang bernama&lt;br /&gt;Lubabah. Yang mengherankan ialah, keduanya adalah bersaudara, kakak&lt;br /&gt;beradik. Yang besar adalah ibu Abdullah bin Abbas, pemuka (ulama) ummat.&lt;br /&gt;Sedangkan yang kecil adalah ibu Khalid ibnul Walid "pedang Allah yang&lt;br /&gt;terhunus" dan digelari Al-Ashma'. Ke-Islaman dan persahabatannya diper-&lt;br /&gt;masalahkan, sebagaimana dikatakan oleh Abu Umar dalam "Al-Istii'aab"&lt;br /&gt;dan dibenarkan oleh Ibnu Katsir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lubabah yang besar termasyhur dengan kunyah (julukan) dan juga&lt;br /&gt;namanya. Dia adalah Ummul Fadhl, istri Al-Abbas bin Abdul Muththalib,&lt;br /&gt;ibu dari anak-anaknya : Al-Fadhl, Abdullah, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia termasuk wanita utama di zamannya dan sudah lama masuk&lt;br /&gt;Islam. Putranya, Abdullah, berkata : "Aku dan ibuku termasuk orang-&lt;br /&gt;orang yang lemah dari kaum laki-laki, wanita dan anak-anak." (Hadits&lt;br /&gt;Riwayat Bukhari) Dia masuk Islam di Mekkah sesudah Khadijah binti&lt;br /&gt;Khuwailid r.a. dan mempunyai kedudukan di antara wanita-wanita Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikatakan tentang ibu Ummul Fadhl : bahwa dia adalah wanita &lt;br /&gt;yang paling mulia, menantu-menantunya adalah Maimunah disunting Nabi&lt;br /&gt;SAW, Al-Abbas menikah dengan Lubabah, Hamzah menikah dengan Salma dan&lt;br /&gt;Ja'far bin Abi Th
